Ling Tian

Ling Tian
Untuk Chi San


__ADS_3

"Baiklah kakak kedua.." ujar Mao An menurut.


"Oiya, nanti setelah selesai, kamu masuklah ke istana Ling dan carilah kamar yang cocok untukmu! Teh yang kupesan juga ada didapur istana. Kami semua akan menunggumu disini!" tutur Long Yuan.


"Baik kak!" lagi-lagi Mao An hanya seperti kerbau yang dicucuk hidungya dan akan menjadi penurut kepada si pemilik.


"Yasudah.. Sana pergi!" kata Long Yuan.


"Iya!" singkat Mao An dan pergi menuju aula kultivasi milik Ling Tian.


Seperti yang dikatakan sebelumnya, waktu didalam aula seribu kali lebih cepat daripada diluar atau dunia jiwa, yang artinya jika dibandingkan dengan alam nyata maka waktu di aula kultivasi adalah sembilan ribu banding satu hari di alam nyata. Sungguh ruangan atau aula yang spesial.


Hanya butuh waktu dua jam setengah bagi Mao An untuk berkultivasi menyerap buah-buahan abadi hingga menerobos monster beast tingkat 7 atau setara dengan ranah Pendekar Berlian. Setidaknya itu yang dirasakan oleh orang-orang yang berada diluar ruang kultivasi.


Mao An tidak menerima petir kesengsaraan saat berkultivasi didalam aula itu. Tidak ada masalah sedikitpun dalam pondasi ataupun yang lainnya. Itulah keutamaan ruangan kultivasi pribadi Ling Tian. Sementara Ling Tian kala itu menerima petir karena ingin memperkuat lagi kekuatan tulangnya. Namun nyatanya hanyalah nihil.




...(Ilustrasi Mao An dalam bentuk sejati dan manusia)...


Setelah selesai berkultivasi dan mendapatkan tubuh manusianya, Mao An langsung masuk kedalam istana Ling untuk mencari kamar yang cocok dan membuatkan teh seperti apa yang diminta oleh kakak keduanya, Long Yuan. Sial! Dulu dia adalah pelindung sekte yang dipuja-puja karena kekuatannya, kini menjadi pembantu tukang buat teh! Sungguh kesialan murokkab untuk Mao An.


Namun kembali lagi kepada derajatnya. Long Yuan adalah jenis binatang suci, Sang Naga Agung. Bisa dikatakan pula adalah raja dari para monster beast manapun. Dengan kekuatan darahnya saja binatang suci akan mampu menekan monster beast hingga tidak berdaya. Apalagi Long Yuan, yang jelas lebih kuat dari segala sisi daripadanya.


Mao An membuat satu teko besar teh dan membawa enam gelas. Dia membawanya dengan baki layaknya pelayan yang handal.


"Ohoo.. Kamu sudah selesai kucing hitam? Kamu cukup tampan juga rupanya! Tapi masih terlalu jauh jika dibanding denganku!" ujar Long Yuan dengan sifat narsisnya yang tiba-tiba kumat saat mendapati Mao An mendekati kelompoknya.


"Iya kakak kedua! Terima kasih sudah mengatakan aku tampan!" sahut Mao An dengan tersenyum kecut.


Sementara Wei Ziin, Wei Hun, Zhuge Ruxu dan bahkan si kecil Ling Hu hanya memutar bola matanya malas mendengar Long Yuan yang sok keren dan tidak tahu diri itu. Mungkin urat malunya sudah terputus sejak dia lahir! Tapi entahlah.


Mereka semua akhirnya meminum teh buatan Mao An dengan riang. Canda dan tawa juga terlihat menghiasi obrolan mereka. Mao An yang sebagai pendatang baru cukup tertegun melihat keakraban ini. Saudara? Keluarga? Dua kata ini sudah sangat lama tidak Mao An dengar.

__ADS_1


Wei Hun si kakak pertama dengan sifat tegas dan pendiamnya, Long Yuan si kedua dengan kekonyolannya serta narsis tingkat dewa sejainyya, Zhuge Ruxu dengan ketajaman sindirannya dan si kakak kecil keempat Ling Hu yang hanya bisa mengaum dan mengaum kecil saja, sungguh membuat hati Mao An terasa hangat.


Terkadang, dengan hal-hal sederhana saja seperti minum teh, asalkan mau berkumpul bersama akan mempererat sebuah hubungan hati dan tali persaudaraan. Tidak perlu yang mewah-mewah.


'Terima kasih Maha Dewa! Kau telah pertemukanku dengan keluarga ini! Aku berjanji akan selalu menjaganya agar selalu utuh seperti ini!' batin Mao An sangat bersyukur.


***


Sementara itu, Ling Tian terbang dan meluncur dengan kecepatan tertingginya kembali menuju kediaman Tuan Kota Zhongjian, Chi Fan. Dengan kecepatan yang dimilikinya, Ling Tian bisa memotong waktu lebih dari separuh saat sebelumnya bersama Wei Ziin. Dua puluh menit! Hanya dua puluh menit waktu yang dibutuhkan Ling Tian untuk sampai di istana Kota Zhongjian.


Setelah hampir sampai, Ling Tian mengabari Wei Ziin untuk bersiap keluar dari dunia jiwa.


Swwuuhhh...


Zheep!


Gerbang dunia jiwa terbuka dan muncullah gadis cantik Wei Ziin yang lengkap dengan cadarnya.


"Kakak Tian!" kata Wei Ziin.


"Apakah sudah sampai?"


"Sebentar lagi! Kira-kira satu kilometer dari gerbang kota. Tidak masalah bukan aku mengeluarkanmu disini?"


"Sama sekali tidak kakak Tian!"


"Baiklah kalau begitu! Mari.."


"Iya."


Ling Tian dan Wei Ziin melesat mendekati gerbang kota. Saat ini sudah hampir tengah malam, namun penjagaan Kota Zhongjian masihlah sangat ketat seperti biasanya.


"Identitas!" ujar penjaga.


Wei Ziin dengan mengeluarkan lencananya sebelum Ling Tian bertindak. Para prajurit penjaga gerbang kota seketika bergetar saat melihat lencana didepannya itu yang tidak lain adalah lencana keluarga inti Kekaisaran Wei. Semuanya langsung berlutut.

__ADS_1


"Kami adalah tamu khusus Tuan Kota Chi Fan. Bolehkah kami masuk?" tanya Wei Ziin.


"T-tentu saja Tuan Putri! Anda bisa masuk kapanpun!" jawab penjaga yang sebelumnya menanyakan identitas.


"Emm.. Kalau begitu, terima kasih!" ujar Wei Ziin.


"Itu tidak perlu Tuan Putri! Silakan masuk!" buru-buru dia menundukkan kepalanya dalam saat mendengar ucapan terima kasih seorang Tuan Putri Kekaisaran Wei kepadanya.


"Iya! Mari kakak!" kata Wei Ziin mengajak Ling Tian masuk.


Ling Tian yang melihat dari awal hanya menggelengkan kepala dan ikut masuk ke bagian dalam Kota Zhongjian. Tidak butuh waktu lama bagi Wei Ziin dan Ling Tian untuk sampai di istana Tuan Kota.


"Selamat datang kembali Tuan Putri dan Tuan Muda Ling!" ujar Chi San dengan sangat sopan menyambut kedatangan keduanya hingga ia menundukkan badannya.


Ling Tian cukup terkejut dengan perubahan perilaku Chi San yang tiba-tiba. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa senyum Chi San adalah keikhlasan. Dia cukup kagum akan hal ini.


Ling Tian diam-diam mengeluarkan satu buah abadi yang mempunyai evek penyembuh tiada tara, buah Bodhi. Tak lupa dia memasukkannya kepada cincin penyimpanan kosong. Dia berjalan menghampiri Chi San dan mengankat bahunya untuk kembali ditegakkan.


"Tidak perlu seperti itu Tuan Muda San! Kami hanyalah tamu yang tak ubahnya seperti mayat yang berada dibawah kekuasaan yang memandikannya. Jadi tidak perlu seperti itu!" kata Ling Tian dengan jelas.


"B-baik Tuan Muda Ling!" jawab Chi San.


Tangan Ling Tian merogoh saku jubah Chi San dan meletakkan cincin penyimpanan sebelumnya disana lalu pergi meninggalkan mereka semua yang bengong begitu saja.


"Itu ada sedikit hadiah untukmu! Mungkin akan menyembuhkan dantianmu yang kuhancurkan sebelumnya. Maaf! Oiya, jangan beritahukan siapapun tentang itu jika tidak ingin Kota Zhongjian ini hancur dalam beberapa jam saja!" kata Ling Tian kepada Chi San sungguh-sungguh.


Chi San hanya mengangguk tanda faham. Dia sungguh tidak percaya akan ada harta yang bisa menyembuhkan dantian yang hancur. Namun itu didalam cincin penyimpanan! Yang mana harus dengan mengalirkan energi Qi untuk mengeluarkannya. Sementara dirinya todak sanggup! Ah, sial! Berarti dia harus mencari orang yang sangat bisa dipercaya! Mungkin ayahnya adalah orang yang paling tepat.


'Baiklah.. Aku akan meminta bantuan ayah nanti!'


_______________________________


*Tolong yang baca ini kasihlah penilaian untuk Ling Tian. Sempetin ngetik buat komen / rate sebentar saja. Please...


Bagaimana menurut kalian Novel Ling Tian ini?

__ADS_1


Author nantikan jawaban kalian...


__ADS_2