Ling Tian

Ling Tian
Pesan Kedua Guru 3


__ADS_3

Mengetahui proses peningkatan kekuatan tubuh telah selaesai, Pendekar Jibril segera membuka formasi yang mengelilingi Jamal.


Swuuuusssshhh


"Akhirnya kamu berhasil. Selamat atas meningkatnya kekuatan tubuhmu," Ucap Abah Yai.


"Ahhh, iya Abah," Jamal tersenyum canggung.


"Ahahahaha bagus-bagus. Aku sangat bahagia sekarang," tawa Pendekar Jibril atas hasil yang didapat dari murid satu-satunya itu.


"Jadi, bagaimana rasanya Jamal. Setelah meningkatnya kekuatan tubuhmu?" tanya Abah Yai.


"Emm tubuhku terasa lebih kuat dan sangat ringan, kulitku terasa sangat halus tapi keras, dan juga aku seolah melihat bayangan dunia kosong dalam bayang-bayangku,"


"Hahaha jadi kamu sudah melihatnya?" tanya Pendekar Jibril.


"Benar guru," jawab Jamal.


"Itu adalah dunia jiwa!" singkat Abah Yai.


"Dunia jiwa?"


"Ya betul, itu adalah dunia jiwa, dunia yang kamu miliki sendiri. Kamu bisa memasukkan apa saja kedalamnya,"


"Maksudnya?" bingung Jamal.


"Aah, jangan banyak tanya dulu muridku, sekarang kau bukalah dulu gerbang dunia jiwamu. Kami akan menjelaskan semuanya nanti didalam," kata Pendekar Jibril.


"Baiklah guru, tapi bagaimana cara membuka gerbangnya?" polos Jamal


"Cih, tanya lagi!" kesal Pendekar Jibril.


"Kamu hanya perlu membayangkan seolah kamu sedang membuka gerbang untuk memasukinya," jawab Abah Yai dengan senyuman.


"Hehehe, baik Bah. Akan Jamal lakukan."


Jamal melakukan seperti apa yang dikatakan Abah Yai, dia membayangkan seolah sedang membuka gerbang untuk memasuki dunia jiwanya.


Swuuussshhhh


Sebuah lorong dimensi keemasan tercipta didepan mereka bertiga.


"Bagus, mari kita masuk," kata Pendekar Jibril


"Iya, mari Jamal," sahut Abah Yai


"Iya."


Mereka bertiga memasuki lorong tersebut.


Swuuussshhhh


Mereka telah berdiri di padang rumput yang sangat luas dan luas. Ada juga gunung-gunung serta bukit kecil disana, pohon yang sangat asri juga tertanam. Ya, tempat itu adalah dunia jiwa milik Jamal. Abah Yai dan Pendekar Jibril tersenyum penuh arti dan mengangguk-anggukkan kepala melihat sekelilingnya. Entah apa arti senyuman itu Jamal tak mengetahuinya.


"Jamal," panggil Abah Yai.


"Iya Abah,"


"Hmmm, ini adalah duniamu. Apa kamu hanya akan membiarkan kami berdua berdiri disini?"


"Eh, maksud Abah gimana?"


"Hahaha. Dasar murid polos! Bukannya tadi Abah Yai mu mengatakan bahwa ini adalah duniamu? Maka dengan itu kamu bisa membuat apapun didunia milikmu ini. Misalnya rumah atau apalah kecuali makhluk hidup," kata Pendekar Jibril dengan nada agak sinis.


"Saya bingung, bagaimana caranya guru?"


"Haiiih, kau tinggal bayangkan saja, nanti akan muncul dengan sendirinya seperti apa yang kamu bayangkan," lemas Pendekar Jibri


"Emmm, begitu."


Jamal iseng-iseng membayangkan sebuah istana kuno yang sangat besar dan mewah. Juga dengan perlengkapannya, seperti aula pertemuan, ruang meditasi, taman belakang dan gazebo tempat santai.


Swuuusssshhh


Tiba-tiba apa yang dia bayangkan itu muncul didepannya.


"Hahaha. Seleramu cukup bagus muridku." kata Pendekar Jibril senang.


Abah Yai juga juga tak berfikir ternyata Jamal punyai bayangan tempat seperti itu. Mereka bertiga kemudian berjalan menuju gazebo untuk duduk dan berbicara dengan santai. Namun sebelum itu saat mereka melewati area kosong dibelakang istana, Abah Yai dan Pendekar Jibril saling pandang dan menganggukkan kepala.

__ADS_1


Swuuussshhh


Abah Yai dan Pendekar Jibril mengeluarkan banyak sekali tanaman bibit dari buah-buahan abadi dan menanamnya disana. Yaitu pohon bodhi, pohon persik emas, pohon anggur putih, timun emas, pohon apel perak dan labu berlian. Jamal tercengang memelototkan matanya. Ternyata Abah Yai juga seorang pendekar yang mempunyai dunia jiwa dan bahkan mempunyai tanaman buah-buahan abadi. Itu berarti selama ini beliau merahasiakan semua identitasnya dari pandangan orang-orang.


Setelah selesai menanam semua bibit itu, Pendekar Jibril membuat formasi ruang waktu dan pengumpul energi untuk mempercepat perkembangan bibit tersebut. Formasi berbentuk kubah biru melingkupi seluruh area kebun buah abadi. Waktu didalamnya juga dipercepat satu hari banding seratus tahun.


Didalam dunia jiwa sendiri waktu sudah berbeda, yaitu satu hari diluar sama dengan tiga hari didunia jiwa.


"Baiklah, sudah selesai. Mari!" kata Pendekar Jibril.


Abah Yai hanya mengangguk dan mereka melanjutkan berjalan menuju gazebo.


Setelah sampai, Pendekar Jibril dan Abah Yai banyak menjelaskan tentang apa yang harus Jamal lakukan setelah kembali dilahirkan. Intinya dunia jiwa dan cincin penyimpanan serta isinya akan tetap lah ada meski sudah berlain jasad. Dan juga kekuatan serta ingatan jati diri Jamal akan hilang / tersegel sampai dia berumur dua puluh tahun penuh. Namun untuk kekuatan tulang dan tubuhnya akan tetap utuh seperti sekarang yaitu tulang level serigala tua dan tubuh tipe Kaisar Naga Bayangan.


Saat waktu itu tiba, Jamal baru akan bisa meningkatkan kekuatannya secara bertahap dan tugas menjadi penguasa dunia yang selalu mengibarkan bendera keadilan harus dilaksanakan.


"Apa kamu faham Jamal?" tanya Abah Yai.


"Insyaallah saya faham Bah,"


"Baguslah," tanggap kedua gurunya.


"Oiya, Kamu akan dikirim oleh bang Jibril tiga hari dari sekarang, apa kamu siap?" tanya Abah Yai.


"Jamal siap Bah."


Mereka bertiga kembali membicarakan banyak hal dan cerita di gazebo tersebut. Terkadang tawa menghiasi obrolan itu. Sebenernya bukan mereka bertiga, tapi hanya Abah Yai dan abangnya Pendekar Jibril saja yang bicara, sementara Jamal hanya menjadi pendengar setia.


"Baiklah, Jika semua sudah kamu faham Jamal, tolong keluarkan kami," kata Abah Yai.


"Baik." singkat Jamal.


Kemudian dia membuka gerbang dunia jiwanya.


Swuuussshhh


Mereka bertiga keluar dan bertempat di tempat asal yaitu ruang tamu ndalem / atau rumah Abah Yai.


"Yasudah. Begitu saja, sekarang kamu boleh kembali ke pondok dan persiapkan semuanya. Ingat, tiga hari dari sekarang. Nanti Abah Jibril akan menjemputmu,"


"Iya abah, kalau begitu saya pamit kembali ke pondok dulu,"


"Assalamu'alaikum,"


"Iya, wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab serentak Abah Yai dan Pendekar Jibril.


Setelah berpamitan, Jamal bersegera kembali menuju kamarnya di komplek C.


'fiuuuhhhh, semoga bisa lancar,' gumam Jamal sambil menghela nafas panjang.


"Kang Jamal!" panggil seseorang kepadanya.


"Eh kang Ridwan, gimana kang?"


"Nggak gimana-gimana si kang. Tapi saya lihat, kayaknya akhir-akhir ini kok kang Jamal kayak orang kecapekan,"


"Yaa begitulah kang Ridwan. Saya kemaren-kemaren sama Abah Jibril disuruh lembur latihan. Kamu juga tau bukan? Sampe saya kudu nginep disana," buat alasan Jamal.


"Owalah pantes," tanggap singkat Ridwan lalu berkata:


"Sebenernya saya agak iri sama kamu kang Jamal,"


"Iri?"


"Iya, saya iri. Gimana nggak iri coba, santri bisa deket sama keluarga kiai bahkan diwarisi ilmu bela diri" jujurnya.


"Yaaa gimana yaa, saya juga nggak ngarepin itu semua kang Ridwan, mungkin hanya keberuntungan saja saya dipilih,"


"Keberuntunganmu terlalu besar kang Jamal,"


"Hahaha. Ada-ada saja kamu kang Ridwan."


Mereka terus mengobrol hingga beberapa waktu. Canda tawa penuh ketulusan terlihat jelas diantara keduanya. Jamal kemudian berpamitan sebab dia belumlah sholat dzuhur.


Waktu teruslah berlalu. Hari yang di janjikan Jamal kini telah tiba. Saat ini Jamal sedang santai didalam kamarnya sembari membaca buku-buku tentang sejarah. Tiba-tiba dari lantai bawah terdengar ada santri memanggil-manggil namanya.


"Kang Jamal kang Jamal!"


Jamal segera mendatanginya.

__ADS_1


"Iya, saya. Gimana kang?"


"Kamu dipanggil sama Abah. Katanya suruh cepet ngadep," jawab santri ndalem itu.


"Oh iya kang, terima kasih,"


"Iya kang sama-sama."


'Hmmm, sudah waktunya yaa? Baiklah,' gumam Jamal.


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian yang sopan, Jamal bergegas mendatangi ndalem Abah Yai nya.


"Assalamu'alaikum ini Jamal Bah," katanya.


"Wa'alaikum salam, masuk Mal!" jawab Abah Yai.


Jamal segera masuk. Dia melihat gurunya Pendekar Jibril juga sudah duduk santai disitu. Jamal segera bersungkem ke kedua gurunya itu.


"Duduklah Ma,l" kata Abah Yai.


"Baik bah," turut Jamal.


"Gimana? Sudah siap?" kata Abah Yai lagi.


"Insya allah siap Bah,"


"Bagus-bagus, gimana bang, mau langsung?" tanya Abah Yai dengan Pendekar Jibril


"Iya, Jamal akan saya bawa sekarang juga," jawab Pendekar Jibril.


"Baiklah. Oiya Jamal, kamu inget betul-betul pesen Abah kemaren dan jika ingatanmu telah kembali, maka lakukanlah semua nya dengan baik dan jalanilah kehidupan seperti kehidupan yang ada disana. Seribu tahun disana sama dengan satu hari disini. Jadi tak perlu risau kamu pergi terlalu lama. Apa kamu faham?"


"Saya faham Bah,"


"Baik, silakan bang,"


"Baik, kami pamit," kata Pendekar Jibril.


"Iya silakan bang, semoga lancar dan hasil,"


"Aamiin... Yasudah. Assalamu'alaykum. Mari Jamal,"


"Iya guru, Jamal pamit Bah, assalamu'alaikum,"


"Iya wa'alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh." jawab Abah Yai dengan senyum penuh harapan kepada Jamal.


Jamal dan yang dibawa Pendekar Jibril kini sudah sampai di kediaman beliau.


"Masuk Mal, mau ngopi dulu apa langsung?"


"Langsung saja guru!" mantap Jamal.


Kemudian Pendekar Jibril menyuruh Jamal masuk dikamar pribadinya dan untuk duduk sikap lotus. Lalu Pendekar Jibril membuat segel ditangannya. Rumit dan sangat rumit sekali. Setelah itu muncullah lorong dimensi dihadapan mereka berdua.


"Baiklah Jamal, Guru akan segera mengirim jiwamu sekarang!"


"Baik."


Pendekar Jibril memegang kepala Jamal bagian belakang.


'Bismillahirrohmanirrohim.' ucap Jamal didalam hatinya ketika merasakan jiwanya ditarik dan dimasukkan kedalam lorong itu oleh gurunya.


Swuuussshhhhh


Lorong dimensi itu kembali tertutup.


"Lakukanlah dengan baik dan murid kebanggaanku Jamal." kata Pendekar Jibril juga penuh harapan.


______&&&&


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:


"janganlah kamu menjadi orang yang ANGEL" 😂😂😂


ANGELLL WEEEESSS ANGEEELLLL🤦🏻‍♂️😂


__________________________________________

__ADS_1


YO, PARA READERS SEMUA, TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI PERJALANAN JAMAL HINGGA SAAT INI, LANGKAH JAMAL DIDIMENSI LAIN AKAN SEGERA KITA MULAI... TERUS SIMAK PETUALANGANNYA ...


__ADS_2