Ling Tian

Ling Tian
Sudah Waktunya Kah?


__ADS_3

Ling Tian dan Mao An terus terbang selama seminggu menuju arah dimana tempat tujuannya berada. Perjalanannya Ling Tian terus mengobrol dengan Mao An mengenai beberapa hal yang telah dilewati mereka berdua.


Beberapa kali mereka berdua juga berhenti disebuah desa atau sebuah kota untuk beristirahat atau sekedar mengisi perut. Hingga saat ini mereka sedang melayang diatas langit disebuah perbukitan yang lumayan indah, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan fenomena alam yang sangat membuat mereka tertekan.


Keduanya langsung dibuat terjatuh oleh tekanan luar biasa yang keluar dari langit. Padahal Ling Tian dan Mao An adalah orang yang sudah ada di Ranah Kaisar. Akan tetapi mereka berdua tetap tertekan oleh tekanan alam itu.


"Sial! Tekanan apa ini?" seru Mao An yang merasakan tubuhnya seperti sedang ditimpa oleh gunung yang sangat besar.


Ling Tian tidak memberikan jawaban. Dia menatap keatas langit dimana tekanan itu berasal sambil menggertakkan giginya. Dia melihat awan gelap mulai muncul dari ruang hampa yang ada diatas langit.


"Ini bukan tekanan biasa! Semakin kuat kekuatan seseorang, maka semakin kuat pula orang itu ditekan!" ucapnya.


"Maksud Tuan Muda?" tanya Mao An yang tidak faham.


"Apa kamu lupa pesan dari Guruku yang dititipkan kepada senior Wei Hun dan cacing biru sialan itu?" ujar Ling Tian yang balik bertanya.


Mao An terdiam untuk beberapa saat. Dia mengingat-ingat kembali akan pesan yang pernah dikatakan oleh Kakak Pertama dan Keduanya saat sebelum pergi meninggalkan alam rendah menuju alam tingkat menengah.


"Itu.. S-sudah waktunya kah?" ucap Mao An dengan terbata-bata.


Ling Tian tidak menjawabnya, dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu kembali melihat kearah langit.


Jdaarr! Jdaarrr!


Petir menyambar-nyambar diatas langit. Awan gelap dan mencekam yang sebelumnya terlihat kini semakin pekat dan hitam yang menambah nuansa mengerikan bagi semua orang yang melihatnya.


Fenomena itu nyatanya bukan hanya terjadi di daratan tengah saja. Akan tetapi semua daratan di Benua Langit juga merasakan tekanan dan melihat awan hitam yang disertai oleh petir menyambar


***

__ADS_1


Daratan Tengah, Kekaisaran Xiao.


"Ini adalah tekanan dan fenomena tanda harta langit dan bumi akan muncul!" ucap seorang pria tua yang mana dia adalah Leluhur Tua Klan Lian, Lian Qin.


Dia saat ini sedang berada di Kekaisaran Xiao bersama Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu untuk untuk membahas serangan balasan untuk aliansi aliran hitam untuk pihak Kekaisaran Song.


Namun saat ketiganya baru saja duduk untuk bersiap memulai pembahasan, mereka bertiga merasakan tekanan yang luar biasa kuat menimpa mereka. Ketiganya yang berada ditempat santai yang berupa gazebo juga melihat adanya awan hitam serta petir yang terus menyambar diatas langit.


"Benar! Sepertinya huru-hara perebutan harta itu akan segera terjadi! Aku harap harta itu tidak jatuh di daratan tengah atau wilayah kita ini akan benar-benar dalam kericuhan!" ujar Leluhur Xiao Chen dengan mata berharap sambil terus memandangi langit dan menahan tekanan pada tubuhnya.


***


Daratan Selatan, Kekaisaran Han.


Disebuah ruangan yang ada dibawah tanah istana Kekaisaran Han, Pria bertanduk atau Sang Iblis Sejati tertawa terbahak-bahak saat merasakan tekanan yang muncul dari langit. Ya! Meskipun dia sedang ditekan, namun dia tidak bisa untuk tidak bahagia karena dia juga mengetahui tanda apa ini sebenarnya.


"Han Biao! Katakan kepadak kakakmu Han Tianba untuk menarik pasukan yang akan menyerang daratan utara! Suruh dia kembali ke markas bersama dengan Song Yunlei! Aku ingin merencanakan sesuatu kepada mereka untuk mendapatkan harta langit dan bumi ini!" ujar Sang Iblis Sejati memberikan perintah kepada pria berjubah emas yang tidak lain adalah Kaisar Kekaisaran Han, Han Biao.


"Baik Yang Mulia! Hamba akan melaksanakan tugas!" ucap Kaisar Han Biao dengan patuh.


"Bagus! Pergilah sekarang dan katakan kepada semua orang agar berdiam diri meningkatkan kekuatan untuk sementara sampai kita mengetahui dimana harta itu akan muncul!" kata Sang Iblis Sejati.


"Baik Yang Mulia!" jawab Kaisar Han Biao lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


***


Daratan Timur, Klan Ling.


"Dalam buku catatan kuno yang pernah aku baca, jika terjadi fenomena seperti ini maka itu tandanya akan ada harta langit dan bumi yang akan muncul!" ujar Ling We dengan suara tertekan yang saat ini berada didalam aula pertemuan.

__ADS_1


"Benarkah? Apakah itu harta yang sangat berharga?" tanya Patriark Ling Bo Teng yang memang kurang tahu mengenai catatan-catatan kuno.


"Tentu saja Patriark! Harta itu dinamai dengan harta langit dan bumi karena memang begitu berharga. Disebutkan dalam catatan yang pernah aku baca di perpustakaan Klan Zhong itu bahwa seseorang yang mendapatkan harta langit dan bumi itu akan dapat naik tingkat beberapa ranah jika itu adalah kultivator lemah.."


"Namun jika orang tersebut adalah kultivator kuat, maka bisa dikatakan orang itu akan menjadi penguasa dunia karena memang tidak akan ada yang bisa melawan kekuatannya didunia tempat harta langit dan bumi itu turun!" ujar Ling We menjelaskan.


"Lalu, apakah kita juga akan berpartisipasi untuk memperebutkan harta itu?" tanya Tetua Agung Klan Ling yang baru, Ling Jun atau ayah dari Ling Tian.


Perlu diketahui bahwa Tetua Agung yang lama atau Ling Qinzu mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkannya kepada orang terkuat kedua di Klan Ling setelah Ling Tian yaitu ayahnya sendiri setelah Ling Qinzu menyadari kesalahannya dan menyelesaikan pembangunan di Klan Ling.


Ling Qinzu kini hanya menjadi Tetua Kedua di Klan Ling setelah Ling Lian Zong atau ayah dari Ling Lianhua naik jabatan menjadi Tetua Pertama menggantikan Ling Jun. Bisa dikatakan ini membolak-balikan jabatan saja!


"Aku rasa itu tidak perlu Paman Jun! Karena aku yakin saudara Tian dan yang lainnya akan datang ketempat dimana jatuhnya harta langit dan bumi itu!" jawab Ling We dengan penuh ketenangan.


"Itu.. Bukankah jika kita ikut membantu, mereka akan lebih ringan lagi?" tanya Patriark Ling Bo Teng.


"Maaf Patriark! Saudaraku Ling Tian adalah orang yang paling sayang dengan keluarganya! Kalian semua para tetua juga tahu hal itu. Aku yakin jika kita mengirimkan perwakilan untuk membantunya, justru saudaraku itu akan menyuruh oerwakilan kita untuk pulang karena tidak ingin membahayakan keselamatan keluarga!" jawab Ling We memberikan alasan yang masuk di akal.


Semua Tetua mengangguk setuju. Mereka tentu tahu sikap Ling Tian yang seperti itu. Jadi mereka saat ini hanya bisa menuruti apa yang diucapkan oleh Ling We sebelumnya. Yaitu tidak mengirim oerwakilannya untuk berebut harta langit dan bumi.


***


Didaratan barat yang kini dikuasai oleh Kaisar Song Yunlei bersama dengan Han Tianba juga merasakan hal sama. Mereka sebelumnya ingin berangkat kedaratan utara untuk menguasai Kekaisaran Bing layaknya Kekaisaran Song yang dibantu dari penghianatan Song Yunlei dan Sekte Pedang Kelelawar pimpinan Nan Kong.


Di daratan utara, aliansi aliran hitam juga memiliki tonggak kuat yang mana adalah Sekte Hasrat yang dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Matriark Chang Roulan.


"Baiklah.. Kita tarik pasukan dan kembali ke markas seperti apa yang diperintahkan oleh Yang Mulia!" ucap Han Tianba kepada Song Yunlei dan Nan Kong.


"Baik!" angguk keduanya.

__ADS_1


__ADS_2