
"T-tuan Muda Klan Ling? Oh.. Maafkan ketidak-tahuan kami Tuan Muda Ling! Kalian berdua! Turunkan senjata kalian!" ucap Tetua Fang kepada kedua penjaga portal. Dia juga melakukan hal yang sama.
"Baiklah.. Tidak apa-apa! Karena memang mungkin kalian punya alasan tersendiri melakukan hal seperti ini!" ujar Ling Tian.
"Benar sekali Tuan Muda Ling! Maaf! Ini lencanamu!" kata Tetua Fang sambil mengembalikan lencana Ling Tian. Dengan tenang Ling Tian mengambil dan menyimpannya kembali didalam cincin penyimpanannya.
"Kami melakukan ini memang karena mempunyai alasan! Hanya saja sebelumnya kami terlalu terbawa emosi karena ucapan saudara Tuan Muda Ling! Saat ini aliansi aliran hitam sedang gencar sekali ingin menyusup dan memasuki daratan tengah. Maka dari itu, kami harus benar-benar teliti!" lanjut Tetua Fang.
"Baiklah Tetua! Kami sangat mengerti dan memaklumi! Jadi? Bolehkah sekarang kami pergi?" tanya Ling Tian. Dia tidak mau terlalu lama disini dan ingin segera menjelajah atau mampir di rumah makan untuk memanjakan perutnya.
"Oh.. Tentu saja Tuan Muda Ling! Silakan dan maaf telah mengganggu perjalanan anda dan saudara anda!" jawab Tetua Fang.
"Baiklah.. Terima kasih atas pengertian Tetua!" kata Ling Tian sembari menangkupkan kedua tangan.
"Oh.. Sama-sama Tuan Muda Ling!" balas Tetua Fang sambil menangkupkan kedua tangan. Kedua penjaga gerbang juga melakukan hal yang sama.
"Mari saudara We!" ajak Ling Tian memegang pundak Ling We. Tanpa menunggu jawaban dari Ling We, Ling Tian langsung membawanya pergi dengan kecepatannya.
Zheep!
"Sangat cepat!" ujar ketiga orang yang mengepung sebelumnya.
"Hahh.. Untung saja orang yang mengaku Tuan Muda Klan Ling itu tidak terlalu mempermasalahkan hal ini! Jika tidak..." Tetua Fang tidak melanjutkan ucapannya.
"Jika tidak kenapa Tetua Fang?" tanya satu penjaga.
"Jika dia mempermasalahkan dan meledeni kita, takutnya saat ini kita sudah tidak bernyawa lagi!" jawab Tetua Fang.
"Apaaa!" kedua penjaga portal terkejut.
"Apa dia lebih kuat Tetua Fang?" penjaga portal satu kembali bertanya.
"Lebih kuat? Tch! Aku hanyalah orang yang berada di ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2!" jawab Tetua Fang dengan tersenyum kecut.
"Bahkan aku merasa, jika itu Yang Mulia Kaisar Xiao Sujin, beliau tidak akan selamat dari Tuan Muda Ling itu!" lanjut Tetua Fang dengan ucapan penuh penekanan. Tidak ada sedikitpun keraguan dalam ucapannya.
"Apaaa!" kedua penjaga portal kembali dibuat terkejut.
__ADS_1
"Apakah.. Apakah T-tuan M-muda dari Klan Ling itu memang sangat kuat Tetua Fang?" tanya salah satu penjaga portal yang kedua.
"Benar! Kita ini hanyalah semut dimatanya! Maka dia sama sekali tidak mau berlama-lama dengan orang lemah seperti kita! Saat setelah Tuan Muda Ling itu mengambil lencananya dariku, dia memberikan peringatan keras kepadaku! Dia menekanku seper-seribu detik dengan auranya sehingga organ dalamku saat ini terluka. Meski tidak parah dan sampai mengancam nyawa, tapi aku tahu seberapa besar kekuatan Tuan Muda Ling itu!" ujar Tetua Fang.
"S-seberapa kuat dia Tetua Fang?" tanya penjaga portal satu dengan terbata-bata.
"Mungkin setara dengan Kaisar Terdahulu, Kaisar Xiao Chen!" jawab Tetua Fang.
"M-mustahil!" kedua penjaga portal sangat tidak mempercayai pendengaran ditelinga mereka. Namun kata-kata itu keluar dari seorang Tetua Fang. Mustahil seorang Tetua Fang membohongi mereka! Dan lagi, buat apa atau apa untungnya Tetua Fang berbohong?
***
Saat ketiga orang penjaga portal itu terus membicarakan tentang kekuatan yang dimiliki Ling Tian, dua orang pemuda yang tidak lain adalah Ling Tian dan Ling We berhenti dari lajunya yang sangat cepat diatas langit.
"Bwaah! Hahh.. Hahh.. Sialan kau saudara Tian! Kenapa membawaku seperti seonggok sampah? Sial! Lalu dengan kecepatan sedahsyat itu pula! Hueek!" teriak Ling We yang mengeluh karena dibawa pergi Ling Tian dengan cara di cangking seperti sampah tidak berguna. Dia memuntahkan isi perutnya. Nafasnya juga memburu karena tidak bisa menahan terpaan angin diwajahnya saat Ling Tian membawanya pergi meninggalkan ketiga penjaga portal. Bisa dikatakan, Ling We saat ini sedang mabuk perjalanan udara!
"Hahaha.. Ayolah saudaraku! Aku tadi hanya bercanda saja!" ucap Ling Tian dengan tawanya yang pecah.
"Cih! Bercandamu tidak asyik sama sekali!" gerutu Ling We. Wajahnya saat ini benar-benar terlihat sangat suram.
"Hahaha.."
Saat ini keduanya sedang melayang diatas langit sebuah hutan yang cukup luas.
"Jadi? Apakah kamu mau melanjutkan perjalanan atau istirahat terlebih dahulu dibawah sana?" tanya Ling Tian kepada Ling We dengan menunjuk hutan rindang dibawah mereka.
"Lebih baik kita istirahat terlebih dahulu! Aku ingin menstabilkan kembali tubuhku ini! Dan lagi, aliran energi Qi disini sangatlah padat! Mungkin aku bisa menembus bintang tiga ranah Pendekar Emas Awal!" jawab Ling We.
"Baiklah.. Mari kita turun dan istirahat terlebih dahulu!" kata Ling Tian.
"En.." Ling We hanya mengangguk.
Mereka berdua turun dari atas langit dan menapakkan kakinya di hutan antah berantah. Mereka duduk-duduk santai terlebih dahulu dibawah sebuah pohon yang sangat besar.
Ling Tian mengeluarkan dua botol anggur yang pernah diberikan oleh Long Yuan kepadanya.
"Silakan saudaraku! Kita bersulang!" ucap Ling Tian sambil memberikan satu botol anggur lainnya kepada Ling We.
__ADS_1
"Wah, wah, waah.. Kamu tahu sesuatu yang terbaik untuk saat ini ternyata! Hahaha!" ucap Ling We dengan tertawa dan meraih botol anggur itu.
"Tentu saja! Mari bersulang sobat! Lupakan masalah untuk hari ini! Gampang besok kita buat masalah lagi! Hahaha!" ujar Ling Tian asal-asalan.
"Ahaha.. Kamu benar sekali saudaraku! Mari bersulang!" balas Ling We.
Ting!
Kedua saudara seperkoplakan itu akhirnya bersulang dan meminum anggur dengan perasaan senang. Mereka berdua tidak memperdulikan apapun saat ini! Yang terpenting, hati mereka merasa senang! Itu saja!
Saat setelah selesai bersantai dengan minum-minum, Ling We berniat untuk berkultivasi dan berusaha menerobos bintang selanjutnya.
"Saudaraku! Aku ingin berusaha menerobos bintang 3 disini! Kamu tidak apa bukan, jika menungguku sebentar?" tanya Ling We. Dia tentu merasa tidak enak jika harus membuat saudaranya ini menunggu. Karena Ling We tahu bahwa menunggu itu sangatlah membosankan dan sakit!
"Tidak masalah saudara We! Aku akan berjalan-jalan sebentar disekitar sini sembari menunggumu!" jawab Ling Tian.
"Baiklah.. Kamu fokuslah terhadap kultivasimu. Aku pergi dulu!" lanjut Ling Tian langsung menghilang bersama udara tipis tanpa menunggu jawaban Ling We.
Ling We hanya menggelengkan kepalanya melihat saudaranya begitu baik dan pengertian kepadanya.
"Terima kasih saudaraku!" ucap Ling We pelan.
.
.
Tidak jauh dari mereka, ada aliran sungai yang sangat jernih, banyak sekali ikan berwarna warni yang terlihat berenang-renang dan kejar-kejaran memutari sesuatu. Hal itu terlihat sangatlah indah.
Zheep!
Seorang pemuda berjubah hitam tiba-tiba muncul diatas aliran sungai tersebut.
'Aku merasakan uara langit dan bumi disini lebih pekat dari pada ditempat lain. Apakah ada sebuah harta karun disini?' batin Ling Tian bertanya dengan dirinya sendiri.
Ling Tian menyebarkan indra spiritualnya kesegala arah ditempat itu. Tidak lama, kedua matanya menjadi berbinar saat menemukan keberadaan sesuatu yang amatlah berharga.
"Ahahaha.. Aku tidak menyangka akan menemukanmu disini!.."
__ADS_1
"Jinshen!"