
***
Didalam istana Kekaisaran Xiao, Kaisar Xiao Sujin beserta beberapa menterinya sedang membahas sesuatu yang mengenai tentang leluhurnya dan Leluhur Song Mu yang sekonyong-konyongnya tiba-tiba menghancurkan Klan Lian tanpa memberitahukan apapun alasannya kepada mereka.
Padahal semua orang tahu bahwa kedua pria sepuh itu berteman sangat akrab bahkan bisa dikatakan sebagai saudara dengan Leluhur Lian Qin, mengingat kedekatan mereka bertiga yang sudah tidak bisa dipatahkan lagi.
Namun tiba-tiba saja saat kedua pria sepuh kembali dari wilayah terlarang daratan tengah, keduanya langsung bergerak kearah Klan Lian dengan niat membunuh yang sangat besar dan pekat sehingga membuat orang-orang yang berada dibawahnya menjadi panik.
Kaisar Xiao Sujin tidak habis pikir dengan apa yang diperbuat oleh kedua pria sepuh itu. Jika Leluhur Tua dari Klan Lian kembali dan melihat anak cucunya telah terbantai habis maka sudah dipastikan bahwa perang yang akan menyengsarakan dan menimbulkan kerugian tidak bisa terelakkan lagi.
Disaat para pembesar dari Klan Xiao itu sedang berbicara dengan penuh keseriusan dan Kaisar Xiao Sujin sendiri sedang menyimak usulan dari salah satu menterinya, tiba-tiba seorang komandan prajurit penjaga gerbang datang untuk menghadap.
"Lancang! Beraninya kau prajurit rendahan memasuki aula ini disaat kami sedang mengadakan rapat darurat?" teriak salah satu menteri yang marah besar karena raut wajah yang ditampilkan oleh Kaisar Xiao Sujin juga memperlihatkan ketidaksukaannya.
Menteri yang berteriak marah itu langsung meledakkan aura kultivasi miliknya sehingga membuat komandan prajurit penjaga gerbang langsung merasakan tekanan yang luar biasa kuat.
Komandan prajurit penjaga gerbang itu langsung berlutut di hadapan sang kaisar dan meminta maaf atas kelancangan yang telah dia lakukan.
"Mohon maaf Yang Mulia Kaisar dan para menteri sekalian! Tapi ini berhubungan dengan tamu yang datang ingin bertemu dengan Yang Mulia!" ucap komandan prajurit penjaga gerbang itu dengan nafas yang terasa berat karena menahan ledakan aura dari sang menteri.
Kaisar Xiao Sujin mengangkat tangannya kepada menterinya untuk menghentikan penekanan yang ditujukan untuk sang komandan prajurit penjaga gerbang. Seketika tekanan yang memberatkan komandan prajurit penjaga gerbang itu langsung menghilang sehingga dia bisa bernapas dengan lega.
"Katakan! Siapa orang yang dengan seenaknya ingin bertemu dengan Yang Mulia? Apakah dia fikir Yang Mulia Kaisar adalah ayahnya?" tanya sang Jenderal Besar Kekaisaran Xiao, Xiao Hao.
__ADS_1
Komandan jurit penjaga gerbang itu menjadi sangat gugup saat mendengar pertanyaan dari Sang Jenderal. Bisa dikatakan bahwa pengaruh dari Jenderal Xiao Hao hampir menyamai dengan Yang Mulia Kaisar Sujin itu sendiri karena dia paling terkenal dengan kebijakan serta kekejamannya dengan musuh.
"Ampun Yang Mulia dan Jenderal Besar! Dia mengatakan bahwa namanya adalah Ling Tian! Dan ini sebagai buktinya!" jawab sang komandan prajurit penjaga gerbang sambil memperlihatkan rencana giok milik Ling Tian.
Mata Kaisar Sujin, Jenderal Besar Xiao Hao dan seluruh menteri yang ada di aula itu langsung melotot saat mendengar jawaban dari komandan prajurit penjaga gerbang.
Zheep!
Kaisar Xiao Sujin dan Jenderal Besar Xiao Hao langsung muncul dihadapan komandan itu. Kaisar Sujin lalu menyambar lencana giok itu dan Jenderal Xiao Hao langsung memberikan tamparan keras kepada sang komandan sehingga membuatnya tersungkur dan kebingungan.
"Komandan tolol! Mengapa kau tidak langsung membawanya ke sini! Apakah kau menyuruhnya untuk menunggu di pintu gerbang?" teriak Jenderal Besar sangat marah.
"Sudahlah Jenderal Hao! Tidak perlu mengurusi komandan bodoh itu! Ayo kita segera mendatangi Tuan Muda Ling itu atau kita akan mati dibunuh oleh Leluhur Chen dan Leluhur Mu!" ucap Kaisar Sujin yang panik.
"Baik Yang Mulia!" jawab Jenderal Besar Xiao Hao.
Zheep! Zheep!
Keduanya memberikan beberapa pesan yang berhubungan dengan kemungkinan kedatangan seorang Tuan Muda dari Klan Ling. Mereka menyuruh semua orang yang bertemu terlebih dahulu kepada Ling Tian untuk memberikan penghormatan sehormat-hormatnya atau mereka berdua akan membunuh siapapun yang tidak mau melakukannya.
Semua orang mengganggu kan kepala tanda memahami apa yang dipesankan oleh kedua leluhur. Sementara untuk komandan prajurit penjaga gerbang yang meminta Ling Tian untuk menunggu karena dia masih kurang percaya dengan lencana yang berupa batu giok berwarna ungu.
Meskipun pada rencana giok itu terdapat sebuah lambang dari Klan Ling, namun setahu sang komandan prajurit penjaga gerbang adalah bahwa lencana tertinggi di Benua Langit adalah lencana platinum.
__ADS_1
***
Ling Tian sampai dibuat menguap berkali-kali karena saking malasnya menunggu kedatangan dari komandan prajurit yang sedang melapor. Hal itu satu aja karena sebelumnya dia melihat komandan prajurit pergi meninggalkan pintu gerbang hanya dengan berlarian saja. Sementara jarak antara pintu gerbang dengan istana hampirlah satu mil jauhnya.
"Mengapa komandan itu lama sekali?" tanya Ling Tian kepada salah satu prajurit yang berada tidak jauh darinya.
"Mohon dimaklumi Tuan Muda! Itu karena peraturan di istana ini melarang bagi siapapun kecuali keluarga inti Yang Mulia Kaisar Xiao Sujin untuk melakukan perjalanan dengan cara terbang!" jawab prajurit itu dengan ramah.
"Oh.. Jadi begitu? Pantaslah jika sangat lama sampai aku hampir jamuran saja!" kata Ling Tian dengan ada acuh tak acuh.
Tentu saja Ling Tian sangat tidak menyukai peraturan yang seperti ini. Karena dapat membuat anak-anak dari keluarga bangsawan inti akan semakin berbesar kepala dan berbangga-bangga diri serta membeda-bedakan kedudukan antara satu manusia dengan manusia lainnya.
Ling Tian dengan tegas mengatakan akan kesetaraan kepada semua orang entah itu dari kalangan rendah, menengah, ataupun kelangan tingkat tinggi atau keluarga bangsawan. Karena adanya seseorang dikatakan sebagai tinggi karena ada seseorang yang lebih pendek darinya. Seseorang bisa dikatakan kaya karena ada orang miskin di sekitarnya.
Itulah sebabnya Ling Tian tidak ingin membeda-bedakan antar satu orang dan orang lainnya karena seharusnya orang-orang berpangkat tinggi atau saudagar kaya memberikan kompensasi secara cuma-cuma kepada mereka yang berpangkat rendah atau orang-orang miskin.
Sebab dengan adanya keberadaan dari kalangan rendah dan orang-orang miskin mereka dapat mendapatkan gelar sebagai kalangan tinggi ataupun orang kaya. Ya, seperti itulah kehidupan yang sesungguhnya. Namun banyak sekali orang yang tidak dapat memahami hal yang sangat sederhana seperti ini.
Zheep! Zheep!
Saat Ling Tian sedang melamun karena kebosanannya, tiba-tiba kedua sosok dengan satu orang memakai jubah emas bercorak naga dan yang satunya lagi memakai zirah perang yang juga terbuat dari emas.
"S-selamat datang di istana mungilku ini Tuan Muda Ling!" ucap Kaisar Xiao Sujin dengan gugup.
__ADS_1
Dia sangat takut jika pemuda di depannya itu mengeluhkan akan dirinya dibuat menunggu maka sudah dipastikan bahwa Yang Mulia Kaisar Xiao Sujin yang terhormat akan langsung dibuat babak-belur atau bahkan mati oleh kedua pria sepuh yang tidak lain adalah leluhurnya sendiri
"Ah! Salam! Tidak perlu terlalu tegang seperti itu Kaisar Sujin! Hahaha!" ucap Ling Tian sambil terkekeh lalu menangkupkan kedua tangannya untuk memperlihatkan rasa hormat namun masih sedikit dengan cengengesan.