
Ling Tian segera bersiap untuk hari kedua pelatihannya. Namun dirinya sangat kaget disaat terbangun dari tidur. Ling Tian merasakan tubuh fisiknya menjadi lebih kuat dan sangat ringan. Belum lagi jiwanya yang menjadi lebih kokoh dari sebelumnya.
Ling Tian kini sepenuhnya menyadari akan manfaat pelatihan neraka yang dia jalani. Dan saat ini, dengan penuh semangat Ling Tian bergegas untuk berangkat dan berlatih. Tidak lupa Ling Tian sarapan alakadarnya yang sudah tersedia diatas meja makan rumah kecil itu.
"Baiklah! Waktunya menjadi lebih kuat lagi!" Ucap Ling Tian penuh tekat.
Ling Tian keluar dari kediaman kecilnya. Dia melihat Elang Emas yang sudah mertengger didahan pohon yang cukup besar.
"Sepertinya kau terlihat bersemangat bocah!" Ucap Elang Emas.
Ling Tian tidak menjawab. Dia hanya tersenyum lalu mulai berlari mengelilingi Inti Hutan Gelap diikuti Elang Emas dari atas langit.
"Oiya, berhubung latihanmu dimulai lebih awal, kata Yang Mulia Raja kau harus mengelilingi Inti Hutan Gelap sebanyak seratus kali! Dan beliau menunggumu ditempat kemarin!" Kata Elang Emas.
"Baik." Jawab singkat Ling Tian dengan terus berlari dengan fisiknya.
Satu kali putaran telah selesai..
Dua kali putaran selesai...
__ADS_1
Tiga kali putaran...
Empat kali...
Lima kali...
Sepuluh kali...
Dua puluh kali...
Tiga puluh kali...
Walaupun begitu, Ling Tian tidak mengeluh sedikitpun. Dia justru merasakan bahagia dengan peningkatan kekuatan fisiknya yang semakin ia berlari akan semakin berkembang.
Waktu terus berlalu. Saat Ini matahari sudah mulai condong kebarat dan beesiap untuk tenggelam. Ling Tian sudah menyelesaikan larinya dengan jumlah tujuh puluh dua putaran. Nafas Ling Tian juga terlihat memburu satu sama lain. Jantungnya berdetak sangat cepat sekali. Dan tubuhnya mulai sempoyongan sebab kelelahan. Namun meskipun begitu, Ling Tian tidak menghiraukan. Ling Tian masih saja mengayunkan kaki dengan raut wajah tersenyum.
Hingga tak lama kemudian matahari telah bersembunyi sempurna diufuk barat. Ling Tian berjalan ketempat Long Yuan dan Wei Hun untuk menerima hukuman karena tidak memenuhi target berlari.
Jiwa Ling Tian kembali merasakan sakit yang teramat karena dibakar api biru Long Yuan. Namun berbeda sekali dari hari kemarin yang mana saat ini Wei Hun sama sekali tidak menyegel tubuhnya. Ling Tian menerima dengan berserah dan tidak berteriak sama sekali. Hal itu cukup mengejutkan bagi Wei Hun maupun Ling Yuan, tapi mereka tidak memlermasalahkannya. Justru mereka merasa sangat puas dengan perubahan sikap Ling Tian.
__ADS_1
Hari-hari berikutnya berjalan dengan kondisi yang sama. Berlari dan berputar mengelilingi Inti Hutan Gelap dari pagi hingga sore dan juga tidak ketinggalan hukuman bakarnya.
Namun seiring berjalannya waktu, kekuatan fisik atau jiwa Ling Tian juga terus bertambah kuat dan tepat dihari yang kesepuluh dia berlatih, Ling Tian sudah tidak lagi menerima hukuman dari Long Yuan.
Tapi yang membuat kaget Long Yuan dan semuanya adalah Ling Tian tetap meminta hukuman meski dirinya telah sanggup memenuhi target. Mungkin karena Ling Tian sudah terbiasa atau karena Ling Tian sudah merasakan peningkatan kekuatan jiwanya saat setelah ditempa dengan api biru.
"Hahaha.. Kau cukup menarik bocah! Karena kau yang meminta maka aku tidak akan menolaknya!" Ujar Long Yuan.
Long Yuan memunculkan api biru seperti biasa. Namun kadar panasnya kali ini dua kali lipat. Ling Tian cukup kaget dengan suhu api yang berbeda, namun dia tidak mengeluh sama sekali dan justru malah terlihat cetakan senyum dari sudut bibirnya.
Wei Hun dan Elang Api yang melihat Ling Tian tersenyum saat ditambah suhu panas api birunya hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Mereka berdua berkata lantang didalam hati masing-masing.
"Sungguh maniak kekuatan!"
______________
Maaf cuman bisa sedikit demi sedikit biar lama-lama jadi bukit. Hehe. Author harap para readers semua tidak akan kecewa dan maklum dengan kebijakan ini.
Jangan Lupa Like,komen,saran, dan votenya.
__ADS_1
Terima kasih🙏