
***
Klan She.
Didalam aula pertemuan Klan She, saat sedang terjadi pembicaraan hangat antara para tetua tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Bahkan Patriark Klan She beserta Tetua Agung juga ikut hadir di aula pertemuan itu.
Pembicaraan hangat itu terjadi karena seorang tetua tingkat rendah beserta dua belas anggotanya yang sedang bertugas patroli tiba-tiba datang melapor bahwa ada manusia yang menerobos masuk ke Hutan Tanpa Batas dan menawan anggota klan mereka. Terlebih yang ditawan adalah anggota pasukan elite klan.
"Tetua Agung! Bagaimana pendapatmu tentang ini?" tanya Patriark Klan She, She Manglong.
"Patriark! Ini sudah ribuan tahun saat ras manusia terakhir kali berani datang ke Hutan Tanpa Batas! Menurutku kita harus mengerahkan separuh pasukan elite untuk menyusuri ke berbagai tempat dan menangkapnya lalu kemudian mengeksekusinya!" jawab sang Tetua Agung Klan She, She Jianyu.
"Selain itu, kita juga harus menghubungi Klan Mei dan Klan Du untuk mengantisipasi jika manusia itu berlari ke wilayah kekuasaan mereka!" lanjut Tetua Agung She Jianyu.
"Aku setuju dengan usulan Tetua Agung!" ucap Tetua Pertama Klan She.
"Aku pun demikian!" ucap Tetua Kedua.
"Begitu pula denganku! Aku rasa usulan Tetua Agung sangatlah bijak!" Tetua Ketiga Klan She menimpali.
Patriark She Manglong menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Tetua Agung She Jianyu dan tanggapan dari para tetua tingkat tinggi Klan She.
"Baiklah jika begitu! Sudah ditetapkan bahwa kita akan memburu manusia kecil yang berani menawan tiga pasukan elite kita! Kerahkan separuh pasukan elite untuk menangkapnya!" ucap Patriark She Manglong memutuskan.
"Baik Patriark!" ucap semua orang.
"Lalu diantara kalian siapa yang bertugas mendatangi Klan Mei dan Klan Du?" tanya Tetua Agung.
"Tetua Agung, Patriark! Biarkan aku dan Tetua Keempat yang menyelesaikan tugas ini!" jawab Tetua Ketiga sambil menangkupkan kedua tangan.
"Tetua Keempat! Apa kau siap?" tanya Patriark She Manglong.
"Tentu saja Patriark!" jawab Tetua Keempat Klan She tersebut sambil menangkupkan kedua tangan.
"Baiklah.. Tetua Ketiga! Kau aku tugaskan mendatangi Klan Mei! Dan Kau Tetua Keempat aku tugaskan mendatangi Klan Du! Katakan dengan jelas tujuan kita kepada mereka! Lakukanlah dengan baik!" ucap Patriark She Manglong memberi perintah.
"Baik Patriark!" jawab Tetua Ketiga dan Keempat bersamaan.
__ADS_1
"Baik! Jika begitu kita sudahi pertemuan ini! Kembalilah dan jalankan tugas masing-masing!" ucap Tetua Agung She Jianyu lalu pergi meninggalkan aula pertemuan bersama dengan Patriark She Manglong.
"Baik!" jawab semua orang lalu membubarkan diri.
.
.
Setelah pergi dari aula pertemuan, She Manglong atau Patriark Klan She beserta She Jianyu yang tidak lain adalah Tetua Agung berjalan menuju kediaman utama Klan She.
Dijalan, mereka berbincang-bincang santai namun ada raut keseriusan di wajah keduanya.
"Patriark! Jika manusia ini mampu mengalahkan tiga orang dari pasukan elite kita, bukankah berarti dia sangat kuat? Lalu bagaimana mungkin?" tanya Tetua Agung.
"Anda benar Tetua Agung! Tidak mungkin seorang manusia daratan tengah mampu menerobos hingga tingkatan lebih tinggi dari ranah Pendekar Berlian! Lalu apa tanggapanmu mengenai ini?" ujar Patriark She Manglong balik bertanya.
"Patriark! Menurutku manusia ini telah bermain trik licik untuk mengalahkan prajurit kita yang sudah ada di Ranah Raja Tahap Awal! Sangat mustahil Pendekar Berlian mengalahkan Ranah Raja kecuali dengan cara itu!" jawab Tetua Agung Klan She memberikan spekulasi.
"Itu sangat masuk akal! Namun bukan itu yang aku maksudkan Tetua Agung!" ujar Patriark She Manglong dengan sedikit gusar.
"Lalu apa yang Patriark maksudkan?" tanya Tetua Agung mengerutkan keningnya.
"Maksud anda manusia yang datang ini berhubungan dengan ramalan ribuan tahun itu?" tanya Tetua Agung She Jianyu terkejut sampai menghentikan langkah kakinya.
"Benar!" angguk Patriark She Manglong.
"Patriark! Bagaimana mungkin anda langsung menyangkut pautkan manusia yang menyusup itu dengan ramalan Yang Mulia Dong yang mungkin sudah banyak orang melupakan itu? Terlebih itu hanyalah sebuah ramalan belaka!" ucap Sang Tetua Agung merasa aneh dengan Patriarknya.
"Tetua Agung She Jianyu! Ini hanya dugaanku saja! Bukankah selama ribuan tahun tidak ada satu manusia pun yang muncul di Hutan Tanpa Batas? Lalu saat ini tiba-tiba ada yang berani menyusup lalu menawan tiga anggota klan kita? Bukankah ini sangat mencurigakan?" ujar Patriark She Manglong bertanya.
"Patriark! Anda tidak perlu segusar itu! Aku yakin apa yang diucapkan Yang Mulia Dong sebelum kepergiannya itu hanyalah ucapan biasa beliau belaka! Bukan tentang ramalan atau apapun!" ucap Tetua Agung She Jianyu.
"Hahh.. Baiklah jika begitu! Mari masuk dan minum-minumlah teh terlebih dahulu dikediamanku! Rasanya sudah sangat lama kita tidak melakukannya!" ujar Patriark She Manglong sambil menghela nafas panjangnya lalu mengajak Tetua Agung memasuki istananya.
"Hahaha.. Mungkin sudah dua ratus lima puluhan tahun yang lalu Patriark! Haiihh.. Aku sampai lupa!" ucap Tetua Agung sambil tertawa.
"Baiklah.. Mari.." ucap Patriark She Manglong.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya memasuki kediaman She Manglong untuk meminum teh bersama yang telah lama tidak mereka berdua lakukan.
***
Dunia Jiwa.
Didalam dunia jiwa, lebih tepatnya didalam aula kultivasi, Ling Tian duduk dengan sikap lotus sambil menyerap buah-buahan abadi yang terus dia konsumsi. Didalam aula yang memiliki hukum ruang dan waktu sendiri yang lebih lama ribuan kali lipat dibandingkan dunia luar itu, dia sudah duduk dengan sikap seperti itu sudah hampir tiga bulan lamanya. Ling Tian juga sudah beberapa kali menerobos bintang penghalang yang ada pada ranah kultivasi dibawah Ranah Raja.
Sambil terus mengkonsumsi buah abadi dan berkultivasi untuk menerobos, Ling Tian juga mempelajari perubahan hukum ruang dan waktu yang berjalan didalam aula tersebut serta berusaha memurnikan elemen-elemen yang dikuasainya serta menyatukannya dengan semua kekuatan yang dimilikinya.
Karena jika syarat seseorang untuk dapat mencapai ranah Pendekar Berlian adalah dengan membangunkan elemen bawaan, maka seseorang yang ingin menerobos ke Ranah Raja harus mampu memurnikan elemen yang dimiliki dan menyatukannya dengan tubuh si pemilik.
Berhubung elemen yang dikuasai oleh Ling Tian saat ini ada tujuh elemen yaitu elemen air, api, cahaya, kegelapan, es, petir dan bayangan, maka prosesnya akan lebih lama dari kultivator lainnya.
Bam!
Ledakan kecil kembali terdengar saat Ling Tian kembali menerobos bintang. Aura yang terpancarkan dari tubuhnya begitu kuat dan mendominasi. Saat ini, Ling Tian telah berada di ranah Pendekar Berlian Puncak yang sebelumnya saat baru memasuki aula hanyalah ranah Pendekar Berlian Bintang 2.
Menaikkan kultivasi menggunakan buah-buahan abadi sangatlah menguntungkan bagi semua kultivator. Karena orang tersebut tidak perlu mengokohkan pondasi kultivasi.
Hal itu juga terjadi pada Ling Tian, saat dia baru saja menerobos, dia langsung mengkonsumsi buah-buahan abadi lagi dan lagi, hingga akhirnya dia berhasil memurnikan semua elemen dan menyatukannya dengan seluruh kekuatan yang dimiliki.
Bamm!
Ledakan cukup keras terdengar dari dalam tubuhnya saat dia akhirnya mampu menerobos ke tingkat yang lebih tinggi. Bersamaan dengan itu aura yang keluar dari tubuhnya juga sangat kuat dan kuat.
"Ranah Raja Tahap Awal!" ucapnya sambil tersenyum.
Ling Tian akhirnya menyudahi kultivasinya. Dia lalu keluar dari aula kultivasi dihari yang masih sama dengan waktu dia pergi meninggalkan Zhuge Ruxu dan Mao An yang melanjutkan berbincang-bincang.
"Hehehe.. Untung saja aku menerobos di aula kultivasi. Jika diluar, aku yakin kau akan datang lagi naga petir kekacauan! Dan aku akan membullymu sampai kapok jika berani sok lagi didepanku!" ucap Ling Tian lirih sambil melihat langit-langit dunia jiwa yang tidak ada petir kesengsaraan sama sekali saat menerobos ranah.
Dia cukup rindu akan sensasi sambaran petir kekacauan saat dia naik ranah Pendekar Emas beberapa waktu silam.
"Haahh.. Baiklah.. Waktunya bersantai terlebih dahulu!" ucapnya pelan lalu pergi menemui Zhuge Ruxu dan Mao An untuk melanjutkan acara ngetehnya.
__________________________________________
__ADS_1
*Met malming buat para jones.. Alias jomblo ngenes😂