
Dunia Jiwa.
Ketiga tawanan dari Klan She itu tidak menjawab pertanyaan Ling Tian. Lebih tepatnya mereka tidak dapat menggerakkan lidahnya yang kini menjadi kelu.
Wajah mereka kini pucat pasi seperti kertas karena ketakutan. Tubuh mereka menegang dan keringat dingin juga mengucur dengan deras pada punggung serta pelipis ketiganya.
Melihat hal itu, Ling Tian segera mengerutkan keningnya karena heran tapi dia berusaha untuk tidak terlalu terburu-buru menanyakannya.
"Tenanglah! Aku tidak akan memakan kalian!" ucap Ling Tian mencoba untuk mencandai mereka.
Namun tanggapan mereka akan candaan Ling Tian itu berbeda, mereka justru bertambah pucat pasi. Bahkan salah satu dari mereka ada yang sudah membasahi dirinya.
"Haiih.. Baiklah.. Aku hanya ingin tahu nama kalian dan meminta sedikit esensi darah dari salah satu dari kalian.
"S-she Danfan!"
"S-she Tang!"
"S-she Tong!"
Ucap mereka satu persatu dengan terbata-bata lalu salah satu dari mereka memberikan esensi darahnya kepada Ling Tian tanpa ragu kemudian kembali membisu.
Ling Tian tidak tahu alasan mereka begitu ketakutan dengannya padalah sebelumnya mereka begitu arogan dan sombong saat berada di luar Hutan Tanpa Batas. Meskipun penasaran, Ling Tian tidak langsung bertanya.
"Haahh.. Baiklah She Danfan, She Tang dan She Tong! Aku akan mendatangi kalian lagi setelah kalian tenang! Terima kasih dengan esensinya!" ucapnya lalu berdiri dari tempat duduk dan berniat meninggalkan ketiga tawanan dari Klan She itu.
"Oiya, anggur itu buat kalian!" lanjut Ling Tian lalu bergegas pergi dan meminta duo pentol korek Xuan Ji dan Hong Lie untuk mengunci sel tersebut.
Setelah kepergian Ling Tian, She Danfan, She Tang dan She Tong saling berpandangan satu sama lain.
"Aku harap Patriark dan Klan She kita tidak bertindak sembrono kepada Yang Mulia Ling Tian!" ucap She Danfan.
"Benar!" ucap She Tong dan She Tang menganggukkan kepala.
__ADS_1
Ketiganya lalu membicarakan banyak hal mengenai Ling Tian dan orang-orangnya. Terlebih tentang tindakan apa yang akan dilakukan oleh Klan She setelah mengetahui hilangnya mereka bertiga.
.
.
Di tempat lain, Ling Tian berjalan dengan santai menuju Istana Ling dalam dunia jiwa. Dia tidak langsung keluar dari dunia jiwa karena memiliki beberapa hal yang harus dia lakukan.
Setelah sampai di halaman belakang istana, Ling Tian melihat Ling Lianhua sedang latih tanding melawan Yi Shu dan Gu Mei.
Saat ini ketiga murid dari saudara dan saudarinya itu sudah berada pada ranah Pendekar Platinum Awal, dengan Ling Lianhua yang ada di Bintang 2.
Jurus-jurus serta teknik tingkat tinggi mereka kerahkan dalam setiap gerakannya. Terlebih bagi Ling Lianhua yang saat ini sudah bisa menggunakan kekuatan penuh dari teknik pedang petir yang diberikan Ling Tian karena sudah mencapai ranah Pendekar Platinum.
Gerakan-gerakan Ling Lianhua begitu cepat seperti kilat dan mematikan dengan aura petir yang sedikit keluar dari setiap serangannya.
Sementara Yi Shu dengan fikirannya yang jernih dan matang, dia membuat strategi bersama Gu Mei untuk mengimbangi Ling Lianhua yang memiliki kekuatan satu bintang diatas mereka berdua.
Suara dentingan logam terus terdengar dengan nyaring disertai hembusan angin setajam pisau melebar ke berbagai arah. Beruntung, tempat itu sudah tersegel oleh formasi array pelindung yang berbentuk seperti kubah sehingga mereka tidak khawatir akan merusak area sekitarnya.
Setelah itu, dirinya berjalan memasuki Istana Ling untuk beristirahat. Ling Tian merasa sudah cukup lama tidak tertidur dengan pulas. Setelah mengunci ruangan dengan mantra perlindungan, Ling Tian langsung merebahkan dirinya sambil melihat langit-langit kamarnya.
'Mengapa ketiga orang dari Klan She itu begitu ketakutan saat mendengar namaku?' gumamnya bertanya kepada dirinya sendiri. Lalu tidak lama kemudian Ling Tian terlelap dengan pulas.
.
.
Didalam aula kultivasi, Zhuge Ruxu dan Mao An terus menyerap esensi dari buah-buahan abadi. Mereka berdua duduk secara berhadapan namun terpisah jarak sekitar sepuluh meter.
Dengan penjelasan yang Ling Tian katakan sebelumnya, mereka berdua kini telah faham akan cara untuk menaikkan kultivasi ke tingkat yang lebih tinggi.
Mereka berusaha memurnikan elemen bawaan mereka lalu menyatukannya dengan tubuh serta seluruh kekuatan yang dimiliki. Zhuge Ruxu memurnikan elemen petir yang berwarna kuning, sementara Mao An memurnikan elemen api yang berwarna hitam legam.
__ADS_1
Dengan tanpa lelah mereka terus berkultivasi tanpa menghiraukan sudah berapa lama waktu yang berlalu didalam aula kultivasi itu. Bahkan wajah Mao An kini telah ditumbuhi janggut dan kumis yang cukup panjang dan terlihat tidak terurus.
Setelah begitu lamanya berusaha, akhirnya Mao An terlebih dahulu telah berhasil memurnikan elemen api hitam miliknya dan menyatukan dengan tubuh serta kekuatannya.
Dengan cepat dia mengkonsumsi buah-buahan abadi lalu menyerap esensinya untuk memicu terobosan ke tingkat lebih tinggi.
Bamm!
Suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Mao An disertai dengan aura yang sangat ganas keluar dan mengamuk. Benar! Mao An telah naik tingkat menjadi Beast Tingkat 8 atau setara dengan kultivator Ranah Raja.
Tidak berhenti sampai disitu saja, Mao An lalu mengkonsumsi lebih banyak lagi buah-buahan abadi dan menyerapnya untuk menjadikannya lebih kuat lagi dan lagi.
Disisi lain, tidak lama setelah Mao An berhasil naik tingkat, Zhuge Ruxu juga akhirnya berhasil memurnikan elemen petirnya yang kini telah berevolusi menjadi berwarna kuning kehitaman dengan aura penghancurnya yang kentara setidaknya lebih kuat sepuluh kali lipat daripada sebelumnya yang berwarna kuning.
Setelah menyatukannya dengan seluruh kekuatannya, Zhuge Ruxu juga melakukan hal yang sama seperti halnya yang dilakukan oleh Mao An. Dia bertekat untuk lebih kuat dan kuat untuk melindungi Ling Tian jika memang Ling Tian benar-benar mendapatkan masalah dengan tidak bisa lagi mendapatkan esensi yang sempurna dari buah-buahan abadi.
.
.
Didalam kamar, sekitar enam jam kemudian setelah memasuki kamarnya, Ling Tian akhirnya terbangun dengan wajah yang terlihat begitu segar. Dia sudah lama sekali tidak merasakan sensasi seperti ini.
"Hoaaahmm.."
Ling Tian menguap dengan lebar tanpa menutupinya atau merasa malu pada dirinya sendiri. Karena ada kepuasan tersendiri bagi Ling Tian jika melakukan hal konyol seperti itu.
'Sepertinya aku harus meningkatkan lagi sedikit kekuatanku! Setidaknya aku harus berada pada Ranah Raja Puncak sebelum melanjutkan perjalanan! Selain itu aku juga harus mempelajari teknik itu!' gumamnya lalu beranjak dari tempat tidur untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah selesai dan memakai pakaian yang baru, Ling Tian melihat cermin yang memantulkan bayangannya lalu tersenyum sendiri.
"Aku memang yang paling tampan! Pantas saja Hua'er begitu menyukaiku!" ucapnya sendiri sambil terkekeh pelan.
Setelah itu, Ling Tian lalu duduk dengan sikap lotus diatas ranjangnya dan memulai untuk berlatih. Dia mengeluarkan botol giok yang berisi esensi darah dari She Danfan dan meletakkannya tepat didepannya.
__ADS_1
'Teknik Penyamaran Langit!' gumamnya.