
Keduanya mundur beberapa langkah dan saling menatap satu sama lain.
"Baiklah.. Ini sudah terlalu lama! Gunakan kekuatan penuhmu untuk bertaruh denganku!" ucap Xuan Ji.
"Siapa takut!" sahut Yi Shu tersenyum dengan menyeringai. Dia telah membuat skema hebat didalam otaknya yang sangat cerdas.
Yi Shu mundur puluhan langkah jauhnya sehingga membuat Xuan Ji mengerutkan kening.
"Apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah menyerah?" tanya Xuan Ji keheranan.
"Bukah sudah aku katakan, menyerah bukanlah gayaku! Datanglah kepadaku jika kau mampu mengalahkanku! Cuih! Ternyata ucapan orang-orang yang mengatakan tubuhmu sangat kuat hanyalah omong kosong tidak berguna! Nyatanya hanyalah seorang pecundang yang tidak bisa mengalahkan orang bahkan yang berada dibawah kekuatannya!" jawab Yi Shu dengan mencibir keras. Senyuman menyeringai juga terlihat lebih kentara dari sebelumnya.
Xuan Ji yang mendengar Yi Shu memberikan cibiran keras kepadanya merasakan hatinya begitu sakit. Memang benar bahwa dia lebih kuat dari Yi Shu dari segala hal. Mulai dari basis kultivasi hingga kekuatan tubuh. Namun nyatanya melawan orang yang lebih lemah darinya saja dia begitu kewalahan. Bukankah berarti dia memang pecundang?
Xuan Ji yang awalnya santai, namun setelah menyadari akan hal ini, kini dia menjadi sangat marah dan terprovokasi. Dia bertekat akan menghajar Yi Shu dengan serangan terakhir terkuatnya.
.
.
Dari atas langit-langit Klan Ling, Ling Tian melihat Xuan Ji yang mulai terprovokasi oleh ucapan lawan bertarungnya hanya menggelengkan kepalanya pelan. Sepertinya Ling Tian telah bisa menebak siapa pemenang dan apa yang sedang direncanakan Yi Shu saat ini.
'Sepertinya akan segera selesai!' gumam Ling Tian dalam hatinya.
'Saudara Shu ternyata orang yang sangat cerdas dalam menata dirinya dan mempertimbangkan banyak hal untuk keuntungannya. Dia sangat cocok jika diangkat menjadi ahli strategi! Apa mungkin dari mere-' belum selesai Ling Tian bergumam, sebuah suara telepati terdengar ditelinganya.
"Kuharap nanti kamu memberitahu pemuda bermarga Yi itu untuk segera menghadapku karena aku menginginkannya sebagai murid!" ucap suara itu yang tidak lain dari Wei Hun.
Ling Tian sangat terkejut mendapati Wei Hun juga telah menemukan kandidat calon muridnya. Dia melihat kearah atas langit dan tersenyum.
"Senior Wei! Aku baru saja ingin menawarkannya kepadamu! Tapi ternyata matamu masih lebih jeli daripadaku!" ujar Ling Tian membalas pesan telepati.
"Hahaha.. Saudara kecil! Aku tentu saja tidak akan menyia-nyiakan berlian yang belum dipoles itu untuk menjadi muridku!" tutur Wei Hun dengan tertawa lantang.
__ADS_1
"Baiklah! Kamu bisa tenang senior Wei! Aku akan mengatur semuanya nanti!" Ling Tian menyanggupi permintaan Wei Hun dengan senang hati.
"Terima kasih saudara kecil!" ucap Wei Hun dengan tulus.
"Lupakan kata terima kasihmu senior Wei!" kata Ling Tian.
"Baiklah!"
Ling Tian selalu menolak kata terima kasih dari semua saudaranya. Dia mempunyai sebuah prinsip bahwa melakukan hal terbaik atau membantu saudaranya adalah hak bagi bagi saudaranya. Maka tidak perlu berterima kasih.
Ling Tian dan Wei Hun akhirnya menutup pembicaraan telepatinya. Mereka kembali menyaksikan pertempuran semi final turnamen generasi muda antar klan yang sebentar lagi akan segera selesai.
.
.
Didalam arena, Xuan Ji mengalirkan hampir enam puluh persen energi Qi miliknya yang tersisa. Aura yang sangat kuat segera terpancar dari tubuh Xuan Ji. Pedang nya berdengun kuat dan bersinar sangat terang. Dengan kekuatannya kali ini, Xuan Ji benar-benar yakin akan mampu untuk mengalahkan Yi Shu dalam sekali serang.
Sementara Yi Shu tersenyum menyeringai melihat Xuan Ji yang terprovokasi. Dia dengan cepat menjalankan skema yang sudah terancang rapi diotaknya yang cerdik. Dia juga mengalirkan energi Qi miliknya lumayan banyak pada bagian kakinya. Dia mundur lagi beberapa langkah.
"Hancurlah kau orang bermarga Yi!" teriak Xuan Ji.
Swuusshh...
Xuan Ji melesat dengan kecepatan sangat tinggi tanpa memikirkan apapun. Yang diotaknya hanyalah mengalahkan orang yang berani mengatakannya sebagai seorang pecundang.
Sambil melesat, Xuan Ji mengeksekusi pula jurus terkuat yang dimiliki oleh Klan Xuan. Xuan Ji mengayunkan pedang dengan sangat cepat.
Disaat Xuan Ji melesat dengan cepat, Yi Shu yang sebelumnya seolah inhin menerima atau menahan serangan dari Xuan Ji, dia tiba-tiba menghindar dan melesat kearah samping dengan kecepatan melebihi Xuan Ji.
Melihat hal itu, mata Xuan Ji tiba-tiba menyadari akan sesuatu. Dia telah melakukan hal yang sangat fatal yang akan membuatnya keluar sebagai peserta yang kalah. Saat menyerang, Xuan Ji sama sekali tidak melihat arena pertarungan. Dia tidak berfikir hingga sedemikian rupa. Hatinya telah kalap dimakan oleh amarah sebab provokasi dari Yi Shu.
Swuusshh...
__ADS_1
Dengan sekuat tenaga, Xuan Ji berusaha menghentikan laju tubuhnya yang terlanjut mengeksekusi jurus terhebatnya. Namun dia harus menelan ludah pahit saat dirinya gagal dan serangannya menghantam tanah.
Boommmm...
Ledakan maha dahsyat terjadi saat serangan Xuan Ji tidak tepat target dan justru mengenai udara kosong dan tanah yang berada diluar arena. Benar! Xuan Ji telah keluar arena karena kecerobohannya.
Zhuuung!
Zheep!
Formasi array yang mengurung arena segera mati dan Ling Tian muncul disamping Yi Shu yang sedang tersenyum penuh kemenangan.
"Pemenangnya adalah Yi Shu dari Klan Yi!" teriak Ling Tian memberikan pengumuman.
Seketika teriakan para penonton yang sangat antusias menyaksikan pertarungan kedua pemuda berbakat itu pecah dan bergemuruh dimana-mana. Sorak-sorai bergembira dan tangisan pilu dari orang yang kalah taruhan bercampur menjadi satu.
"Waaaahh! Yi Shu jagoanku menang! Yi Shu sedari awal aku sudah yakin bahwa kamu pasti menang! Aku mencintaimu! Jadikan aku istrimu oh tampanku!" teriak seorang wanita yang menjadi fans berat Yi Shu.
"Hei.. Hei.. Nenek! Apa nenek tidak tahu malu! Kakek baru saja meninggal belum genap empat puluh hari, tapi nenek sudah ingin dinikah lagi oleh orang lain? Haiihh.." ujar seorang gadis muda yang berada disamping wanita yang berteriak sebelumnya. Dia adalah cucu sulung dari wanita itu.
"Diam kau cucu yang tidak berbakti! Apa kamu tidak mau jika mempunyai kakek sekuat dan setampan Yi Shu ku ini?" tanya wanita itu kepada cucunya dengan menggerutu.
"Ayolah nenek! Sadarlah.. Mana mungkin Tuan Muda Yi Shu yang sangat muda, tampan, cerdik dan kuat itu mau melirik nenek yang sudah tua ini.." jawab gadis muda itu demgan rasa yang tidak berdaya.
"Sialan! Cucu macam apa kamu ini? Harusnya kamu dukung nenekmu yang cantik lagi jelita ini untuk mendapatkan ayang Yi Shu itu!" keluh si wanita yang menjadi nenek gadis muda itu.
Sementara gadis muda itu hanya bisa menggelengkan kepalanya yang terasa sakit atas polah nenek peotnya itu.
.
.
Dibawah arena, Xuan Ji tertunduk lemah dan melihat pedang yang ada digenggamannya.
__ADS_1
"Aku.. Kalah?" ucap Xuan Ji yang masih tidak percaya dengan keadaannya saat ini. Dia juga sangat membenci dirinya sendiri yang telah bertindak sangat ceroboh. Padahal, semua orang pasti tahu bahwa bertarung dengan bersama amarah yang meluap maka presentase kemenangannya akan hilang lima puluh persen. Dan ini terbukti pada diri Xuan Ji.