Ling Tian

Ling Tian
Tugas Sesungguhnya 3


__ADS_3

"I-iyya guru!" jawab Ling Tian dengan canggung. Dia tentu sudah tau siapa sebenarnya gurunya itu didunia ini dan tentu tawarannya kepada Wei Hun pasti akan dianggap mutlak saudara seniornya itu.


"Baiklah kalau begitu, maaf sebelumnya menarik kesadaran kalian secara paksa kesini. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian!" kata Sang Maha Dewa.


Dia segera duduk dikursi yang ada digazebo yang diikuti Ling Tian. Namun bagi kedua saudaranya? Mana berani mereka duduk sejajar dengan intensitas tertinggi itu. Mereka hanya duduk hikmat dilantai sambil siap mendengarkan apa yang akan diucapkan Sang Maha Dewa.


"Baiklah.. Disini aku akan mengatakan bahwa seluruh alam sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Kekacauan terjadi dimana-mana. Ketidak adilan dan keserakan merajalela dihati para penguasa. Aku menugaskan kalian bertiga untuk memberantas sebagian besarnya. Karena mustahil jika memberantas semuanya. Ada putih ada hitam. Ada baik ada jahat. Dua perkara ini tidak akan pernah bisa dipisahkan. Karena dengan keberadaan mereka maka terjalinlah keseimbangan alam. Kau Ling Tian, dengan melakukan ini kau akan tau mengapa kau guru bawa kesini!" kata Sang Maha Dewa.


"Iya guru!" jawab Ling Tian.


"Dan untuk kalian, Long Yuan dan Wei Hun, kalian naiklah ke Benua atau Alam Menengah! Biarkan Ling Tian yang mengurusi kekacauan di Benua Langit. Karena jika kalian tetap disini, Ling Tian tidak akan pernah berkembang! Kalian buatlah pijakan yang kuat disana sebelum Ling Tian datang. Aku akan memberikan sumber daya untuk menaikkan kultivasi kalian hingga cukup aman di Alam Menengah!" ujar Sang Maha Dewa.


"Kami menurut Yang Agung!" jawab Long Yuan dan Wei Hun serentak.


"Bagus!" puas Sang Maha Dewa.


"Lalu aku akan ditinggal sendiri dan mengatasi kekacauan di Benua Langit sendiri?" Ling Tian bertanya dengan nada sedikit protes.


"Iya! Hancurkan dedengkot-dedengkot aliran hitam dan iblis yang mereka panggil dari dunia bawah!" ujar Sang Maha Dewa.


"Apaa! Jadi mereka memanggil iblis?" kaget Ling Tian dan dua saudaranya.


"Benar! Kekuatannya juga berada diatas ranah Pendekar Berlian, namun Benua Langit dengan hukum Daonya menekannya hingga Pendekar Berlian Puncak!" tutur Sang Maha Dewa.


"Itu sangat kuat!" ujar Ling Tian.


"Maka dari itu menjadi tugasmu untuk membasminya dan para pengikutnya!" kata Sang Maha Dewa menunjuk Ling Tian.


"Hmm.. Baiklah guru! Aku bersedia!" u ap Ling Tian penuh tekat.


"Buktikan kau layak menjadi muridku!" Sang Maha Dewa sama sekali tidak memuji tekat Ling Tian. Yang dia inginkan adalah bukti dan keberhasilan Ling Tian muridnya dalam memahami apa itu arti jiwa pendekar.


"Yasudah! Kalian berdua, terimalah ini!" lanjut Sang Maha Dewa sambil melempar dua cincin penyimpanan kepada Long Yuan dan Wei Hun.


"Terima kasih Yang Agung!" ucap mereka berdua.

__ADS_1


"Ya! Lakukan tugas kalian dengan baik. Oiya, kalian bisa meningkatkan kekuatan kalian didalam dunia jiwa Ling Tian. Setelah selesai kalian keluar dan bawa juga Ling Hu. Aku akan segera menarik kalian ke alam yang lebih tinggi!" ujar Sang Maha Dewa.


"Laksanakan Yang Agung!" jawab mereka serentak.


"Lalu untukku? Apa tidak ada pesan-pesan guru?" tanya Ling Tian.


"Tidak! Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan! Intinya satu, jangan mati dulu!" jawab Sang Maha Dewa.


"Haah.. Baiklah.." jawab Ling Tian dengan nada lemas.


"Yasudah, itu saja yang mau kukatakan! Kalian bisa kembali!" ujar Sang Maha Dewa.


"Eh.. Guru! Bahkan guru tidak mengajak ngeteh-ngeteh dulu?" ucap Ling Tian dengan polos.


"Murid sialan! Kau menyuruh gurumu ini membuatkan teh begitu maksudmu?" kata Sang Maha Dewa dengan mata melotot.


"Ekhemm.. Ayolah guru! Disini kami adalah tamu guru. Dan guru tau bukan jika tamu itu raja? Hahaha..." ujar Ling Tian dengan santai namun membuat jantung Long Yuan dan Wei Hun hampir copot seketika itu juga. Gila! Bocah ini benar-benar gila!


"Sialan! Tidak! Sudah sana pergi!" usir Sang Maha Dewa sambil melambaikan tangan seperti menggusah ayam.


"Kalau begitu kami pamit Yang Agung!" ujar Long Yuan dan Wei Hun.


"Silakan!" jawab Sang Maha Dewa.


Sementara Ling Tian yang diseret hanya berteriak-teriak kesal karena diseret seperti tong sampah.


"Sial! Lepaskan aku woy!" berontak Ling Tian.


Long Yuan tidak menggubris dan terus melangkah pergi meninggalkan gazebo. Tentu sambil menyeret Ling Tian. Tiba-tiba ditempat sebelumnya mereka datang sebelumnya, muncul pusaran angin yang sangat tenang.


Swwuusshh...


Long Yuan dan Wei Hun tahu jika lewat pusaran angin itulah kesadaran mereka akan dikembalikan. Mereka berdua segera melompat masuk dan membawa Ling Tian.


Zhepp!

__ADS_1


Mereka bertiga menghilang dari taman indah layaknya surga itu dan kembali masuk dalam kesadarannya masing-masing di ruangan penginapan rajawali Ibukota Kekaisaran Wei.


"Uggh! Sialan kau cacing biru!" teriak Ling Tian.


"Hei bocah brengsek! Kau tahu bukan, meskipun dia adalah gurumu tapi dia juga adalah Junjungan semua makhluk hidup, Sang Maha Dewa! Maka bersifatlah sopan!" ucap Long Yuan dengan sangat kesal.


Sementara Wei Hun hanya tersenyum penuh arti melihat Ling Tian.


"Senior Wei, mengapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Ling Tian keheranan.


"Ekhemm.. Jadi gimana Ling Tian? Apakah kau jadi melamar keturunanku itu seperti yang dikatakan Sang Maha Dewa sebelumnya?" tanya Wei Hun.


"Ehh! Itu, emm.. Anu! Aku akan mempertimbangkannya lagi senior Wei! Hehehe.." jawab Ling Tian dengan cengengesan.


"Hmm.. Baiklah! Aku akan menunggu kabar baiknya darimu!" ujar Wei Hun.


"Okkey senior!" sahut Ling Tian.


"Ngomong-ngomong apa yang akan kita lakukan saat ini?" tanya Long Yuan.


"Tentu saja menjalankan tugas dari Sang Maha Dewa, namun.." ucapan Wei Hun terpotong oleh Ling Tian.


"Kita harus berlibur dulu sebelum menjalankan tugas! Cacing biru! Keluarkan anggur curianmu dari salah satu keturunan senior Wei itu sekarang!" ujar Ling Tian dengan semangat.


"Sial! Jangan panggil aku dengan cacing biru bocah bau!" teriak Long Yuan. Namun saat melihat ekspresi menyeramkan Wei Hun dia langsung menghindari bertatapan langsung dengannya.


Akhirnya dengan berat hati, Long Yuan mengeluarkan sembilan botol berisi anggur seratus tahun dan masing-masing mendapat jatah tiga botol.


***


Sementara itu didalam istana Kekaisaran Wei tampak seorang gadis muda yang sangat cantik dengan tubuh yang sangat menggoda para pria sedang melamun sembari melihat keatas langit.


"Siapakah gerangan pria beruntung itu sehingga membuat putriku melamun seperti ini?"


Tiba-tiba suara berat dan cukup serak terdengar oleh gadis muda cantik itu.

__ADS_1


"Ah! Ayahanda.. Apa yang kau katakan?" tanya gadis muda itu dengan wajah malu.


__ADS_2