Ling Tian

Ling Tian
Meninggalkan Hutan Gelap


__ADS_3

Keesokan harinya, Ling Tian sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Hutan Gelap. Dia akan pergi ditemani oleh Long Yuan. Rencananya dia akan berpetualang sebentar sebelum pulang kekediamannya di Klan Ling Desa Cemara.


Ling Tian keluar dari kediaman kecil untuk menemui Wei Hun dan Long Yuan. Sesampainya disana, Wei Hun sudah duduk santai sambil minum teh bersama Long Yuan.


"Salam senior Wei, salam saudara Long!" kata Ling Tian membuka kata.


"Ah.. Salam juga Ling Tian!" Jawab Wei Hun, sementara Long Yuan hanya mengannggukan kepala.


"Duduklah!" lanjut Wei Hun dan menyeduhkan teh untuk Ling Tian.


Ling Tian duduk ditempat yang tersedia dan menyesap tehnya.


"Jadi kau akan pergi sekarang juga?" tanya Wei Hun.


"Benar senior Wei, aku akan pergi! Tidak ada lagi yang bisa kulakukan disini dan juga aku telah berjanji pada ibuku untuk pulang kerumah dalam waktu tiga tahun!" jawab Ling Tian.


"Hem.. Baiklah, aku tidak bisa melarangmu untuk pergi. Kuharap kamu mengajak saudara Long seperti permintaanku kemarin!" ujar Wei Hun.


"Tentu! Aku akan mengajak naga kecil untuk berpetualang!" ucap Ling Tian santai.


"Cih! Kamu jangan ikut-ikutan memanggilku naga kecil seperti saudara Wei!" kesal Long Yuan.


"Ayolah naga kecil, aku lebih suka memanggilmu demikian! Atau kau mau kupanggil CACING BIRU?!" kata Ling Tian menekankan kata cacing biru.

__ADS_1


"Sialan kau bocah! Aku tidak mau mendengar sebutan itu lagi!" teriak Long Yuan.


"Sudah-sudah! Kalian ini selalu saja bertengkar! Baiklah Ling Tian, terima ini!" ujar Wei Hun melempar sebuah lencana giok berwarna ungu dengan gambar istana yang bertuliskan Wei dibawahnya.


"Lencana?" tanya Ling Tian.


"Ya, itu adalah lencana leluhur tertinggi Kekaisaran Wei. Hanya aku, saudara Long dan kamu yang memilikinya. Jika ada kesempatan, mampirlah kesana! Sampaikan salamku untuk Kaisar sekarang dan seluruh keturunanku!" ucap Wei Hun.


"Baik, jika memang kesempatan itu benarlah ada, maka dengan senang hati aku akan mengunjungi Kekaisaran!" tutur Ling Tian tersenyum.


Mereka bertiga mengobrol banyak hal dan pengalaman masing-masing. Terkadang canda tawa menghiasi obrolan dan terkadang ada acara bersitegan juga yang tentunya karena Ling Tian dan Long Yuan yang saling ejek lalu tidak terima satu sama lain. Wei Hun hampir sakit kepala saat menjadi penengah supaya mereka berdua diam tidak saling ejek.


Akhirnya setelah beberapa jam mengobrol, Ling Tian berniat pamit bersama Long Yuan.


"Ah.. Baiklah! Berhati-hatilah dan terus waspada! Dan kau saudara Long, kuharap kamu dapat membantu dan menjaga Ling Tian saat dia kesulitan menghadapi sesuatu atau musuh!" pinta Wei Hun.


"Tentu saudara Wei! Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi! Dengan kekuatan saudara Tian yang sudah mencapai ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2, sangat jarang ada orang yang bisa mengalahkannya!" kata Long Yuan jujur.


"Ya, meskipun begitu tentunya suatu petualangan tidak akan berjalan mulus-mulus saja," ujar Wei Hun.


"Aku mengerti. Kalau begitu kami pamit dulu! Aku titipkan Hutan Gelap kepadamu saudaraku!" Long Yuan meminta.


"Ya, silakan, pergilah! Kau bisa tenang tentang Hutan Gelap!" jawab Wei Hun.

__ADS_1


"Baik, kami pergi." ucap Ling Tian.


Ling Tian dan Long Yuan melangkahkan kaki lalu melesat terbang dengan sangat cepat. Saat ini Ling Tian sudah sanggup untuk terbang karena ranah kultivasinya sudah lebih dari cukup untuk tidak lagi terkena hukum gravitasi. Bagi para kultivator yang sudah lulus dan melalui hukuman kesengsaraan petir maka dia akan dapat terbebas dari hukum gravitasi meski akan memakan banyak energi qi bagi ranah Pendekar Emas Awal.


"Jadi, kita akan kemana dulu?" tanya Long Yuan. Dia sangat senang bisa meninggalkan Hutan dan tidak sabar untuk berpetualang.


"Kita akan ke Desa Cendana untuk mengunjungi Klan Yi! Aku ingin memberikan sesuatu kepada mereka," jawab Ling Tian.


"Apa kamu memiliki suatu hubungan baik?" tanya Long Yuan.


"Ya, sebelumnya aku pernah ditolong oleh orang-orang dari Klan Yi. Saat itu aku hampir mati karena terkepung!" jawab Ling Tian yang masih mengingat jelas kejadian tersebut saat konfliknya dengan Klan Lang.


"Oh.. Jadi begitu!" kata Long Yuan.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka berdua sudah berada dilapisan terluar Hutan Gelap.


"Sepertinya kondisinya sudah cukup stabil. Tidak ada para tetua yang menjaga pinggiran seperti dua tahun setengal lalu." kata Ling Tian.


"Tentu saja stabil. Aku sudah menarik semua jendral dan komandan beast untuk kembali ketempat semula!" ujar Long Yuan.


"Baiklah! Mari kita lebih cepat lagi!" ucap Ling Tian menambah kecepatan lajunya.


"Kau bisa memimpin didepan." Long Yuan menimpali.

__ADS_1


__ADS_2