
Saat semua orang dari para Patriark dan para petinggi mendengar teriakan kata 'Ling', tubuh mereka langsung bergetar dengan hebat, mereka tidak menduga bahwa akan mendengar kata-kata itu setelah ribuan tahun tidak pernah mendengarnya.
Tanpa diberikan komando atau perintah, para Patriark dan petinggi seluruh klan turun dari tempat mereka duduk dan menjatuhkan diri berlutut kearah pintu masuk aula tersebut. Beberapa diantara mereka bahkan sudah ada yang menangis tersedu-sedu karena hati mereka yang merindukan sosok yang memiliki embel-embel marga Ling didepannya.
Swuush... Swuush...
Dua sosok muncul yang mana tenti adalah Ling Tian dan Bai Senlu. Ling Tian tercengang dengan apa yang dilihat didepan matanya. Semua orang kuat yang berada ditempat itu berlutut dengan hikmat kearahnya.
Swush... Swush...
Swush... Swush...
Empat sosok Leluhur Klan Bai yang berjuluk Empat Tombak juga muncul ditempat itu dan berdiri dengan tegak dibelakang Ling Tian layaknya pengawal yang setia. Keempatnya juga menatap kearah semua orang yang sedang berlutut lalu menggelengkan kepalanya.
Hanya orang-orang dari Klan Bai saja yang tidak berlutut. Mereka hanya berdiri dari tempat duduk dan menangkupkan tangan sambil menundukkan pandangan.
Namun beberapa diantara mereka ada yang ketakutan setengah mati seperti Patriark Klan Mang, Patriark Klan Xun dan Tetua Agungnya, Patriark She Manglong dan beberapa ornang yang pernah bertemu dan bersinggungan dengan Ling Tian.
Swush... Swush... Swush...
Bai Si'er, kedua saudara dan kelima muridnya serta ketiga pelayan dari Klan She juga muncul ditempat itu. Mereka juga ikut berdiri dibelakang Ling Tian dan Leluhur Bai Senlu seolah menjadi pengiring maha raja mereka.
__ADS_1
Patriark She Manglong dan Tetua Agung She Jianyu serta para petingginya kembali tercengang saat melihat ketiga orang yang mereka kenal berada dibarisan orang-orang yang baru muncul itu. Orang-orang itu tentu saja adalah She Danfan, She Tang dan She Tong.
Mereka sangat tidak percaya bahwa ketiga orang mereka ada yang menjadi barisan orang-orang terhormat yang baru tiba itu. Patriark She Manglong sampai menangis bahagia karena hal itu. Sebelumnya dia juga telah diberikan sumberdaya luar biasa oleh sosok yang ternyata adalah orang yang paling dinantikan oleh semua penghuni Hutan Tanpa Batas.
Dan kini dia kembali melihat kejutan berupa orang-orang yang berasal dari Klan She miliknya berada dibarisan para pengawal atau pelayan Penguasa Hutan Tanpa Batas. Alangkah betapa keberkahan sedang membanjiri Klan She!
"Selamat datang kembali Yang Mulia Ling!" ucap semua orang dengan penuh hormat dan kerinduan. Deraian air mata juga membasahi pipi semua Patriark dan para petinggi itu sambil terus berlutut dan menatap wajah tampan Ling Tian.
Ling Tian yang melihat orang-orang itu hanya menggelengkan kepalanya. Dia lalu menatap Patriark Bai Shizi yang sudah memalingkan wajah dari tatapannya. Ling Tian kembali menggelengkan kepala. Dia tahu bahwa Patriark Bai Shizi tidak memberitahukan kepada orang-orang ini perihal tentang dirinya.
"Kalian semua berdirilah! Dan mulai sekarang hingga seterusnya, jangan pernah lagi berlutut kecuali hanya kepada orang tua atau guru kalian! Apakah mengerti?" ujar Ling Tian.
"Kami mengerti Yang Mulia!" jawab semua orang lalu mereka pun berdiri.
"Siap! Laksanakan Tuan Muda!" ujar semuanya serentak.
Ling Tian mengangguk. Setelah itu dia meminta semua orang untuk duduk dikursi yang tersedia sementara dia duduk diatas kursi tahta. Aula pertemuan yang biasanya lenggang kini menjadi sangat ramai. Hampir seribu orang dari ratusan klan yang menghuni Hutan Tanpa Batas datang ketempat itu.
Setelah Ling Tian duduk, suasana menjadi hening untuk sementara waktu. Semua orang masih terus menatap Ling Tian dengan mata penuh takjub dan kerinduan.
"Hahh.. Baiklah.. Perkenalkan namaku adalah Ling Tian! Generasi kedelapan belas Leluhur Ling Dong sekaligus putra dari Tetua Agung Klan Ling sekarang, Ling Jun!.."
__ADS_1
"Maaf jika aku baru bisa datang ketempat ini sekarang karena memang kami dari Klan Ling yang berada di daratan timur benar-benar tidak pernah mengetahui tentang kalian!" ujar Ling Tian.
Ling Tian lalu menceritakan perihal tentang Klan Ling yang ada di Desa Cemara. Mulai dari kejatuhannya sebagai klan penguasa karena dikhianati oleh salah satu klan pelayan setelah kepergian Leluhur Ling Dong sampai saat ini kembali bangkit dan sudah menjadi penguasa kembali meski baru di daratan timur.
Saat mendengar bahwa Klan Ling dikhianati oleh Klan Lian dan berkomplot menghancurkannya hingga hampir saja hilang dari peta Benua Langit, para Patriark dan petinggi seluruh klan menjadi sangat geram dengan Klan Lian.
Mereka semua berniat untuk langsung mengirimkan orang-orangnya yang berada di ranah Pendekar Berlian Puncak untuk keluar wilayah Hutan Tanpa Batas dan menghapuskan Klan Lian setelah pertemuan ini selesai.
Mengetahui mata semua orang menjadi sangat nyala dan penuh kemarahan, Ling Tian justru tersenyum dengan lembut. Ya! Inilah orang-orang yang dia butuhkan untuk membantu dirinya mencapai semua tujuannya. Orang-orang seperti merekalah yang patut disayangi oleh Ling Tian karena kesetiaan mereka tidak pernah diragukan lagi.
Dan hubungan seperti inilah yang layaknya seperti hubungan antara tangan dan mata. Jika tangan tersakiti atau terluka, maka mata akan menangisinya. Dan jika mata menangis, maka tangan yang akan menghapus air mata itu. Sungguh, hal seperti ini yang membuat Ling Tian tersenyum lebar dan hatinya tergerak penuh keharuan.
"Kalian semua tenanglah.. Nanti biarkan aku dan beberapa saudaraku ini yang akan memberikan mereka pelajaran berharga yang tidak akan pernah mereka bayangkan!" ujar Ling Tian menenangkan semua orang.
"Tapi Yang Mu-.. Maaf! Maksudku Tuan Muda! Ajak beberapa orang kami untuk ikut serta menghapuskan klan keparat itu!" ujar Patriark She Manglong dengan kemarahan tak terbendung. Dia tentu lebih marah dari semua orang karena dia dan Klan She lah yang telah mendapat manfaat paling banyak ditempat ini.
"Baik! Nanti aku akan membawa dua dari setiap klan dari kalian!" ujar Ling Tian yang membuat semua orang tersenyum bahagia.
"Terima kasih Tuan Muda Tian!" ucap semua orang dengan tulus.
Ling Tian mengangguk sambil terus memperlihatkan senyuman indahnya. Sementara untuk Ling Lianhua yang melihat kejadian hebat yang terjadi didepan matanya itu tentulah sangat bangga dalam hatinya.
__ADS_1
Dia ingin berteriak sekencang-kencangnya dan mengatakan kepada semua orang bahwa inilah prianya! Inilah pria yang akan menjadi pendamping hidupnya!
Ling Lianhua tidak bisa untuk tidak terus tersenyum sendiri. Sepintas dia membayangkan sesuatu yang mana adalah saat-saat dia dan Ling Tian nanti akan menikah dan memiliki beberapa anak yang imut-imut. Aiih! Sungguh liar sekali pemikiran gadis cantik ini!