Ling Tian

Ling Tian
Kembali


__ADS_3

Ling Tian menurunkan tangan dari kepala Wei Ziin dan melihat kearah Leluhur Tua yang masih berlutut. Ling Tian menghampirinya dan mengangkatnya untuk berdiri.


"Siapa namamu pak tua?" tanya Ling Tian dengan ramah.


"H-hamba Xuan Ma Tuan Muda Ling!" jawab Leluhur Tua Xuan Ma.


"Baiklah pak tua Ma! Aku akan pergi sekarang! Mana telapak tanganmu?" ujar Ling Tian menginginkan Xuan Ma membuka telapak tangan.


Ling Tian menyalami Xuan Ma. Xuan Ma dapat merasakan ada sesuatu yang mengganjal dibalik salaman tangan Ling Tian dan dirinya.


"Jadilah orang bijak dan tidak serakah! Dan jadilah lebih kuat lagi! Aku tidak ingin mempunyai bawahan sampah!" kata Ling Tian lirih sambil menatap tajam mata Xuan Ma.


Xuan Ma yang belum memahami maksud dari Ling Tian hanya menunduk, menurut dan mengiyakan saja.


"Hamba akan menjadi seperti yang Tuan Muda Ling minta!" ujar Xuan Ma.


"Bagus! Kalau begitu aku pergi sekarang!" kata Ling Tian sambil melepaskan salaman tangannya dan meninggalkan sesuatu yang saat ini digenggam Xuan Ma.


"Silakan Tuan Muda! Sekali lagi maafkan kelalaian kami sebelumnya!"


"Iya!"


Ling Tian berjalan menghampiri Wei Ziin dan mengajaknya pergi.


Zheep!


Keduanya menghilang menjadi udara tipis yang membuat semua orang termasuk Xuan Ma menghela nafas lega. Bagaimana tidak? Keberadaan Ling Tian benar-benar menjadikan situasi mereka menjadi sangat tegang. Mereka seperti merasakan bisa mati kapan saja saat berdekatan dengan Ling Tian. Sial! Andai Ling Tian tahu tanggapan mereka ini, maka dia pasti akan membuat babak belur semuanya tanpa terkecuali.


Setelah Ling Tian dan Wei Ziin benar-benar tidak terlihat, Xuan Ma membuka tangannya yang digenggam sejak sebelumnya.


"Cincin penyimpanan?" ujar Xuan Ma lirih kepada diri sendiri namun masih banyak orang disekitar yang mendengarnya.


"Ada apa Leluhur?" tanya Xuan Ji.


"Ah.. Tidak apa-apa! Tuan Muda Ling Tian memberikan cincin penyimpanan ini kepadaku!" jawab Xuan Ma sembari memperlihatkan sebuah cincin penyimpanan.


"Lalu, apa isinya Leluhur?" giliran Xuan Yin'er yang bertanya.


"Entah.. Aku juga tidak tahu!" jawab Leluhur Xuan Ma.


Otak Xuan Ma saat ini sedang memikirkan ucapan Ling Tian sebelum dirinya pergi.


"Mengapa tidak Leluhur cek dan perlihatkan kepada kami?" tanya salah satu tetua.


"Baiklah.."

__ADS_1


Leluhur Xuan Ma memakai cincin tersebut dan mengalirkan energi Qi miliknya.


Swwooosshh...


Seratus biji buah anggur putih abadi muncul dari kehampaan.


"Iniii..?"


Semua orang tertegun melihat anggur putih abadi tergeletak didepan mereka. Sial! Ini benar-benar buah abadi! Klan Xuan telah kembali kaya! Tidak! Bahkan lebih kaya seratus atau seribu kali lipat dari sebelumnya.


"Bruk!"


Semua orang menjatuhkan diri bersujud kearah dimana Ling Tian dan Wei Ziin menghilang. Mereka sangat bersyukur telah dihadiahi buah abadi oleh tuan barunya. Persetan dengan menjadi pelayan! Inti hidup didunia kultivator adalah menjadi kuat dan kuat.


"Terima kasih Tuan Muda Ling!" ucap semuanya serentak.


Xuan Ma kembali menarik anggur putih abadi kedalam cincin penyimpanan. Dia menatap lurus kearah semua anggota Klan Xuannya.


"Dengarkan aku baik-baik! Aku mendapat wasiat dari Tuan Muda Ling untuk membagikan buah abadi dengan adil. Aku akan memberikan undian kepada kalian semua. Aku harap kalian menerimanya!" ujar Leluhur Xuan Ma.


"Kami menerimanya Leluhur!" jawab semua orang dengan harapan mendapat keberuntungan


***


"Haaaahhh.." hela nafas Ling Tian.


"Kenapa kak?" bingung Wei Ziin.


"Kita cari makan dulu ya, adik Ziin!" kata Ling Tian.


"Makan?" Wei Ziin mengangkat alisnya


"Haaahhh.. Benar!" jujur Ling Tian.


"Kakak kenapa sih? Kenapa buang nafas berat terus menerus?" tanya Wei Ziin.


"Hahaha.."


Ling Tian tidak menjawab. Dia justru tertawa dengan sedikit lantang.


"Aku lelah dan lapar! Ternyata pura-pura marah disaat hati senang itu sangat melelahkan! Sama halnya seperti pura-pura bahagia disaat hati merana! Butuh tenaga yang banyak dan sokongan super ekstra! Haha.." ungkap Ling Tian masih dengan tertawa.


"Eh..? Maksud kakak?" Wei Ziin seperti menyadari akan sesuatu.


"Hahaha.. Benar! Kakak tadi hanya pura-pura marah saja!" kata Ling Tian.

__ADS_1


"Apaaa! Pura-pura tapi sampai melukai orang hingga sekarat? Pura-pura macam apa itu?" Wei Ziin terkejut dan tidak percaya.


"Hei.. Hei.. Adik Ziin! Sebelumnya aku memang hanya pura-pura saja! Dan untuk yang kamu sebutkan itu, aku hanya memberikan sedikit pelajaran kepada mereka agar lebih berhati-hati dalam ucapan ataupun tindakan!" ujar Ling Tian.


Ling Tian faham betul bagaimana dunia kultivator yang sedang dia tapaki saat ini. Mungkin jika didunia nyata miliknya alias di bumi, memberi pelajaran hanyalah dengan menampar atau menghajar seseorang hingga menjadi sedikit legam atau bonyok.


Namun dikehidupan dunia kultivator yang keras ini, membuat seseorang menjadi cacat, patah tulang atau bahkan menjadikan seseorang sekarat, itu masih digolongkan sebagai pelajaran berharga.


"Owh.. Begitu? Lalu dengan kakak merampok seluruh harta mereka, apakah masih belum cukup untuk pelajaran setelah menjadikan mereka pelayan? Bukankah itu keterlaluan?" tanya Wei Ziin.


"Hahaha.. Yaa.. Begitulah.. Tapi aku sama sekali tidak merampok mereka! Aku hanya barter! Adik Ziin melihat kakak menyalami Xuan Ma? Yaa, disitulah kakak sedang barter!" jawab Ling Tian dengan santai.


"Barter? Dengan apa?" tanya Wei Ziin lagi.


"Tentu saja dengan buah-buahan abadi dan semua harta mereka! Aku juga tidak ingin punya pelayan lemah seperti mereka! Dan juga untuk Klan Ling, kakak tidak bisa selalu memberikan buah abadi milik kakak kepada mereka! Maka kakak akan memberikan harta sebelumnya untuk klan!" jawab Ling Tian dengan jujur.


"Ooh.. Jadi begitu.. Aku faham sekarang!" angguk Wei Ziin.


"Begitulah.. Mana mungkin kakakmu yang baik dan tampan ini jadi penjahat? Itu tidak keren bukan? Haha.."


Ling Tian kembali tertawa setelah mengucapkan kata-kata narsisnya itu. Sementara Wei Ziin hanyalah memutar malas bola matanya.


Mereka terus melesat dengan cepat hingga sampailah didepan pintu gerbang Klan Ling yang sepi. Benar! Orang-orang di Klan Ling masih belum selesai untuk meningkatkan kekuatannya.


"Ibu, ayah! Aku kembali!" ujar Ling Tian pelan.


___________________________________


**Assalamu'alaikum wr wb.


Hai para readers semua! Salam dari Author yang tampan dan baik hati ini. Hehe.. Semoga kalian sehat-sehat selalu! Aamiin.


Disini Author hanya ingin menyapa para readers semua agar tidak dikatakan sombong atau cuek atau apalah itu😁. Juga sekalian memberikan ucapan maaf jika banyak salah kata dan sering telat Update seperti bab ini contohnya. Hehehe..


Author juga menyampaikan banyak terima kasih kepada para readers semua yang telah mengikuti perjalanan LT hingga saat ini dengan meberikan dukungan berupa like, komen, vote ataupun yang lainnya. Terlebih untuk kang 'Dayat' yang sudah menjadi pembaca teraktif minggu lalu dan mas 'Muhammad Taufik' yang menjadi pembaca terbanyak*.



*Sekali lagi, Author tidak bisa membalas apaoun kecuali hanya dengan ucapan terima kasih dan menyuguhkan Update 2 bab sesuai jadwal LT.


Author juga do'akan semoga kalian berdua dan semua readers LT diberikan kesuksesan di dunia dan akhirat. Aamiin.


Sekian. Jangan Lupa VOTE! Ini hari senin! Hehehe.


Wassalamu'alaykum wr wb*.

__ADS_1


__ADS_2