Ling Tian

Ling Tian
Peringatan Tegas


__ADS_3

"Aku turut priahatin dengan pemuda sial itu!"


"Mengapa harus seperti itu? Dia telah berani tidak sopan dengan orang dari Klan Ling kita! Terlebih orang itu adalah Tuan Muda Tian! Harusnya kita nikmati saja hasil panenan pemuda itu dari apa yang telah dia tabur!"


"Benar juga katamu! Mari kita lihat saja apa yang akan Tuan Muda kita lakukan!"


"Iya! Mungkin kepala hilang separuh atau tangan dan kaki patah semua kah?"


"Hihihi.. Kamu bisa saja! Tapi memang benar juga! Minimal lidah kepotong ples muka hancur!"


"Kau sangat tahu bagaimana Tuan Muda Tian ternyata!"


"Tentu saja! Apa kamu tidak melihat betapa mengerikannya Tuan Muda sewaktu klan kita diserang para Tetua dari Sekte Bangs*t itu?"


"Tentu saja aku melihatnya! Tuan Muda bukan orang yang dengan mudahnya disinggung!"


"Iya. Namun Tuan Muda juga akan sangat baik kepada orang yang baik kepadanya!"


"Sialan kau! Kata baik masih belum cukup untuk Tuan Muda Tian! Dia akan menjadi dewa bagi orang yang berbuat baik kepadanya!"


"Hehehe.. Maaf! Otakku tidak bisa merancang kata2 untuk membuat pengucapan pengiasan untuk Tuan Muda Tian! Intinya dia adalah yang terbaik bagiku!"


"Benar! Yasudah.. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan kepada pemuda songong itu!"


"Iya!"


Mereka semua terus berbicara berbisik-bisik satu sama lain. Sayang sungguh disayangkan Tuan Muda Mei Tu telah menyinggung orang yang salah kali ini.


Sementara Ling Tian, wajahnya menjadi sangat muram dan jelek saat memikirkan lontaran kata dari pemuda bau dihadapannya itu.


"Coba ulangi apa yang kau ucapkan tadi!" kata Ling Tian dengan dingin.


"Hah! Kenapa kau berbicara seolah marah kepadaku? Siapa kau? Hanya sampah yang berada di ranah Pendekar Kayu saja berani berbicara dingin kepada tuan muda ini!" tutur Mei Tu masih dengan sikap arogannya.


"Terkadang, hanya karena mulut yang mengoceh, kaki dan tangan seseorang bisa menghilang!" ujar Ling Tian.


"Ohh.. Kamu mengancamku sampah? Sampah sepertimu berani mengancam? Lucu sek-"


Srak! Srak!


Ucapan Mei Tu terputus saat dia tiba-tiba tidak bisa merasakan bumi yang dipijakinya dan rasa perih dikedua lengannya. Benar! Kedua kaki dan tangan Tuan Muda Mei Tu terpotong sudah! Ling Tian mengeksekusinya dengan niat pedang yang sangat cepat tak terlihat!


"Aaaakkkhhhh.. Tidaaaak!"

__ADS_1


Teriakan memilukan yang keluar dari mulut Mei Tu terdengar kesegala arah. Darahnya mengucuk kemana-mana. Para pengawal Mei Tu yang berjumlah empat orang yang baru tersadar dari keterkejutannya segera menghampiri Tuan Muda mereka dan berusaha menghentikan pendarahan.


.


.


Sementara ditempat para anggota Klan Ling yang sebelumnya saling bisik, mereka menjadi sedikit mengeraskan suaranya.


"Hahaha.. Teman! Tebakanku benar adanya! Lihatlah! Bocah itu terpotong kedua tangan dan kakinya! Kamu harus mentraktirku minum nanti!"


"Eh.. Mana bisa begitu? Kan kita tidak ada kesepakatan bertaruh seperti itu!"


"Ayolah saudaraku.. Kita itu sudah cukup lama tidak minum bersama-sama lagi!"


"Aiih.. Baiklah.. Baiklah.."


"Haha.. Itu baru saudaraku!"


"Tch!"


.


.


Para pengawal yang sekaligus Tetua di Klan Mei melihat Ling Tian dengan mata melotot dan memerah karena marah.


"Bajing*n! Berani sekali kau membuat Tuan Muda Tu cacat!" ucap pengawal satu.


"Bukankah sudah aku bilang sebelumnya bahwa terkadang mulut itu bisa membuat kaki dan tangan seseorang terpotong? Yaah.. Anggap saja hal ini menjadi bukti nyata ucapanku!" jawab Ling Tian enteng.


"Dan juga sebagai bukti bahwa mulut itu lebih tajam dari pedang! Haha.. Maka terpotonglah kaki tangannya karena mulutnya sendiri," lanjutnya dengan tertawa ringan.


"Aaaakkhh... Paman! Sakiiit!" teriak Mei Tu.


"Bajing*n! Kau harus mati sekarang juga!" geram pengawal satu dan bersiap untuk menyerang Ling Tian.


Bhuusshh...


Pengawal satu mengeluarkan aura kekuatannya yang berada di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 2 untuk menekan Ling Tian. Dia juga mengeluarkan sebilah pedang pusaka tingkat putih dari cincin penyimpanannya. Tapi meski begitu, apakah Ling Tian tertekan? Apakah Ling Tian takut? Tentu saja jawabannya tidak mungkin! Bagaimana mungkin Ling Tian tertekan dan takut dengan semut kecil dihadapannya? Itu hal yang mustahil!


"Hanya berada di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 2 ingin membunuhku? Sebaiknya kau lupakan saja niatmu itu!" ujar Ling Tian memberikan saran terbaik.


"Dasar sampah sombong! Matilah!" geram pengawal satu dan melesat menyerang Ling Tian.

__ADS_1


Dengan pedang pusaka tingkat putih ditangannya, ditambah dengan kecepatan serta kehebatan jurusnya, pengawal satu sangat yakin bahwa dia akan membunuh pemuda sombong dihadapannya dalam satu serangan.


"Gerakan Kedua! Teknik Pedang Mei; Pembunuh Kilat!" teriak pengawal satu sambil mengayunkan pedangnya.


"Hyaaattt!"


Swuusshh...


Tap!


"Apaaa!"


Dengan mudahnya Ling Tian menghentikan laju pedang pengawal satu dengan cara menjepitnya dengan kedua jari tangan kirinya. Ling Tian menguap malas dan melihat kearah pengawal satu yang masih syok.


"Nama jurusmu cukup bagus juga! Tapi nyatanya masih sangat lemah dan buruk!" ujar Ling Tian memberikan penilaian.


Pengawal satu tidak menggubris ucapan Ling Tian. Dia masih terlalu terkejut dan kini sedang berusaha menarik pedang pusaka tingkat putihnya namun tidak berhasil.


Klang!


Pedang pusaka tingkat putih milik pengawal satu patah karena Ling Tian memiringkan sedikit saja jarinya yang menjepit itu. Sial! Seberapa kuat jari dari bocah bau itu! Fikir semua orang.


Pengawal satu langsung mundur beberapa langkah jauhnya dan melihat pedangnya yang saat ini telah rusak. Dia ingin menangis sejadi-jadinya saat harta kesayangan yang telah menemaninya selama ini patah. Oh tidak! Hatinya si pengawal satu juga ikut patah!


Ling Tian tersenyum menyeringai saat mendapati pengawal satu dari Tuan Muda Mei Tu menjauh darinya.


"Kalian semua dengarkan aku!" teriak Ling Tian untuk menarik perhatian semua orang. Entah itu tamu ataupun orang dari Klan Ling itu sendiri.


"Aku Ling Tian tidak akan mentolerir siapapun yang berani bersifat arogan atau sembrono di Klan Ling! Jika kalian masih berani demikian.." Ling Tian sengaja memutus ucapannya.


Bhuuuzzzzhhh...


Aura ranah Pendekar Berlian Akhir meledak dengan gila dari tubuh Ling Tian. Semua orang dibuat bertekuk lutut dihadapannya. Bahkan untuk pengawal satu yang jaraknya paling dekat dengan Ling Tian langsung terkapar tak sadarkan diri dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"Maka majulah! Hadapi aku!" lanjut Ling Tian dengan nada sangat dingin.


Ling melihat kesegala arah dengan tatapan tajam.


"Jika ada yang tidak terima dengan pengaturanku, maka datanglah kekediamanku! Akan kubuat kalian menderita dan lebih memilih untuk mati!" kata Ling Tian.


Sheep!


Ling Tian menarik kembali auranya ketubuh hingga membuat semua orang bisa kembali bernafas dengan lega dan terbebas dari beban layaknya gunung yang menimpa sebelumnya.

__ADS_1


"Jika kalian berbuat baik maka kami Klan Ling akan membalasnya dengan sepuluh kali lipat kebaikan! Namun jika kalian bersifat buruk, maka siapkan dan bersihkan saja leher kalian agar bisa aku tebas dengan pedangku!"


__ADS_2