Ling Tian

Ling Tian
Jenderal Besar Bing Luoyan


__ADS_3

'Seingatku, saat acara pelelangan yang diadakan di Kota Awan waktu itu, Kaisar Bing masihlah berada di ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 1. Satu bintang berada dibawahku saat ini! Aku ingin tahu sampai pada titik mana sekarang Kaisar yang pernah dibuat ketakutan oleh saudara Long Yuan itu!' batin Ling Tian sambil tersenyum dan terus berjalan mengikuti prajurit memasuki bagian dalam barak pasukan Kekaisaran Bing untuk menemui Jenderal Besar Bing Luoyan.


Tidak berapa lama, Ling Tian akhirnya sampai didepan sebuah bangunan yang sangat besar dengan ornamen-ornamen klasik menghiasi wajahnya bangunan itu. Prajurit itu meminta Ling Tian untuk menunggu sebentar didepan pintu gerbang sementara dirinya masuk gedung untuk melapor.


Ling Tian hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia kemudian duduk di tempat yang sudah disediakan untuk menunggu yang terletak di samping pintu gerbang. Sembari menunggu, terus melihat-lihat bangunan besar itu sambil mengamatinya dengan detail. Dia ingin menggabungkan berbagai macam ornamen dari beberapa istana yang pernah dilihatnya untuk menjadi rumah kecil untuknya sendiri di dalam dunia jiwa.


Tidak berapa lama kemudian, prajurit yang sebelumnya pergi untuk melapor kini kembali lagi dengan seorang pria paruh baya yang memiliki raut wajah cukup tampan dan rambut berwarna kebiruan. Pria baya itu menggunakan perlengkapan perang seperti baju zirah dan lain-lain yang memperlihatkan kepada semua orang bahwa dia adalah sosok jenderal di Kekaisaran Bing ini.


Kekuatan yang dimiliki oleh jenderal besar itu adalah ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 8. Cukup untuk membuat Ling Tian mengangguk-anggukan kepala tanda cukup kagum dan puas. Dengan kekuatan yang seperti itu, Ling Tian yakin bahwa elemen es yang dikeluarkan oleh sosok Jenderal Besar itu pastilah sangat kuat. Mengingat, orang-orang di daratan utara ini sudah dapat mengeluarkan elemennya pada saat berada di ranah Pendekar Emas.


Jenderal Besar Bing Luoyan bersama dengan prajurit itu akhirnya sampai juga di depan Ling Tian. Ling Tian langsung berdiri dan menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan rasa hormat.


"Salam Jenderal Besar Luoyan!" ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah.


"Salam Tuan Muda!" ucap Jenderal Besar Bing Luoyan sambil membalas angkupan tangan.


Jenderal Besar Bing Luoyan kemudian memberikan kode kepada prajurit itu untuk kembali ke tempatnya bertugas, sementara dirinya mengajak Ling Tian untuk masuk ke dalam gedung besar di belakangnya.


Ling Tian diajak memasuki sebuah taman yang berada di belakang gedung itu. Jenderal Besar Bing Luoyan meminta kepada pelayan menyiapkan teh hangat untuk Ling Tian. Keduanya pun duduk saling berhadap-hadapan dan tidak ada satu diantara keduanya yang memulai membuka suara.


Suasana hening itu terus berlangsung sampai akhirnya pelayan yang membawakan seteko teh datang menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Terima kasih!" kata Jenderal Besar Bing Luoyan.


"Sama-sama Jenderal! Silakan dinikmati!" ucap pelayan itu kemudian pergi meninggalkan Ling Tian bersama dengan Jenderal Besar Kekaisaran Bing.


"Baiklah.. Namaku Bing Luoyan! Jika boleh tahu siapakah nama Tuan Muda?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan.


"Sebelumnya, aku meminta maaf Jenderal Besar Luoyan! Namaku Tian!" jawab Ling Tian dengan santai.


Jenderal Besar Bing Luoyan mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Ling Tian. Baru kali ini ada seseorang yang memperkenalkan dirinya tanpa menggunakan nama marga.


Akan tetapi Jenderal Besar Bing Luoyan tidak mempermasalahkan hal itu. Mungkin pemuda bertopeng separuh wajah di depannya ini tidak ingin identitas aslinya diketahui oleh orang-orang luar. Namun dari aura dingin yang keluar dari tubuh pemuda itu sudah membuat Jenderal Besar Bing Luoyan percaya bahwa pemuda di hadapannya berasal dari daratan utara.


Ling Tian hanya menganggukkan kepalanya kemudian dia mengatakan kepada Jenderal Besar Kekaisaran Bing itu bahwa dirinya siapa untuk mengikuti perang melawan para penjajah.


"Suatu kehormatan bagi kami dapat dibantu oleh seorang yang kuat seperti Tuan Muda Tian!" kata Jenderal Besar Bing Luoyan yang langsung membukakan tangannya menerima Ling Tian sebagai pasukan kekaisaran.


"Hahaha.. Jenderal terlalu memujiku! Aku hanyalah ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 2 sementara Jenderal sudah berada di Bintang 8, sungguh jarak seperti langit dan bumi!" ucap Ling Tian merendah.


Jenderal Besar Luoyan hanya tersenyum menanggapi ucapan merendah dari Ling Tian. Dia kemudian mengatakan bahwa dirinya berniat untuk mengangkat Ling Tian sebagai komandan pasukan yang akan diberangkatkan besok bersama dengan dirinya.


"Aku yang hanya rakyat biasa ini hanya bisa menuruti saja apa yang dikatakan oleh Jenderal!" ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah kepada Jenderal Besar Kekaisaran Bing itu.

__ADS_1


Keduanya akhirnya dapat berbincang-bincang santai karena sudah saling memahami bagaimana karakter mereka sendiri-sendiri. Jenderal Besar Bing Luoyan juga mengatakan kepada Ling Tian mengenai strategi yang akan dilakukan yang akan dilakukan besok.


Tidak lupa Ling Tian juga memberikan beberapa masukan kepada sosok pria paruh baya yang menjadi Jenderal Besar di Kekaisaran Bing itu.


"Apakah Tuan Muda Tian yakin akan menyusup seorang diri kedalam markas musuh?" tanya Sang Jenderal dengan khawatir. Sebab dirinya mengetahui betul seberapa kuat pasukan yang dimiliki oleh aliansi aliran hitam.


"Jenderal tidak perlu risau! Cobalah deteksi keberadaanku!" ucap Ling Tian sambil tersenyum dan menyeruput teh yang tersedia untuknya.


Mata Jenderal Besar Bing Luoyan melebar saat tiba-tiba dirinya kehilangan aura dari pemuda bertopeng yang sedang duduk santai didepannya sambil menyesap teh. Jika saja pemuda itu tidak berada didepannya, maka Jenderal Besar itu pasti tidak akan percaya bahwa aura keberadaannya tidak terdeteksi sama sekali.


"Aku akan menghilang!" kata Ling Tian yang kemudian secara perlahan tubuhnya mulai menyatu dengan udara tipis.


Jenderal Besar Luoyan semakin melotot dibuatnya dan tidak bisa berkata-kata lagi untuk menanggapi kemampuan menyelinap yang dimiliki oleh pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya.


Sementara Ling Tian hanya tersenyum melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh Jenderal Besar Kekaisaran Bing itu. Dia sudah menduga hal itu akan terjadi, maka dari itu dirinya hanya terus tersenyum kemudian mengembalikan kembali aura keberadaan dan tubuhnya yang sempat menghilang.


"Bagaimana Jenderal? Apakah anda percaya sekarang?" tanya Ling Tian.


"T-tentu.. Tentu saja aku sangat percaya! Kemampuan tuan muda ini benar-benar sangat unik namun juga sangat mengerikan! Hahaha.." kata Jenderal Besar Bing Luoyan dengan takjub dan jujur juga sedikit tergagap.


Dia tertawa terbahak-bahak karena senang telah mendapatkan seseorang yang mungkin dapat membunuh salah satu dari pemimpin pasukan aliansi aliran hitam. Dengan skill unik yang berguna untuk menyelinap yang dimiliki oleh pemuda bertopeng separuh wajah dengan seekor kucing hitam kecil berada di pundaknya, dia yakin bahwa rencana yang sebelumnya dibicarakan akan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.

__ADS_1


__ADS_2