
Kaisar Bing Xuanzhi sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Jenderal Besar Bing Luoyan beserta 15.000 pasukan yang berjuluk 15.000 pasukan tak terkalahkan itu. Dia berjalan menuju ke arah pintu gerbang istana kekaisaran dengan senyuman kebanggaan.
Beberapa orang dari keluarga serta menterinya juga ikut berjalan bersama dengan Kaisar Bing Xuanzhi menuju ke pintu gerbang istana. Mereka semua ingin menyambut kedatangan pasukan yang mengharumkan nama daratan utara sekaligus Kekaisaran Bing.
Saat semua orang melihat kaisar mereka datang dari arah dalam istana di depan pintu gerbang, mereka semua langsung berlutut dan memberikan penghormatan serta doa kebaikan bagi Kaisar Bing dan keluarga.
Kaisar Bing Xuanzhi menganggukan kepalanya lalu meminta semua orang untuk berdiri kembali. Dia bersama keluarga dan para menterinya naik di sebuah panggung yang sebelumnya telah disediakan oleh para jenderal dan pasukannya.
Kedatangan Kaisar Bing Xuanzhi membuat suasana yang sebelumnya sangat riuh kini menjadi tenang dan terkendali. Jutaan manusia yang berasal dari daratan utara sangat senang melihat sang kaisar bahkan mau duduk bersama dengan mereka. Sangat jarang suasana seperti ini terjadi di seluruh daratan yang ada di Benua Langit.
Yang Mulia Kaisar Bing Xuanzhi memang sangat terkenal akan keadilan serta ketegasannya kepada semua pihak, sehingga membuat dirinya beserta seluruh keluarga yang memiliki marga Bing sangat disegani dan dihormati. Bahkan tidak sedikit orang dari daratan utara yang mendewakan kaisar mereka itu.
Diatas panggung, Kaisar Bing Xuanzhi mengobrol sambil sesekali tertawa ringan dengan keluarga serta para menterinya yang membuat aura kewibawaan serta keramahannya terpancar dengan jelas darinya.
Setelah hampir 15 menit menunggu, akhirnya sebuah artefak kapal terbang berukuran raksasa mulai terlihat di langit bagian timur Kota Hanleng. Semua orang langsung bersorak-sorai penuh kebahagiaan serta kebanggaan menyambut kedatangan orang-orang yang berada di dalam artefak kapal terbang raksasa.
Sementara untuk Kaisar Bing Xuanzhi beserta keluarga dan para menterinya hanya berdiri dari tempat duduk tanpa mengatakan sepatah kata pun. Pandangan semua orang terfokus kepada artefak kapal terbang raksasa yang sedang melayang di atas langit Kota Hanleng yang semakin lama semakin mendekat ke arah mereka semua.
Artefak kapal terbang raksasa itu kemudian mendarat di tempat yang telah disediakan oleh pihak istana. Perlahan, Jenderal Besar Bing Luoyan beserta para jenderal bawahannya keluar dari artefak kapal terbang itu.
"Hidup Jenderal Besar Bing Luoyan! Hidup 15.000 pasukan tak terkalahkan!" teriak salah satu orang yang kemudian diikuti oleh yang lainnya.
"Hidup Jenderal Besar Bing Luoyan! Hidup 15.000 pasukan tak terkalahkan!"
"Hidup Jenderal Besar Bing Luoyan! Hidup 15.000 pasukan tak terkalahkan!"
Sorak-sorai itu terus menggema di seantero Kota Hanleng yang tanah yang mereka pijaki sedikit bergetar. Jenderal Besar Bing Luoyan segera mengangkat tangannya untuk menghentikan teriakan sorak sorai itu karena dia beserta 15.000 pasukannya akan menghadap Yang Mulia Kaisar Bing.
__ADS_1
Semua orang memahaminya dan mereka langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan tidak berteriak-teriak lagi. Orang-orang memberikan jalan kepada Jenderal Besar Bing Luoyan beserta 15 ribu pasukannya untuk berjalan mendekati panggung yang mana Kaisar Bing Xuanzhi beserta keluarga dan para menterinya berada di sana.
Jenderal Besar Bing Luoyan dan ke-15.000 pasukannya langsung berlutut memberikan penghormatan kepada Kaisar Bing Xuanzhi.
"Hormat kami Yang Mulia!" ucap mereka dengan serentak.
"Bangkitlah wahai para kebanggaan daratan utara! Tegakkan tubuh kalian kembali! Aku sungguh sangat tidak layak bagi kalian memberikan penghormatan seperti itu!" kata Kaisar Bing Xuanzhi.
Jenderal Besar Bing Luoyan peserta 15 ribu pasukannya pun berdiri kembali dengan tegak dan gagahnya. Kaisar Bing Xuanzhi kemudian mengode Jenderal Besar Bing Luoyan dengan tangannya untuk mendekatinya.
"Kemarilah Jenderal!" kata Kaisar Bing Xuanzhi.
"Baik Yang Mulia!" patuh Jenderal Besar Bing Luoyan berjalan mendekati Kaisar.
"Aku bangga kepadamu saudara kecilku!" ucap Kaisar Bing Xuanzhi tiba-tiba memeluk Jenderal Besar Bing Luoyan dengan erat.
Jenderal Besar Bing Luoyan pun membalas pelukan dari Kaisar Bing Xuanzhi sambil sedikit menitihkan air matanya. Dan ternyata keduanya adalah kakak beradik dari satu ayah yang sama namun berbeda ibu. Ayah mereka berdua tentu saja adalah Kaisar Kekaisaran Bing sebelumnya yang kini telah tiada akibat sakit.
"Kakak! Sebenarnya kebanggaan yang kami torehkan ini semata-mata bukan karena kami saja yang berjuang!" kata Jenderal Besar Bing Luoyan.
"Maksudmu?" Kaisar Bing Xuanzhi mengerutkan keningnya.
Jenderal Besar Bing Luoyan segera membisiki Kaisar Bing untuk sejenak namun berhasil membuat wajah dari Kaisar memucat layaknya kertas.
"Tidak perlu takut seperti itu kakak! Mereka adalah orang-orang baik!" kata Jenderal Besar Bing Luoyan sambil tersenyum lebar.
"Adik! Kamu jangan bercanda! Entitas seperti itu tidak mungkin bisa disinggung sedikitpun!" ucap Kaisar Bing Xuanzhi dengan berbisik.
__ADS_1
"Percayalah kepadaku kakak kaisar yang penakut! Haha.." ucap Jenderal Besar Bing Luoyan sambil tertawa terkekeh-kekeh pelan.
"Jangan menjatuhkan kewibawaanku dihadapan rakyat adik sialan!" bisik Kaisar Bing Xuanzhi dengan gigi yang bergemertak. Namun begitu, tubuhnya terlihat sangat bergetar karena ketakutan.
Jenderal Besar Bing Luoyan lalu membawa Kaisar Bing Xuanzhi berjalan didepan panggung.
"Semuanya! Kalian sangat bangga dengan kami yang telah berhasil menorehkan kemenangan berturut-turutan terkalahkan! Namun, ada satu hal lagi yang harus kalian ketahui dan harus kalian lebih banggakan daripada kami!" teriak Jenderal Besar Bing Luoyan yang membuat jutaan manusia itu kebingungan.
"Kalian pasti bingung bukan? Akan aku katakan bahwa kita semua telah mendapatkan sebuah kehormatan yang tidak terhingga! Kita telah kedatangan penguasa utama daratan utara ini! Mari kita sambut beliau!" serunya lagi.
Kemudian dia bersama dengan kakaknya atau Kaisar Bing Xuanzhi menjatuhkan diri mereka untuk berlutut menghadap ke arah artefak kapal terbang raksasa.
"Salam Penguasa Agung!" ucap Jenderal Besar Bing Luoyan beserta Kaisar Bing Xuanzhi secara bersamaan.
Semua orang yang melihat kaisar beserta jenderal besar mereka berlutut menghadap ke arah artefak kapal terbang raksasa spontan langsung mengikutinya meskipun di antara mereka banyak yang kebingungan.
Grrrooooaaarrrrr...
Tiba-tiba sebuah suara auman yang sangat keras dan mengerikan yang disertai dengan ledakan aura kultivasi yang berada di atas ranah Pendekar Berlian muncul dari dalam artefak kapal terbang raksasa itu.
Booommmmm...
Artefak kapal terbang raksasa itu menghilang menjadi debu karena sebuah ledakan yang sangat dahsyat terjadi. Semua perlahan dapat melihat seekor harimau berwarna hitam yang sangat besar seperti gunung sedang melayang di atas mereka semua dengan dua orang laki-laki dan perempuan melayang di samping kanan kirinya.
Ya, tentu saja harimau hitam itu adalah Mao An yang telah mengambil bentuk raksasanya. Skenario ini telah dibuat oleh Ling Tian bersama dengan Jenderal Besar Bing Luoyan agar seluruh masyarakat yang ada di daratan utara ini mengakuinya sebagai Penguasa Agung mereka.
Grroooaaarrrr...
__ADS_1
Mao An kembali mengaum dengan kerasnya sehingga membuat Ling Tian ingin sekali menempeleng kepala belakangnya lagi. Namun karena untuk menjaga martabat sebagai Penguasa Agung daratan utara, dia tidak melakukannya.
'Dasar kucing kampret!' batin Ling Tian yang kesal karena telinganya yang mendengung.