Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat 6


__ADS_3

Plaakk! Plaakk!


Plaakk!


Mao An terus menampari sosok berjubah hitam penutup kepala yang sebelumnya meneriakinya itu sembari memegangi kerah bajunya. Dia hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja untuk melakukan hal tersebut. Karena jika dia menggunakan energi Qi meski hanya 0,001% saja maka sudah dipastikan kepala milik sosok pria berjubah hitam berpenutup kepala itu akan hancur dalam sekali tampar. Mengingat bahwa energi Qi milik Mao An saat ini telah berubah menjadi Kaisar Qi.


Plaakkkk!


Boommm...


Setelah genap 50 kali Mao An menampari sosok pria berjubah hitam berpenutup kepala akhirnya dia menutupnya dengan menamparnya menggunakan tamparan yang sedikit lebih keras dan melepaskan pegangannya pada kerah baju sosok itu sehingga sosok itu pun langsung terlempar dan menabrak dinding formasi array yang dibuat oleh Ling Tian.


"Lumayan juga. Aku membutuhkan 50 kali tamparan untuk merontokkan seluruh giginya. Sungguh sangat hebat!" seru Mao An dengan tersenyum puas lalu menatap ke arah sosok-sosok lain yang terdiam membeku karena terkejut sekaligus ketakutan yang teramat mendalam menatapi dirinya.


Seringai tipis segera terpancar dari sudut bibir Mao An. Dia menatap dengan ganas seolah-olah sosok-sosok berjubah hitam berpenutup kepala itu adalah makanan yang sangat lezat baginya yang merupakan beast harimau malam.


"Sekarang giliran kalian!" ucapnya dengan seringai jahatnya.


Para kultivator itu pun langsung bergidik ngeri menatap senyuman yang terpancar dari sudut bibir Mao An. Dengan tanpa disuruh ataupun di komando, mereka semua langsung menjatuhkan senjata mereka dan mengangkat tangan tanda mereka telah menyerah.


"T-tolong ampuni kami tuan! Kami hanya anak buah yang sedang menjalankan tugas saja tuan! Tolong ampuni kami! Huhuhu.." ujar salah satu di antara mereka dengan terbata lalu menangis tersedu-sedu sehingga membuat Mao An dan Ling Tian yang sedang menonton pertunjukan itu pun mengerutkan keningnya.


"Oi, kampret! Kau cengeng amat! Belum juga aku tampar tapi sudah menangis saja!" teriak Mao An dengan kesal. Dia ingin sekali menempeleng sosok tersebut hingga mati. Akan tetapi dia ingat akan ucapan dari Tuan Mudanya yang mengatakan agar dia tidak membunuh orang-orang ini.

__ADS_1


"Ahahaha.." Ling Tian pun tertawa terbahak-bahak karena hal tersebut. Dia benar-benar merasa terhibur dengan tontonan yang dibuat oleh saudaranya itu. Ekspresi wajah yang ditampilkan oleh Mao An benar-benar sangat lucu menurutnya.


"Baiklah-baiklah.. Aku akan mengampuni kalian saat ini, tapi sebelum itu kalian juga harus menampar diri kalian sendiri sehingga minimal 3 gigi kalian copot! Huh! Itu adalah hukuman untuk orang-orang yang berani mengganggu acara makan-makan dari tuan muda ini!" kata Mao An dengan ketus kemudian kembali duduk di sebelah Ling Tian.


"B-baik Tuan Muda!" ucap mereka dengan serentak lalu mau tidak mau mereka pun mulai menampar wajah mereka sendiri hingga tiga gigi mereka copot karena terbang.


15 menit kemudian suara tamparan dari sosok-sosok berjubah hitam ya udahlah membuka penutup kepala yang menampar wajah mereka sendiri akhirnya terhenti. Mao An lalu memberikan kode dengan gerakan tangan untuk mereka semua mendekat dan duduk di dekatnya dan Ling Tian.


Semua orang itu langsung menurut dan duduk tepat dihadapan kedua pemuda itu dengan ekspresi wajah yang masih meringis karena menahan sakit pada bagian gigi mereka yang lepas atau rompal.


"Sekarang katakan siapa kalian dan mengapa kalian membuat markas di tempat ini?" tanya Mao An dengan matanya yang menatap tajam ke arah para kultivator itu.


"K-kami berasal dari kelompok bandit kelabang kuning Tuan Muda!" jawab salah satu di antara mereka dengan jujur dan nada terbata karena ketakutan.


"Oh.. Kelompok bandit? Pantas saja kalian memiliki aura membunuh yang sangat pekat. Rupanya memang kalian sudah terbiasa membunuh sepertinya," kata Ling Tian dengan santai dan terus menikmati ikan bakarnya yang belum selesai dia habiskan.


"Kalian mungkin masih dapat aku maafkan dengan satu syarat yaitu-.." ucap Ling Tian namun dipotong oleh salah satu diantara anggota bandit di depannya.


"Tuan Muda yang hebat dan perkasa! Apapun syaratnya kami akan melakukannya, tapi tolong ampuni nyaw-.." belum sempat ucapan dari salah satu anggota bandit kelabang kuning itu selesai, tiba-tiba kepalanya menggelinding karena tertebas oleh niat tombak yang dilancarkan oleh Mao An.


"Siapa yang mengizinkanmu berbicara bodoh! Bahkan kau berani memotong ucapan Tuan Mudaku!" ujar Mao An dengan geram sekaligus tersenyum sinis dan jijik.


Semua kultivator yang berasal dari anggota bandit kelabang kuning langsung berdiri melihat pemandangan yang sangat menakutkan itu. Mereka semua bersyukur karena mereka tidak berbicara sepatah kata pun seperti teman mereka yang telah meregang nyawa akibat ulahnya sendiri.

__ADS_1


Kejam? Mao An sama sekali tidaklah kejam! Apa yang dilakukan olehnya hanya murni karena memberikan pelajaran kepada orang lain sekaligus memberikan hukuman yang setimpal kepada orang yang meregang nyawa itu.


Ling Tian hanya tersenyum menatap Mao An yang sangat agresif jika ada orang yang berani bertindak tidak sopan kepadanya. Ya, itu memang sisi lain yang dimiliki oleh saudara-saudaranya. Meski mereka sering membuat onar dan membuat orang-orang sakit kepala.


Setelah itu dirinya pun melanjutkan ucapan yang sebelumnya terpotong akibat ulah dari salah satu anggota bandit kelabang kuning. Dia mengatakan bahwa akan mengampuni nyawa orang-orang itu namun dengan syarat mereka semua dijadikan budak dan harus menjalankan tugas yang berupa mengumpulkan informasi di di kota-kota terdekat khususnya ibukota kekaisaran Song.


"Baik Tuan Muda! Kami semua bersedia!" ucap salah satu kultivator yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 8 mewakili semua teman-temannya.


"Bagus! Kamu akan menjadi pemimpin misi ini!" ucap Ling Tian menunjuk kultivator itu.


"Siap Tuan Muda!" patuh kultivator itu.


"Aku harap kalian tidak berpikiran untuk berkhianat kepadaku, karena hal itu dapat membuat kalian langsung mati seketika itu juga!" ujar Ling Tian memperingati mereka semua selalu melambaikan tangan ke arah para kultivator anggota bandit kelabang kuning.


Swussh...


Cahaya hitam keemasan muncul dari telapak tangan Ling Tian dan malam saat menuju ke arah para kultivator itu serta menembus hingga mengenai jantung dan dantian mereka semua. Para kultivator yang berasal dari bandit kelabang kuning itu merasakan sebuah belenggu yang mengikat dua organ paling vital bagi para kultivator.


Mereka semua kini benar-benar sadar bahwa mereka saat ini tidak akan dapat hidup bebas seperti sebelum-sebelumnya. Kini hidup mati mereka telah berpindah tangan di tangan pemuda pertama separuh wajah di hadapan mereka.


"Baiklah, kalian boleh pergi sekarang!" ujar Ling Tian sembari melambaikan tangan dan formasi array yang mengurung mereka semua tiba-tiba lenyap seketika.


"Baik Tuan Muda!" jawab mereka semua dengan serentak dan membalik badan untuk pergi meninggalkan Ling Tian dan Mao An.

__ADS_1


"Oiya, tolong bunuh saja orang tidak berguna itu! Aku tidak mau direpotkan dengan mengobatinya!" seru Ling Tian lagi.


"Baik Tuan Muda!" ucap mereka lalu bergegas membunuh pria yang sebelumnya ditampari oleh Mao An kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan hati yang penuh penyesalan akan takdir mereka yang sangat sial ini.


__ADS_2