
Ling Tian yang menyaksikan adegan haru didepan matanya merasakan batinnya sedikit bergetar. Dia yang hendak melanjutkan pengumuman juara pertama langsung menghentikannya.
Ling Tian berjalan menuruni arena pertarungan dan mendekati Yi Shu dan ayahnya, Yi Cang.
"Saudara Shu!" ucap Ling Tian sambil menepuk pundak Yi Shu.
Yi Shu dan Yi Cang terkejut saat menyadari bahwa Ling Tian sudah ada didekat mereka. Tentu saja mereka berdua dibuat gelagapan.
"T-tuan M-muda Ling!" ucap keduanya serentak.
"Tidak perlu bersikap terlalu formal saudara Shu, tuan Yi!" ujar Ling Tian sambil melambaikan tangan.
"K-ami tidak berani Tuan Muda Ling!" Yi Cang berkata dengan nada bergetar. Keringat dingin sudah mengalir dan membasahi punggungnya.
Sementara Ling Tian hanya tersenyum melihat Yi Cang yang gelagapan.
"Saudara Shu! Setelah turnamen ini selesai, bawalah ayahmu kekediamanku! Aku akan memberikan sesuatu untuk orang hebat seperti ayahmu!" kata Ling Tian dengan lembut.
"Tuan Muda?" Yi Shu ingin menanyakan perihal ada apakah gerangan sehingga harus membawa ayahnya kekediaman Ling Tian.
"Sudahlah.. Kamu jangan banyak tanya! Nanti bawa saja dan temui aku dirumah setelah selesai acara ini!" sergah Ling Tian yang tidak mau menyebutkan alasannya.
Bagaimanapun sosok seperti Yi Cang menurut Ling Tian haruslah diberikan apresiasi yang tinggi atau bahkan setinggi-tingginya. Sosok ayah yang selalu tegar mendukung anaknya meski dirinya saat ini cacat dan tidak bisa lagi berkultivasi sangatlah jarang Ling Tian temui.
Ling Tian ingin memberikan hadiah ini juga sebagai permintaan maaf karena sebelumnya saudara koplaknya Long Yuan telah memancarkan dan menyebarkan aura kultivasinya keseluruh penonton. Ayah Yi Shu atau Yi Cang pastilah sangat tertekan bahkan kesakitan.
Setelah mengatakan itu, Ling Tian langsung menghilang dan muncul kembali diatas arena pertempuran.
"Baiklah.. Sekarang adalah pemberian hadiah untuk sang juara kita.. Ling Lianhua dari Klan Ling! Beri tepuk tangan yang meriah!" teriak Ling Tian dengan menggunakan energi Qi sehingga semua orang mampu mendengarkannya dengan jelas.
Puluhan ribu pasang telapak tangan segera saling tepuk dan menimbulkan keramaian tanpa batas. Sorakan bahagia juga terdengar dari para fans Ling Lianhua.
"Kepada saudari Zhuge Ruxu dipersilahkan untuk memberikan hadiahnya kepada juara kita!" lanjut LingTian.
Zhuge Ruxu yang namanya disebutkan oleh Ling Tian segera mengambil hadiah utama yang tergeletak diatas formasi berbentuk meja. Setelah mengambilnya, Zhuge Ruxu segera berjalan menghampiri Ling Lianhua.
"Aku tahu kamu dan ayahmu bukanlah bagian dari Klan Ling yang sama dengan Tuan Muda! Lian Hua! Namun Klan Lian dahulunya juga termasuk dari klan pendukung serta pelayan dari Klan Ling yang agung! Aku tidak menyangka bahwa akan menemui dua orang dari Klan Lian disini!" ujar Zhuge Ruxu melalui telepati dengan tersenyum dari balik cadar hitamnya.
Ling Lianhua sangat terkejut saat wanita dihadapannya ini mengetahui sesuatu yang selama ini dirahasiakan oleh dirinya dan ayahnya.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu terkejut denganku! Aku bisa tahu karena elemen petir yang belum bangkit dari tubuhmu berwarna biru! Dan hanya Klan Lian lah yang memiliki elemen petir seperti itu!" tambah Zhuge Ruxu.
Setelah sampai tepat didepan Ling Lianhua, Zhuge Ruxu segera memberikan hadiah untuk sang juara.
"Terimalah! Ini adalah hasil perjuanganmu!" kata Zhige Ruxu.
"Terima kasih Senior Ruxu!" jawab Ling Lianhua.
"Iya! Aku Zhuge Ruxu dari Klan Zhuge juga memiliki elemen petir! Namun warnanya adalah kuning! Maka dari itu, jadilah muridku dan aku akan melatihmu untuk bisa mengeluarkan potensi terbaikmu dalam menggunakan elemen petir jika nanti kamu menembus ranah Pendekar Berlian!" kata Zhuge Ruxu memberikan penawaran.
Bruk!
Ling Lianhua tentu langsung bersujud dihadapan Zhuge Ruxu untuk memberikan penghormatan.
"Aku Ling Lianhua memberi hormat kepada guru! Aku bersumpah tidak akan membuat guru malu karena malasku!" ucap Ling Lianhua dengan yakin.
"Haha! Itulah yang kuharapkan darimu Lian Hua! Jangan pernah bermalas-malasan untuk berlatih! Karena yang akan didapat orang malas hanyalah kepedihan dan penyesalan!" balas Zhuge Ruxu yang sedikit melirik Long Yuan dan Ling Tian.
"Baik guru!"
.
.
Sementara Ling Tian dan Long Yuan sedikit mengengerutkan kening saat mendengar sumpah Ling Lianhua dan penuturan Zhuge Ruxu. Hati mereka seperti tertusuk oleh jarum karena merasa sedikit ada yang salah dengan sumpah yang diucapkan Ling Lianhua dan kata-kata wanita bercadar hitam, Zhuge Ruxu.
"Apa-apaan sumpah dari kekasihmu itu bocah bau! Apa dia sedang menyinggung kita?" tanya Long Yuan melalui telepati kepada Ling Tian.
"Brengs*k! Dia belum resmi jadi kekasihku cacing sialan! Kami masih adik kakak adik kakak terlebih dulu! Tch! Aku juga merasa sedikit tersindir olehnya! Hatiku lumayan berdarah!" jawab Ling Tian yang juga dengan keluhan.
"Dan lagi, wanita mengerikan itu menambah-nambah sakit saja!" geram Long Yuan.
"Hahhh.. Kita memang harus mengakui bahwa kita itu adalah pemalas!" lemah Ling Tian.
"Cih! Awas saja nanti! Wanita mengerikan itu akan kuberi pelajaran yang setimpal dengan penghinaan Naga Agung ini!" kata Long Yuan.
"Eh? Kok penghinaan? Dan lagi dimana Naga Agung itu? Maksudmu kamu sendiri? Kan kamu cacing bukan naga!" Ling Tian mengangkat satu alisnya.
"Sialan kau bocah bau! Jangan sebut aku dengan kata-kata itu terus! Menyindir secara terang-terangan adalah penghinaan bagiku!" jawab Long Yuan mendengus kesal.
__ADS_1
"Terserah kamu sajalah.." tutup Ling Tian.
"Cih!"
.
.
"Kalau begitu berdirilah! Tegakkan badanmu!" ujar Zhuge Ruxu memberikan instruksi.
"Baik guru!" Ling Lianhua menurut.
Ling Lianhua berdiri dan kembali menegakkan badannya. Dalam hatinya, dia sangat penasaran siapakah sebenarnya guru barunya ini. Hanya dengan melihat, dia mampu menganalisa dengan tepat asal muasalnya.
Padahal, Klan Lian saat ini adalah klan yang tidak pernah terdengar oleh siapapun. Mereka semua adalah perkumpulan orang-orang kuat yang bersembunyi dibalik bayangan yang ada dibelakang Klan Xiao daratan tengah.
Mengetahui Zhuge Ruxu telah selesai dengan urusannya, Ling Tian terbang melayang secara perlahan. Tindakannya sudah tentu menarik perhatian seluruh penonton.
Ling Tian melambaikan kedua tangannya dan aktiflah kedua formasi yang dia matikan sebelumnya, yaitu formasi tangga gravitasi dan formasi penjara ilusi jiwa.
"Turnamen telah usai.." teriak Ling Tian.
"Kita semua telah menyaksikan siapa saja yang menjadi juara kali ini! Aku, Ling Tian putra Ling Jun dan Hei Si mengucapkan selamat kepada para juara sekalian!..."
"Aku berharap kalian puas dengan hadiah yang aku berikan dan menggunakannya dengan sebijak-bijaknya..."
"Disini, aku sengaja mengaktifkan kedua formasi itu karena ingin memberitahukan kepada kalian semua bahwa kalian juga bisa berkesempatan menikmatinya!" tutur Ling Tian.
Seketika puluhan ribu penonton saling berbisik dan merasa senang dengan pengumuman yang disampaikan Ling Tian.
"Mohon maaf Tuan Muda Ling!" teriak seorang pria tua.
"Iya," sahut Ling Tian.
"Aku adalah Patriark Klan Lun dari Kota Awan.
Memasuki kedua formasi dan berlatih disana memanglah keinginan kami semua. Namun tentu saja Tuan Muda Ling tidak akan memberikannya dengan gratis bukan? Apakah ada persyaratan khusus untuk kami bisa memasukinya?" tanya Patriark Lun.
"Ohoo.. Ternyata anda cukup tanggap Patriark Lun! Aku memang memiliki satu syarat untuk kalian jika ingin menggunakan kedua formasi ini!" jawab Ling Tian dengan tersenyum.
__ADS_1
"Apa syaratnya Tuan Muda Ling?"