
Ling Tian terus menikmati makanannya yang sangat lezat itu, sementara kedua pemuda yang tiba-tiba dibelikan minuman mahal itu saling mengerutkan kening karena masih merasakan aneh.
"Siapa pemuda kaya itu? Apakah kamu mengenalnya?" tanya salah satunya sambil memegang satu botol arak terbaik yang dimiliki restoran penginapan.
"Aku bahkan baru saja melihatnya untuk pertama kali!" jawab temannya.
"Sepertinya pemuda itu ingin kita mendatanginya!" ucap pemuda yang pertama.
"Benar! Tapi nanti saja! Sepertinya dia sedang ingin menghabiskan makannya terlebih dahulu!" ujar temannya.
Akhirnya mereka berdua ikut menikmati minuman yang dibelikan oleh Ling Tian sembari menunggu Ling Tian selesai makan dan akan mendatanginya.
Setelah beberapa saat, Ling Tian akhirnya telah selesai acara makan-makannya. Kedua pemuda yang juga sedang menikmati minuman itu segera menghampiri Ling Tian.
"Tuan Muda!" ucap keduanya.
"Duduklah!" ujar Ling Tian dengan tenang.
"Baik!" jawab keduanya lalu duduk satu meja dengan Ling Tian.
Dengan tatapan yang penuh selidik dan bertanya-tanya, mereka penatap Ling Tian dengan lekat.
"Jadi, mengapa Tuan Muda memberikan kami minuman semahal ini?" tanya salah satu pemuda.
"Perkenalkan namaku She Tian dari Klan She!" ujar Ling Tian sambil menangkupkan kedua tangannya dengan hormat dan tidak menjawab pertanyaan pemuda sebelumnya.
"Oh.. Dari Klan She? Salam Tuan Muda She Tian! Aku Ju Hou dari Klan Ju dan ini saudaraku Ju Hoi!" ucap Ju Hou sambil menangkupkan kedua tangannya dengan hormat yang diikuti oleh Ju Hoi.
Dia menyadari kesalahannya yang tidak sopan mengajak berbicara dengan orang lain tanpa menanyakan siapa orang tersebut dan dari mana orang tersebut.
"Klan Ju? Klan sebelah yang sama kuatnya dengan Klan Xun atau Klan She kami! Suatu kehormatan bisa bertemu dengan tuan-tuan berdua ucap Ling Tian basa-basi agar tidak terlalu kaku.
"Haha.. Tuan Muda She Tian terlalu merendah! Klan Ju kami biasa-biasa saja! Oiya, mengapa Tuan Muda memberikan kami minuman mahal ini?" tanya Ju Hoi sambil menenteng botol minuman mahalnya.
"Oh.. Itu hanya sebagai ucapan terim kasihku saja!" jawab Ling Tian sambil tersenyum santai dan menuangkan minuman miliknya lada gelas.
__ADS_1
"Terima kasih?" ucap keduanya kebingungan.
"Benar! Mohon maaf sebelumnya karena alu tidak sengaja mendengarkan pembicaraan kalian! Dan ternyata obrolan kalian itu adalah informasi yang sedang aku cari!" jawab Ling Tian menjelaskan.
"Maksud Tuan Muda Tian mengenai dunia rahasia dan peraturan baru yang dikeluarkan oleh Raja Kota?" tanya Ju Hou.
"Benar! Dan bisakah kalian memberikan aku informasi yang lain selain peraturan baru dan menekan itu? Mungkin mengenai cara kita mengambil token masuk itu?" ujar Ling Tian memberikan jawaban singkat lalu menanyakan hal lain kepada kedua pemuda saei Klan Ju tersebut.
Kedua pemuda itu saling pandang satu sama lain. Mereka tidak langsung menjawab pertanyaan Ling Tian. Setelah hening beberapa saat, Ju Hou yang memang hanya dia yang mengetahui jawaban dari pertanyaan Ling Tian angkat bicara.
"Mengenai dua ribu token lain yang akan diserahkan untuk selain anggota Klan Xun itu harus melalui pembayaran khusus atau memperebutkannya melalui pertarungan!" jawab Ju Hou.
"Coba diperjelas lagi!" ujar Ling Tian.
"Kita bisa mendapatkan token itu jika kita membelinya dari Menara Putih Xunpei! Namun harga yang diberikan sangatlah mahal!" ucap Ju Hou menjelaskan.
"Selain itu, kita juga bisa mendapatkannya melalui pertarungan di Menara Hitam Xunpei! Kita akan dimintai bayaran rendah untuk masuk dan akan bertarung dengan generasi muda dari Klan Xun! Jika kita mengalahkan dua lawan dari generasi muda itu, maka kita bisa mendapatkan token masuk dunia rahasia Gunung Huashu!" lanjut Ju Hou.
"Oh.. Begitu? Klan Xun ini ternyata sangat serakah dalam harta! Sebelumnya aku mendengar bahwa setelah kita keluar dari dunia rahasia itu kita diwajibkan melelang satu sumber daya langka yang kita dapatkan dari dalam dunia itu, ternyata bahkan sebelum masuk saja juga sudah ada peraturan yang mencekik seperti itu!" ucap Ling Tian sambil menggelengkan kepala.
Ling Tian tertawa kecil ekspresi cemas keduanya. Dia lalu melambaikan tangan dan memperlihatkan sebuah array pelindung yang sangat tipis dan nyaris tidak kelihatan kepada keduanya.
Keduanya tentu sangat terkejut melihat array yang sudah terpasang dan melingkupi mereka bertiga.
"Sebuah array? Sejak kapan pemuda ini membuatnya?" tanya Ju Hoi terkejut kepada Ju Hou melalui telepati.
"Aku juga tidak tahu! Mungkinkah dia juga seorang master array?" ucap Ju Hou balik bertanya.
"Itu sudah pasti! Bahkan aku tidak menyadarinya sama sekali!" jawab Ju Hoi.
"Lalu apakah kamu mengetahui tingkatan kultivasinya?" tanya Ju Hou lagi.
"Sama sekali!" jawab Ju Hoi tidak tahu.
"Aku bahkan melihatnya hanya seperti manusia biasa tanpa aura kultivasi!" lanjut Ju Hoi.
__ADS_1
"Itu berarti She Tian ini sangatlah kuat dan sedang menyamar!" ujar Ju Hou.
"Oiya, apakah kamu mendengar keributan yang terjadi yang disebabkan oleh seorang pemuda daei Klan She yang menghajar Timuan Muda Mang Kang dan melawan Jendral Besar Mang Juan?" tanya Ju Hoi.
"Maksudmu?" Ju Hou mengerutkan keningnya.
"Mungkinkah pemuda ini orang itu?" ucap Ju Hoi dengan nada sedikit bergetar.
"Oh tidak! Mungkin saja benar!" jawab Ju Hou.
Mereka berdua tentu pernah mendengar berita beberapa hari lalu yang mengatakan seorang pemuda dari Klan She yang membuat keributan di dekat pintu gerbang Kota Xun lalu dengan terang-terangan menghajar Tuan Muda Mang Kang dan melawan ayahnya Jendral Besar Mang Juan yang berakhir seri yang menandakan kekuatan pemuda dari Klan She itu berada di Ranah Raja Puncak.
Setelah menenangkan keterkejutannya dan sedikit berdiskusi, kedua pemuda dari Klan Ju itu menatap Ling Tian dengan lekat.
"Lalu apa yang Tuan Muda Tian inginkan dari kami lagi?" tanya Ju Hou yang menyadari maksud Ling Tian.
Ling Tian tersenyum kepada keduanya.
"Lalu apakah kalian sudah mempunyai token masuk itu?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja belum! Karena Menara Hitam Xunpei baru akan dibuka siang ini!" jawab Ju Hou.
Ling Tian tersenyum kembali mendengar jawaban yang dikeluarkan oleh Ju Hou.
"Bagaimana jika aku memberikan token itu nanti kepada kalian berdua? Jadi kalian hanya perlu duduk santai sambil menonton aku bertarung! Aku ingin sedikit menghajar beberapa generasi muda Klan Xun ini dengan tanganku!" ucap Ling Tian santai.
"Tuan Muda! Penawaran anda memanglah sangat menggiurkan kami berdua! Tapi pastinya itu bukan penawaran gratis bukan?" tanya Ju Hou dengan tatapan menyelidik.
Ling Tian tertawa renyah melihat ekspresi Ju Hou yang sedikit berubah itu.
"Tentu saja! Aku hanya ingin tahu apakah kalian berdua mempunyai peta di dunia rahasia itu? Aku yakin dunia itu sudah beberapa kali terbuka dan kemungkinan besar jika beberapa orang dari klan kalian yang pernah masuk kesana juga membuat sebuah peta!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.
__________________________________________
*Mohon maaf, mungkin hari ini cuma Up satu bab. Karena Author lagi kurang sehat. Harap readers semua memaklumi.
__ADS_1