Ling Tian

Ling Tian
Menuju Gunung Diyu


__ADS_3

Ling Tian dan Mao An terbang diatas langit-langit yang tidak jauh dari Kota Xudong. Mereka berdua melihat awan merah dengan petir yang terus berderu tiada henti.


"Sungguh fenomena yang mengerikan!" ucap Mao An.


"Benar!" jawab Ling Tian menambahi.


"Jadi, kita hendak kemana lagi Tuan Muda?" tanya Mao An.


"Tentu saja kembali ke Kota Yunzun dan memberikan apa yang memang menjadi milik mereka!" jawab Ling Tian.


Dia lalu mengeluarkan sebuah gulungan yang terlihat kuno dan melihatnya dengan detail. Ling Tian menganggukkan kepala lalu menyimpannya kembali dan menatap Mao An.


"Baiklah.. Ayo kita berangkat sekarang lalu setelahnya menuju gunung diyu!" ucapnya.


"Ayo gas kan!" sahut Mao An bersemangat.


Swooosshhh...


Keduanya melesat dengan kecepatan tinggi dan terlihat seperti dua kilatan cahaya emas yang menjauhi Kota Xudong.


Diatas benteng gerbang kota, Tetua Liong He yang kini telah menjadi Raja Kota Xudong ditemani Liong Zi dan beberapa anggota dari Fraksi Naga Emas serta menteri dari Klan Situ melihat dua kilatan cahaya emas yang semakin menjauh itu dengan helaan nafas.


"Tuan Muda Ling Tian telah pergi! Mari kita kembali ke istana sekarang!" ucap Liong He.


"Baik Yang Mulia!" ucap semua orang.


Mereka semua pergi meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke istana kota guna mengatur ulang tatanan Kota Xudong yang kini terlihat ricuh karena fenomena awan merah yang terlihat seperti darah dengan petir yang terus menderu.


***


Tiga jam kemudian, Ling Tian dan Mao An telah sampai di Kota Yunzun. Kota milik para monster beast dan hewan siluman itu tampak begitu damai dengan suasana yang sangat tenang.


Keduanya langsung memasuki kota dengan cara menerobos kubah array pelindung dengan tanpa ketahuan komandan yang berjaga.


Ling Tian dan Mao An muncul didalam aula pertemuan istana Ratu Siluman Huli Hei dan mengejutkan semua orang yang disana.


"Hormat Tuan Muda Ling Tian! Hormat Tuan Mao An!" ucap Huli Hei sambil turun dari tahtanya lalu berlutut yang diikuti oleh para jendral dan tetua yang ada ditempat tersebut.


"Berdirilah! Hormat kalian aku terima!" ujar Ling Tian dengan ramah.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Muda! Silakan duduk!" kata Ratu Huli Hei meminta Ling Tian dan Mao An duduk di kursi kehormatan.


"Baik!" jawab keduanya.


"Huli Hei! Tolong panggilkan Kong Ki dan beberapa jendral serta menterinya untuk datang ke tempat ini sekarang! Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!" lanjutnya memberikan perintah.


"Baik Tuan Muda!" jawab Huli Hei lalu mengeluarkan sebuah giok penghubung untuk memberitahukan pesan kepada Raja Beast Kong Ki.


Sambil menunggu kedatangan Kong Ki beserta petingginya, mereka berbincang-bincang santai sambil menikmati hidangan ringan yang disediakan oleh para pelayan sebelumnya.


Setengah jam kemudian, Kong Ki dan para petinggi dari ras monster beast tiba ditempat itu.


"Hormat kepada Tuan Muda Ling Tian!" ucap Kong Ki sambil berlutut yang diikuti para petingginya.


"Hormat kalian aku terima! Berdirilah!" ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah.


"Saudara Kong Ki dan para petinggi sekalian! Silakan duduk!" ujar Ratu Siluman Huli Hei meminta mereka duduk.


"Baik! Terima kasih saudari Huli Hei!" jawab Kong Ki yang langsung duduk di kursi yang tersedia. Para petinggi dari ras monster beast juga mengikuti raja mereka.


"Baiklah.. Karena kalian semua telah berkumpul aku akan menyampaikan sesuatu sekarang!" ucap Ling Tian lalu melambaikan tangannya.


Sebuah gulungan kulit dan telur berwarna biru keemasan dengan aura kuno muncul dari kehampaan diatas meja depan Ling Tian.


"Aku telah membawa kembali harta milik kalian! Dan gulungan kulit ini adalah surat perjanjian damai dan saling membantu antara Kota Xudong dan Kota Yunzun!" ucap Ling Tian.


Semua orang yang ada di aula pertemuan itu menatap Ling Tian dengan haru dan mata yang berbinar. Mereka tidak menyangka bahwa seorang pemuda yang tiba-tiba datang dati antah berantah dan menjadi tuan mereka benar-benar membawakan harta paling berharga milik ras beast dan ras siluman.


"Tuan Muda!" ucap semua orang sambil turun dari kursi dan berlutut dihadapan Ling Tian.


"Terima kasih!" kata Kong Ki sambil menangis haru.


"Kalian semua berdirilah!" perintah Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!" turut semua orang lalu berdiri.


"Kalian semua sekarang adalah suadaraku! Ingat! Kalian adalah saudaraku! Jadi jangan pernah lagi berucap terima kasih kepadaku! Karena sudah menjadi kewajiban seorang saudara untuk membantu saudaranya yang membutuhkan bantuan!" ucap Ling Tian membuat semua orang dari ras beast dan siluman merasakan kehangatan bersama.


"Baik Tuan Muda Ling!" ucap semua orang.

__ADS_1


"Baiklah.. Aku atas nama para saudaraku yang sebelumnya telah membantai saudara-saudara kalian mengucapkan permintaan maaf yang setulus-tulusnya!" kata Ling Tian sambil turun dari tempat duduk dan hendak menangkupkan kedua tangan.


Hal itu langsung dicegah oleh Kong Ki dan Huli Hei dengan memegangi bahu kanan dan kiri Ling Tian.


"Tuan Muda!" ucap Huli Hei menggelengkan kepala.


"Kejadian itu bukanlah salah Tuan Muda ataupun saudara-saudara yang lain! Itu murni karena kita sedang berperang saat itu!" ucap Raja Beast Kong Ki dengan hormat.


Ling Tian tersenyum melihat tatapan ketulusan kedua pemimpin tertinggi Kota Yunzun tersebut.


"Baiklah jika begitu!" ujar Ling Tian dengan tersenyum hangat.


"Oiya, kalian berdua kirimkanlah beberapa komandan atau jendral dengan pasukannya ke Kota Xudong sebagai tanda bahwa kalian menerima dan menjalankan perjanjian damai itu. Dan juga sebagai pemererat hubungan kedua kota!" lanjutnya.


"Baik Tuan Muda!" jawab keduanya menurut.


"Baiklah.. Jika begitu aku dan saudaraku Mao An akan kembali melanjutkan perjalanan. Kalian semua terus jagalah perdamaian ini dan menjadi lebih kuat lagi! Aku mungkin akan memerlukan bantuan kalian suatu hari nanti!" ucap Ling Tian sambil melihat Mao An yang sedari awal hanya diam mengamati.


"Baik Tuan Muda! Kami akan dengan senang hati menjaga berdamaian ini dan siap membantu jika Tuan Muda membutuhkan!" jawab Kong Ki mewakili semua orang.


"Baiklah.. Kami pergi sekarang! Mao An.." ucap Ling Tian melihat Mao An.


Mao An hanya menganggukkan kepala lalu tiba-tiba keduanya sudah menghilang dari tempat itu.


"Terima kasih Tuan Muda!" ucap semua orang setelah kepergian keduanya.


***


Dua kilatan cahaya keemasan melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan kota para beast dan siluman. Keduanya melesat bagaikan bintang jatuh karena saking cepatnya.


"Kira-kira berapa lama waktu yang akan kita perlukan hingga sampai di gunung diyu?" tanya Mao An.


"Jika dilihat dari jaraknya yang lebih dari seratus ribu mil dan dengan kecepatan kita sekarang, kurang lebih kita akan sampai dalam waktu dua atau tiga bulan perjalanan!" jawab Ling Tian dengan tenang.


"Diih.. Daratan tengah sungguh sangat luas!" ucap Mao An menanggapi.


"Benar! Dan dalam waktu dua atau tiga hari perjalanan, kita akan sampai di Hutan Tanpa Batas yang tidak pernah terjamah oleh manusia!" ujar Ling Tian.


"Hutan Tanpa Batas? Mengapa namanya begitu berlebihan seperti itu?" Mao An mengerutkan kening.

__ADS_1


"Kita akan segera mengetahuinya nanti!" jawab Ling Tian santai.


__ADS_2