Ling Tian

Ling Tian
Pecahnya Perang 5


__ADS_3

Boommm... Boommm...


Boommm...


Suara ledakan terus saja menggema saat Pimpinan Tertinggi manusia primitif menggantam salah satu dari sepuluh orang yang mengeroyoknya.


"Hahaha.. Kalian hanyalah sampah! Sampai kapan pun kalian semua tidak akan ada yang bisa mengalahkanku!" seru Pimpinan Tertinggi manusia primitif dengan sombong.


Sementara untuk kesepuluh orang yang mendengar keseruan dari lawan mereka yang sangat sombong hanya memasang wajah masam. Sepanjang pertarungan ini bahkan mereka semua belum pernah menyarangkan serangan kepada Pimpinan Tertinggi manusia primitif meski hanya satu serangan.


Mereka benar-benar dibuat putus asa oleh Pimpinan Tertinggi manusia primitif dan merasa ingin menyudahi pertarungan serta menghancurkan token yang ada pada diri mereka. Akan tetapi mereka sangat menyayangkan jika pedang dewa yang menjadi harta langit dan bumi akan jatuh ketangan orang lain.


"Sial! Dia kuat sekali! Bagaimana caranya kita mengalahkan dia?" tanya Kong Ki yang mengeluh dengan kekuatan yang dimiliki oleh Pimpinan Tertinggi manusia primitif padahal dirinya adalah orang yang paling terakhir datang membantu mengalahkannya.


"Kami juga tidak tahu! Sedari awal kami juga tidak memiliki solusi kecuali hanya berusaha untuk menguras semua tenaga yang dimiliki oleh Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu!" jawab Tetua Liong He yang sama tidak berdayanya dengan Kong Ki.


"Sebenarnya dimana dan sedang apa Tuan Muda Tian sehingga sampai sekarang dia belum muncul juga!" keluh Kong Ki. Dia sudah dibuat babak-belur oleh Pimpinan Tertinggi manusia primitif.


"Tuan Muda Tian?" tanya Tetua Liong He mengerutkan kening.


"Benar! Tuan Muda Tian! Sebelumnya aku itu tertangkap dan di penjara! Aku dengan semua orang lalu didatangi oleh Tuan Muda Tian dan dibebaskannya! Aku yakin dengan kedatangannya pasti memberikan solusi untuk kita semua dapat mengalahkan Pimpinan Tertinggi manusia primitif yang sangat sombong itu!" kata Kong Ki menjelaskan.


"Aku harap dia segera datang!" kata Tetua Liong He.


"Bersabarlah sebentar! Dia akan segera tiba!" tiba-tiba sebuah suara dari arah belakang menjawab perkataan dari Tetua Liong He.


Swusshh...


Suara itu dibarengi dengan sebuah energi tombak melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Pimpinan Tertinggi manusia primitif.

__ADS_1


Boommm...


Ledakan lumayan dahsyat menggelegar saat energi tombak itu menghantam pedang pusaka tingkat hitam kualitas sempurna yang dipegang oleh Pimpinan Tertinggi manusia primitif.


Tidak hanya timbul ledakan saja, akan tetapi Pimpinan Tertinggi manusia primitif juga dibuat mundur puluhan langkah oleh efek dari ledakan itu. Hal itu sontak membuat semua orang tercengang dan sedikit harapan untuk dapat mengalahkan musuh kuat kembali ada.


Semua orang langsung melihat ke arah di mana energi tombak itu muncul dan mereka mendapati seorang pria muda yang tampak sedang melesat menuju ke arah pertarungan mereka.


"Itu Tuan Mao An!" kata Tetua Liong He.


"Benar! Harapan menang telah kembali ada!" ujar Kong Ki yang mulai mengembangkan senyumnya.


Pimpinan Tertinggi manusia primitif sangat terkejut saat mendapati serangan tiba-tiba dari sebuah energi tombak salah satu manusia yang baru saja datang. Dia menatap tajam ke arah Mao An dengan niat membunuh yang cukup kuat meledak dari dalam tubuhnya.


"Heh! Mengapa kalian hanya diam? Ayo keroyok lagi manusia tanpa baju ini! Dia itu hanya setara dengan ranah Pendekar Perak saja! Masa iya kalian yang sudah ada di puncak kultivasi akan selama ini dan menyerah begitu saja? Sial! Mending kalian hancurkan dantian kalian saja dan jadilah manusia biasa yang lemah!" ucap Mao An dengan pedasnya untuk membakar kembali semangat kesepuluh orang yang sebelumnya mulai meredup.


"Cih! Benar sekali yang diucapkan olehnya itu! Ayo! Kalian para anak buahku dari organisasi gedung pembunuh! Serang keparat itu!" seru Han Tianba langsung tersulut.


Akhirnya semua orang yang tersisa juga mengikuti kobaran semangat yang dimunculkan oleh Mao An. Mereka terus bertarung melawan Pimpinan Tertinggi manusia primitif dengan gagah berani meskipun kondisinya tidak jauh berbeda dari sebelumnya.


Mereka terus saja dibuat terlempar ke sana kemari dan babak-belur dugem mentah dari Pimpinan Tertinggi manusia primitif ataupun saya akan pedang dewa yang dipegang tangannya.


"Hahaha.. Sudah aku katakan bahwa aku tidak terkalahkan! Meski seribu orang melawanku, kalian tidak akan pernah bisa mengalahkanku!" seru Pimpinan Tertinggi manusia primitif sambil tertawa terbahak-bahak dan meremehkan semua orang termasuk Mao An yang sudah datang membantu.


"Oh ya?"


Tiba-tiba sebuah suara seorang pemuda muncul dari arah belakang Pimpinan Tertinggi manusia primitif. Semua pandangan langsung mengarah kepadanya dan melihat sosok pemuda bertopeng yang sedang menggendong seorang anak laki-laki berumur sekitar 5 tahun yang sedang tidak sadarkan diri.


"Kau! Siapa kau? Dan itu.. Putraku.." ucap Pimpinan Tertinggi langsung berwajah pucat.

__ADS_1


"Ada apa? Bagaimana jika aku mematahkan leher putra kesayanganmu ini?" tanya Ling Tian sambil tersenyum.


"Kau! Jangan lakukan!" teriak marah Pimpinan Tertinggi manusia primitif. Raut wajahnya kini menjadi sangat ketakutan namun mengandung kemarahan yang luar biasa.


"Jika tidak ingin.. Maka menyerah sajalah!" kata Ling Tian dengan seringai lebar dari sudut bibirnya.


Semua orang dari Fraksi Putih yang mengenal Ling Tian langsung berjalan mendekatinya dan menakutkan kedua tangan untuk menunjukkan rasa hormat.


"Salam Tuan Muda!" kata semuanya dengan hormat.


"Ya! Kalian hajar saja manusia aneh itu! Jika dia melawan, maka aku tidak akan segan-segan untuk mematahkan leher anak ini!" ucap Ling Tian dengan santai.


"Baik Tuan Muda!" ucap semua orang dengan bersemangat.


Mereka semua akhirnya melesat dan menghampiri serta menghajar habis-habisan lawan yang merepotkan itu dengan tanpa takut sedikitpun akan serangan balik dari Pimpinan Tertinggi manusia primitif itu sendiri.


"Jika kau melawan sedikit saja, maka Tuan Muda akan mematahkan suatu persatu tulang-tulang anak emasmu itu!" ucap Mao An sambil tersenyum menyeringai dan menonjol wajah dari Pimpinan Tertinggi manusia primitif dengan sangat kuat.


Boommm...


Sementara untuk Han Tianba, pasukan Fraksi Hitam dan Leluhur Lian Qin dibuat tercengang oleh penghormatan yang diberikan oleh pemimpin dari Fraksi Putih kepada pemuda bertopeng yang baru saja datang dan memberikan ancaman.


Mereka sangat penasaran dengan identitas pemuda bertopeng itu. Bagaimana mungkin orang-orang yang memiliki pangkat tinggi dan kekuatan yang besar seperti pemimpin organisasi Naga Pengelana dan ketua dari Asosiasi Alkemis terlihat sangat menghormati pemuda itu.


"Apa kau yang dari aliran putih mengetahui identitas pemuda bertopeng itu?" tanya Han Tianba kepada Leluhur Lian Qin dengan raut wajah sangat penasaran.


"Aku sama sekali tidak mengenalnya! Tapi bagaimana mungkin pemuda antah berantah itu sangat dihormati oleh para petinggi seperti Wen Wushang dan Zhong Lin?" jawab Leluhur Lian Qin juga sangat penasaran.


"Tidak perlu terlalu penasaran untuk sekarang ini! Lebih baik kita ikut menghajar Pimpinan Tertinggi manusia primitif yang hanya diam dan menjadi bulan-bulanan mereka!" kata salah satu jenderal kepercayaan Han Tianba.

__ADS_1


"Kamu benar sekali!" angguk Han Tianba.


__ADS_2