Ling Tian

Ling Tian
Kota Qingque


__ADS_3

"Zhuge? Aku tak pernah mendengar ada Klan Zhuge di Benua Langit ini! Siapa kau sebenarnya?" Long Yuan kembali agak marah karena merasa wanita didepannya mengucapkan omong kosong.


"Anda tentu tidak akan mengetahuinya tuan! Karena hanya orang-orang yang selamat setelah perang besarlah yang mengetahui Klan Zhuge!" jawab Zhuge Ruxu dengan tenang.


"Maksudmu?" tanya Ling Tian sedikit mempunyai spekulasi.


"Benar yang Tuan Muda Ling duga! Aku adalah satu-satunya orang Klan Zhuge yang selamat dari perang besar itu!" kata Zhuge Ruxu.


"Lalu mengapa kau berlutut seperti itu dedepanku?" heran Ling Tian.


"Anda adalah Tuan Muda dari Klan Ling! Anda pasti keturunan dari tuan Klan Zhuge kami Ling Dong!" jawab Zhuge ruxu dengan jujur.


"Ling Dong!" Giliran Long Yuan yang entah mengapa terkejut. Dia seperti mengenali orang yang bernama Ling Dong namu dia berusaha tetap diam.


"Ada apa saudara Long? Apakah kamu tahu sesuatu tentang Ling Dong itu?" tanya Ling Tian mengangkat alisnya karena dia tentu tahu siapa Ling Dong dari ingatan jiwa yang sebelumnya menyatu.


"Ah! Tidak-tidak! Aku tidak tahu apapun tentangnya!" jawab Long Yuan terburu-buru.


"Oh.. Begitu!" angguk Ling Tian.


"Tuan Muda!" panggil Zhuge Ruxu.


"Iya.." sahul Ling Tian.


"Siapakah nama Tuan Muda ini?" tanya Zhuge Ruxu.


"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, berdirilah! Aku tidak suka orang yang berlutut kecuali kepada orang tuanya sendiri!" tutur Ling Tian memberi perintah Zhuge Ruxu untuk berdiri.


"Maaf, baik Tuan Muda!" kata Zhuge Ruxu sambil berdiri.


"En.. Namaku Ling Tian putera Ling Jun! Dan benar aku adalah keturunan ke tiga belas dari Leluhur Ling Dong!" ungkap Ling Tian dengan jujur.


Zhuge Ruxu sangat senang mendengar pengungkapan Ling Tian dan dapat melihat secara langsung keturunan tuannya dimasa lalu. Hal yang sama terjadi kepada Long Yuan yang terlihat sangat bahagia dan terpancar sorot mata penghormatan yang lebih kuat lagi kepada Ling Tian. Entah dengan alasan apa tidak ada yang tahu.


"Tuan Muda Tian! Hamba yang rendah ini meminta maaf sebelumnya telah melukai anda! Hamba siap menerima hukuman!" ujar Zhuge Ruxu yang hendak berlutut lagi namun segera ditahan oleh aura tak kasat mata Long Yuan.


Long Yuan cukup faham dengan Ling Tian dan setidaknya tidak harus mengucapkan kata 'jangan berlutut' untuk kedua kalinya kepada Zhuge Ruxu hingga buat Ling Tian kembali tidak senang. Sungguh! Benar-benar jiwa pelayan terbaik Shen Zhu Long!


Zhuge Ruxu yang tertahan segera melirik Long Yuan yang memelototinya tanda jangan berlutut lagi! Dia faham dan berdiri dengan tegak.

__ADS_1


"Tidak perlu meminta maaf! Lagi pula bukankah kau bisa melihat aku baik-baik saja?" Ling Tian bertanya dengan senyuman tulus yang mengembang.


Zhuge Ruxu meliahat Ling Tian dengan seksama. Memang tidak ada luka sedikitpun kecuali hanya bekas darah yang dimuntahkan sebelumnya. Dia tidak tahu bahwa tubuh Ling Tian adalah tubuh terkutuk yang bahkan senjata pusak tingkat dewa pun tidak akan bisa menggoresnya.


"Tidak ada kan?" tanya Ling Tian lagi.


"Tidak Tuan Muda Tian!" jawab Zhuge Ruxu.


"Baiklah.. Sampai disini saja. Apakah ada yang mau kamu katakan sebelum kami melanjutkan perjalanan?" tanya Ling Tian kepada Zhuge Ruxu dengan lembut. Dia juga tau sesuatu serta merencanakan beberapa hal dibenaknya.


"T-tuan Muda! Bolehkan hamba mengikuti anda? Hamba bersumpah akan melayani anda dengan baik!" kata Zhuge Ruxu dengan suara pelan.


"Oohh.. Beri aku alasan mengapa aku harus mengizinkanmu mengikutiku?" tanya Ling Tian tersenyum sedikit menyeringai.


"H-hamba hanya ingin kembali menjadi pelayan Klan Ling seperti semestinya yang harus Klan Zhuge lakukan sebagaimana kepada Tuan Ling Dong!" jawab Zhuge Ruxu.


"Hmm.. Baiklah! Aku mengizinkanmu untuk mengikutiku. Tapi aku ingin kau merawat buah-buahan yang kumiliki. Dan jika aku membutuhkanmu aku akan meminta bantuan lain kepadamu!" ucap Ling Tian.


"Hamba siap dan bersumpah Tuan Muda!" ujar Zhuge Ruxu dengan senang saat Ling Tian memberinya izin untuk mengikutinya.


Andai saja ada orang lain di Benua Langit yang tahu bahwa Ling Tian hendak memperkerjakan Pendekar Berlian Puncak menjadi tukang kebun, maka mereka pasti akan mengutuki Ling Tian sampai mati karena kurang ajarnya.


"T-tuan Muda, apakah-" ucapan Zhuge Ruxu terpotong oleh Ling Tian.


"Tentu saja aku bisa mengeluarkan uara kematian ditubuhmu! Kemarilah!" ucap Ling Tian lalu memberi perintah.


"Ba-baik Tuan Muda!" turut Zhuge Ruxu.


Zhuge Ruxu berjalan dan menghampiri Ling Tian. Dia diminta menghadap kebelakang dan Ling Tian menyentuh punggungnya.


"Serap!" ucap Ling Tian lirih.


Swissh...


Ling Tian menggunakan manual kultivasi pelahapnya untuk menyerap aura kematian Zhuge Ruxu. Dia tidak mempermasalahkan sama sekali dengan aura kematian yang masuk di tubuhnya. Justru Ling Tian sangat senang saat mendapatkan aura kematian langsung tersingkron dengan elemen bayangan miliknya saat memasuki tubuh.


Perlahan aura kematian ditubuh Zhuge Ruxu terserap sedikit demi sedikit hingga habis. Hanya butuh waktu lima belas menit bagi Ling Tian untuk menyerap aura kematian ditubuh pelayan barunya itu. Karena memang Ling Tian sudah hampir sepenuhnya menguasai manual pelahapnya sehingga penyerapannya sangat cepat.


"Selesai!" ujar Ling Tian menghela nafas.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Muda Tian!" ucap Zhuge Ruxu senang saat aura kematian ditubuhnya benar-benar telah hilang sepenuhnya.


"Sudahlah.. Lupakan! Kau sekarang adalah bagian dari kami. Maka masuklah dan silahkan jalan tempati kamar manapun serta jalankan tugasmu!" tutur Ling Tian sambil membuka gerbang dunia jiwa.


"Masuklah ke dunia jiwaku!" katanya lagi.


"D-unia jiwa! B-baik Tuan Muda!" jawab Zhuge Ruxu bergetar lalu masuk kedalam gerbang dunia jiwa Ling Tian.


Ling Tian menutup gerbang dan kembali menghela nafas.


"Haahh.. Aku sungguh menyangka," kata Ling Tian.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan lagi ditempat ini?" tanya Long Yuan yang sejak awal hanya diam dan memperhatikan saja.


"Tentu saja menyerap semua aura kematian disini!" jawab Ling Tian tersenyum. Bagaimana tidak? Aura kematian adalah aura kebalikan dari aura kehidupan! Dan Ling Tian mampu menyerap aura atau elemen apapun yang sifatnya saling berlawanan. Dan yang terpenting adalah kekuatan Ling Tian pasti akan meningkat setelah menyerap aura kematian yang sangat pekat di Hutan Beringin ini.


"Apa tidak berbahaya bagimu?" tanya Long Yuan sedikit khawatir.


"Tidak sama sekali! Justru ini harta berharga bagiku!" jawab Ling Tian yang kemudian kangsung duduk bersila dan mengolah manual kultivasi pelahapnya secara maksimal.


Swooossshhh...


Tiga pusaran angin hitam tercipta dan menyerap dengan ganas aura apapun khususnya aura kematian yang ada di Hutan Beringin.


***


Ling Tian dan Long Yuan kembali melanjutkan perjalanannya setelah aura kematian di Hutan Beringin benar-benar terserap habis oleh Ling Tian dalam waktu tujuh jam lamanya. Saat ini Hutan Beringin sudah menjadi layaknya hutan biasa yang tidak terlalu mencekam.


Kekuatan Ling Tian juga naik cukup signifikan. Sebelumnya kekuatannya hanya di ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2 dan saat ini dia sudah berada di ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 8. Sungguh kenaikan yang sangat cepat dan gila!


Mereka berdua pergi meninggalkan Hutan Beringin dan melewati beberapa desa serta perkampungan kecil.


Setelah menempuh perjalanan yang menurut Ling Tian cukup membosankan selama hampir dua puluh jam, akhirnya mereka dapat melihat kota yang sangat besar dan megah dengan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi keatas langit.


"Kota yang ada didepan kita adalah Kota Qingque. Apakah kita akan mampir disana atau melewati saja?" tanya Long Yuan.


"Kita akan berhenti dan beristirahat. Dan juga aku tidak ingin terburu-buru sampai di Ibukota!" jawab Ling Tian.


Mereka berdua turun setelah berjarak kurang dari satu kilo meter dari gerbang kota.

__ADS_1


__ADS_2