
"T-tuan.." ucap sang pemimpin bandit ketakutan.
"Apa lagi kampret! Aku tidak mau mendengar apapun ocehan kalian! Sekarang copot cincin penyimpanan kalian lalu berikan kepada Tuan Mudah tanpan ini!" ujar Ling Tian dengan nada tinggi membuat semua orang itu ketakutan.
Sang pemimpin bandit sangat terkejut mendengar seruan Ling Tian. Dia tidak menduga bahwa pemuda kuat yang sangat narsis itu mengetahui identitasnya.
'Sial! Darimana pemuda mengerikan ini tahu identitasku yang dari ras kelelawar?' batin pemimpin bandit dengan menangis. Dia lalu mencopot cincin penyimpanannya dan meminta semua orang-orangnya melakukan hal yang sama kemudian memberikan kepada Ling Tian.
Sebenarnya Ling Tian hanya asal-asalan saja bicara kata kampret, namun dia tidak menduga bahwa pemimpin kelompok bandit itu berasal dari ras beast jenis kelelawar.
Setelah menerima cincin penyimpanan mereka, Ling Tian lalu menarik kembali aura tirani yang dia lepaskan serta domain pedang miliknya. Namun hal itu tidak membuat kedelapan bandit ilegal dan keroco itu menjadi tenang. Mereka tetap saja ketakutan karena bisa saja Ling Tian bertingkah iseng dengan membunuh jika mereka bergerak walau hanya sedikit saja.
Mereka tahu bahwa orang yang sudah menguasai domain pedangnya sendiri maka sudah dipastikan sudah menguasai niat pedang. Dan karena alasan itulah mereka tidak berani berkutik.
Ling Tian lalu memeriksa satu persatu cincin rampasan itu lalu mengangguk dengan puas.
"Terima kasih semua! Kalian benar-benar baik kepadaku!" ucapnya dengan senang.
Kedelapan bandit hutan persik itu hampir terjatuh dari berdirinya saat mendengar ucapan Ling Tian. Mereka hanya bisa mengutuk pemuda sialan itu didalam hati.
"Kau kemari!" ucap Ling Tian sambil menunjuk salah satu pemuda.
"S-saya T-,tuan!" ucap pemuda itu gemetaran.
"Iya.. Kamu! Siapa lagi! Kemarilah!" bentak Ling Tian kesal.
"B-baik Tuan!" jawab pemuda itu lalu berjalan mendekati Ling Tian dengan kaki bergetar ketakutan. Bahkan tanpa sadar dia sudah ngompol di celana.
"Cih! Jorok sekali kau!" hardik Ling Tian dengan kesal. Dia yang memiliki penciuman tajam tentu mencium bau tidak sedap itu.
"M-maaf Tuan.. A-aku tidak sengaja!" ucap pemuda itu semakin ketakutan.
__ADS_1
Ling Tian tidak menjawabnya lagi, tapi dia mencengkram erat kepala pemuda itu.
"Serap!" ucapnya lalu menyerap kultivasi pemuda itu secara besar-besaran.
Pemuda itu menggeliat kesakitan namun tidak berani untuk berteriak. Dia hanya merasakan kultivasinya menurun secara perlahan dari tingkat Ranah Raja Tahap Awal kini menjadi Pendekar Berlian Akhir. Terus terserap hingga menjadi Pendekar Emas Awal.
Ling Tian melepaskan cengkramannya dan menjatuhkan pemuda yang sudah pucat pasi karena menahan sakit itu begitu saja. Sementara ketujuh orang lainnya semakin bergetar setelah mengetahui apa yang dilakukan kepada anggotanya.
"Tenang saja! Aku tidak akan membunuh kalian! Aku hanya memberikan sedikit hukuman kepada kalian dengan menyerap kultivasi kalian hingga tingkat Pendekar Emas Awal! Kalian bisa menaikkannya lagi ke puncak suatu hari nanti!" ucap Ling Tian memberikan sedikit hiburan.
Ucapannya itu memang sedikit menghibur kedelapan kelompok bandit itu karena nyawa mereka telah tertolong, namun tetap saja mereka merasakan kepahitan karena kultivasi selama ratusan bahkan ribuan tahun mereka akan lenyap begitu saja.
"Wanita jelek! Kamu maju!" ucap Ling Tian menunjuk wanita yang sebelumnya menginginkan dirinya menjadi pelayannya.
"B-baik Tuan!" ucap wanita itu dengan tubuh ketakutan. Dia sangat takut jika pemuda mengerikan didepannya itu mengingat kembali apa yang pernah dia katakan sebelumnya.
Ling Tian lalu melakukan hal yang sama kepada kepada wanita itu seperti halnya yang dia lakukan kepada pria sebelumnya. Selesai dengan wanita itu, Ling Tian menggilir keenam yang tersisa dengan pimpinan bandit menjadi yang terakhir.
Wajah mereka terlihat begitu kusut seperti baju yang tidak disetrika selama dua atau tiga tahun lebih. Mereka hanya bisa menyesali perbuatannya yang ternyata salah mengincar mangsa.
Lima belas menit kemudian, Ling Tian menghela nafas panjangnya karena nyatanya hasil yang dia dapatkan tidaklah begitu memuaskan. Dia hanya bisa memadatkan energi Qi sedikit saja.
Ling Tian lalu mengarahkan pandangannya kepada delapan bandit yang sedang terduduk dengan lemas.
"Kalian semua kemarilah!" ucapnya dengan tegas.
Kedelapan orang itu dengan tertatih-tatih mendekati Ling Tian dengan cepat.
"K-kami Tuan!" ucap mereka bersamaan dengan menundukkan kepala.
"Kalian semua! Aku meminta sedikit esensi darah kalian! Masukkan dalam botol-botol ini!" ujar Ling Tian lalu mengeluarkan delapan botol yang biasa untuknya menyimpan sebuah pil.
__ADS_1
Mereka semua dengan tanpa ragu mengeluarkan esensi darahnya yang berharga dan memasukkannya kedalam botol tersebut. Meski mereka sebenarnya sedikit bingung untuk apa esensi darah itu.
"Ini Tuan!" ucap pemimpin bandit sambil memberikan delapan botol yang berisi esensi darahnya dan anggotanya.
"Baik! Kalian semua boleh pergi sekarang! Namun ingat! Jadilah orang baik! Jangan mengulangi kesalahan yang sama! Jika itu bukan aku, mungkin kalian sudah bertemu dengan dewa kematian sekarang! Kalian mengerti?" ucap Ling Tian mengingatkan.
Ling Tian sebenarnya bisa saja membunuh mereka semua dengan sangat mudah. Namun dia tidak ingin rasa haus membunuhnya akan muncul dari hatinya jika dia terus-terusan membunuh dengan sembarangan.
"K-kami mengerti Tuan!" jawab kedelapan orang itu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan cepat lalu kemudian menghilang dari pandangan Ling Tian.
Ling Tian hanya menghela nafasnya dengan panjang lalu bangkit dari batu tempatnya duduk. Dia kemudian juga melesat meninggalkan hutan persik melanjutkan perjalanannya ke Kota Xun.
Tidak terasa dua hari telah kembali berlalu. Ling Tian yang menggunakan tampilannya sendiri namun menggunakan aura dari She Danfan akhirnya melihat sebuah kota yang sangat besar berada tidak jauh darinya.
Dan benar! Kota itu adalah Kota Xun. Sebuah kota yang dikuasai oleh Klan Xun yang merupakan klan beast jenis kerbau bertanduk emas. Mereka sangat terkenal dengan ras beast yang memiliki pertahanan yang sangat kuat. Jika Klan She memiliki elemen racun sebagai bawaan, maka Klan Xun ini memiliki elemen logam yang sangat kuat.
Klan Xun adalah klan tingkat menengah yang kekuatannya hampir sama dengan Klan She. Mereka sama-sama memiliki dua orang kuat yang menjadi Patriark dan Tetua Agung klan.
Meskipun Klan Xun ini masih berada di tingkat menengah, tapi dalam hal pertahanan tempurnya yang mengandalkan elemen logamnya mereka setara dengan klan tingkat tinggi.
Ling Tian berjalan dengan santai menuju pintu gerbang kota. Dua orang prajurit jaga segera menghampirinya.
"Tuan! Anda akan memasuki Kota Xun! Perlihatkan identitas!" ucap salah satu dari mereka dengan tegas.
Dengan tenang Ling Tian mengeluarkan lencana Klan She. Kedua prajurit itu mengangguk pelan. Keduanya lalu meminta bayaran masuk sejumlah satu koin emas.
"Tuan! Anda dari Klan She? Apakah Tuan datang kemari untuk mengikuti masuk ke dunia rahasia yang akan terbuka di Gunung Huashu?" tanya salah satu prajurit.
Ling Tian yang hendak melangkahkan kaki untuk memasuki kota segera menghentikannya. Dia melihat kearah salah satu penjaga gerbang tersebut. Dia tentu tidak tahu akan dunia rahasia yang akan terbuka di Gunung Huashu.
"Tentu saja!" jawab Ling Tian sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan langkah kakinya memasuki kota.
__ADS_1
Dalam hatinya, Ling Tian tentu sangat penasaran seperti apakah dunia rahasia yang ada di Gunung Huashu itu. Selain itu dia juga ingin mengikutinya jika memang didalam dunia rahasia itu terdapat sumber daya yang dapat menaikkan kultivasinya.
'Aku harus mencari informasi!' gumamnya sambil mempercepat langkah kakinya.