Ling Tian

Ling Tian
Meninggalkan Klan


__ADS_3

"Ibu.. Paman.. Apa aku masih hidup?" tanya Ling Tian dengan lemas.


"Apa yang kau ucapkan bocah! Pastilah kamu masih hidup!" jawab Ling Bo Teng.


"Anakku, apa masih terasa sakit?" tanya Hei Si.


"Ah! Ibu, aku sudah tidak apa-apa!" bohong Ling Tian.


Ling Bo Teng yang melihat tingkah Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya. Dia tahu persis betapa terasa remuknya tubuh Ling Tian. Namun untuk menghilangkan kekhawatiran sang ibu, Ling Tian harus berpura-pura kuat dan baik-baik saja. Sungguh anak yang baik!


"Kalau begitu saya pamit dulu saudari ipar. Ling Tian juga sudah siuman dan membaik," ucap Ling Bo Teng.


"Ya, baiklah saudaraku. Terima kasih telah menyelamatkan anakku. Aku tak bisa membayangkan jika kamu tak lekas menolongnya. Aku pasti akan gila!" ungkap Hei Si tulus.


"Ah! Itu bukan hal apa-apa saudariku. Kita semua keluarga. Wajib saling menjaga satu sama lain. Baiklah, aku pergi," kata Ling Bo Teng lalu melesat keluar dari kediaman Ling Jun.


"Sekali lagi terima kasih saudaraku!" teriak Hei Si.


Ling Tian dirawat dengan baik oleh ibunya. Setelah lima hari, Ling Tian sudah hampir pulih dari luka-luka yang dideritanya. Pagi hari ini dia keluar dari rumah ingin mencari hiburan. Sangat suntuk rasanya jika harus terus mendekam didalam kamar. Namun ada yang aneh dengan ekspresi semua orang yang ditemuinya. Mereka seolah menghindar dan jaga jarak dari Ling Tian. Bahkan ada satu dua orang yang dengan terang-terangan menghina dan memanggilnya dengan sebutan 'si cacat'. Merasa aneh dengan hal tersebut, Ling Tian tidak fokus dalam berjalan.


"Bruk!"


"Aduh!"


Ling Tian menabrak seseorang.


"Ah! Maaf. Kamu tidak apa-apa nona?" ucap Ling Tian.


"Aku baik-baik saja Tuan Muda Tian!" jawab wanita itu sambil mengambil buku yang terjatuh dan merapikannya.


Ling Tian memperhatikan gadis tersebut. Dia agak terpesona dengan kecantikan yang dimiliki gadis itu. Bersegera dia menyadarkan dirinya sendiri dari kekagumannya.


"Sekali lagi saya minta maaf nona. Saya kurang fokus saat berjalan, hingga menabrak anda," ucap Ling Tian tulus.


"Tidak apa-apa Tuan Muda Tian. Hanya masalah sepele," kata gadis tersebut.


"Kalau begitu saya duluan Tuan Muda," pamitnya sambil tersenyum manis.


"Oh silakan nona." jawab Ling Tian juga tersenyum.


Ling Tian mengikuti pandangannya kepada gadis itu, hingga tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara sahabat karibnya, Ling We.


"Oi..."


"Astaga! Saudara We! Kau mengagetkanku!" ucap Ling Tian.


"Hahaha. Lagian kamu seperti orang linglung! Seperti orang tak pernah melihat gadis cantik saja!" ceplos Ling We.


"Fiuuuh... Siapa dia? Apa kamu mengenalnya?" tanya Ling Tian.


"Tentu saja aku mengenalnya! Cih! Kau saja yang kebangetan dalam latihan, hingga tak tahu ada bidadari di Klan kita!" damprat Ling We lagi.


"Hei.. Hei.. Santai mas bro! Kenapa harus ngegas bicaranya? Sudahlah! Siapa dia?" tanya Ling Tian lagi.


"Dia nona Lianhua. Putri tetua Zong!" jawab Ling We.


"Emm..."


"Apa kamu menyukainya?" labrak Ling We ngasal.


"Eh! Ada-ada saja kau saudaraku! Hahaha! Mana mungkin baru ketemu langsung suka? Aneh!" jawab Ling Tian.

__ADS_1


"Siapa tahu kan? Tapi aku sarankan sebagai sahabat serta saudaramu. Lebih baik mundur saja! Banyak sainganmu yang hebat-hebat nanti! Hahaha,"


"Aish! Tambah ngaco kamu ini! Sudahlah mari ketempat biasa!"


"Ya ya ya. Mari.. Hahaha" jawab Ling We masih terus tertawa.


*****


Sementara itu, di dalam aula pertemuan sedang diadakan rapat penting. Patriark Klan beserta seluruh jajaran tetua tampak memasak wajah serius. Kali ini mereka sedang membahas turnamen besar dua belas tahun sekali yang diadakan oleh Penguasa Kota Awan Biru untuk generasi muda dibawah dua puluh lima tahun.


Dan Kali ini giliran desa cemara atau tepatnya Klan Ling yang menjadi tuan rumah. Meskipun turnamen masihlah tiga tahun yang akan datang, tapi persiapan generasi muda Klan harus benar-benar ditinjau teliti. Mereka berdiskusi alot selama berjam-jam. Meski demikian, belum ada hasil mufakat dari semua hadirin. Itu disebabkan karena Tetua Agung dan beberapa tetua yang pro dengannya terus ngotot mengatur banyak hal dan menolak Ling Tian ikut serta. Alasannya sepele! Karena dia tidak bisa berkultivasi atau mengolah tenaga dalam, cacat, atau dengan alasan yang menjatuhkan nama Ling Tian.


Ling Bo Teng yang notabenya seorang Patriark hanya bisa menghela nafas. Dia berandai-andai jika adiknya Ling Jun hadir di pertemuan ini, mana mungkin ada yang berani menjelekkan atau menghina nama Ling Tian.


"Baiklah! Untuk pertemuan kali ini saya cukupkan sampai disini. Intinya, untuk para tetua sekalian, latihlah dengan sungguh-sungguh murid yang kalian emban. Dan juga gunakan sumber daya secukupnya untuk memenuhi kebutuhan kultivasi mereka," ucap Ling Bo Teng mengakhiri.


"Baik Patriark."


*****


"Saudara We! Menurutmu apa hutan gelap itu semengerikan yang dirumorkan," tanya Ling Tian.


"Tentu saja aku percaya! Dan juga katanya didalam hutan itu ada banyak Beast dan Monster Beast tingkat tujuh yang jadi rajanya!" jawab Ling We.


"Owh! Benarkah?"


"Iya! Perlu kamu ketahui saudara Tian. Belum ada satu orangpun yang berani masuk ke sana. Bahkan ada cerita, dulu pernah ada kultivator besar ranah Pendekar Belian masuk kehutan, namun dia tak pernah keluar lagi hingga saat ini!" kata Ling We.


"Ranah Pendekar Berlian?" kaget Ling Tian.


"Iya!"


"Betapa kuatnya dia!" kata Ling Tian kagum.


"Hmm.. Sepertinya aku musti kesana! Siapa tahu akan ada keberuntungan untukku yang membuat segel ini terlepas, hingga aku bisa berkultivasi," kata Ling Tian tanpa ragu.


"Apa kau gila?" tanya Ling We sambil melotot. lalu menambahkan,


"Kau sama saja mencari kematian!"


"Hahaha. Tenang saja saudaraku! Aku tahu kamu akan kesepian jika aku tidak ada. Tapi tenanglah! Aku hanya akan berburu dipinggir-pinggirnya saja!" ucap Ling Tian santai.


__________________________


Tingkatan Monster Beast Di Benua Langit:


- Beast Liar tingkat 1-3


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Jiwa (awal-menengah-akhir).


- Monster Beast Tingkat 1


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Kayu.


- Monster Beast Tingkat 2


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Tembaga.


- Monster Beast Tingkat 3


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Besi.

__ADS_1


- Monster Beast Tingkat 4


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Perunggu.


- Monster Beast Tingkat 5


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Perak.


- Monster Beast Tingkat 6


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Emas.


- Monster Beast Tingkat 7


Beast tingkat ini setara dengan kekuatan ranah Pendekar Platinum sampai Pendekar Berlian.


__________________________


Setelah bercakap ria dengan Ling We, Ling Tian pun pamit pulang. Dia beralasan ingin istirahat. Padahal didalam fikirannya sangat berlainan. Sebentar saja dia sudah sampai dirumah. Dia cepat-cepat ingin menemui ibunya. Setelah beberapa saat mencari, dia melihat sang ibu sedang memetik beberapa sayuran dibelakan rumah.


"Boleh Tian'er bantu ibu?" kata Ling Tian basa-basi sambil tersenyum.


"Tentu boleh putraku! Hmm.. Tapi ada tanda hawa ingin sesuatu yang harus dituruti dari wajahmu Tian'er!" kata Hei Si melihat gelagat anaknya itu.


"Hehe.. Tian'er memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari ibu," lemas Ling Tian.


"Ada apa nak?" tanya Hei Si.


"Eh! Itu...." jawab Ling Tian ragu.


"Katakan saja putraku! Jika ibu mampu, pasti akan ibu turuti untuk si kecil tampan ibu ini," canda Hei Si sembari mengusap rambut Ling Tian.


"Ah! Ibu! Tian'er sudah dewasa!" keluh Ling Tian lembut.


"Mungkin bagimu kamu merasa sudah dewasa, tapi bagi ibu, kamu tetaplah Tian'er kecil ibu! Hehe.. Jadi mau ngomong apa?" tanya Hei Si.


"Tian'er ingin minta izin ibu," jawab Ling Tian was-was.


"Izin?"


"Benar bu!"


"Izin apa?"


"Emmm...."


"...?????????????"


"Tian'er ingin keluar dari Klan dan berlatih di hutan gelap!"


.


.


.


______&&&&


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:

__ADS_1


"jangan lupa makan!" ... 😑(dasar kata-kata gabut!) 😂😂🤭


__ADS_2