Ling Tian

Ling Tian
Tuan Muda Bodoh


__ADS_3

Ling Tian memasuki Kota Xun dengan santai. Meskipun dia ingin cepat-cepat mencari informasi yang berhubungan dengan dunia rahasia di Gunung Huashu, namun dia tidak ingin melakukannya terburu-buru. Karena melakukan sesuatu secara tergesa-gesa itu bukanlah hal yang baik.


Ling Tian masuk lebih dalam lagi ke Kota Xun. Dia dapat melihat banyak sekali orang-orang yang berlalu-lalang yang kesemuanya adalah para beast yang sudah awakening menjadi manusia.


Selain melihat para beast yang sudah awakening itu, Ling Tian juga melihat banyak sekali pedagang-pedagang yang menjajankan dagangannya, baik di pinggiran jalan atau di toko-toko.


'Hutan Tanpa Batas memang penuh dengan orang kuat!' ucapnya dalam hati.


Ling Tian tidak bisa membayangkan jika penghuni Hutan Tanpa Batas ini dapat sesukanya keluar dari formasi array yang melingkupi seluruh kawasan, dapat dipastikan seluruh daratan tengah ini sudah dikuasai oleh para beast.


Saat Ling Tian sedang asik menyaksikan hiruk-pikuk Kota Xun, tiba-tiba sebuah kereta kuda dengan empat orang pengawal melaju dengan kecepatan tinggi dari arah pintu gerbang memasuki dalam kota.


"Minggir! Tuan Muda Mang Kang hendak lewat! Minggir!" seru salah satu pengawal dengan lantang.


Semua orang langsung saja membuka jalan untuk kereta kuda itu, namun beberapa dari mereka ada juga yang tertabrak karena laju kuda kereta itu sangatlah cepat. Terlebih peringatan yang diteriakkan oleh sang pengawal begitu terlambat.


Semua orang mengutuk rombongan kereta kuda tersebut namun hanyalah didalam hati. Sebab mereka takut dengan Klan Mang yang berada di belakang Tuan Muda sembrono itu.


Klan Mang sendiri adalah salah satu pilar kekuatan yang menjadi bawahan Klan Xun yang menjaga Kota Xun. Setiap klan penguasa kota biasanya memiliki beberapa klan bawahan yang bertugas membantu klan penguasa. Mungkin menjadi seorang jendral ataupun menjadi menteri.


Begitu pula dengan Klan Mang. Patriark Mang Juan yang tidak lain adalah ayah dari Mang Kang adalah salah satu jendral di Kota Xun ini yang memiliki kekuatan di Ranah Raja Tahap Puncak. Atas dasar itulah Mang Kang menjadi sangat sombong, bersikap semaunya sendiri dan arogan didepan semua orang.


Jika ada seseorang yang berani melawannya, maka dia akan langsung menggertak orang tersebut dengan latar belakang yang dimiliki keluarganya atau langsung membawa nama besar ayahnya yang menjabat sebagai jendral besar.


Disaat semua orang berusaha untuk membukakan jalan untuk rombongan itu, seorang pemuda dengan santainya tetap berjalan ditengah jalan tanpa menghiraukan teriakan sang pengawal sebelumnya. Dia tidak lain adalah Ling Tian.


"Oi.. Bocah! Apa kau tuli? Cepat minggir! Atau akan kami tabrak!" seru sang pengawal dari arah belakang Ling Tian.


Jarak mereka masih terpaut tiga ratus meter, namun karena laju kuda itu sama sekali tidak dipelankan sedikit pun, maka jarak tiga ratus meter bukanlah jarak yang aman.


Ling Tian dengan ketenangannya tetap berada ditengah jalan, bahkan dia mengentikan langkahnya. Membuat banyak orang mengira jikalau dirinya gila.

__ADS_1


Setelah menghentikan langkah, Ling Tian dengan sikap santainya membalik badan lalu menatap tajam dua kuda penarik kereta beserta empat lainnya yang ditunggangi pengawal yang sedang melaju kencang kearahnya.


Ssrrraakkkk...


Braakkk!


Kuda-kuda itu tiba-tiba menghentikan langkah kakinya dengan paksa sehingga terjatuhlah para pengawal, kusir kuda dan hancurlah kereta itu karena menabrak kuda didepannya. Semua orang tersungkur ke arah depan dan jatuh tepat didekat Ling Tian yang sedang berdiri.


Kuda-kuda itu meringkik dengan sangat keras seperti sedang ketakutan lalu tidak terkontrol dan melarikan diri pergi dari sang tuan.


"Dasar orang-orang tidak tahu diri!" ucap Ling Tian pelan namun masih terdengar jelas di telinga banyak orang khususnya kelompok dari Tuan Muda Mang Kang itu.


Mendengar apa yang dikatakan Ling Tian, mereka berenam berdiri dengan wajah yang memerah padam karena kemarahan.


"Apa yang katakan tadi sebelumnya? Coba ulangi lagi!" teriak Tuan Muda Mang Kang.


"Dasar orang-orang tidak tahu diri!" ucap Ling Tian dengan santai.


"Bangs*t! Beraninya kau mengatakan hal demikian dengan Tuan Muda ini? Apa kau tidak tahu siapa aku?" tanya Tuan Muda Mang Kang dengan sangat marah.


"Keparat! Pengawal! Bunuh dia untukku! Aku Mang Kang putra dari Jendral Besar Mang Juan akan bertanggun jawab akan hal ini!" seru Tuan Muda Mang Kang dengan murka.


"Baik Tuan Muda!" jawab keempat pengawalnya dengan sigap.


Keempat pengawal itu masing-masing mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan. Dengan segera mereka melesat melingkari Ling Tian.


Ling Tian yang melihat keempatnya begitu menurut dengan Tuan Mudanya yang bodoh itu hanya menggelengkan kepalanya. Dia bisa saja membunuh keempatnya dengan sekali serangan karena memang kekuatan keempatnya hanya ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 4 sampai 6.


Akan tetapi, dia memikirkan banyak hal tentang konsekuensi yang akan dia dapatkan jika membuat keributan di kota orang pastilah akan sangat merepotkan. Jadi, Ling Tian hanya akan melumpuhkan mereka semua dengan beberapa gerakan saja.


Keributan yang terjadi antara seorang pria muda tampan dengan rombongan Tuan Muda Mang Kang langsung menarik perhatian banyak orang sehingga mereka semua berkerumun dan menyaksikan tontonan gratis yang akan segera terjadi.

__ADS_1


"Siapa pemuda itu? Berani sekali dia menyinggung Tuan Muda Mang Kang? Apakah dia orang baru di kota ini?" tanya salah satu orang.


"Aku tidak tahu saudara! Namun seoertinya begitu! Sungguh sial nasib pemuda itu! Baru masuk kota tapi sudah mendapat masalah yang sebegitu rumit!" ujar temannya yang ada disebelahnya.


"Mengingat sifat kejam Tuan Muda Mang Kang, aku yakin pemuda itu tidak akan selamat kali ini!"


"Benar! Aku setuju denganmu! Sungguh sial pemuda tampan itu!"


Bisik-bisik orang yang sedang menonton keributan itu terus bergemuruh layaknya lebah yang sedang terbang mengelilingi ratunya. Mereka sangat menyayangkan akan nasib Ling Tian yang begitu sial.


Bahkan beberapa gadis dan wanita ada yang sudah menangis tidak kuat melihat pemuda yang begitu tampan akan segera mati dihadapan mereka.


Ling Tiam dengan jelas mendengar ocehan kerumunan manusia beast itu. Dia melirik ke sekelompok prajurit penjaga kota yang juga ikut menyaksikan pertikaiannya dari jarak jauh tanpa berani mengambil tindakan sedikit pun.


Ling Tian hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia kemudian menghela nafas panjangnya saat tahu dirinya sudah dilingkari dengan formasi pedang keempat pengawal Tuan Muda Mang Kang.


Zheepp!


Ling Tian tiba-tiba menghilang dari pandangan keempat pengawal yang mengepungnya.


Plaakk! Plaakk!


Plaakk! Plaakk!


Bamm... Bamm...


Bamm... Bamm...


Empat suara tamparan dan empat suara benturan terdengar ditelinga semua orang dari berbagai arah mata angin. Kerumunan masa itu segera melihat ke arah sumber benturan itu dan mendapati keempat pengawal Tuan Muda Mang Kang sudah terkapar tak sadarkan diri disana.


"Apaa!"

__ADS_1


Semua orang sangat terkejut melihat kejadian itu. Sebelumnya mereka masih melihat empat pengawal Tuan Muda Mang Kang sedang mengelilingi Ling Tian. Namun satu detik kemudian keempatnya kini sudah terkapar tak berdaya. Tidak! Apakah ini nyata? Apakah ini bukanlah ilusi?


"Sekarang giliranmu!" ucap Ling Tian sambil berjalan mendekati Tuan Muda Mang Kang dengan senyum menyeringai.


__ADS_2