
Kaisar Han Biao tentu sangat setuju dengan ungkapan dari rekannya itu. Dia telah merasakan sendiri betapa kuat serta hebatnya teknik pedang Ling We dengan kecepatan serangan dan ketangkasannya memblokir serangan lawan.
Sementara disisi lain, Ling We dan Ling Jian juga berdiskusi mengenai perlawanan mereka untuk dua pimpinan penyerangan aliansi aliran hitam itu. Namun yang didiskusikan mereka bukanlah mengenai strategi atau cara untuk mengalahkan musuh, akan tetapi mengenai kepuasan mereka saat melawan musuh yang sangat kuat dalam pertarungan hidup dan mati.
"Bagaimana saudaraku? Sangat puas bukan bertarung dengan lawan yang lebih kuat dari kita?" tanya Ling We kepada Ling Jian.
"Benar sekali! Jika tahu begini, aku tidak akan mau untuk menggantikan ayah sebagai Patriark dan lebih memilih berpetualang dan melawan musuh kuat!" jawab Ling Jian dengan antusias.
"Hoi.. Hoi.. Kamu harus tetap menjadi Patriarki Klan! Karena kamulah satu-satunya putra Patriark!" ujar Ling We yang tidak menyangka dengan reaksi Ling Jian.
"Cih! Aku akan memaksa ayah untuk cepat-cepat membuat adik laki-laki lagi untuk menggantikanku nanti!" ucap Ling Jian ngasal.
Wajah Ling We bergerak-gerak tidak karuan. Dia tidak tahu harus tertawa ataulah menangis. Jika tertawa maka dia akan merasa berdosa karena menertawakan Patriarknya sendiri. Namun jika menangis, itu sangat tidak keren laki-laki menangis!
"Bagaimana menurutmu jika ternyata memiliki masih belum mengeluarkan kekuatan puncaknya?" tanya Ling We.
"Belum mengeluarkan kekuatan puncak? Huh! Aku juga akan mengeluarkan kekuatan puncakku!" ujar Ling Jian menjawabnya.
"Oh? Jadi kamu akan menggunakan kekuatan itu?" tanya Ling We yang mengetahui jalan pikiran Ling Jian.
"Tentu! Daripada mati konyol oleh mereka, lebih baik perlihatkan kepada semua orang bahwa Klan Ling bukanlah klan yang bisa dianggap enteng!" jawab Ling Jian dengan mata yang terus menatap Nan Kong lawannya.
Diatas langit, keempat orang itu saling bertatapan untuk waktu yang cukup lama. Selain itu menjeda dan berdiskusi, mereka berempat juga menggunakan waktu itu untuk memulihkan kekuatannya.
"Baiklah nak! Sudah waktunya untuk serius!" ucap Kaisar Han Biao kepada Ling We.
"Benarkah? Aku ingin melihatnya!" sahut Ling We tanpa gentar sedikit pun.
"Sangat arogan seperti biasa!" ujar Kaisar Han Biao.
__ADS_1
Kaisar Han Biao lalu mengedarkan kekuatan puncaknya lalu mengkolaborasikan dengan elemen api hitam miliknya yang membuat kekuatannya meningkat sangat drastis. Ling We merasakan bahwa kekuatan dari Kaisar Han Biao mungkin sudah separuh langkah Ranah Raja.
Akan tetapi dia juga tidak mau kalah dari lawannya. Ling We mengedarkan kekuatan darah Klan Ling miliknya yang telah bangkit dan seketika petir hitam keemasan keluar dari dalam tubuhnya dan berderak-derak disekitarnya.
Ling Jian juga melakukan hal yang sama pada saat Nan Kong mengeluarkan kekuatan ouncaknya seperti halnya Kaisar Han Biao. Malah petir miliki Ling Jian ada warna keemasan yang menandakan kekuatan atau daya hancurnya lebih tinggi daripada milik Ling We.
Hal itu sangat wajar karena Ling We hanyalah anak dari salah satu anggota keluarga biasa saja di Klan Ling, sementara Ling Jian adalah putra langsung dari Patriark Klan yang memiliki darah paling murni dibandingkan dengan yang lainnya.
Setelah keempatnya sudah siap dengan kekuatan masing-masing, mereka langsung saling melesat kedepan dan pertarungan yang lebih mengerikan daripada sebelumnya terjadi kembali diatas langit pantai perbatasan daratan timur bagian selatan.
Boommm... Boommm...
Ledakan terus terjadi dan menggema ditempat itu. Beruntung keempat orang itu melakukan pertarungannya diatas langit. Jika saja mereka melakukannya didarat, maka pasti para prajurit serta pasukan kedua kubu akan terkena efek serangan dan mati sia-sia.
Boommmm...
"Cih! Kau cukup beruntung!" kata Ling We lalu bergerak sangat cepat menggunakan teknik pedang petir yang sepenuhnya telah dia kuasai.
Kaisar Han Biao menggerutu dalam hatinya saat ternyata kekuatan yang dimiliki pemuda sialan yang ada didepannya itu tidak kalah dengannya yang padahal sudah mengeluarkan kekuatan puncak.
"Sialan!" teriak Kaisar Han Biao lalu bergerak menghindar dari setiap serangan Ling We yang akan sangat fatal jika berhasil bersarang pada tubuhnya.
Selain menghindar, Kaisar Han Biao juga memblokir serangan dengan hadangan tombak naga miliknya sehingga suara dentangan dua benda keras terdengar nyaring dan memekakkan telinga.
Kaisar Han Biao sama sekali tidak pernah diberikan kesempatan oleh Ling We untuk menyerang balik sehingga membuat orang yang dipanggil Yang Mulia di Kekaisaran Han daratan selatan itu menjadi sajatlah kesal dan jengkel setengah mati.
"Bajingan sialan!" teriak Kaiasar Han Biao yang sudah hampir kehilangan kewarasannya karena frustasi.
Bagaimana tidak? Kaisar Han Biao sudah dibuat tak berdaya dengan ranah kultivasinya yang jauh lebih tinggi daripada lawannya namun masih mengimbanginya. Lalu dia mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya namun sang lawan juga ternyata memiliki kemampuan khusus yang lagi-lagi bisa mengimbangi bahkan saat ini membuat dirinya terdesak.
__ADS_1
Hal yang sama juga terjadi dengan Nan Kong, akan tetapi dia tidak terlalu mengekspresikan kekesalannya itu dan tetap berusaha untuk tenang tidak terprovokasi oleh dirinya sendiri.
Boommm...
Kaisar Han Biao terlempar sangat jauh saat dadanya terkena serangan tendangan kuat dari Ling We. Dia yang sudah marah sangat mudah bagi Ling We untuk mengecoh yang pada akhirnya sebuah tendangan lolos dari kewaspadaannya dan bersarang pada dadanya.
"Aaakkhh.." Kaisar Han Biao terteriak sangat keras saat merasakan kesakitan yang teramat pada dadanya.
Petir hitam bekas serangan Ling We juga masih ada yang tertinggal di dada Kaisar Han Biao yang membuat pria berjubah emas itu semakin kesakitan.
Ling We yang tidak ingin melewatkan kesempatan itu, dia langsung melesat dengan sangat cepat menuju tempat Kaisar Kekaisaran Han itu terlempar dan bersiap melakukan serangan susulan untuk membunuh lawannya itu.
Boommm...
Tiba-tiba Ling We dibuat terlempar dengan pakaian baguan atasnya yang terbakar api hitam saat hendak memberikan serangannya. Hal itu tentu dilakukan oleh Kaisar Han yang entah bagaimana caranya tiba-tiba saja muncul didepannya dan melakukan serangan kejut.
'Sangat kuat!' batin Ling We saat merasakan kekuatan Kaisar Han Biao lebih kuat lagi dari sebelumnya.
Tentu saja Kaisar Han Biao lebih kuat daripadanya sekarang. Kaisar itu melakukan suatu hal yang menurut para kultivator adalah tabu dan sangat dihindari oleh mereka.
Hal yang dilakukan oleh Kaisar Han Biao adalah membakar esensi dari darah miliknya untuk meningkatkan kekuatannya berkali-kali lipat namun dengan bayaran semakin banyak atau lama dirinya membakar esensinya, maka semakin banyak pula dirinya akan turun kultuvasinya.
Kaisar Han Biao melayang dilangit sambil terus melihat Ling We dengan tatapan mata kebencian. Namun sekilas matanya menatap aneh kearah pasukan yang sedang bertarung habis-habisan. Dia melihat ada kejanggalan yang terjadi lalu dia pun menyadarinya.
"Oh tidak!" ucapnya dengan panik.
Dengan energi yang difokuskan pada pita suaranya, Kaisar Han Biao berteriak sangat keras.
"Pasukan! Mundur!"
__ADS_1