Ling Tian

Ling Tian
Meminta Kompensasi 3


__ADS_3

Kepala Patriark Gu bonyok tak berbentuk. Lengan kanannya putus karena saat Long Yuan memukul dia tidak melepas cengkramannya.


Patriark Gu terhempas ketanah dalam kondisi memprihatinkan. Hanya dengan satu lambaian tangan, Pendekar Emas Awal langsung berujung babak belur dan cacat. Sekuat apa musuh kali ini? Fikir para tetua yang hanya bisa diam terpaku.


"Aku datang kesini dengan baik-baik meminta kompensasi atas tindakan tuan muda kalian yang berani menghalangi jalan penguasa ini, namun kalian malah mencari mati!" ucap Long Yuan lirih namun masih sanggup didengar oleh semua orang.


Swuuusshh... Swuuusshh...


Dua pria sepuh muncul didekat Long Yuan.


"Apa yang terjadi? Mengapa tuan menghajar putraku hingga sedemikian rupa? Kesalahan apa yang telah dia perbuat?" tanya pria sepuh yang tak lain ayah dari Patriark Gu. Kultivasinya berada di ranah Pendekar Emas Menengah Bintang 2.


"Kau tanya saja kepada para anggota keluargamu itu! Penguasa ini begitu malas untuk menjelaskannya lagi!" jawab Long Yuan acuh.


"Tetua Pertama, jelaskan apa yang terjadi! Mengapa bisa terjadi keributan seperti ini?" kata pria tua.

__ADS_1


"Maaf leluhur, hamba akan menjelaskan semuanya." ujar Tetua Pertama.


Tetua Pertama menjelaskan secara detail kepada leluhir tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tentang awal masalah yang didahului tuan muda Gu karena kesombongannya dan menyinggung orang salah, lalu kedatangan dua orang yang bersinggungan dengan tuan muda Gu yang meminta kompensasi yang layak atas kesalahan yang diperbuat. Namun Patriark Gu menolak dan malah balik menyerang salah satu diantara dua orang tersebut hingga berujung dengan kekalahan Patriark Gu dengan satu kali lambaian tangan lawan.


Leluhur Klan Gu mengangguk tanda faham. Dia menghadap Long Yuan dan menangkupkan tinju sebagai penghormatan dan perucapan maaf. Memang selama ini leluhur Gu terkenal dengan sifat bijak dan baiknya. Namun sering kali kebijakan itu tak menurun kepada putra atau cucu-cucunya yang malah bersikap sombong.


"Tuan, saya harap tuan sudi memaafkan putra dan cucu yang tua ini. Kami akan memberikan semua harta yang kami miliki sebagai kompensasi atas kesalahan kami!" ucap Leluhur Gu dengan menundukkan kepala dan menyerahkan cincin penyimpanan yabg berisi seluruh harta Klan Gu.


Leluhur Gu tahu betul kekuatan dua pemuda yang mengunjungi klannya sangat kuat dari aura yang merembes dari salah satunya dan sangat mampu untuk meratakan Klan Gu dalam sekejap. Daripada mengorbankan semua orang hanya demi harga diri dan kesombongan lebih baik merendah diri dan bersikap bijak. Harta bisa dicari kembali! Namun nyawa yang oergi takkan pernah datang lagi.


Long Yuan menerima cincin penyimpanan dan memeriksanya. Wajahnya terlihat sumringah dan berwarna.


"Kami akan mengingat nasehat tuan!" kata Leluhur Gu.


"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu. Mari saudaraku!" ucap Long Yuan mengajak Ling Tian dan menghilang bersama.

__ADS_1


Zheeppp!


"Sangat cepat!" ujar Tetua Pertama.


"Tetua pertama! Kumpulkan seluruh anggota klan di aula pertemuan sekarang! Aku akan mendisiplinkan semua orang-orangku! Aku tidak ingin ada yang asal-asal menyinggung hingga berujung seperti ini!" perintah Leluhur Gu.


"Baik Leluhur!" jawab Tetua Pertama.


***


Sementara itu ditengah-tengan pusat Kota Awan yang semakin semarak ramai karena acara lelang muncul dua pemuda tampan berjubah biru dan hitam.


"Hohoo.. Wajahmu tampak selalu tersenyum semenjak dari Klan Gu! Apa harta dan sumber daya yang diberikan Leluhur Gu cukup bagus?" tanya pemuda berjubah hitam yang tak lain adalah Ling Tian.


"Lumayan! Setidaknya aku bisa makan sepuasnya tanpa berfikir biaya selama satu tahun penuh! Hahaha!" jawab Long Yuan dengan tertawa senang.

__ADS_1


"Cih! Otakmu memang isinya makan, makan dan makan!" keluh Ling Tian.


"Ahahaha.. Saudaraku, daripada kau terus menggerutu hingga seperti pantat ayam, lebih baik kita cari penginapan dulu sebelum semuanya penuh!" kata Long Yuan.


__ADS_2