
Saat Ling Tian mengeluarkan peta dari cincin jiwanya, Kelima Leluhur Klan Bai langsung berdiri dari tempatnya duduk.
"I-itu.. Itu adalah peta yang dibuat oleh Yang Mulia Ling Dong yang menghilang dari Hutan Tanpa Batas!" ucap Bai Senlu atau Singa Pemabuk.
"Oh.. Jadi kalian tahu tentang peta ini?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja kami tahu Tuan Muda! Peta itu adalah peta yang dibuat langsung oleh Yang Mulia Ling Dong didepan kami berlima! Namun kami kehilangan peta itu ribuan tahun lalu dan tidak menemukannya hingga Tuan Muda memperlihatkannya sekarang!" jawab Si Tombak Depan.
"Oh.. Begitukah? Lalu bagaimana peta sepenting ini bisa menghilang?" tanya Ling Tian.
"Itu.. Itu karena kesalahanku!" jawab Leluhur Bai Senlu dengan wajah malu.
"Katakan!" ucap Ling Tian.
"Itu.. Dulu saat Yang Mulia Ling Dong membuat peta ini, kami berlima masihlah berada di ranah Pendekar Berlian Awal. Yang Mulia Ling Dong menitipkannya kepadaku sebelum akhirnya beliau pergi meninggalkan Benua Langit menuju alam yang lebih tinggi!.."
"Namun saat aku berpetualang keluar dari Hutan Tanpa Batas, aku dicegat oleh orang-orang berkekuatan petir dan membegalku!.."
"Dan pertarungan pun terjadi! Mereka yang jumlahnya lima orang tentu bisa mengalahkanku dengan beberapa usaha. Kemudian aku melarikan diri dari kelima kultivator petir itu dan masuk kembali kedalam Hutan Tanpa Batas!.."
"Namun saat itu salah satu tanganku yang ada cincin penyimpanan yang menyimpan peta daratan tengah putus dan akhirnya aku kehilangan peta itu! Padahal peta itu diamanatkan oleh Yang Mulia Ling Dong untuk keturunannya yang ada di daratan timur!" ujar Bai Senlu bercerita.
"Emm.. Jadi begitu.. Lalu apa petir dari orang-orang yang menyerangmu itu berwarna biru?" tanya Ling Tian.
"Benar sekali Tuan Muda!" jawab Bai Senlu.
"Klan Lian!" ucap Ling Tian, Zhuge Ruxu, Mao An dan Ling Lianhua secara bersamaan.
Aura membunuh dari keempatnya meledak dengan gila saat mengetahui orang-orang yang membegal Bai Senlu ternyata adalah orang dari Klan Lian. Dan untuk Ling Lianhua sendiri yang meskipun dia dari klan yang sama, namun dia sudah mengetahui alasan mengapa ibunya meninggal serta dia dan ayahnya bisa sampai di daratan timur.
__ADS_1
"Klan Lian! Kalian memang hama yang harus dibinasakan segera!" ucap Ling Tian dengan kemarahan memuncak.
Setelah menenangkan dirinya, Ling Tian lalu mengatakan bahwa datang ke Hutan Tanpa Batas juga karena peta itu atau lebih tepatnya karena ada kata 'LING' disana.
"Baiklah.. Kalau begitu besok aku akan mendatangi Gunung Diyu dan membuka warisan dari Leluhurku itu! Besok tolong Leluhur Bai Senlu untuk menemaniku kesana!" ujar Ling Tian yang menjelaskan niatnya untuk membuka warisan sang leluhur.
Disitu tujuan Ling Tian juga karena ingin tahu sebenarnya warisan atau berupa harta apa yang ada didalam Gunung Diyu. Apakah itu lebih berharga dari buah-buahan abadi atau tidak, Ling Tian ingin tahu.
***
Klan Lian.
Didalam sebuah ruangan yang terdapat di Istana Lian, terdapat tiga orang tua yang sedang berbicara dengan wajah serius dan salah satunya tampak sedang terluka. Mereka tentu adalah para orang tua atau Leluhur dari tiga klan. Yaitu Klan Lian, Klan Xiao dan Klan Song yang mana leluhur tuanya sedang terluka.
"Jadi bagaimana mungkin pasukan Kekaisaran Song dapat dikalahkan dengan mudah oleh Han Tianba dan organisasinya itu?" tanya Leluhur Klan Xiao, Xiao Chen.
Ternyata mereka bertiga sedang membicarakan tentang jatuhnya daratan barat oleh aliansi aliran hitam yang dipimpin Han Tianba dan penghianat Song Yunlei atau pangeran kedua yang berambisi.
"Itu.. Itu karena dari kubu Klan Song terjadi sebuah pemberontakan yang dipimpin Song Yunlei keparat itu dan tiba-tiba ikut menyerang dari belakang! Hal itu membuat kami kelabakan dan berakhir dengan kekalahan!" jawab Leluhur Song Wu dengan wajah pahit.
"Tapi bagaimana mungkin kamu bisa kalah dengan Han Tianba, padahal kamu membawa pedang pusaka tingkat merah ditanganmu?" tanya Leluhur Xiao Chen yang masih tidak bisa menerima.
"Itu karena kekuatan orang-orang Han Tianba sangatlah diluar dugaan! Para petinggi gedung pembunuh sudah rata berada di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 4 keatas! Sementara Han Tianba sendiri sudah sama dengan kekuatan kita!" ujar Leluhur Song Wu menjelaskan.
"Apaa! Bagaimana mungkin?" seru Leluhur Xiao Chen terkejut.
"Aku juga tidak tahu! Tapi memang begitulah adanya sehingga pihak Kekaisaran Songku kalah oleh mereka!" ujar Leluhur Song Wu.
"Bagaimana menurut anda Tuan Qin?" tanya Leluhur Xiao Chen kepada sosok sepuh yang sedari awal hanyalah diam dan menutup mata.
__ADS_1
Namun terlihat jelas jejak sebuah kemarahan yang membara dari raut wajah dan aura baiadab yang keluar dari tubuhnya karena telah kehilangan pusaka yang sangat dahsyat diseluruh Benua Langit.
Dia tentu saja orang yang paling kuat dari ketiganya. Dia adalah Leluhur Tua Klan Lian, Lian Qin. Lian Qin membuka matanya yang terlihat memerah itu, dia ingin membuka suaranya untuk mengeluarkan pendapatnya.
Namun tiba-tiba Leluhur Lian Qin menghentikannya saat mulutnya sudah terbuka untuk berkata-kata. Tubuh Leluhur Lian Qin bergetar karena merinding untuk beberapa saat lalu dia melihat kesekelilingnya.
Dia merasakan sebuah perasaan terancam yang teramat dekat sebelumnya seperti sedang ditodong oleh seseorang dengan sebilah pedang tepat dibagian lehernya.
"Ada apa?" tanya Leluhur Xiao Chen yang merasa aneh dengan gelagat Leluhur Lian Qin.
Leluhur Lian Qin tidak langsung menjawab, dia masih merasakan perasaan yang seperti sedang ditatap oleh monster ganas yang hendak membunuhnya. Namun setelah beberapa menit berlalu dan tidak ada apapun yang terjadi, Lekuhur Lian Qin akhirnya menghela nafas dan menatap kearah dua orang tua yang keheranan padanya.
"Tidak apa-apa! Aku hanya sedikit merasakan firasat buruk saja! Tapi itu tidak masalah!" ujar Leluhur Lian Qin beralasan.
Setelah itu dia menjelaskan tentang apa yang harus mereka bertiga lakukan untuk menanggulangi masalah aliansi aliran hitam yang sedang bergerak untuk menjajah setiap daratan yang ada di Benua Langit.
***
Hutan Tanpa Batas.
Satu hari berlalu. Ling Tian yang ditemani Leluhur Bai Senlu sudah bersiap untuk meninggalkan Istana Bai untuk menuju Gunung Diyu. Ling Tian memutuskan untuk pergi diwaktu pagi-pagi sekali meninggalkan dua saudara dan para muridnya.
Sebelum pergi, Ling Tian meminta kepada Patriark Bai Shizi untuk mengumpulkan seluruh pemimpin atau Patriark dan para petinggi penghuni Hutan Tanpa Batas. Ling Tian berniat memberitahukan sesuatu kepada mereka semua disamping memberitakan tentang dirinya yang menjadi Penguasa mereka saat ini.
"Baiklah.. Kami pergi!" ucap Ling Tian kepada semua orang lalu menghilang bersama dengan Leluhur Bai Senlu atau Si Singa Mabuk.
Hanya butuh waktu dua puluh menit bagi keduanya untuk sampai di Gunung Diyu atau lebih tepatnya didepan gua tempat Leluhur Bai Senlu bertapa selama ini.
"Tempatnya ada didalam! Silakan masuk Tuan Muda Tian!" ujar Leluhur Bai Senlu mempersilahkan Ling Tian masuk terlebih dahulu.
__ADS_1
"Baik!"