Ling Tian

Ling Tian
Menjadi Buronan Tiga Klan


__ADS_3

Setelah menggumamkan nama teknik, Ling Tian lalu menggerakkan tangannya membuat segel.


Zhuung!


Sebuah pusaran angin berwarna keemasan muncul dan menyerap esensi darah dari She Danfan lalu masuk kedalam tubuhnya. Ling Tian memproses esensi itu dengan baik dan mengalirkan keseluruh tubuhnya. Mengubah aura manusia yang dimilikinya berubah hingga menjadi aura beast atau lebih tepatnya aura milik She Danfan.


"Saatnya tahap akhir!" ucapnya sambil membuat segel pada tangannya.


Zhuung!


Sebuah pusaran angin keemasan kembali muncul diatas Ling Tian namun kini berdiameter cukup besar. Pusaran angin itu perlahan turun mendekati Ling Tian dan secara perlahan melahap seluruh bagian tubuh Ling Tian.


Pusaran angin keemasan itu terus berputar-putar ditempat Ling Tian hingga beberapa detik.


Bang!


Pusaran angin itu hancur dan memperlihatkan Ling Tian yang kini sudsh berubah menjadi She Danfan.


"Sangat merepotkan!" gerutunya karena sedikit tidak sabar dengan perubahannya yang memerlukan waktu beberapa detik.


"Aku harus menaikkan tingkat kultivasiku lagi! Bila perlu hingga mencapai Ranah Kaisar! Tapi apakah bisa?" ucapnya lagi yang merasa bimbang karena esensi buah-buahan abadi itu menjadi sangat sedikit manfaatnya jika terus-terusan dia konsumsi. Namun jika tidak mengkonsumsi, lalu bagaimana dia hendak menaikkan kultivasinya lagi? Dengan menggunakan pil? Hendak seberapa banyak pil yang harus dia makan yang bahkan buah abadi yang legendaris saja tidaklah efektiv lagi.


Setelah memikirkan berbagai pertimbangan, Ling Tian akhirnya berniat meningkatkan kultivasinya dengan mengkonsumsi buah-buahan abadi hingga dia mencapai batasannya dalam menaikkan tingkat dan melakukannya tidak didalam aula kultivasi.


Terlebih saat ini dirinya dan Mao An pastilah sedang dicari dan diburu oleh Klan She. Ling Tian belum cukup berani untuk menghadapi klan tingkat menengah di Hutan Tanpa Batas itu.


Ling Tian membuat gerakan segel ditangannya. Perlahan seberkas cahaya muncul dari jemarinya lalu menembak ke berbagai arah dikamar itu dan perlahan terbentuklah perisai pelindung berbentuk kubah transparan berwarna kebiruan.


Setelah itu, Ling Tian mengeluarkan sekitar seribu buah abadi dan meletakkan dihadapannya. Mulai dari buah persik emas abadi, buah apel perak abadi, buah bodhi abadi, buah timun emas abadi, buah anggur putih abadi dan labu berlian abadi.


Dengan diawali menghirupkan nafas yang dalam, dirinya mulai memulai menjalankan manual kultivasinya yang tidak lain adalah teknik pelahap untuk menyerap esensi semua jenis buah-buahan abadi itu.


Zhuung!


Tiga pusaran angin berwarna kehitaman muncul dan menelan semua buah abadi itu hingga tidak satupun yang tersisa. Semuanya Ling Tian serap secara ekstrem berharap jika esensi pada buah-buahan itu semakin banyak maka semakin besar pula peluangnya untuk naik tingkat.


Merasakan energi yang sangat besar merasuki tubuhnya, Ling Tian langsung menyebarkan keseluruh tubuh melalui meridian-meridiannya yang kini semakin besar karena kepadatan energi yang mengalir tersebut. Dengan perlahan kultivasi Ling Tian meningkat sedikit demi sedikit.

__ADS_1


***


Hutan Tanpa Batas


Di sebuah wilayah di selatan Klan She, ada satu klan yang menjadi tetangganya dan berhubungan cukup baik dengan Klan She. Klan itu juga merupakan klan tingkat menengah yang sama-sama memiliki pemimpin atau Patriark yang berkekuatan pada Ranah Kaisar Tahap Awal. Klan itu adalah Klan Mei. Sebuah klan monster beast berbentuk kelabang merah.


Di perbatasan wilayah Klan Mei yang sangat tenang itu tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan rombongan yang berjumlah lima puluh orang prajurit elite Klan She dengan pemimpin rombongan Tetua Ketiga.


Rombongan itu segera dihentikan oleh komandan pasukan jaga dari Klan Mei dengan hormat.


"Salam Tetua Ketiga!" ucap komandan tersebut sambil menangkupkan kedua tangan.


"Salam komandan!" balas Tetua ketiga yang diikuti oleh lima puluh prajurit elite Klan She.


"Mohon maaf Tetua! Ada apakah gerangan Tetua beserta rombongan ini mendatangi Klan Mei?" tanya sang komandan dengan ramah.


"Benar sekali komandan! Kami ingin bertemu dengan Patriark Mei Shuan dan menyampaikan pasan penting dari Patriark kami!" jawab Tetua Ketiga Klan She.


"Baiklah Tetua mari masuk! Kami akan menyampaikan hal ini kepada Patriark!" ucap sang komandan lalu menyuruh salah satu bawahannya untuk menyampaikan kedatangan Tetua Ketiga dari Klan She yang ingin menghadap.


Sembari menunggu prajurit yang melapir kembali, Tetua Ketiga Klan She itu mengajak sang komandan jaga berbincang-bincang santai.


Lima menit kemudian, prajurit yang sebelumnya pergi kini kembali lagi dengan berlari-lari kecil.


"Tetua! Anda dan dua perwakilan prajurit anda dipersilakan masuk oleh Patriark!" ucap prajurit itu melapor.


"Baik! Terima kasih prajurit!" ucap Tetua Ketiga Klan She.


"Mari Tetua!" ucap sang komandan lalu memimpin dan mengiringi ketiga orang dari Klan She memasuki aula pertemuan Klan Mei.


Beberapa saat kemudian.


"Silakan masuk Tetua! Silakan tuan-tuan!" ucap sang komandan mempersilahkan Tetua Ketiga beserta kedua anggota pasukan elite Klan She imemasuki aula.


"Baik!" jawab ketiganya bersamaan lalu memasuki aula.


Sesampainya didalam aula, mereka bertiga disambut dengan ramah oleh Patriark Mei Shuan beserta para petinggi Klan Mei yang sedang berkumpul mengadakan pertemuan rutin.

__ADS_1


"Salam Patriark Mei dan Tetua sekalian!" ucap Tetua Ketiga Klan She dan kedua prajurit elitenya.


"Selamat datang di Klan Mei kami saudara-saudaraku sekalian! Silakan duduklah.. Duduk!" ucap Patriark Mei Shuan dengan ramah.


"Baik Patriark!" jawab Tetua Ketiga Klan She lalu duduk pada kursi yang disediakan denga dua prajurit elitenya berdiri dibelakang sebagai pengawal.


Setelah duduk dengan tenang dan sedikit berbincang-bincang santai untuk basa-basi, Patriark Mei Shuan akhirnya menanyakan perihal kedatangan Tetua Tingkat Tinggi Klan She beserta kelima puluh prajurit elitenya di Klan Mei.


Dengan mantap Tetua Ketiga Klan She menjelaskan secara detail mengenai pesan dari Patriark She Manglong.


"Ada ras manusia yang menyusup bahkan menawan prajurit elite kalian lalu melarikan diri?" tanya Patriark Mei Shuan mengerutkan keningnya.


"Benar Patriark Mei! Maka dari itu kami Klan She meminta bantau dari Patriark Mei agar sudi menangkap manusia itu dan memberikannya kepada kami jika memang dia mendatangi kawasan kekuasaan Klan Mei!" jawab Tetua Ketiga Klan She dengan tenang.


"Tetua! Bukankah cukup aneh? Sudah ribuan tahun lamanya tidak ada manusia yang datang ke Hutan Tanpa Batas lalu mengapa tiba-tiba muncul bahkan sampai menawan diantara kalian?" ujar Patriark Mei Shuan.


"Itu benar Patriark Mei! Namun keputusan Patriark dan Tetua Agung Klan She sepakat untuk menangkapnya lalu mengeksekusinya didepan umum!" ucap Tetua Ketiga Klan She.


"Emm.. Baiklah Tetua! Jika begitu kami sama sekali tidak keberatan dengan permintaan Patriark She Manglong! Kami akan langsung mengabari Klan She jika memang manusia yang kalian maksud memasuki kawasan Klan Mei kami!" ujar Patriark Mei Shuan yang membuat Tetua Ketiga Klan She sangat senang.


"Terima kasih Patriark! Terima kasih!" ucapnya girang.


Setelah itu mereka lalu kembali mengobrol dengan santai sambil ditemani hidangan buah-buahan dan teh hangat yang disajikan oleh para pelayan.


.


.


Di tempat lain, di Klan Du yang berada di sebelah utara Klan She, Du Ruo atau Patriark Klan Du langsung marah besar saat mereka kedatangan Tetua Keempat Klan She yang melaporkan akan ada manusia yang berani menyusup di Hutan Tanpa Batas.


Saat Tetua Keempat Klan She meminta Du Ruo untuk membantu menangkap penyusup itu jika memasuki kawasannya, maka dengan sangat cepat Du Ruo menyanggupinya.


"Manusia keparat dan serakah! Untuk apa dia memasuki wilayah para beast? Apakah dia akan membuat kekacauan dan mencuri harta para beast?" ucap Du Ruo dengan sorot kebencian terlihat jelas dimatanya.


__________________________________________


*Jangan lupa besok Vote yaa brey LT semua😁👍

__ADS_1


__ADS_2