Ling Tian

Ling Tian
Keberangkatan 2


__ADS_3

Long Yuan seketika menjadi serius saat kekuatan yang maha dahsyat keluar dari tubuh Ling Tian. Tubuhnya sedikit bergetar karena merasakan kekuatan lain dari Ling Tian. Kekuatan itu adalah kekuatan darah Shen Zhu Ling!


Kekuatan darah adalah kekuatan mistis yang hanya dimiliki oleh mereka yang berada di Alam Dewa. Kekuatan darah mampu menekan orang lain dan membuatnya tunduk. Semakin murni darah yang dimiliki seseorang, semakin kuat pula kekuatan darah dalam menekannya.


Hal serupa juga terjadi kepada Long Yuan. Dia merasa cukup tertekan oleh kekuatan darah Ling Tian yang sedikit terpancar dari kekuatan yang saat ini Ling Tian keluarkan. Mengingat Ling Tian adalah Shen Zhu Ling Tian yang memiliki kemurnian darah tertinggi dari seluruh kekuatan darah di Alam Dewa. Meskipun begitu, Long Yuan tetap berusaha mengembangkan senyuman dibibirnya untuk mengelabuhi emosi Ling Tian.


Zheep!


Ling Tian melesat dengan kecepatan tinggi dan berusaha menghantam Long Yuan dengan serangan tapaknya. Mendapati dirinya diserang, Long Yuan tidaklah tinggal diam ataupun menghindar. Dia berniat menghadang tapak Ling Tian.


Boommm...


Ledakan dahsyat terjadi saat kedua tapak saling bertemu. Pisau angin segera menyebar keseluruh area. Wei Hun yang menyaksikan segera membuat dinding pelindung agar tidak membahayakan suadara dan para murid-muridnya.


Ling Tian terdorong puluhan langkah sementara Long Yuan hanya terpukul dua langkah mundur. Meskipun begitu, dia sedikit tidak bisa merasakan telapak tangannya karena pertemuan singkat dengan pemilik tubuh abadi terkuat dan terkutuk yang kekuatannya melebihi apapun.


"Hahaha.. Lumayan! Ayo lanjut lagi bocah bau!" seru Long Yuan dengan tertawa layaknya mengejek.


"Ohoo.. Aku juga cukup terkesan dengan kekuatan telapak tanganmu sekarang cacing biru sialan! Apakah sekarang rasanya kebas? Atau bahkan kamu tidak merasakan telapakmu sekarang? Hahaha.." balas Ling Tian dengan ejekan yang lebih menusuk hati.


"Cih! Ini tidaklah seberapa! Aku adalah kultivator Ranah Raja! Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku! Pengalaman bertarungku juga ribuan kali lebih unggul daripadamu bocah bau!" ujar Long Yuan.


"Begitukah? Mari kita buktikan!" ucap Ling Tian.


Wusss...


Setelah Ling Tian mengatakan itu, tiba-tiba fluktuasi udara menjadi bergejolak dan tidak beraturan. Aura langit dan bumi terserap dengan kecepatan tinggi mengarah pada telapak tangan Ling Tian. Cahaya keemasan muncul secara perlahan dari telapak tangannya.


Kali ini ekspresi wajah Long Yuan menjadi serius diatas serius. Dia mengenal betul jurus apa yang akan Ling Tian keluarkan. Dia mengalirkan energi Qi dalam jumlah besar keseluruh tubuh dan hampir empat puluh persen sendiri Long Yuan suntikkan pada telapak tangan.


Energi Qi berwarna kebiruan menyelimuti Long Yuan dan bola kekuatan dahsyat berada pada genggaman tangannya.


"Ayo kita beradu lagi cacing sialan! Pukulan Pelebur Bumi Tahap Sempurna!" teriak Ling Tian.


"Siapa takut!" balas Long Yuan.


Swooosshhh...


Keduanya melesat bersamaan dengan kecepatan yang melebihi cahaya. Para murid dari saudara-saudara Ling Tian melihatnya

__ADS_1


Boooooommmmmm...


Ledakan yang lebih dahsyat puluhan kali lipat dari ledakan sebelumnya segara terjadi saat kedua tinju bertemu. Kali ini Long Yuan terdorong mundur puluhan meter sementara Ling Tian terlempar ratusan meter jauhnya.


"Hahaha.. Masih belum cukup untuk mengalahkanku!" ucap Long Yuan dengan tertawa lantang.


Long Yuan merasa sangat puas saat melihat Ling Tian terlempar mundur dan jungkir balikan menabrak tanah dan pepohonan yang ada. Long Yuan terus tertawa terbahak-bahak sampai tiba-tiba terhenti saat dirinya tidak merasakan aura Ling Tian.


"Skil ini lagi! Ini akan merepotkan!" gerutu Long Yuan.


Ling Tian yang sebelumnya terlempar hingga menabrak beberapa pohon besar dan menumbangkannya segera bangkit. Ling Tian memegangi dadanya yang terasa sedikit sesak. Dia juga melihat Long Yuan tertawa terbahak-bahak dengan bangganya karena telah membuatnya dalam posisi ini.


Ling Tian tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada saat Long Yuan tidak terlalu memperhatikannya. Ling Tian mengaktifkan skil yang hanya dimiliki olehnya. Dia mengalirkan energi Qi dan menggunakan elemenitas bayangannya hingga menghilanglah dirinya dari pandangan tanpa ada jejak aura sedikit pun.


Skil inilah yang paling diwaspadai oleh Long Yuan. Bahkan dirinya yang sudah menginjak Ranah Raja sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan Ling Tian. Long Yuan hanya bisa mengandalkan insting bertarungnya saja.


"Cih! Pengecut lemah! Sukanya hanya bersembunyi!" seru Long Yuan memprovokasi.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Ling Tian. Hening! Suasana tetaplah hening tanpa ada suara apapun untuk beberapa saat sampai tiba-tiba Long Yuan dengan instingnya merasakan bahaya mendekat dari arah kirinya. Long Yuan dengan sigap menghindar.


Boommm...


Dan benar! Sebuah serangan yang cukup membuat Long Yuan bergidik saat melihat evek ledakannya. Dia tidak bisa membayangkan jika serangan itu mengenai kepalanya. Ling Tian pasti akan sangat puas karena berhasil membuatnya benjol.


Suara Ling Tian bergema dari segala arah. Membuat Long Yuan hanya bisa mengumpatinya panjang pendek.


"Jika berani, muncullah kau bocah bau! Jangan bertindak layaknya pecundang yang takut mati!" teriak Long Yuan.


"Haiih.. Siapa pula yang pecundang? Ranah Raja melawan ranah Pendekar Berlian? Apakah masih ada ruang untuk mengeluh? Cih! Dasar kamu saja lemah dan tidak tahu diri!" balas Ling Tian mengejek dengan suara yang seolah menyatu dengan angin.


Wajah Long Yuan yang mendengar itu langsung menghitam dan menjadi buruk. Garis-garis hitam tercetak jelas diwajahnya. Dia hanya bisa menggertakkan giginya kuat-kuat tanpa bisa memberikan balasan apapun.


Buak!


Karena tidak terlalu fokus dan tersulut emosi, Ling Tian berhasil mendaratkan pukulan fisiknya keperut Long Yuan. Alhasil, Long Yuan yang tidak siap hanya bisa menerima dengan pasrah saat tubuhnya terlempar sangat jauh dan menabrak puluhan pohon besar hingga merobohkannya.


Booommmm...


"Uhuk! Uhuk!" Long Yuan terbatuk-batuk. Darah segar juga mengalir disudut bibirnya.

__ADS_1


"Sialaa-..!"


Buak!


Sebelum teriakan umpatan Long Yuan selesai dengan sempurna, sebuah bogem dari tangan Ling Tian mendarat telak dihidungnya.


"Aaakkhh.."


Bamm...


Bak! Buk! Bamm.. Buak! Buk!


Buak! Bamm..


Ling Tian terus menghujani Long Yuan dengan tinju, tapak dan tendangannya. Meski hanya menggunakan kekuatan fisiknya, fisik Ling Tian adalah hal lain. Long Yuan juga memiliki fisik naga yang sangat kuat dan kuat. Namun dihadapan fisik Kaisar Naga Bayangan Ling Tian, kekuatan fisiknya umpama sebuah tahu dibandingkan dengan baja.


Buak! Buak!


Bamm...


"Rasakan ini cacing sialan!" ujar Ling Tian.


Buak! Bamm... Bamm...


"Berani-beraninya menekan Tuan Muda tampan ini dengan aura! Huh! Makan ini tinju!"


Bammm...


"Aakkhh.. Ampun! Woy! Ampunnnnn!" teriak Long Yuan.


Bak! Buk! Bammm...


"Ampun sodaraku yang baiiiiiiik! Yang tampan! Yang tidak sombong dan suka menabung! Aku mengaku salah! Aku kalahhhhhh!" seru Long Yuan.


Dia benar-benar telah dibuat babak-belur kali ini. Dalam hatinya, Long Yuan sangat menyesal telah menyinggung bocah bau ini. Kekuatan tempur penuh bocah ternyata sudah diatas dirinya meskipun hanya baru berumur dua pukulan tahun.


"Huh! Sudah begini, baru kau minta ampun dan bilang aku tampan! Cih! Dasar cacing jelek!" ucap Ling Tian mencibir lalu meninggalkan Long Yuan yang sedang terlentang dan terkapar begitu saja.


.

__ADS_1


.


Wei Hun yang melihat adegan itu hanyalah menggelengkan kepala. Pertengkaran antar kedua saudaranya ini mungkin akan sangat dia rindukan jika sudah berada di Alam Menengah. Entah kapan lagi dia akan melihat saudara-saudaranya seperti ini lagi.


__ADS_2