
Setelah selesai mengobati keduanya, khususnya kepada Yi Shu yang menderita luka yang cukup parah, Ling Tian menyuruh keduanya untuk kembali dan membersihkan diri.
Yi Shu berjalan dengan langkah gontai. Dia masih tidak menyangka dan belum bisa menerima kekalahannya dari seorang gadis yang umurnya berada dibawahnya.
Meskipun begitu, Yi Shu tidak menaruh dendam sedikitpun dihatinya kepada Ling Lianhua. Justru dia semakin bertekat untuk menjadi lebih kuat lagi dan tidak mempermalukan lagi martabat seorang laki-laki.
Beberapa saat kemudian, keempat peserta turnamen babak final sudah memakai pakaian yang bagus dan layak untuk dipertontonkan dihadapan puluhan ribu manusia.
Ling Tian meminta keempatnya untuk naik keatas arena untuk menerima hadiah yang telah ia siapkan. Keempatnya berdiri dengan baris sesuai urutan juara. Ling Lianhua, Yi Shu, kedua pentol korek Hong Lie dan Xuan Ji.
Setelah itu, dengan suara lantang Ling Tian memberikan pengumumannya,
"Hadirin sekalian! Kita semua telah menyaksikan seluruh jalannya turnamen generasi muda! Dan akhirnya setelah melewati tiga babak pertandingan, keempat peraih juara telah muncul dan kita dapatkan..."
"Mereka berempat adalah generasi muda terkuat di lingkup kekuasaan Kota Awan! Sebelum itu, aku akan menawarkan sesuatu kepada kalian berempat!" ujar Ling Tian mengalihkan pandangan kepada keempat juara turnamen.
"Penawaran?" tanya keempatnya.
"Benar! Kalian berempat mendapatkan penawaran dari saudara-saudaraku untuk menjadi muridnya! Apakah kalian mau?" tanya Ling Tian.
Semua juara turnamen kecuali Ling Lianhua merasa bingung dengan ucapan Ling Tian. Menjadi murid saudara-saudara Ling Tian? Lalu siapakah saudara yang dimaksud?
"Aku menerimanya!" jawab Ling Lianhua tanpa ragu.
"Eh? Saudari Hua?" ketiga juara turnamen dibuat heran dengan Ling Lianhua yang menerima penawaran dengan tanpa ragu.
.
.
Diatas panggung kehormatan, Kaisar Heian dan Menteri Pertahanan Kekaisaran Wei mengerutkan keningnya bersamaan. Menjadikan keempatnya murid dari saudara-saudaranya? Bukankah berarti mereka akan gagal untuk merekrut generasi muda yang gemilang untuk istana?
"Yang Mulia Kaisar!" Menteri Pertahanan hendak protes. Namun dengan cepat Kaisar Heian mengangkat tangan untuk menghentikan ucapan Sang Menteri.
__ADS_1
"Cukup Menteri! Kita belum tahu siapa saudara-saudara Tuan Muda Ling Tian!" ucap Kaisar Heian.
"Baiklah.." pasrah Menteri Pertahanan.
Kaisar Heian menatap Ling Tian dengan pekat. Dia sangat menantikan saiapakan orang yang akan menjadi guru dari orang-orang yang akan direkrutnya. Sebenarnya batin Sang Kaisar begitu sangat tertekan. Bagaimanapun melewatkan merekrut generasi muda berbakat adalah sesuatu yang sangat merugikan. Dia tentu tidak akan melakukan itu. Namun dengan keberadaan Ling Tian, dia dibuat tidak bisa berkutik dan hanya bisa menghela nafas panjang.
.
.
"Jadi, apakah kalian bertiga menyetujuinya? Aku yakin kalian tidak akan menyesal setelahnya!" kata Ling Tian dengan yakin.
Ketiga peserta lain tampak masih berfikir dengan keras. Sebelumnya mereka telah mendengar desas-desus tentang mereka akan direkrut oleh istana Kekaisaran Wei. Maka dari itu, mereka sedikit bimbang. Pasalnya, yang mereka tahu adalah kesempatan memasuki jajaran prajurit elite istana tidaklah sembarang orang bisa masuk. Dan mereka saat ini mendapatkan kuotanya untuk masuk.
Setelah menunggu beberapa menit dan tidak mendapat jawaban, Long Yuan yang berada diatas langit langsung melesat turun dengan memancarkan auranya yang ada dibranah Puncak Pendekar Berlian.
Swoooosshhhh...
Ledakan aura yang sangat kuat menyapu kesegala arah dan menindas semua manusia yang ada kecuali Ling Tian.
"Tarik auramu cacing sialan! Ada ibu dan ayahku juga disini! Apa kamu mau aku hajar?" ucap Ling Tian dengan mata melotot.
"Eh? Iya.. Iya.. Maafkan aku saudarakunyang baik!" jawab Long Yuan buru-buru menarik aura penindasannya.
Semua orang kembali bisa bernafas dengan lega. Sementara Kaisar Heian dan Menteri Pertahanan Kekaisaran Wei hanya bisa menarik nafasnya dengan dingin. Untung saja mereka belum mengumumkan secara formal untuk merekrut para juara turnamen atau mereka akan mendahului Leluhur mereka sendiri.
Zheep! Zheep! Zheep!
Tiga sosok kembali muncul dari atas langit dan berdiri dibelakang Long Yuan. Aura yang sedikit merembes membuat orang yang merasakannya menjadi bergidik ngeri. Semua orang kini sadar bahwa keberadaan Klan Ling saat ini adalah intensitas yang tidak bisa disentuh siapapun. Hanya dengan satu saja dari saudara Ling Tian, dia akan mampu memporak-porandakan seluruh daratan timur ini.
"Sekarang, apakah kalian menerima tawaranku?" tanya Ling Tian yang sekedar basa-basi. Tentu dia sudah mengetahui jawabannya. Tidak mungkin seseorang akan melewatkan kesempatan mempunyai guru pembimbing yang sangat kuat!
"Kami mau Tuan Muda!" jawab ketiganya serentak.
__ADS_1
"Baiklah.. Berhubung mereka berempat sudah menerima tawaranku, maka mari kita berikan hadiah bagi para juara kita kali ini!" teriak Ling Tian dengan suara menggelegar. Para oenonton segera bertepuk tangan dengan meriah. Mereka sangat iri dengan keberuntungan keempat peserta yang menjuarai turnamen.
"Juara keeempat diraih oleh Xuan Ji dari Klan Xuan! Beri tepuk tangan kebanggaan kalian untuknya!" ujar Ling Tian. Tepuk tangan lebih meriah dari sebelumnya terdengar dari segala arah.
"Kepada saudaraku Long Yuan untuk memberikan hadiahnya!" lanjut Ling Tian.
Long Yuan mengambil hadiah diurutan keempat yang diatas meja formasi. Hadiah itu adalah satu botol giok yang berisi pil kultivasi tngkat 9 dan cincin penyimpanan yang berisi lima puluh koin platinum.
"Terimalah! Maukah kamu menjadi murid dari guru yang tampan ini?" tanya Long Yuan sambil memberikan hadiah.
"Eh..?" Xuan Ji mengerutka keningnya. Guru yang tampan? Bukankah itu sangat narsis?
"Hoi! Malah bengong! Mau atau tidak jadi muridku?" tanya Long Yuan mengagetkan Xuan Ji.
Bruk!
Xuan Ji menjatuhkan diri dan bersujud tiga kali dibawah kaki Long Yuan.
"Murid ini memberi hormat kepada guru!" ucap Xuan Ji dengan hikmat.
"Bagus! Sekarang berdirilah! Tegakkan badanmu dan jangan lupa rawatlah wajahmu sedikit agar tidak terlalu memalukan gurumu yang tampan ini!" ucap Long Yuan memberikan penuturan yang sangat aneh didengar oleh telinga.
"Baik Guru!" Xuan Ji hanyalah menurut.
"Baik! Kau boleh kembali! Oiya, dan kamu!" kata Long Yuan sambil menunjuk gadis yang duduk diantara para peserta turnamen yang gagal.
Gadis yang ditunjuk Long Yuan malah tengak-tengok kekanan dan kiri untuk mencari orang yang ditunjuk.
"Woi.. Aku menunjukmu! Kamu malah mencari siapa?" Long Yuan sedikit geram dengan kejadian konyol ini.
Si gadis muda atau lebih tepatnya Gu Mei menjadi bingung.
"Nona Gu Mei tidak perlu bingung! Saudaraku Long Yuan juga menginginkanmu sebagai murid!" ujar Ling Tian untuk menghilangkan kebingungan Gu Mei.
__ADS_1
"A-aku?" Gu Mei menunjuk diri sendiri.
"Ya! Aku memilihmu menjadi murid yang akan aku bimbing. Maka naiklah dan beri hormat kepada gurumu ini!" ujar Long Yuan bangga.