
Suasana di dalam aula istana Kekaisaran Xiao menjadi sangat hening setelah Ling Tian menyelesaikan pidato singkatnya. Semua orang sini telah memahami alasan mengapa pemuda bertopeng yang duduk di atas hingga sana itu menaklukkan mereka.
Sementara untuk alasan Klan Lian dihancurkan oleh kedua leluhur, beberapa di antara mereka termasuk Kaisar Sujin gini telah memahaminya. Dendam penghianatan ribuan tahun lalu ternyata masih belum dilupakan oleh anak cucu Klan Ling.
Mereka merasa beruntung Ling Tian hanya menjadikan mereka bawahan dan tidak bernasib sama dengan Klan Lian. Padahal mereka juga ikut bekerja sama untuk menghancurkan Klan Ling di daratan timur pada saat itu.
"Jadi? Apakah diantara kalian hendak ada yang bertanya?" tanya Ling Tian melihat ke arah semua orang.
Semua orang hanya menggelengkan kepalanya tanda semua telah mengerti dan tidak ada pertanyaan. Akan tetapi tiba-tiba Jenderal Besar Xiao Hao membuka suaranya.
"Mohon izin bicara Tuan Muda Ling! Dari informasi yang aku terima dari mata-mata yang tersebar di seluruh daratan, mereka mengatakan bahwa daratan utara kini sebagian tempatnya telah dikuasai oleh aliansi aliran hitam yang dipimpin oleh pangeran Song Yunlei dan Matriark Sekte Hasrat Chang Roulan!.."
"Sementara untuk daratan timur, Tuan Muda Ling Jian dan Tuan Muda Ling We beserta orang-orang misterius yang tiba-tiba datang berhasil memukul mundur Kaisar Han Biao dan Patriark Sekte Pedang Kelelawar Nan Kong!" ujar Jenderal Besar Xiao Hao.
"Oh? Begitukah? Ternyata seperti yang sudah aku duga! Ternyata mereka telah merencanakan untuk mengambil kesempatan di dalam kesempitan terhadap kekosongan kekuatan besar yang hampir keseluruhannya berkumpul di wilayah terlarang daratan tengah ini sebelumnya!" ucap Ling Tian sambil tersenyum sinis.
"Tapi aku cukup selalu dengan jaringan informasi yang dimiliki oleh Klan Xiao! Kalian memang sangat luar biasa!" ucapnya lagi.
"Terima kasih atas pujiannya Tuan Muda Ling!" ucap Jenderal Besar Xiao Hao sambil menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat.
Ling Tian hanya menganggukkan kepala sebagai tanggapan dari Jenderal Besar Kekaisaran Xiao itu. Kemudian, Ling Tian menyudahi pidatonya dan memerintahkan mereka untuk bersikap biasa-biasa saja terhadapnya alias tidak perlu terlalu meninggi-ninggikan kehormatannya.
__ADS_1
Akhirnya semua orang di aula istana merasa sedikit demi sedikit kecanggungan yang sebelumnya terjadi antara mereka dengan Ling Tian mulai hilang. Mereka kini mulai terlihat ada yang tertawa ringan dengan obrolan-obrolan lucu dari beberapa menteri.
Ling Tian sama sekali tidak mempermasalahkan akan hal itu. Dia justru sangat mendukung mereka melakukan hal yang seperti ini. Karena bagaimanapun mereka juga ingin merasakan sebuah ketentraman dan kebersamaan dengan keluarga mereka dengan canda dan tawa.
Setelah beberapa saat kemudian, puluhan pelayan istana yang terdiri dari gadis-gadis cantik memasuki aula istana dengan membawakan beberapa hidangan ringan beserta buah-buahan yang siap disantap.
Mao An tetap mempertahankan dirinya menjadi sosok kucing hitam yang imut. Dia makan dengan pelan dan santai di atas meja kecil yang diletakkan tepat di depan Ling Tian.
Setelah dirasa cukup, Ling Tian kemudian berdiri dari singgasana kaisar yang diikuti oleh semua orang. Mao An pun meloncat apa di atas pundak kanan Ling Tian.
"Aku akan kembali melanjutkan petualanganku! Pesanku yang harus kalian semua ingat-ingat dengan benar adalah jangan pernah menindas rakyat! Jangan bertingkah seolah-olah kalian adalah yang terhebat! Bersikaplah secara adil dalam segala hal! Dan yang terakhir adalah teruslah menjadi kuat karena kemungkinan tidak akan lama lagi kita akan melakukan perang besar melawan pihak aliansi aliran hitam! Apa kalian semua mengerti?" kata Ling Tian sambil tersenyum dengan ramah.
"Kami semua mengerti Tuan Muda Ling!" jawab semua orang yang berada di aula istana dengan serentak sambil menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan keseriusan mereka.
"Silakan Tuan Muda Ling! Semoga keselamatan selalu menyertai Tuan Muda Ling!" ucap semua orang bersamaan.
Ling Tian tersenyum mendengarkannya. Dia lalu sedikit demi sedikit tubuhnya perlahan menghilang menyatu dengan udara tipis. Hal yang membuat semua orang dari jajaran para petinggi Istana Kekaisaran Xiao itu terkejut.
Bagaimana mungkin hal yang seperti itu bisa dilakukan oleh seseorang di muka bumi ini? Bukankah hal itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang telah menjadi roh? Semua orang kebingungan dengan apa yang diperlihatkan oleh Ling Tian. Padahal hal yang dilakukan oleh Ling Tian itu adalah hal yang sangat sederhana karena dia hanya bersatu dengan elemen bayangan miliknya kemudian melesat meninggalkan aula istana.
***
__ADS_1
"Tuan Muda! Kamu jahat sekali mengerjai orang-orang tua bangka itu sehingga plonga-plongo seperti orang bodoh! Hahaha.." ucap Mao An yang berada di atas pundak kanan Ling Tian dengan tertawa terpingkal-pingkal.
"Ehehehe.. Tidak apalah! Sesekali melakukan pertunjukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain mungkin bisa membuat orang lain itu akan berpikir berulang kali untuk berbuat masalah kepada kita!" kata Ling Tian dengan santai.
Keduanya saat ini sedang berjalan di tengah-tengah Kota Nianqing. Beberapa saat sebelumnya, setelah Ling Tian keluar dari pintu gerbang istana dia langsung menghilangkan mode elemen bayangan sehingga membuat dirinya kembali terlihat oleh mata.
Ling Tian dan Mao An terus mengobrol dan sesekali tertawa karena candaan yang dibuat-buat oleh Mao An. Namun obrolan serta candaan tawa itu dilakukan oleh keduanya hanya melewati telepati saja.
"Jangan lupa mampir terlebih dahulu direstoran untuk makan-makan terlebih dahulu! Sebelumnya sewaktu di istana itu aku terlalu jaga image untuk makan dengan lahap sehingga aku masih sangat lapar sekarang!" ucap Mao An dengan sedikit menyesal.
"Ingat saudaraku! Kamu ini sedang menjadi kucing kecil! Jika kamu makan terlalu banyak maka orang-orang akan kehilangan ke mana perginya makanan yang kamu lahap itu! Hahaha.." ucap Ling Dian sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Cih! Intinya sebelum Tuan Muda melanjutkan perjalanan, kita harus mampir dulu di restoran! Aku masih sangat lapar!" kata Mao An menggerutu.
"Hahaha.. Iya-iya! Dasar kucing jadi-jadian!" ucap Ling Tian dengan nada mengejek.
"Tch!" Mao An hanya berdecak sebagai balasan darinya.
Ling Tian terus mengayunkan langkah kakinya untuk mengelilingi kota dan menikmati keindahannya. Beberapa kali dirinya juga mampir di sebuah restoran atas permintaan dari Mao An saudaranya.
"Baiklah.. Mari kita menuju portal teleportasi! Aku penasaran apakah Klan Xiao juga langsung mengambil alih bisnis besar portal teleportasi ini?" ucap Ling Tian lirih bertanya dengan Mao An.
__ADS_1
"Kemungkinan begitu! Karena aku lihat mereka tetap berjalan hingga saat ini!" ujar Mao An menanggapi.
"Baiklah.. Mari kita kesana saja! Aku sungguh tidak sabar ingin melihat bagaimana orang-orang daratan utara itu dapat bertahan dari gempuran aliansi aliran hitam!" ucap Ling Tian sambil mempercepat jalannya menuju ke arah petugas yang berjaga di portal teleportasi.