
Ling Tian menganggukkan kepalanya pelan. Dia cukup senang dengan saudari dan para muridnya itu yang cukup cekatan dengan sesuatu yang akan membantunya menyusuri Hutan Tanpa Batas dengan mengintrogasi tawanan meski dia belum memintanya.
"Lalu apakah ada informasi lain? Mungkin mengenai Hutan Tanpa Batas atau lainnya?" tanya Ling Tian.
"Ada Tuan Muda!" jawab Zhuge Ruxu.
"Katakanlah!" ucap Ling Tian.
"Baik Tuan Muda!" angguk Zhuge Ruxu.
"Namun alangkah lebih baiknya kita membicarakan hal ini didalam Istana Ling saja! Karena mungkin akan memerlukan beberapa waktu bagiku untuk menjelaskannya!" ucap Zhuge Ruxu menambahkan sambil tersenyum.
"Yaaahh.. Baiklah.." turut Ling Tian.
Mereka berempat lalu berjalan memasuki Istana Ling dengan santai lalu duduk di taman tempat biasa saudara-saudara Ling Tian bercengkrama dan santai-santai.
Tidak lupa Ling Lianhua membuatkan teh hangat yang tidak lain adalah teh galaksi yang Ling Tian beli di Paviliun Harta Karun untuk ketiga orang penting dalam hidupnya itu.
"Terima kasih Hua'er!" ucap Ling Tian dengan tulus dan tersenyum hangat.
"Sama-sama kakak Tian! Jika begitu aku akan pergi dulu menemui saudara dan saudari yang lain untuk berlatih! Kakak dan guru sekalian silakan lanjutkan obrolannya!" ucap Ling Lianhua yang sadar diri akan tempatnya.
Ling Tian, Mao An dan Zhuge Ruxu memahami akan ketidak-enakan Ling Lianhua yang duduk bersama dengan Ling Tian dan Mao An.
"Baiklah.. Silakan Hua'er! Tetap semangat dan teruslah menjadi kuat!" ujar Ling Tian sambil tersenyum hangat kepada gadis itu.
"Baik Kakak, Guru sekalian! Aku pamit dulu!" ucap Ling Lianhua.
"Silakan Hua'er!" jawab Mao An dan Zhuge Ruxu bersamaan.
Setelah kepergian Ling Lianhua, Zhuge Ruxu lalu menjelaskan beberapa informasi mengenai Hutan Tanpa Batas yang dia dapatkan dari ketiga tawanan.
"Tuan Muda! Hutan Tanpa Batas adalah hamparan luas yang dikelilingi oleh formasi array sekaligus pemukiman bagi para monster beast. Didalamnya terdapat puluhan hingga ratusan klan beast yang tinggal dengan daerah kekuasaannya masing-masing dengan Klan Bai yang menjadi pemimpin!.."
"Seperti namanya, Hutan Tanpa Batas adalah wilayah yang tidak memiliki batasan tingkat kultivasi layaknya saat berada diluar hutan yang mana dimensi Benua Langit menyegel kultivasi hingga ranah Pendekar Berlian Puncak saja!.."
"Namun karena keterbatasan aura langit dan bumi di Benua Langit, para penghuni Hutan Tanpa Batas ini hanya mampu menaikkan kultivasi hingga Ranah Kaisar Puncak! Namun tetap saja sudah sangat kuat menurutku!" ujar Zhuge Ruxu menjelaskan.
"Benar! Kita dihadapan orang yang sudah berada di Ranah Kaisar itu layaknya semut dihadapan gajah!" ucap Ling Tian mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan Klan She?" lanjut Ling Tian bertanya.
__ADS_1
"Klan She adalah klan beast tingkat menengah yang memiliki kekuasaan hingga pinggiran Hutan Tanpa Batas bagian timur! Kekuatan yang dimiliki Klan She juga tidaklah main-main! Mereka memiliki seribu prajurit elite dengan kekuatan Pendekar Berlian Akhir hingga Ranah Raja Tahap Awal dan puluhan Tetua Tingkat Rendah dan Tingkat Tinggi yang berada di Ranah Raja Tahap Menengah hingga Tahap Akhir!" jawab Zhuge Ruxu.
"Sangat kuat!" ucap Ling Tian.
"Benar Tuan Muda!" ucap Zhuge Ruxu membenarkan.
"Lalu berada pada tingkat apa Patriark dan Tetua Agung Klan She ini?" tanya Ling Tian.
"Ranah Kaisar Tahap Awal!" jawab Zhuge Ruxu dengan tubuh sedikit bergetar. Dia tidak bisa membayangkan jika dia harus bertarung bersama Tuan Mudanya melawan orang-orang kuat dari Klan She, mengingat saat ini Ling Tian sedang ada masalah dengan klan ular berkepala tiga itu.
Ling Tian terdiam untuk beberapa waktu. Dia sangat tidak menduga bahwa akan ada kawasan yang ditempati oleh monster-monster adidaya yang tidak dapat dirinya singgung di Benua Langit ini.
Dia melihat ekspresi wajah Zhuge Ruxu yang sedikit pucat karena ketakutan lalu menggelengkan kepalanya.
"Jika Klan She yang memiliki kekuatan semengerikan itu berada pada posisi klan tingkat menengah, lalu bagaimana dengan Klan Bai yang berada pada posisi puncak kepemimpinan?" tanya Ling Tian pelan.
"Klan Bai memiliki lima orang yang berada di Ranah Kaisar Puncak yaitu Patriark dan Tetua Agung serta Tiga Leluhur Klan!" jawab Zhuge Ruxu.
Ling Tian kembali menggelengkan kepalanya.
"Ini berada diluar jangkauanku! Klan Bai pastilah klan yang tidak tersentuh!" ucapnya pelan.
"Pppffff!!!"
Ling Tian yang sedang menyesap tehnya dengan santai langsung menyemburkannya pada wajah Mao An yang berada tidak jauh darinya karena terlalu terkejut.
"Apaaa kau bilang?!" tanya Ling Tian masih tidak percaya dengan pendengarannya.
Zhuge Ruxu tidak langsung menjawab pertanyaan Ling Tian, dia justru tertawa cekikikan sambil melihat ekspresi wajah masam yang ditampilkan Mao An.
"Tuan Muda!" ucap Mao An datar.
"Aiya Mao An! Ada ap-.." Ling Tian tidak bisa melanjutkan ucapannya saat melihat seluruh wajah Mao An basah semua karena semburannya barusan. Terlebih dengan ekspresi kusut Mao An yang semakin menambah kelucuannya. Pantas saja Zhuge Ruxu yang sebelumnya agak pucat karena ketakutan, sekarang malah berbalik cekikian.
"Kaget ya kaget Tuan Muda! Tapi tidak pakai acara sembur-sembur diwajah juga! Aku bukan orang yang sedang kesurupan!" ucap Mao An masih dengan ekspresi wajah datarnya.
"Hahahaha.."
Zhuge Ruxu tidak bisa lagi menahan tawanya, dia akhirnya tertawa dengan pecah sementara Ling Tian hanya menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.
"Untung saja Hua'er tidak ada diruangan ini! Jika ada.. Ah! Alangkah malunya kau adik kelima! Hahaha.." ucap Zhuge Ruxu sambil terus tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Sudah-sudah! Lanjutkan dulu informasinya! Tadi itu sedang tegang-tegangnya! Tuan Muda malah justru membuat ulah!" ujar Mao An sambil perlahan mengelap wajahnya dengan baju yang dipakainya.
"Hehe.. Maaf saudaraku!" ucap Ling Tian sambil cengengesan.
"Haha.. Baiklah.. Baiklah.." ujar Zhuge Ruxu.
Setelah menenangkan dirinya untuk tidak tertawa lagi, Zhuge Ruxu kembali menyampaikan informasi yang dia dapatkan dari ketiga tawanan.
"Yang aku katakan sebelumnya adalah kebenaran Tuan Muda! Jika aku bisa mengira, maka kekuatan Klan Bai saat ini sudah jauh lebih kuat lagi! Mungkin mereka sudah memiliki puluhan atau mungkin belasan Ranah Kaisar Puncak!" ucap Zhuge Ruxu.
"Itu bisa saja terjadi! Dan itu adalah kekuatan yang sangat absolut di Benua Langit ini!" ucap Ling Tian.
"Benar sekali Tuan Muda!" angguk Zhuge Ruxu.
"Lalu apakah kakak ketiga juga menanyakan kepada mereka tentang aura aneh yang terpancarkan dari Hutan Tanpa Batas itu?" giliran Mao An kini yang bertanya.
Ling Tian menatap Mao An dengan tatapan penuh arti.
"Apakah kamu masih takut saudaraku?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja tidak!" jawab Mao An cepat.
"Lalu?" Ling Tian mengerutkan kening.
"Aku hanya tanya saja!" ujar Mao An.
"Adik kelima! Kebetulan sekali aku juga menanyakan tentang hal itu!" ucap Zhuge Ruxu.
"Oh.. Benarkah?" tanya Mao An kegirangan. Dia tidak menyangka bahwa saudarinya itu sangat pengertian kepadanya.
"Aura aneh itu adalah aura pembunuhan yang keluar dari formasi array yang melingkupi seluruh Hutan Tanpa Batas! Berguna untuk membunuh siapapun yang berani melakukan perjalanan dengan cara terbang diatas Hutan Tanpa Batas!.."
"Bagi orang yang ingin terlepas dari kekangan itu maka diharuskan menaikkan tingkat kultivasinya hingga di Ranah Kaisar!" jawab Zhuge Ruxu menjelaskan.
"Baiklah.. Aku mengerti!" ucap Mao An.
Setelah berbicara banyak hal mengenai Hutan Tanpa Batas dan misterinya, Ling Tian akhirnya pamit undur diri untuk memasuki aula kultivasi dan berusaha untuk menerobos.
"Baik Tuan Muda! Semoga anda beruntung!" ucap Zhuge Ruxu.
Ling Tian menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan Zhuge Ruxu dan Mao An yang kembali melanjutkan perbincangannya.
__ADS_1