
Dari penjelasan Chang Ming'er, Ling Tian dan Mao An dapat mengetahui bahwa kota kecil ini dinamakan Kota Heibing karena di tengah-tengah kotanya terdapat sebuah pilar es raksasa yang berwarna hitam dan memiliki aura yang sangat dingin.
Dengan berkultivasi di sanalah orang-orang di kota ini dapat dengan cepat menaikkan tingkatannya. Karena energi dingin yang keluar dari keluar pilar es hitam itu sangatlah kontras dengan mereka yang memiliki elemen es.
Sementara untuk wilayah terlarang, tidak ada satupun informasi yang dimiliki oleh Chang Ming'er. Hanya saja, yang dia ketahui adalah setiap orang yang memasuki kawasan itu maka sudah dipastikan orang itu tidak akan pernah kembali lagi.
"Hoo.. Itu artinya tempat itu sangatlah menantang sekali! Kita harus mengungkapkan rahasia yang ada di dalamnya Tuan Muda!" kata Mao An dengan semangat membara.
"Tentu saja! Karena itulah tujuan aku mendatangi wilayah terlarang!" sahut Ling Tian sambil tersenyum lebar.
"Tuan Muda! Apakah anda yakin akan mendatangi tempat itu? Tempat itu sangatlah berbahaya!" kata Chang Ming'er dengan wajah khawatirnya.
"Kamu tenanglah Ming'er! Aku tahu batasanku!" ucap Ling Tian menenangkan.
Kemudian setelah itu mereka bertiga pun mencari sebuah penginapan untuk beristirahat dan memulihkan diri. Tidak berapa lama kemudian mereka pun akhirnya menemukan sebuah penginapan yang cukup mewah yang bernama Penginapan Teratai Hitam. Sungguh sebuah nama penginapan seperti penginapan milik orang-orang aliansi aliran hitam saja!
"Selamat datang di penginapan teratai hitam tuan dan nona! Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang gadis resepsionis penginapan kepada Ling Tian dan Chang Ming'er.
"Kami ingin menginap selama 2 hari! Tolong siapkan untuk kami kamar termewah dan hidangan terenak di sini!" jawab Ling Tian sambil tersenyum ramah kepada gadis resepsionis itu.
"Baik tuan! Silakan ikuti saya untuk mengurus administrasinya terlebih dahulu!" ucap gadis resepsionis itu yang kemudian diangguki oleh Ling Tian yang mengikutinya dari belakang.
Selesai mengurus administrasi, Ling Tian dan Chang Ming'er kemudian diantar oleh gadis resepsionis sebelumnya menuju ke lantai 3 yaitu di kamar VVIP.
"Silakan tuan dan nona! Untuk hidangannya harap tuan dan nona untuk menunggunya kami akan mempersiapkannya sekarang juga!" kata sang gadis resepsionis.
__ADS_1
"Baik! Terima kasih!" ucap Ling Tian lalu mengajak Chang Ming'er.
Chang Ming'er menganggukkan kepala mengikuti Ling Tian memasuki kamar penginapan. Dia mendapati kamar itu sangatlah mewah sekali dan memiliki dua tempat perbaringan atau kasur.
Ling Tian langsung menuju ke salah satu tempat perbaringan itu dan duduk bersila dengan sikap lotus kemudian mulai berkultivasi untuk memulihkan dirinya. Sementara Mao An yang dalam bentuk kucing jadi-jadian dan Chang Ming'er menuju ke arah kursi sofa yang disediakan pada kamar itu.
Keduanya berbincang-bincang santai mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan daratan utara ataupun wilayah terlarang lainnya selain wilayah terlarang yang berada dari kota ini.
Tidak berapa lama kemudian saat mereka berdua sedang mengobrol, beberapa pelayan mengetuk pintu kamar dan mengatakan bahwa mereka membawakan hidangan untuk Ling Tian dan juga Chang Ming'er. Chang Ming'er langsung mempersilahkan mereka untuk memasuki kamar dan meletakkan hidangan tersebut di atas meja di depan Mao An dan Chang Ming'er mengobrol sebelumnya.
Selesai menata hidangan itu dengan rapi di atas meja, para pelayan itu segera pergi meninggalkan kamar. Sementara Mao An langsung saja melahap makanan itu dengan cepat setelah dia merubah dirinya menjadi manusia tampan tanpa menunggu Ling Tian membuka mata dari meditasinya.
Melihat Mao An yang langsung memakan makanan itu tanpa menunggu Ling Tian, Chang Ming'er pun merasa tidak enak hati untuk ikut memakan makanan itu.
"Saudari Ming'er tidak perlu menunggu Tuan Muda Ling Tian membuka matanya! Kita nikmati saja makanan yang sudah tersedia! Jika dia ingin makan, maka tinggal minta saja untuk memesannya lagi!" ucap Mao An dengan entengnya.
***
Tiga hari kemudian, Ling Tian akhirnya membuka matanya setelah merasakan seluruh energi Qi dalam tubuhnya telah kembali pulih. Dia hanya berkultivasi menggunakan cara biasa, andai saja dia menggunakan manual kultivasi pelahapnya maka dia hanya butuh waktu kurang lebih 2 sampai 3 jam saja untuk memulihkan diri.
Namun hal itu pasti akan langsung menarik perhatian orang-orang di Kota Heibing karena mereka merasakan fluktuasi energi yang bermuara di penginapan teratai hitamnya. Ling Tian tentu saja tidak ingin direpotkan oleh mereka hanya karena urusan yang seperti itu. Maka dia harus sedikit bersabar untuk berkultivasi selama 3 hari lamanya menggunakan manual kultivasi biasa.
Setelah membuka matanya, dia langsung melihat saudara dan saudarinya sedang menatapnya dengan tatapan intens yang membuat Ling Tian menurut keningnya.
"Ada apa?" tanya Ling Tian keheranan.
__ADS_1
"Tuan Muda! Sebelumnya Tuan Muda hanya memesan kamar ini untuk disewa selama dua hari saja! Tapi Tuan Muda malah baru membuka mata setelah 3 hari, jadi sekarang mana kompensasinya karena telah membuatku repot dengan mengurus ulang administrasi kamar ini!" ujar Mao An sambil membuka tangannya seperti orang yang sedang meminta sesuatu.
"Eh? Benarkah aku sudah berkultivasi selama 3 hari?" tanya Ling Tian sambil melihat ke arah Chang Ming'er.
Sementara Chang Ming'er yang ditatap oleh Ling Tian segera menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang dikatakan oleh Mao An. Ling Tian langsung tersenyum masam karena jika saudaranya itu tidak diberikan kompensasi yang dimintanya, pasti dia akan langsung merajuk dan tidak mau lagi untuk diajak bekerja sama.
"Jadi berapa uang yang harus aku berikan?" tanya Ling Tian kepada Mao An.
"Tidak perlu banyak-banyak Tuan Muda! Cukup 1000 koin platinum saja!" jawab Mao An dengan santainya namun langsung membuat Ling Tian dan Chang Ming'er hampir memuntahkan seteguk darah.
"Saudaraku! Apa kamu ini ingin merampokku?" tanya Ling Tian sembari berwajah masam.
"Jika tidak mau silakan Tuan Muda buka saja gerbang dunia jiwa sekarang! Aku dan saudari Ming'er akan bersantai di dunia jiwa saja sambil sesekali melatih dua muridku!" ujar Mao An yang juga memperlihatkan ekspresi wajah masamnya.
Ling Tian lalu menghela nafas panjangnya. Dengan terpaksa dia memberikan kepada saudara serakahnya itu 1000 koin platinum lalu setelahnya membuka kembali pintu gerbang dunia jiwa untuk Chang Ming'er kembali.
Setelah itu, Mao An langsung kembali ke dalam bentuk kucingnya dan tiduran dengan malas lagi diatas pundak kanan Ling Tian. Ling Tian pergi meninggalkan penginapan teratai hitam itu setelah mengurus beberapa hal dan sarapan dilantai bawah.
Dia melesat dengan cepat meninggalkan Kota Heibing menuju ke arah dimana wilayah terlarang daratan utara itu berada. Semakin Ling Tian mendekati wilayah tersebut dia merasakan suhu udara di tempat dia terbang semakin turun dengan tajam. Belum lagi dengan tekanan gravitasi yang tampaknya berkali-kali lipat lebih kuat daripada diluar wilayah terlarang.
"Pantas saja kawasan ini menjadi kawasan terlarang! Bahkan kultivator yang berada di ranah Pendekar Berlian sekalipun pasti akan merasakan tekanan luar biasa yang tidak dapat mereka tahan lebih lama!" ucap Ling Tian pelan namun masih dapat didengar oleh Mao An.
"Benar sekali!" kata Mao An membenarkan.
______________________________________
__ADS_1
Yok VOTE yok😁📢