
"Istriku, kan sudah ku bilangin, tak usah kamu mencuci pakaian lagi, biar semua aku yang urus," tegur pria tampan yang baru saja datang kepada istrinya yang sedang hamil tua itu.
"Tapi suami, aku sudah terbiasa melakukan semua ini. Jadi tolong biarkanlah,"
"Tidak istriku. Kamu harus selalu istirahat. Ini demi bayi kita. Jadi duduklah, biarlah aku yang mengerjakan semuanya," kata lelaki dengan lembut sembari tersenyum manis kepada istrinya.
Ling Jun adalah nama pria tersebut. Satu tahun yang lalu dia menikah dengan putri Patriark Klan Hei. Wanita cantik dan anggun itu bernama Hei Si. Setelah menikah, Ling Jun membawa istrinya ke dalam klannya yaitu Klan Ling. Saat ini Hei Si sedang mengandung anak pertamanya.
Hari-hari dilewatinya dengan bahagia bersama sang suami Ling Jun. Ling Jun sendiri adalah salah satu tetua tingkat tinggi didalam klan. Klan Ling adalah satu dari tiga klan kecil yang menjadi penguasa desa Cemara. Letak desa itu berada jauh diujung timur Kekaisaran Wei Benua Langit. Dua klan lain itu adalah Klan Hei dan Klan Wang.
Ketiganya saling rukun dan melengkapi antara satu sama lain. Klan Ling berbisnis menyediakan beberapa tanaman obat dan pil roh, Klan Hei di bidang senjata, dan Klan Wang sebagai pemasok bahan makanan pokok.
Meski terkadang ada sedikit gesekan antar beberapa pemuda, namun lambat laun akan terlupakan dengan sendirinya.
Pagi itu Ling Jun yang baru pulang dari pertemuan para petinggi klan yang diadakan sejak kemaren sore melihat istrinya sedang mencuci pakaiannya. Ling Jun langsung saja menegur istrinya itu, sebab satu minggu yang lalu tabib mengatakan untuk Hei Si dilarang bekerja berat lagi sampai saat melahirkan. Itu dikarenakan tiba-tiba Hei Si tak bisa mengendalikan tenaga dalamnya. Dan jika Hei Si masih memaksanya, maka akan berdampak pada bayinya.
Namun yang namanya seorang wanita tetaplah wanita. Meski sudah di sarankan demikian untuk istirahat total masihlah tetap tidak mau dengan dalih sudah terbiasa. (aiiih... wanita memang angellllL😂)
Hei Si yang mendapat teguran lembut dari suaminya malah memerengutkan mukanya. Dia sangat jengkel dengan suaminya saat ini. Entah dengan alasan apa dia tak tau. Dia pergi begitu saja dari suaminya.
Melihat istrinya begitu, Ling Jun tentulah mengerutkan keningnya. Dia bingung dengan perubahan tiba-tiba istrinya itu.
'Aah sudahlah, mungkin Si'er hanya sedikit kecapekan,' gumam Ling Jun tak mempermasalahkan.
Dia kemudian melanjutkan apa yang tadi dilakukan istrinya itu, yaitu mencuci pakaian. Alangkah begitu sayang dan merendahnya Ling Jun yang mau mengucek-ngucek pakaian, padahal bisa saja dia menyewa pembantu untuk melakukan pekerjaan itu.
Kebanyakan para orang kaya atau tokoh memang gengsi untuk melakukan pekerjaan seperti itu. Namun hal itu tak berlaku untuk Ling Jun. Meskipun dia salah satu petinggi klan, dia tetaplah bersifat rendah hati dan penyabar. Dari sifatnya itulah banyak orang-orang yang menyukai dan menaruh hormat kepadanya.
Ling Jun menjadi tetua tertinggi bukan tanpa sebab. Disamping dia adalah putra dari patriark terdahulu, tingkat kultivasinya juga cukup tinggi dari yang lainnya meski tidak ada orang yang tahu. Saat ini dirinya sudah di tingkat Pendekar Perunggu Bintang 7 Tahap Menengah. Sungguh pencapaian yang luar biasa bagi seorang yang hanya hidup di perdesaan kecil yang berada di ujung pula di timur Kekaisaran Wei.
Rata-rata para pendekar hanya mampu mencapai tingkat Pendekar Tembaga dan ada beberapa tingkat Pendekar Besi Tahap Akhir, itupun hanya para jajaran Patriark dan tetua saja.
Ling Jun juga dianggap pahlawan oleh orang-orang di desa Cemara.
Pada waktu itu, datang seorang pembunuh bayaran dengan basis kultivasi tingkat Perunggu Tahap Awal masuk ke desa dengan tujuan membantai klan Hei. Entah siapa yang mengutusnya dan siapa yang telah disinggung Klan kecil seperti Klan Hei.
Namun sebelum tugas dan niatnya itu terselesaikan, dia dihadang oleh sosok pemuda tampan. Pemuda itu menghentikan pembunuh bayaran itu dengan bertarung duel sengit. Dan cukup lama saling serang, akhirnya pemuda itu mampu menumbangkan pembunuh bayaran itu dengan cukup banyak luka di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Ya, Pemuda itu adalah Si Jenius Sejati desa Cemara dari klan Ling yang tak lain adalah Ling Jun itu sendiri. Atas dalih itulah kakek Hei Si yang saat itu adalah Patriark klan yang dalam kondisi terluka parah dan sekarat berniat menjodohkan cucu kecilnya dengan Ling Jun.
Tanpa diduga keduanya menyetujuinya. Ternyata Hei Si juga selama ini sudah sangat mengidamkan Ling Jun menjadi suaminya kelak. Begitu pula dengan Ling Jun, dia sudah menyukai Hei Si sejak pertemuan pertamanya yang tak disengaja di sebuah toko di pasar.
Setelah tau keduanya saling setuju, Kakek Hei Si tersenyum puas lalu menghembuskan nafas terakhirnya menyusul beberapa tetua dan anggota klannya yang mendahuluinya saat pertarungan.
Tragedi itu membekas jelas dibenak semua penduduk desa Cemara. Dan satu nama yang juga terukir baik di hati semua orang, Ling Jung Sang Pahlawan!
__________________________________________
******Tingkatan Kultivasi Di Benua Langit
- Pendekar Jiwa
- Pendekar Kayu
- Pendekar Tembaga
- Pendekar Besi
- Pendekar Perunggu
- Pendekar Emas
- Pendekar Platinum
- Pendekar Berlian
*Setiap tingkatan ada tiga tahap yaitu Tahap Awal, Tahap Menengah, Dan Tahap Akhir
*Setiap tahap juga ada beberapa bintangnya yaitu Bintang 1 sampai 9**
__________________________________________
"Aduuuh....."
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Hei Si. Ling Jun yang kaget mendengarnya langsung saja meninggalkan pekerjaan dan mendatangi istrinya.
__ADS_1
"Kamu kenapa istriku," tanya Ling Jun panik
"Suami, perutku sakit sekali,"
"Istriku, tenang lah. Aku akan manggil tabib untuk memeriksamu,"
Ling Jun yang panik segera keluar meminta bantuan tetangga sebelah rumahnya. Sementara dia bergegas lari dengan ilmu meringankan tubuhnya dengan sangat cepat untuk mendatangi tabib. Hanya butuh waktu sepuluh menit dia pun sampai dirumah sang tabib.
"Tabiiib, tabiib. Apa kau ada didalam?" tanya Ling Jun separuh berteriak.
"Ah tuan Ling Jun, rupanya anda. Apa ada yang bisa saya bantu?" kata tabib perempuan itu setelah mengetahui siapa tamunya.
"Iya tabib Yi. Cepatlah kerumahku, istriku perutnya sakit, sepertinya dia hendak melahirkan!"
"Baik tuan Ling, saya berkemas dulu, tunggulah sebentar,"
"Iya cepatlah tabib Yi."
Ling Jun yang gusar, terus mondar-mandir di depan rumah tabib Yi. Sampai tabib Yi siap, dia langsung membungkus seluruh tubuh tabib Yi dengan tenaga dalam dan membawanya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya dirumah, sudah banyak keluarga termasuk Patriark Klan Ling sudah berada disana. Bagaimana pun Ling Jun adalah orang yang sangat penting dalam klan, maka Patriark ikut serta memperhatikan kegelisahan Ling Jun. Patriark sendiri adalah kakak kandung Ling Jun. Dia bernama Ling Bo Teng.
Setelah kedatangan Ling Jun membawa tabib Yi, Ling Bo Teng segera menghampirinya dan berkata:
"Tenanglah adik, adik ipar dan keponakan pasti akan baik-baik saja,"
"Tenang bagaimana, Si'er terus berteriak kesakitan. Bagaimana aku bisa tenang!"
"Adik, itu wajar untuk orang yang hendak melahirkan. Jadi duduklah,"
"Tapi kak, Si'er......."
______&&&&
Tinggalkan like, komentar, atau votenya...
Kata-kata hari ini:
__ADS_1
"lihatlah langit untuk semangat juangmu dan lihatlah bumi untuk syukur atas hidupmu" 😬... (bijak kali aku weeeh)😂