Ling Tian

Ling Tian
Pengumuman Dari Wei Hun


__ADS_3

"Sialan! Mereka hendak meledakkan diri! Semuanya.. Munduuur!" teriak Jendral Utama Kekaisaran Han.


"Terlambat!" ucap salah satu dari aliansi aliran putih.


Booommmmmm...


Booommmmmm...


Booommmmmm...


Satu persatu pihak aliansi aliran putih meledakkan diri dan berhasil membunuh banyak sekali pasukan musuh. Para aliansi aliran putih berusaha mendekati musuh dengan jarak sependek mungkin sebelum meledakkan diri. Ledakan terus bergema selama beberapa menit lamanya hingga ledakan terakhir telah usai.


Suasana peperangan kini mendadak menjadi hening dan sunyi karena perang telah usai dan tentu dimenangkan oleh kubu aliran hitam. Hanya sepoi-sepoi angin panas yang terdengar diarea pertempuran. Dengan berakhirnya ledakan bunuh diri itu saat ini menandakan juga daratan selatan telah benar-benar sepenuhnya dikuasai oleh orang-orang aliran hitam.


Beberapa kultivator masih tersisa dan terlihat wajahnya sangat suram. Bahkan untuk Kaisar Han itu sendiri. Mereka tidak habis pikir dengan para anggota aliansi aliran putih yang tersisa memilih keputusan nekat itu.


Banyak sekali korban dari pihak Kaisar Han yang mati terbunuh akibat aksi heroik itu. Bahkan jendral utama yang sebelumnya bertarung melawan Patriark Meng juga mendapatkan luka yang cukup serius. Mungkin butuh waktu setengah tahun lamanya baginya untuk bisa kembali seperti semula. Ini adalah kerugian yang cukup besar bagi kubu Kaisar Han meski mereka mendapatkan kemenangan.


"Baiklah.. Kembali ke istana sekarang dan pulihkan luka kalian!" teriak Kaisanmr Han memberikan titah.


"Baik Yang Mulia!" jawab para kultivator yang tersisa.


Akhirnya mereka semua kembali ke istana Kekaisaran Han dengan kemenangan yang ditorehkan. Kaisar Han segera melaporkan hasil perang kepada sang pimpinan.


Dia berjalan melewati lorong gelap yang berada dibawah tanah istana Kekaisarannya. Setelah menemukan pintu masuk kesebuah ruangan, Kaisar Han segera membuka dan memasukinya.


"Hormat hamba Yang Mulia!" ucap Kaisar Han sembari berlutut dihadapan pria bertanduk yang duduk diatas singgasana.


"Ya!" jawab singkat pria bertanduk.

__ADS_1


"Hamba hendak melapor bahwa perang telah selesai dan pihak kita memenangkannya. Saat ini seluruh daratan selatan sudah mutlak menjadi wilayah Yang Mulia!" ujar Kaisar Han.


"Bagus! Aku cukup puas dengan hasil ini. Lalu mengapa wajahmu masih saja terlihat buruk?" tanya pria bertanduk mengerutkan kening.


"Itu.."


Kaisar Han akhirnya menceritakan seluruh jalannya peperangan dan aksi heroik pihak aliansi aliran putih yang meledakkan diri sendiri. Kaisar Han juga mengungkapkan hampir tiga perempat pasukan yang dia bawa tewas karena pembunuhan diri itu. Sebagai seorang Kaisar, dia masih sedikit memiliki simpati kepada mereka yang tunduk dibawah kuasanya.


"Sudahlah.. Tidak perlu kau fikirkan! Terkadang kemenangan memang butuh pengorbanan besar! Yang terpenting saat ini adalah daratan utara telah sepenuhnya menjadi wilayah kita! Kita perlu memikirkan rencana selanjutnya untuk menguasai semua daratan di Benua Langit! Khususnya daratan tengah!" ujar pria bertanduk itu dengan sorot mata penuh dengan tekat.


"Baik Yang Mulia!" kata Kaisar Han.


"Yasudah! Sekarang kau pergilah! Aku ingin melanjutkan ritual cocok tanamku dengan para gadis-gadis cantikku!" ucap pria bertanduk dengan santai dan mengusir Kaisar Han dari tempatnya.


"Baik! Hamba pergi!" kata Kaisar Han lalu berjalan mundur untuk pergi.


"Ya!" singkat pria bertanduk.


"Hehehe.. Waktunya memuaskan saudara kecilku lagi!" ucap pria bertanduk dengan senyum menyeringai dan berjalan masuk ruangan sambil memegangi suatu benda dipangkal pahanya yang sebesar jari kelingking.


Sial! Ternyata memang adik yang benar-benar kecil!


***


Istana Kekaisaran Wei.


Sementara didalam i Istana Kekaisaran Wei semua orang sedang duduk membundar dengan berporoskan tiga orang pria juga dengan beberapa hidangan didepannya. Mereka bertiga tak lain adalah Wei Hun, Ling Tian dan Long Yuan.


Semua orang diam tak bersuara saat ketiga orang itu diam. Tak ada sedikitpun berani berbicara. Padahal Wei Hun dan Ling Tian tampak santai. Wei Hun santai karena tempat ini adalah hasil diriannya dahulu. Ling Tian santai karena memandangi wajah cantik dan imut Wei Ziin yang semakin lama semakin memerah. Sungguh rejeki pemandangan yang tidak mungkin dia tolak! Apalagi Long Yuan yang malah terlihat sedang terus mengunyah makanan yang tersaji didepan mereka.

__ADS_1


Ya, memang itulah niat awal Long Yuan datang ke Istana Kekaisaran. Dia hanya ingin makan dan minum enak gratis. Wei Hun yang melihat semua orang hanya diam hanya bisa menghela nafas. Dia sangat tahu mengapa mereka begitu. Itu semua karena rasa takutnya kepada si cacing biru tukang makan disebelahnya.


"Baiklah.. Aku akan mengumumkan sedikit berita kepada kalian semua!" ujar Wei Hun membuka kata.


"Aku dan saudaraku Long Yuan akan segera pergi meninggalkan Benua Langit!" lanjutnya.


"Apaaa!" semua orang sangat terkejut mendengar penuturan Leluhur Pendiri mereka.


Raut wajah semua orang terlihat bahagia namun beberapa saat menjadi murung. Pergi meninggalkan Benua Langit? Itu berarti kekuatan Leluhur Pendiri serta saudaranya sudah berada diatas ranah Pendekar Berlian yang mengharuskan mereka berdua untuk pergi ke Alam yang lebih tinggi.


Tentu saja mereka sangat terkejut. Tapi bukan hanya terkejut karena bahagia, mereka juga sangat menyayangkan kepergian Leluhur Pendiri dan sahabatnya yang berarti mereka semua akan kehilangan pelindung inti Kekaisaran Wei.


Wajah semua orang bahkan Kaisar Wei terdahulu ikut menjadi masam dan tampak sekali jejak kekhawatiran. Wei Hun segera memahaminya dan melanjutkan bicaranya.


"Kalian tidak perlu merisaukan perlindungan Istana! Saudara kecilku Ling Tian pasti akan ikut membantu jika memang kalian membutuhkan Perlindungan!" ujar Wei Hun yang membuat semua orang mengerutkan kening dan memandang kearanh Ling Tian.


"Tapi Leluhur.. Dia hanya.." protes Wei Zhuo namun terpotong oleh ucapan Long Yuan yang menatap Wei Zhuo dengan tajam.


"Kau jangan meremehkannya bocah Zhuo! Dengan satu babatan pedangnya kau pasti akan langsung tewas!"


"Apaaa!"


Semua orang kembali dibuat terkejut, faktanya pemuda yang sedari awal bersama kedua orang yang dipanggil Leluhur itu sangatlah kuat. Bahkan Kaisar Wei terdahulu akan langsung tewas hanya dengan satu serangan!


"Saudara Tian memang masih sangatlah muda, namun bakatnya tiada duanya disini atau mungkin di seluruh alam ini! Kalian nanti akan bekerja sama dengannya dan klannya di desa Cemara yang berada di pinggiran Kota Awan!" ujar Wei Hun.


"Mohon maaf. Mengapa kami harus bekerja sama dengan klannya juga Leluhur? Bukankah klan yang ada disana hanya klan-klan kecil saja?" tanya Kaisar Heian dengan penasaran.


"Yang kau katakan memang benar Heian! Klan disana memang hanyalah klan kecil! Namun saat ini Klan Ling milik saudara kecilku ini sedang berkembang dan mungkin dalam satu atau dua bulan ini akan menjadi klan besar. Kalian harus mempercayaiku! Dan untuk alasan mengapa aku menyuruh kalian bekerja sama? Itu karena sebentar lagi akan ada badai perang dan era kekacauan di Benua Langit ini dan hanya saudara kecilku saja yang mampu menjadi kunci berhentinya badai itu!" kata Wei Hun dengan serius.

__ADS_1


"Darimana Leluhur tahu akan adanya kekacauan di Benua Langit?" tanya Wei Zhuo.


"Sang Maha Dewa!"


__ADS_2