
"Jurus yang hebat! Namun belum cukup untuk mengalahkanku!" ucap Ling Tian kepada Yi Shu setelah berdiri dan menyeimbangkan tubuhnya.
"Hoo.. Saudara Tian sangat hebat! Masih sanggup berdiri setelah menghadang jurus andalan Klan Yi kami!" ujar Yi Shu.
*****
Sementara itu, Patriark Yi Sun Sang dan para tetua Klan yang masih berada di aula pertemuan segera keluar saat mendengar suara ledakan yang sangat keras.
"Hm.. Saudara Tian? Ini menarik!" ucap Patriark Yi Sun Sang.
"Benar kata anda Patriark! Tontonan kali ini sepertinya akan menarik," ujar tetua pertama Klan Yi.
"Mari kesana dan menyaksikan!" ajak Patriark Yi Sun Sang.
"Tentu!" jawab serentak para tetua.
*****
Ling Tian yang telah bangkit kembali berkuda-kuda. Dia menggenngam erat tinjunya.
"Saudara Shu! Sebenarnya aku bukanlah pendekar pedang! Hehe.. Mari kita mulai pertarungan yang sebenarnya!" kata Ling Tian.
"Hoo! Benarkah? Mari kita lihat! Aku harap saudara Tian tidak mengecewakanku!" Yi Shu tersenyum menanggapi ucapan Ling Tian. Dia benar-benar ingin tahu jurus apa yang akan digunakan oleh orang yang tidak punyai tenaga dalam seperti Ling Tian.
"Baiklah saudara Shu! Aku harap pedang saudara juga tidak mengecewakanku" jawab Ling Tian.
Yi Shu menyeritkan keningnya. Dia gagal faham dengan maksud ucapan Ling Tian. Namun tiba-tiba dia terkejut saat aura langit dan bumi tertarik mengarah Ling Tian.
'Hm.. Sepertinya saudara Tian benar-benar akan serius. Baiklah!' gumam Yi Shu.
Tidak hanya Yi Shu yang terkejut, para penonton termasuk Patriark Yi Sun Sang dan tetua Klan Yi juga kaget saat merasakan aura langit dan bumi seolah terhisap oleh Ling Tian. Mereka dapat melihat dengan jelas gumpalan kekuatan aura pada genggaman tangan Ling Tian. Semakin lama semakin banyak aura itu terkumpul.
'Jadi ini rahasia saudara Tian yang sebenarnya!' gumam Patriark Yi Sun Sang sambil memanggut-manggutkan kepalanya. Begitu juga dengan para tetua Klan termasuk Yi Bei.
"Hati-hati saudara Shu! Pukulan Pelebur Bumi tahap kedua!" teriak Ling Tian sambil melesat dengan kecepatan dahsyat.
Swuussshhh...
Yi Shu merasakan firasat sangat bahaya pada pukulan Ling Tian. Namun dia juga ingin membuktikan ucapan Ling Tian sebelumnya agar menjaga pedangnya. Dia berniat menyambut serangan pukulan dengan pedangnya.
"Hyaaaatt!" teriak Yi Shu.
__ADS_1
Patriark Yi Sun Sang yang menyaksikan serangan Ling Tian untuk Yi Shu juga berfirasat buruk.
"Oh tidak! Ini buruk! Yi Shu bisa tewas jika menahan serangan saudara Tian!" ucap Patriark Yi Sun Sang lalu melesat untuk menahan serangan Ling Tian.
Swuuuusshh...
Tank! Prank!
Booommmm...
Yi Shu dan Patriark Yi Sun Sang terlempar jauh. Pedang Yi Shu tidak selamat dan hancur berkeping-keping. Kawah sangat besar dan dalam terbentuk ditengah lapangan.
"Aakhh!..." "Ugh!"
"Uhuk uhuk!"
Patriark Yi Sun Sang batuk darah. Dia terluka dalam cukup parah. Bukan berarti Patriark lemah, tapi posisinya yang menahan dan melindungi itulah yang membuatnya kurang beruntung. Sementara Yi Shu telah tak sadarkan diri.
"Oh tidak! Aku kelewatan!" ucap Ling Tian. Dia segera berlari kearah Patriark dan Yi Shu. Begitu pula para tetua dan para murid.
"Ma-maaf Patriark, aku terlalu berlebihan! Aku hanya ingin mencoba tahap jurusku yang selanjutnya. Tapi tidak tahu malah begini jadinya," sesal Ling Tian.
Para tetua segera membantu Patriark mereka. Juga para murid membawa Yi Shu ke ruang pengobatan Klan. Sementara Ling Tian yang masih menyesalkan tindakannya ditepuk bahunya oleh tetua Bei.
"Sudah! Tidak perlu disesalkan! Kamu juga tidak sengaja melakukannya," kata tetua Bei menghibur Ling Tian.
"Tapi aku terlalu naif tetua Bei! Patriark dan saudara Shu terluka karenaku!" jawab Ling Tian lemah.
"Baiklah! Mari kita lihat kondisi Yi Shu," ajak tetua Bei.
"Mari tetua Bei. Aku.. Aku sangat mengkhawatirkannya!"
Ling Tian dan tetua Bei berjalan menuju ruang perawatan Klan. Setelah sampai, mereka berdua melihat Yi Shu masih sedang dalam perawatan intensif dari tabib. Wajah Ling Tian terlihat sangat lesu dan panik. Dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi itu.
"Bagaimana tabib? Apa saudara Shu baik-baik saja?" tanya Ling Tian.
"Dia mengalami luka dalam yang cukup serius sehingga tak kunjung siuman. Mungkin butuh waktu dua sampai tiga hari dia baru akan sadar! Dan untuk luka-luka luar Tuan tidak oerlu khawatir! Seiring berjalannya waktu luka itu akan sembuh seperti sedia kala!" jawab sang tabib.
"Ya, semoga saja saudara Shu lekas siuman!" ucap Ling Tian.
Waktu telah berlalu. Dua hari kamudian, tepat seperti ucapan sang tabib, Yi Shu membuka mata dan siuman. Patriark Yi Sun Sang juga sudah pulih sepenuhnya. Dia tidak mempermasalahkan perihal Ling Tian karena dia sendiri tahu Ling Tian belum bisa mengontrol jurus dahsyatnya itu. Setelah diberi kabar oleh tabib bahwa Yi Shu siuman, Ling Tian, Patriark Yi Sun Sang, tetua Bei dan para tetua segera mendatanginya. Sesampainya ditempat, Ling Tian langsung mendekati Yi Shu.
__ADS_1
"Saudara Shu, bagaimana kondisi anda saat ini? Maafkan aku karena terlalu berlebihan," ucap Ling Tian penuh sesal.
"Tidak apa-apa saudara Tian. Aku yakin kamu juga tidak mungkin serius melukaiku. Semua pasti karena ketidak sengajaan. Bukankah begiti saudara Tian?" ujar Yi Shu dengan tersenyum hangat.
"Itu benar saudara Tian! Aku hanya berniat mencoba tahap selanjutnya jurus yang kupelajari, tapi sungguh tidak tahu akan menjadi seperti ini," jujur Ling Tian.
"Hehe.. Sudahlah lupakan saja! Dalam latihan tanding pasti akan ada sedikit kesalahan dan itu harus diterima olehku," kata Yi Shu.
"Terima kasih atas kebesaran hatimu saudaraku," ungkap Ling Tian tulus.
"Jika saudara Tian masih menganggapku saudara, maka jangan pernah mengucapkan lagi kata terima kasih. Itu sudah menjadi kewajibanku sebagai saudaramu," kata Yi Shu memberikan sedikit kata-kata bijak.
"Baik saudara Shu." tanggap Ling Tian.
Ling Tian sangat tersentuh mendengar ucapan Yi Shu. Dia tidak mengira bahwa orang-orang yang berpenampilan layaknya orang primitif akan bisa sebijak dan sebaik ini. Dirinya sangat bahagia bisa menjumpai saudara-saudara seperti mereka.
Ling Tian dan orang-orang Klan Yi akhirnya mengobrol santai di ruang Yi Shu. Terkadang canda tawa menghiasi obrolan mereka. Kebahagian seperti itu yang sangat diinginkan Ling Tian dalam hati kecilnya semenjak kepergian sang ayah.
Sehari kemudian, Patriark Yi Sun Sang kembali mengumpulkan para tetua Klan Yi untuk mengadakan pertemuan seperti biasa, dua kali dalam seminggu. Hadir juga sosok pemuda tampan dengan hidung mancung, kulit bersih dan perawakan bagus. Keselarasan penampilan berpakaiannya semakin menambah aura ketampanannya. Dia sengaja datang ke aula pertemuan itu. Benar! Dia adalah Ling Tian.
"Salam Patriark dan para tetua!" ucap Ling Tian.
"Salam saudara Tian!" jawab mereka serentak.
"Patriark dan para tetua sekalian. Sebelum itu aku mohon maaf karena lancang masuk kedalam pertemuan kalian!" kata Ling Tian.
"Tidak perlu demikian saudara Tian! Kita semua adalah saudara bukan? Hm.. Apa ada hal penting yang ingin saudara Tian sampaikan?" tanya Patriark Yi Sun Sang sambil tersenyum lembut kepada Ling Tian.
.
.
.
________________&&&&.
Tinggalkan like, komentar, atau votenya...
Kata-kata hari ini:
"Cinta itu seperti kentut! Tidak kelihatan rupanya tapi jelas adanya! ðŸ¤ðŸ˜†... Cinta itu benar-benar seperti kentut! Bisa menyerang siapa saja!" 😂
__ADS_1