
Zheep!
Setelah mengatakan itu, Ling Tian langsung menghilang dari pandangan semua orang dan seolah menyatu dengan udara tipis.
Semua orang dari luar Klan Ling dibuat tertegun dengan situasi yang baru saja terjadi. Pendekar Berlian? Dan hanya seorang pemuda?
"Maaf tuan! Saya adalah Cang Min, Tetua dari Klan Cang dari Desa Cendana. Sebenarnya siapa Tuan Muda Ling Tian sebelumnya?" tanya Cang Min kepada salah satu pria paruh baya anggota Klan Ling yang ada ditempat itu.
"Ohh.. Tuan Muda Ling Tian adalah orang terpenting sekaligus terkuat di Klan Ling kami. Beliau adalah putra semata wayang Tetua Pertama Klan Ling, Ling Jun!" jawab pria baya.
'Ternyata dia orangnya!' gumam Cang Min pelan.
"Baiklah.. Terima kasih tuan!" ujar Cang Min sambil menangkupkan kedua tangan untuk pamit pergi.
"Iya! Sama-sama tuan!" jawab pria baya sambil membalas penghormatan Cang Min.
Cang Min pergi dengan raut wajah puas dan tersenyum penuh makna dan tidak bisa diartikan. Dengan cepat dirinya mengumpulkan para generasi mudanya untuk mengingatkan suatu hal penting berhubungan dengan pengaturan baru dari Klan Ling. Beberapa Tetua dari klan lainnya yang sebelumnya melihat aksi Ling Tian juga melakukan hal yang sama seperti Cang Min.
"Mulai sekarang, tundukkan pandangan kalian kepada anggota Klan Ling! Jangan bersifat arogan didepan mereka!" ucap Cang Min memberikan instruksi kepada generasi muda dari klannya.
"Mengapa demikian Tetua Min? Mengapa juga harus menundukkan pandangan kepada mereka? Bukankah itu merusak harga diri kita? Klan Ling tetaplah klan kecil dibawah Klan Cang kita! Hanya saja mereka mempunyai bangunan yang megah!" protes salah satu pemuda yang mana dia adalah putra kedua dari Patriark Cang.
"Jangan bertindak bodoh Tuan Muda! Klan Ling tidaklah sesederhana yang kita ketahui selama ini! Baru saja aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri ada pemuda monster yang tidak mentolerir sama sekali seorang Tuan Muda dari Klan Mei dari Kota Awan!" tutur Tetua Cang Min.
"Pemuda monster? Siapa dia? Dan apa yang dia lakukan kepada Tuan Muda Klan Mei?" tanya pemuda yang lain.
"Kalau tidak salah namanya Ling Tian! Dia sangat kuat dan kuat! Dia baru saja memotong kedua kaki dan tangan Tuan Muda Klan Mei yang bersikap sembrono kepadanya!" jawab Tetua Cang Min.
"Apaaa! Ini sangat kejam!" semua orang sangat terkejut.
__ADS_1
"Apa pemuda Ling Tian itu tidak takut Klan Mei membalas dendam?" tanya Tuan Muda Kedua.
"Buat apa takut? Bahkan jika Klan Wei yang hendak menuntut balas, aku yakin dia tidak akan gentar sama sekali!" jawab Cang Min.
"Kamu jangan mengada-ada Tetua Min! Klan Wei adalah penguasa mutlak di daratan timur ini! Memangnya seberapa kuat pemuda Ling Tian ini?" tanya salah satu gadis yang juga akan mengikuti turnamen.
"Tch! Kalau tidak salah, dia berada di ranah Pendekar Berlian Akhir!" jawab Cang Min dengan tersenyum kecut.
"Apaaaa!"
Semua pemuda dan pemudi dari Klan Cang sangat terkejut mengetahui kekuatan pemuda monster yang bernama Ling Tian itu. Mereka sebenarnya sangat tidak mempercayainya. Namun tidak mungkin juga seorang Tetua Cang Min berbicara omong kosong dan berbohong kepada mereka. Lagi pula apa untungnya dia berbohong?
***
Dua puluh satu mil jauhnya jarak dari Klan Ling, terdapat dua rombongan besar dengan berkereta kuda dan puluhan pengawal sedang berjalan menuju arah Desa Cemara. Lebih tepatnya ke Klan Ling.
"Apakah masih jauh jarak kita saat ini dengan Klan Ling?" tanya seorang pria baya yang berpakaian baju berbenang emas.
"Ohh.. Baiklah.. Kalau begitu lanjutkan terus!" titah pria berjubah emas.
"Baik Yang Mulia!"
'Hmm.. Aku ingin melihat, seberapa ramai dan antususiasnya orang-orang pinggiran seperti Kota Awan ini' gumam pria berjubah emas.
***
"Apakah ini klan saudara kecil kita Tetua Bei?" tanya seorang pria yang memakai pakaian yang sedikit terlihat primitif. Dia adalah Patriark Yi Sun Sang. Dia datang bersama dengan generasi muda Klan Yi dan Tetua Yi Bei. Dia dan semua orang dibuat takjub saat baru pertama kali memasuki Klan Ling. Dengan dua penjaga gerbang yang hampir setara dengan mereka, belum lagi keberadaan formasi array dan bangunan-bangunan super megah. Siapa yang dulu mengatakan Klan Ling adalah klan kecil? Sungguh orang yang tol*l!
"Benar Patriark! Ini adalah Klan Ling saudara kecil kita! Sungguh sangat mengesankan!" jawab Yi Bei dan tidak bisa untuk tidak memuji kemegahan dan kehebatan Klan Ling.
__ADS_1
"Lalu mau kemana kita saat ini?" tanya seorang pemuda tampan yang pernah Ling Tian buat sekarat karena tidak sengaja. Pemuda itu tak lain adalah Yi Shu.
"Tentu saja mendatangi tempat para tamu terlebih dahulu dan mendaftar keikut-sertaan kita dalam turnamen. Setelah itu, barulah kita mencari kediaman saudara Tian!" jawab Patriark Yi Sun Sang.
"Aku penasaran, apakah Klan Lang juga ikut acara ini?" ujar Yi Shu.
"Entahlah.. Mungkin saja ikut, mungkin saja tidak!" jawab Yi Bei.
"Jika mereka tahu sebelumnya orang yang mereka singgung adalah dari klan sehebat ini, mungkin mereka akan lebih baik membunuh dirinya sendiri!" kata Yi Shu.
"Tch! Saudara kecil kita memang terlalu banyak menyimpan rahasia yang mengejutkan! Terakhir dia mengunjungi kita, dia sudah berada di ranah Pendekar Platinum! Entah sekarang!" tutur Patriark Yi Sun Sang dengan menggelengkan kepala.
Patriark Yi dan rombongannya berjalan dengan santai sembari melihat disekeliling.
"Kalian lihat mereka?" tanya Patriark Yi Sun Sang sambil menunjuk dua orang pemuda dari Klan Ling yang sedang latih tanding dihalaman.
"Iya Patriark!" jawab semua murid Klan Yi.
"Mereka sangatlah kuat! Keduanya berada di ranah Pendekar Perunggu Menengah Bintang 5!" tutur Patriark Yi memberikan penjelasan dan tersenyum dengan kecut.
"Apaa! M-mereka sekuat itu? B-bukankah mereka hanyalah murid-murid biasa?" tanya pemuda lain disamping Yi Shu dengan tergagap.
"Kau benar sekali! Mungkin tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk memenangkan turnamen jika Klan Ling ikut serta dalam pertandingan!" giliran Yi Bei yang menyahut.
"Baiklah.. Tetap semangat! Mari kita mendaftarkan diri dan segera mencari saudara kecil kita!" ujar Patriark Yi Sun Sang memberikan semangat dan mengajak semuanya untuk mempercepat jalannya menuju gedung pendaftaran.
***
"Selamat datang di Klan Ling tuan-tuan dan nona-nona sekalian!" ujar dua penjaga gerbang dengan ramah dan menangkupkan kedua tangan saat mendapati rombongan tamu Klan Ling mereka.
__ADS_1
"Ah.. Selamat datang juga tuan menjaga!" sahut seorang pemuda membalas salam kedua penjaga. Tentu saja dia melakukan hal itu karena takut menyinggung kedua penjaga gerbang yang sangat kuat itu menurutnya.
"Kami dari Klan Zii dari Desa Cendana! Kemanakah kami harus berjalan dan mendaftarkan diri?" lanjut pemuda tersebut sambil bertanya. Pemuda itu tidak lain adalah Zii Quan. Orang yang pernah Ling Tian temui sebelum memasuki Hutan Gelap.