Ling Tian

Ling Tian
Warisan Leluhur Ling Dong


__ADS_3

Setelah Ling Tian duduk di kursi tahta Penguasa Hutan Tanpa Batas, seluruh orang yang hadir ditempat itu kecuali dua saudara dan kelima muridnya langsung berlutut dengan hormat dan bahagia.


Saking bahagianya, bahkan Leluhur Bai Senlu sampai menangis saat orang yang mereka tunggu selama ribuan tahun akhirnya tiba juga. Dan apa yang dikatakan oleh Penguasa Ling Dong adalah benar. Bahwa suatu hari nanti akan datang keturunannya yang akan menjadi penerus tahta dan memimpin para beast di Hutan Tanpa Batas.


"Kalian semua berdirilah! Aku benar-benar tidak suka dengan cara kalian yang seperti itu! Jika kalian ingin memberi hormat, maka cukup angkupkan kedua tangan dan tundukkan sedikit badan kalian!.."


"Dan ingat! Berlutut atau bersujud hanya orang tua atau guru yang berhak mendapatkannya! Tidak dengan penguasa atau siapapun!" ujar Ling Tian memberikan peringatan keras.


Hati semua orang yang hadir dari Klan Bai menjadi bergetar saat mendengar perintah pertama dari Penguasa baru mereka. Mereka tidak menyangka bahwa orang yang mereka tunggu selama ini sangatlah spesial! Tidak sia-sia penantian mereka selama ribuan tahun menunggu sosok pemimpin seperti Ling Tian.


"Kalian berdiri dan duduklah ditempat yang sudah tersedia!" ucap Ling Tian lagi.


Semua orang menurut dan patuh. Bahkan untuk tiga orang dari Klan She juga ikut duduk sejajar dengan para orang-orang yang selama ini mereka anggap sangat terhormat dan misterius. Mereka bertiga jadi sangat bersyukur telah bertemu secara tidak sengaja dan ditangkap oleh Ling Tian dan Mao An waktu itu.


Karena kejadian tidak terduga itulah mereka ditemukan dengan Penguasa Sejati Hutan Tanpa Batas dan menjadi pelayan yang sejajar dengan Klan Bai yang sangat mereka takuti.


Swush... Swush...


Swush... Swush...


Empat sosok dengan dua pria dan wanita baya dengan aura yang sangat kuat di Ranah Pendekar Kaisar Tahap Akhir muncul dihadapan Ling Tian dan mencoba untuk berlutut.


Namun mereka langsung dihalangi oleh Leluhur Bai Senlu karena ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Ling Tian. Leluhur Bai Senlu juga menjelaskan kepada mereka tentang perintah pertama Ling Tian melalui telepati.


Tubuh mereka berempat langsung bergetar saat mendengar penjelasan Leluhur Bai Senlu. Lutut kaki mereka bahkan terasa seperti tidak bisa lagi menopang tubuh mereka karena begitu hebatnya tubuh mereka bergetar.


Mereka ingin berlutut didepan Ling Tian. Tidak! Tapi mereka ingin bersujud dihadapannya. Tidak lama kemudian air mata mereka berempat juga mengalir dengan deras sambil menatap Ling Tian dengan haru.


"S-salam Tuan Muda Ling Tian!" ucap salah satunya dengan nada bergetar dan air mata yang terus membanjiri pipi tuanya sambil berusaha mengangkupkan kedua tangan.


"Iya.. Salam semuanya! Jadi, siapa kalian berempat?" tanya Ling Tian dengan ramah.


"Mereka adalah keempat saudaraku Tuan Muda!" ujar Bai Senlu menjawab dengan cepat karena sepertinya keempat saudaranya belum mampu berbicara lancar karena masih dalam kondisi keharuannya.

__ADS_1


Ling Tian mengangguk. Dia lalu menyuruh keempatnya untuk duduk dikursi yang tersedia sebelum dia menanyakan beberapa hal tentang mereka berempat.


Setelah itu beberapa pelayan masuk untuk memberikan teh hangat dan dan makanan ringan untuk semua orang.


"Jadi, siapa nama kalian berempat?" tanya Ling Tian kepada keempatnya.


"Nama hamba Bai Zhengque'er! Tombak kanan!" ucap salah satu wanita baya.


"Nama hamba Bai Zuobian'er! Tombak kiri!" ucap wanita lainnya.


"Nama hamba Bai Zhengmian! Tombak depan!" ucap salah satu pria baya.


"Nama hamba Bai Zei Houmian! Tombak belakang!" ucap pria baya lainnya.


"Mereka berempat dikenal dengan empat tombak yang bertugas mengawal Penguasa Hutan Tanpa Batas! Selain itu mereka juga memiliki tugas lain setelah tiadanya Penguasa Ling Dong. Yaitu menjaga empat arah mata angin Hutan Tanpa Batas! Karena itulah mereka datang terlambat sebelumnya!" ujar Bai Senlu menambahkan.


"Emm.. Begitu.. Ternyata Leluhur Dong sangat hebat dalam membuat pasukan pengawal dan penjaga seperti kalian ini!" ujar Ling Tian sambil menganggukkan kepalanya puas.


"Lalu jika mereka terkenal dengan keempat tombak Hutan Tanpa Batas yang bertugas menjaga penguasa dan empat arah mata angin, lalu apa tugasmu dan apa julukanmu pak tua Senlu?" tanya Mao An tiba-tiba dengan wajah penasaran.


"Eh.. Itu.." Leluhur Bai Senlu menjadi gelagapan yang membuat Ling Tian dan yang lainnya menjadi ikut penasaran.


Sementara keempat saudaranya beserta kedua putra-putrinya langsung memalingkan wajah kearah lain. Mereka seperti tidak ingin terlibat untuk masalah Leluhur Bai Senlu yang satu ini.


"Itu apa?" tanya Zhuge Ruxu yang ikut penasaran juga.


"Itu.. Nona.. Hehehe.. Aku tidak punya julukan atau gelar apapun!" ujar Leluhur Bai Senlu sambil cengengesan.


"Apaa! Mengapa bisa begitu?" tanya Mai An heran.


"Itu.. Karena aku adalah orang yang suka berpetualang dan tidak suka terhadap urusan politik Hutan Tanpa Batas, jadi aku sering tidak di klan dan tidak mendapatkan gelar apapun!" jawab Leluhur Bai Senlu memberikan alasan.


"Oh.. Jadi begitu.." angguk Mao An.

__ADS_1


"Apakah benar begitu Patriark Shizi?" tanya Ling Tian tiba-tiba yang membuat Partiark Klan Bai itu berkeringat dingin.


Dia melihat kearah ayahnya yang langsung memelototinya. Akan tatapi suatu kesalahan juga jika dia tidak berkata junur kepada Ling Tian yang notabenya adalah Tuan sekaligus Penguasa Baru Hutan Tanpa Batas.


"Itu.. Anu Tuan Muda.." ujar Patriark Bai Shizi ragu.


"Anu apa?" tanya Ling Tian.


"Itu.. Yang dikatakan oleh ayahku memanglah benar! Dia memang seorang petualang yang ulung! Tapi dia memiliki kebiasaan buruk sehingga Yang Mulia Dong memberikan gelar kepada ayah atas tingkahnya itu!" jawab Patriark Bai Shizi.


"Oh.. Apa itu?" tanya Ling Tian penasaran.


"Suka mencuri anggur milik orang lain dan pemabuk berat! Dan Yang Mulia Ling Dong memberikan gelar Singa Pemabuk untuk ayah!" jawab Patriark Bai Shizi dengan jujur.


"Pffffffft.."


Zhuge Ruxu yang sedang menikmati tehnya langsung menyemburkannya kearah wajah Mao An yang langsung cemberut seketika. Mao An awalnya juga ingin tertawa, namun karena ulah Zhuge Ruxu ini mood tertawanya menjadi hancur seketika.


"Ahahaha.. Maaf adikku yang manis! Aku tidak sengaja! Aku hanya lucu saja dengan gelar pak tua Senlu! Dimana keempat saudaranya mendaoat gelar keren, sementara dia Singa Pemabuk! Jhahaha.." ujar Zhuge Ruxu sambil tertawa lepas.


"Tentu saja manis! Campur dengan teh soalnya!" gerutu Mao An.


"Hahaha.."


Ling Tian dan orang lainnya juga ikut tertawa mendengar penjelasan dari Patriark Shizi. Sementara orang yang bersangkutan atau Leluhur Bai Senlu ingin rasanya bunuh diri ditempat karena sangat malu.


"Hahaha.. Lalu.. Lalu apa tugasnya?" tanya Ling Tian yang sambil terus tertawa.


"Itu.. Karena kenakalan ayahku itu, Yang Mulia Ling Dong memberikan tugas kepada ayah untuk menjaga Warisan Yang Mulia Ling Dong untuk penerusnya yang ada didalam Gunung Diyu!" jawab Patriark Shizi.


"Warisan Leluhur Ling Dong? Gunung Diyu? Bukankah itu tujuan pertama kita menuju Hutan Tanpa Batas ini Tuan Muda?" ucap Mao An bertanya tiba-tiba setelah sebelumnya dia kesal kepada Zhuge Ruxu.


"Benar! Ternyata memang Gunung Diyu adalah tempat Leluhur Dong menyimpan warisannya!" jawab Ling Tian lalu mengeluarkan peta yang dia dapatkan di rumah lelang Kota Obat dan menunjukkannya kepada semua orang yang ada.

__ADS_1


__ADS_2