Ling Tian

Ling Tian
Energi Yang Aneh


__ADS_3

***


Beberapa menit setelah kepergian dari Ling Tian, puluhan manusia yang memakai pakaian serba anda dan hanya menutupi bagian-bagian vital saja datang mendekati kawah raksasa efek benturan kepala Ling Tian dengan tanah.


"Sepertinya orang yang tiba ditempat ini sudah pergi. Ayo menyebar! Cari dan tangkap dia!" ucap pria yang memiliki perawakan paling besar dan berwajah sangat sangar.


"Baik!" kata anak buahnya serentak lalu menyebar membagi pasukan untuk mencari keberadaan Ling Tian.


Setelah kebersihan dari anak buahnya, sang pemimpin kelompok yang ditemani oleh salah satu diantara mereka melihat dengan heran ke arah kawah yang begitu besar dan dalam.


"Baru pertama kalinya hal ini terjadi! Bagaimana bisa ada seorang manusia yang terjatuh hingga membuat kawah selebar ini namun tidak mati?" hujan pria yang menjadi pemimpin kelompok manusia primitif.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan komandan? Apakah kita akan melapokan ini kepada pemimpin?" tanya manusia primitif yang disebelahnya.


"Tentu saja! Kejadian ini sangatlah janggal! Aku memiliki firasat tidak baik yang akan terjadi setelah ini!" jawab manusia primitif yang dipanggil komandan.


"Baiklah.. Ayo kembali dan melaporkan!" lanjutnya lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk melaporkan perihal kejanggalan yang disaksikannya.


***


Ling Tian berlari dengan ilmu meringankan tubuh dengan kecepatan sedang. Dia tidak bisa terbang saat ini karena kultivasinya ditekan hingga titik rendah sekali. Dia terus menyusuri tempat-tempat yang menurutnya mungkin ada sumber daya.


Namun sampai saat ini dia sama sekali tidak menemukan apapun kecuali hanyalah hutan belantara saja.


"Sial! Dunia ini sangatlah luas! Lalu dimana harta langit dan bumi yang sebenarnya ada?" ucapnya sambil tersenyum masam dan terus melesat dari dahan pohon satu ke dahan pohon lainnya.


Ling Tian berhenti untuk beristirahat dan memulihkan energinya. Selain kultivasinyanyang ditekan, energi yang dimilikinya juga ternyata hanya sebatas ranah saat ini saja yang berarti saat ini Ling Tian sangatlah lemah.


Ling Tian duduk diatas sebuah dahan pohon yang sangat besar untuk menyerap energi yang ada disekitarnya dan dia kembali terkejut dengan sesuatu yang terkandung didalam aliran energi Qi alam yang ada.

__ADS_1


'Energi disini juga sangat aneh dan asing! Seperti sudah tercampur energi yang lainnya yang tidak aku kenal!' batin Ling Tian.


Dia mencoba untuk menyerap energi tersebut secara perlahan karena waspada apakah energi itu berbahaya atau tidak. Saat Ling Tian mulai menyerapnya, tiba-tiba lambang bunga teratai yang ada di tengkuknya kembali bersinar seperti sedang mensinkronisasikan sesuatu dan menyerap semua energi yang diambil Ling Tian dari alam itu dengan sangat rakus.


'Apa yang terjadi? Mengapa aku tidak bisa menyerapnya pada dantianku?' tanya Ling Tian yang kebingungan sebab energinya menghilang begitu saja.


'Sangat aneh! Tapi tidak berbahaya sama sekali! Baiklah.. Aku akan menyerapnya dengan ekstrem!' batinnya lagi kemudian memulai menyerap kembali energi aneh itu dengan menggunakan manual kultivasi pelahapnya.


Zhuung!


Tiga pusaran angin hitam terbentuk dibelakang Ling Tian dan menyerap semua energi alam dengan sangat ekstrem sehingga membuat gelombang sedot luar biasa.


Udara disekitar langsung bergejolak dengan hebat dan vitalitas makhluk hidup dan dan apapun yang ada disekitarnya mulai terserap dengan mengerikan. Hal ini seperti Danshuiyu Kunpeng saja saat dirinya berkultivasi. Namun jangkauan serap Ling Tian barulah satu kilometer saja. Tidak seperti Danshuiyu Kunpeng yang dapat mencakup satu dunia.


Tanda teratai ditengkuk Ling Tian langsung menyerap semua energi yang masuk kedalam tubuh yang seperti banjir dan bersinar sangat terang dengan warna hitam dan putih.


Swoosshh...


"Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa semua energi alam terserap dan masuk kedalam hutan?" tanya salah satu manusia primitif.


"Aku tidak tahu! Tapi lihatlah! Bahkan pohon-pohon yang ada di hutan juga tiba-tiba menjadi layu dan daunnya kering!" jawab manusia primitif lainnya.


"Baiklah.. Lebih baik kita periksa saja! Mungkin saja ada harta berharga lainnya yang belum kita ketahui!" ujar manusia primitif.


Keduanya langsung melesat menuju ke hutan yang pepohonannya mulai layu itu. Namun, ketika salah satu diantara mereka berdua memasuki zona serap Ling Tian, vitalitas tubuhnya langsung terserap dengan sangat mengerikan yang membuat temannya panik dan tidak berani melangkahkan kakinya lagi.


Manusia primitif yang terjebak dalam zona penyerapan Ling Tian tentu lebih panik daripada temannya yang berada diluar.


"Aaaakkhh.." teriaknya sambil terus berusaha melawan rasa sakit saat vitalitasnya terus terserap secara ekstrem.Dengan sekuat tenaga dia menggerakkan kakinya untuk keluar zona. Pada akhirnya dia pun berhasil keluar dan langsung terjatuh karena kehabisan energi.

__ADS_1


Bruk!


"Hahh.. Hahh.."


Nafas manusia primitif itu terengah-engah saat telah berhasil keluar dari arena penyerapan itu. Namun dia kini telah menjadi orang yang terlihat sangat tua dan tubuhnya terlihat begitu rapuh. Kultivasinya juga turun menjadi ranah Pendekar Jiwa Bintang 1 saja atau ranah paling awal dari seseorang menjadi kultivator.


"I-ini.. Bagaimana mungkin?" ucap temannya yang panik. Dia langsung membantu temannya yang kini telah menjadi kakek-kakek untuk duduk.


"Berbahaya! C-cepat laporkan kepada pimpinan agar jangan ada yang mendekat kearea hutan ini!" kata manusia primitif yang masuk zona serap itu dengan terbata-bata dan lemah kemudian dia terjatuh lagi dan mati ditempat.


"Oh tidak!" kata temannya yang langsung panik ketika melihat saudaranya mati.


Dia langsung menggendong tubuh saudaranya itu dan pergi meninggalkan kawasan hutan itu untuk secepatnya melaporkan kepada pimpinannya agar dapat memperingatkan seluruh anggotanya agar tidak ada yang memasuki arena hutan.


Setelah dua puluhan menit berlari, manusia primitif itu pun segera sampai di tempat kediaman pimpinan mereka yang hanya berumahkan gubuk kayu dengan beratapkan seperti daun tebu yang ditata dan diikat dengan rajin.


Dia dihadang oleh seorang Jendral yang bertugas menjaga pintu masuk kediaman sang pimpinan. Sang Jendral yang melihat kedatangan anak buahnya dengan membawa anggotanya yang lain namun yang hanya berupa mayat dibuat mengerutkan kening.


"Ada apa?" tanya Sang Jendral tanpa basa-basi. Dia seperti tidak peduli dengan anggotanya yang mati.


"Ampun Jendral! Hamba ingin melapor bahwa terjadi fenomena mengerikan yang dapat menyerap vitalitas makhluk hidup di hutan yang berada disebelah utara tempat ini!" kata manusia primitif itu kepada Sang Jendral.


"Maksudmu? Apakah temanmu itu adalah salah satu korbannya?" tanya Sang Jendral sambil menunjuk pria sepuh yang ada digendongannya.


"Benar Jendral! Dia temanku yang tidak sengaja memasuki zona bahaya itu dan berakhir seperti ini!" kata manusia primitif itu dengan nada sedih.


"Baiklah.. Kebumikan temanmu! Aku akan melaporkan ini kepada pimpinan!" ujar Snag Jendral.


"Baik! Terima kasih Jendral! Aku harap tidak ada korban lagi!" ucap manusia primitif itu lalu oergi meninggalkan Sang Jendral untuk mengebumikan temannya yang tewas.

__ADS_1


Sementara untuk Sang Jendral, dia langsung bergegas memasuki kediaman pimpinannya untuk melaporkan informasi yang baru saja didapatnya.


__ADS_2