
Swoosh...
Swoosh...
Mao An dan Zhuge Ruxu muncul didekat leluhur Bai Senlu yang sudah berhadapan dan saling tatap dengan Ling Tian setelah berhasil memulihakan kekuatan mereka meski barulah tujuh puluh persen.
"Siapa kau pak tua?" tanya Mao An dengan acuh.
"Perkenalkan aku Bai Senlu! Leluhur Klan Bai! Maaf sebelumnya, apa yang terjadi dengan Yang Mulia?" tanya leluhur Bai Senlu.
"Cih! Itu karena ulah keturunanmu yang membuat Tuan Muda Ling Tian bersedih dan marah dengan menyiksa kami sebelumnya!" jawab Zhuge Ruxu dengan emosi.
Saat leluhur Bai Senlu mendengar kata Ling pada marga pemuda yang sedang kehilangan kontrol itu, tubuh leluhur Bai Senlu bergetar karena marah.
"Keparat! Bocah-bocah tidak tahu diri!" ujar leluhur Bai Senlu dengan geram.
"Tch! Itu karena kau juga yang salah mendidik mereka!" cibir Zhuge Ruxu terang-terangan. Dia benar-benar memperlihatkan ketidak-sukaannya dengan Klan Bai.
"Aaaakkhh.. Bunuh! Bunuh semua!" teriak Ling Tian tiba-tiba yang mengejutkan ketiga orang yang sedang mengobrol itu.
"Tuan Muda, sadarlah!" ucap Zhuge Ruxu dengan sedih menatap Ling Tian.
Ling Tian yang mendengar teriakan Zhuge Ruxu langsung melihat kearah tiga orang didepannya itu dengan pandangan kosong yang mengerikan.
"Bunuh! Bunuh semuanya!" ucap Ling Tian dengan nada mendalam namun terdengar sangat parau penuh kesedihan dan kepedihan.
Aura yang dikeluarkan oleh Ling Tian juga mengandung kesedihan yang sangat mendalam dirasakan. Tiba-tiba dari matanya yang keseluruhannya berwarna hitam pekat itu mengeluarkan air mata darah. Yang semakin membuat hati Zhuge Ruxu dan Mao An menjadi sangat sakit.
"Tuan Muda Tian! Sadarlah!" kata Mao An.
Ling Tian tidak menanggapi ucapan dari Mao An dan siapapun. Dia hanya terus mengucapkan kata bunuh dan bunuh terus-terusan.
Zhuung!
Sebuah pedang energi yang berbentuk seperti sebuah bayangan muncul ditangan Ling Tian yang membuat Zhuge Ruxu, Mao An dan leluhur Bai Senlu menjadi sangatlah waspada. Mereka bertiga bisa meresakan betapa menakutkannya pedang bayangan itu jika sampai menggores tubuh mereka bertiga atau siapapun.
__ADS_1
"Bunuh! Kalian semua harus mati!" ucap Ling Tian.
Zheep!
Ling Tian menghilang dari pandangan ketiga orang itu lalu muncul kembali didepan Mao An sambil mengayunkan pedang bayangannya.
"Oh, tidak!" ucap Mao An langsung berkelit untuk menghindar dari tebasan menakutkan itu.
Swooosshh...
Sebuah energi pedang berbentuk bulan sabit berwarna hitam transparan layaknya sebuah bayangan melesat kearah Mao An dengan sangat cepat.
Boommmmmm...
Mao An berhasil menghindar dan ledakan maha dahsyat terjadi saat lesatan energi pedang itu terus melesat kearah belakang Mao An. Dan yang tidak disangka-sangka adalah energi pedang itu mengenai tiga Tetua yang sedang memulihkan diri dan kurang waspada. Seketika mereka bertiga berubah menjadi debu dan mati tanpa tahu bagaimana mereka bisa mati seperti itu.
Bisa dibayangkan betapa mengerikan dan menakutkannya energi pedang itu yang mengenai tiga orang yang berada di Ranah Kaisar Puncak lalu langsung membuat ketiganya menjadi abu.
"Tidak mungkin!" ucap leluhur Klan Bai yang tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya.
Mao An dan Zhuge Ruxu juga berfikiran sama dengan leluhur Bai Senlu. Terlebih Mao An yang sebelumnya diserang oleh Ling Tian. Dia berandai-andai jika tidak bisa menghindarinya, maka sudah dipastikan dirinya juga akan bernasib sama dengan ketiga Tetua Klan Bai.
Dengan sigap mereka bertiga bergerak mendekati Ling Tian dan mengurungnya dengan sebuah formasi berbentuk jaring dan rantai emas yang dibuat Zhuge Ruxu. Ketiganya terus meneriakkan nama Ling Tian berharap akan kesadarannya.
"Tuan Muda sadarlah! Aku Mao An baik-baik saja!" seru Mao An sambil terus mengirimkan Kaisar Qi kepada formasi jaring dan rantai emas.
"Akkhh.. Bunuh! Bunuh semua!" teriak Ling Tian yang memberontak.
"Tuan Muda! Ini aku Zhuge Ruxu! Aku juga sehat-sehat sekarang! Kendalikan dirimu!" ucap Zhuge Ruxu dengan berteriak dan sambil menangis.
"Aaakkkhhh.."
Ling Tian tidak berhenti berteriak dan terus memberontak yang membuat ketiganya sedikit kewalahan dan terkena serangan balik dari formasi pengekang Ling Tian. Air mata darah juga terus mengalir dari pelupuk mata Ling Tian yang membuat hati Zhuge Ruxu dan Mao An semakin sakit seperti ditusuk-tusuk.
.
__ADS_1
.
Semantara itu didalam aula pertemuan, Patriark Bai Shizi dan Tetua Agungnya yang adalah seorang wanita bernama Bai Wenhe'er berdiri dari tempat duduknya saat merasakan aura sangat kuat yang mirip dengan orang yang sangat mereka tunggu kehadirannya namun penuh dengan kesedihan. Lalu tidak berapa lama mereka juga merasaka aura kehadiran sang leluhur Klan Bai atau aura Bai Senlu yang sangat kuat juga namun penuh dengan kemarahan.
Tubuh mereka berdua bergetar dengan hebat. Mereka seperti menyadari akan kesalahannya yang telah diperbuat.
"Oh, tidak!" ucap Tetua Agung Bai Wenhe'er dengan panik melihat kearah Patriark Bai Shizi.
"Benar! Sepertinya kali ini kita telah melakukan kesalahan fatal! Kita harus cepat-cepat kesana!" ujar Patriark Bai Shizi atau ayah dari Bai Wutian dan Bai Si'er.
"Ya!" ujar Tetua Agung Bai Wenhe'er
Lalu keduanya menghilang dari aula pertemuan yang diikuti oleh Tetua Eempat hingga Tetua Kesepuluh. Mereka melesat dengan terburu-buru menuju ketempat Ling Tian yang sedang mengamuk.
.
.
Swush... Swush...
Patriark Bai Shizi dan Tetua Agung Bai Wenhe'er muncul disamoing leluhur Bai Senlu.
"Leluhur! Apa yang terjadi?" tanya Patriark Bai Shizi.
"Tidak usah banyak tanya dulu! Cepat bantu kami menguatkan formasi untuk mengekang Yang Mulia!" jawab leluhur Bai Senlu dengan berteriak marah.
"B-baik Leluhur!" ujar Patriark Bai Shizi dan Tetua Agung Bai Wenhe'er bersamaan.
Keduanya langsung membantu mengirimkan Kaisar Qi kepada formasi untuk mengokohkan pengekang Ling Tian.
"Setelah ini selesai, jika kalian berdua tidak bisa memberikan alasan yang masuk akal dan bisa kuterima, maka aku sendiri yang akan menghukum kalian bahkan mungkin membunuh kalian dengan tanganku!" ucap leluhur Bai Senlu kepada Patriark dan Tetua Agung Klan Bai.
"Aaakkhhh.. Bunuuuh! Bunuh semuanya!" teriak Ling Tian. Namun suara teriakan itu semakin lama semakin lemah karena evek pengekangan sebuah formasi.
Swush... Swush... Swush...
__ADS_1
Tujuh sosok Tetua Klan bai kembali muncul dan langsung disuruh oleh leluhur Bai Senlu untuk membantu mengirimkan Kaisar Qi. Itu karena energi dan kekuatan yang dikeluarkan oleh Ling Tian dari waktu ke waktu semakin kuat dan menimbulkan serangan balik.
"Yang Mulia! Aku Bai Senlu dari Klan Bai! Klan pelayanmu! Sadarlah.." ucap Bai Senlu dengan sedih.