
Ling Tian tersenyum mendengar pertanyaan sang wasit atau Tetua Tingkat Tinggi Klan Xun. Dengan santai dia mengedarkan kultivasinya hingga Ranah Raja Menengah dihadapan semua orang.
Bhuussshh...
Gelombang aura yang sangat kuat menyebar kesegala arah membuat semua orang merasa tertekan. Bahkan untuk sang wasit itu sendiri untuk beberapa saat. Mereka semua tidak percaya dengan aura sangat kuat itu namun hanya berada di Ranah Raja Tahap Menengah.
Sang wasit menganggukkan kepalanya lalu melemparkan satu token kepada Ling Tian atas kemenangannya dengan pemuda sebelumnya. Dia kemudian menyuruh sembilan generasi muda Klan Xun yang berada di Ranah Raja Tahap Awal untuk meladeni Ling Tian.
Sebelumnya, Ling Tian dapat dengan mudah mengalahkan dan membuat pemuda sombong karena mengalirkan sedikit Kaisar Qi dalam lambaian tangannya. Bisa dibilang, pemuda itu menjadi uji coba perbedaan kekuatan dari Kaisar Qi dan Qi biasa.
.
.
Sementara disisi lain, Ju bersaudara yang sudah mengetahui kekuatan asli dari Ling Tian tidak terkejut sama sekali. Mereka mendatangi bandar untuk memasang taruhannya.
"Berapa yang kalian pasang dan bertaruh untuk siapa?" tanya si bandar.
"Kami masing-masing memasang seratus ribu koin emas untuk kemenangan pemuda bertopeng itu!" ucap Ju Hou dengan tanpa ragu sambil menyerahkan cincin penyimpanan.
Si bandar dan beberapa orang yang ikut bertaruh melotot mendengar jawaban dari Ju Hou.
"Apakah kalian yakin?" tanya si bandar.
"Tentu!" jawab Ju Hou singkat.
"Baiklah.. Aku memberikan kelipatan tiga kali lipat jika pemuda bertopeng itu menang melawan sembilan generasi muda Klan Xun! Aku harap kalian tidak menyesal!" ucap si bandar menerima taruhan keduanya.
Kedua Ju bersaudara hanya tersenyum dan mengangguk lalu pergi meninggalkan tempat itu. Keduanya mendengar beberapa orang mencibir kebodohan yang dilakukan mereka berdua dalam menghambur-hamburkan uang.
"Sungguh! Aku baru melihat ada orang sebodoh mereka berdua di dunia ini!" ucap salah satu orang sambil menggelengkan kepala.
"Benar! Aku juga! Bahkan kata bodoh mungkin terlalu bagus untuk mereka berdua! Keduanya cocok untuk diberikan stempel tolol saja didahi mereka!" kata temannya.
"Haha.. Kasar sekali ucapanmu! Tapi menurutku tidak salah juga!" ujar yang lainnya menambahkan.
"Huh! Padahal sudah jelas bahwa mustahil bagi pemuda bertopeng itu untuk memenangkan pertarungan! Pemuda bertopeng itu memang kuat, tapi melawan sembilan sekaligus.. Ah! Sudahlah.. Aku tidak bisa membayangkan begitu bodohnya dua orang itu!"
"Lihatlah! Bahkan si bandar berani melipatkan tiga kali lipat untuk taruhan mereka berdua!"
"Itu karena si bandar juga yakin seratus persen akan kekalahan pemuda bertopeng itu! Haiiss! Sebentar lagi si bandar pasti akan menjadi kaya raya!"
__ADS_1
"Cih! Lebih baik, jika aku yang memiliki uang seratus ribu koin emas itu, maka aku gunakan untuk membeli sumber daya atau pil langka! Atau juga bersenang-senang dengan para gadis cantik!"
"Hahaha.. Benar! Aku setuju denganmu!"
"Kalau begitu ayo kita pasang untuk kekalahan pemuda bertopeng itu! Setidaknya meski mendapat kelipatan dua kali lipat, kita masih untung!"
"Hahaha.. Ayo!"
Sekelompok orang itu akhirnya pergi mendatangi si bandar dengan bersemangat dan memasang taruhan untuk kekalahan Ling Tian. Bahkan diantara mereka karena sangat yakin akan kekalahan Ling Tian, mereka memasang taruhan dengan seluruh uang yang mereka miliki.
Kedua Ju bersaudara hanya menggelengkan kepalanya saat melihat hal itu. Mereka berdua yakin sebebtar lagi sekelompok orang itu akan menangis karena kehilangan uangnya.
"Sungguh sekelompok orang tidak tahu diri!" ucap Ju Hoi dengan senyuman sinis.
"Haha.. Biarkan saja saudaraku! Kita akan lihat mereka menangis sebenyar lagi saat melihat kekuatan asli saudara She Tian!" ujar Ju Hou.
"Benar! Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya! Dan juga aku sudah tidak sabar uang kita akan menjadi tiga kali lipat!" ucap Ju Hoi dengan bahagia.
"Hehehe.. Begitupun denganku! Kita harus berterima kasih nanti kepada saudara She Tian!" ujar Ju Hou.
"Benar! Aku tidak tahu mengapa saudara Tian melakukan hal ini kepada kita, tapi yang jelas kita harus menjadi temannya yang baik untuk dia!" ucap Ju Hoi.
"Aku pun sama denganmu!" angguk Ju Hoi.
Mereka berdua akhirnya sampai ditempat duduk sebelumnya dan terus membicarakan tentang kebaikan Ling Tian. Sementara orang yang dibicarakan saat ini sedang saling pandang dengan sembilan generasi muda dari Klan Xun. Yaitu terdiri dari enam laki-laki dan tiga perempuan.
Ling Tian tersenyum menatap mereka bersembilan yang terlihat begitu marah dengan aksi Ling Tian yang langsung meminta sepuluh orang untuk menjadi lawannya.
"Aku dengar anggota Klan Xun itu sangat terkenal dengan pertahanannya! Coba perlihatkan padaku!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.
"Bocah! Kau sangat sombong dengan langsung menantang kami bersembilan! Aku akan mengajarimu bagaimana kau harus bersikap!" ucap salah satu pemuda dengan aura pertarungan yang sudah meledak-ledak dari tubuhnya.
"Hohoo.. Sepertinya Klan Xun ingin membuat kebohongan dengan mengirimkanmu yang sudah berada di Ranah Raja Tahap Menengah untuk menghadapiku? Jhaha.. Tapi tidak apa-apa! Aku justru sedikit bersemangat!" ujar Ling Tian sambil tertawa senang.
Sementara wajah pemuda sebelumnya, sang wasit, dan anggota Klan Xun menjadi serius saat Ling Tian mengatakan bahwa pemuda yang berbicara itu sudah berada di Ranah Raja Tahap Menengah.
Bagaimana mungkin pemuda bertopeng ini bisa tahu jika pemuda sebelumnya berada di tingkat tersebut sementara dia sudah menggunakan teknik penyamaran yang sangat terkenal dengan kehebatannya dan diakui oleh siapapun.
Sementara para penonton menjadi geram saat mengetahui kebenaran tersebut. Meskipun mereka tidak menyukai sikap arogan Ling Tian sebelumnya, tapi dengan Klan Xun mengirimkan satu orang di Ranah Raja Tahap Menengah yang mana tingkatan itu sama dengan tingkatan pemuda bertopeng, bukankah itu tindakan curang dan pengecut?
Semua penonton yang berasal dari luar Klan Xun mencatat keburukan laku Klan Xun kali ini dalam hati mereka. Mereka sungguh tidak akan lagi mempercayai Klan Xun lagi. Sementara Kedua Ju bersaudara tetap bersikap tenang seperti sebelum-sebelumnya.
__ADS_1
Walaupun awalnya mereka terkejut dengan kenyataan Klan Xun mengirim satu orang di Ranah Raja Tahap Menengah untuk mengalahkan Ling Tian, tapi mengingat kekuatan yang dimiliki Ling Tian mereka kembali tenang dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Ling Tian tersenyum sinis melihat keterkejutan semua orang. Akhirnya dia sedikit berhasil membuat Klan Xun tidak lagi dipercaya dan memperoleh malu.
"Kalian semua! Majulah!" ucap Ling Tian sambil memberikan kode dengan jarinya untuk mulai mendekat dan melawannya.
"Keparat! Aku tidak akan sungkan lagi untuk menghajarmu bocah sialan!" teriak pemuda yang paling kuat.
Swussh...
Swussh...
Dia bersama delapan orang lainnya melesat menyerang Ling Tian menggunakan senjata mereka masing-masing. Kemarahan terlihat jelas diwajah-wajah mereka.
Zheep!
Ling Tian menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul didepan salah satu wanita.
"Buktikan kepadaku pertahananmu!" ucapnya lalu mengayunkan tangannya.
Wanita yang mendapati Ling Tian tiba-tiba muncul didepannya dengan tangan yang sudah bersiap menyerang langsung mengedarkan energi Qi untuk bertahan.
Plaakkk!.
Bammm...
Sebuah suara tamparan sangat keras yang disusul ledakan karena sebuah hantaman terdengar di arena tersebut. Ling Tian sama sekali tidak berbelas kasih meski itu kepada seorang wanita. Karena jelas sekali mereka bersembilan mengarahkan niat membunuh kepadanya meski itu sangatlah tipis.
Zheep!
Ling Tian lalu menghilang lagi dari pandangan semua orang dan muncul lagi didekat wanita Klan Xun yang lainnya.
Plaakk!
Bammm...
Plaakk!
Bammm...
Dia mengulangi kegiatannnya itu dengan menghilang dan muncul lagi lalu menampar generasi muda Klan Xun hingga tersisalah tiga orang saja.
__ADS_1