
Ling Tian menganggukan kepala saat menyaksikan Xuan Ji berhasil menapaki tangga ke-200 dan memimpin jalannya babak pertama.
"Disamping kultivasinya yang diatas rata-rata, kekuatan fisik Xuan Ji ternyata juga cukup lumayan!" ujar Ling Tian memberikan komentarnya.
"Dan lagi.." Ling Tian melihat peserta urutan kedua dengan seringai mengesankan.
"Peserta urutan kedua itu lumayan berambisi!" lanjutnya.
Sementara dijajaran para Patriark Klan, mereka berbicara satu sama lain.
"Babak pertama ini hanya bisa menggunakan kekuatan fisik saja. Patriark Xuan! Aku sangat tidak menyangka bahwa di klanmu ada yang melebihi prestasi Hong Lie dalam kekuatan fisik!" komentar Patriark Hong kepada Patriark Klan Xuan, Xuan Guan.
"Hahaha.. Kamu terlalu memuji Patriark Hong! Aku sendiri juga tidak menyangka bahwa keponakanku Xuan Ji itu melatih fisiknya untuk menjadi kuat!" jawab Xuan Guan dengan memasang wajah sangat puas.
"Tapi tetap saja aku sangat memuji kehebatan Xuan Ji! Dia cukup berbakat menurutku!" ujar Patriark Hong.
Diatas kursi kehormatan, Kaisar Heian dan para Petinggi Kekaisaran sangat tertarik dengan peserta urutan pertama kedua babak pertama.
"Menurutmu, kedua peserta urutan teratas bagaimana Menteri Pertahanan?" tanya Kaisar Heian kepada orang yang duduk dibelakangnya yang tidak lain adalah Menteri Pertahanan Kekaisaran Wei.
"Mereka sangat berbakat dan berambisi! Kekuatan fisiknya juga tidak diragukan lagi. Lalu mengapa Yang Mulia menanyakan keduanya?" jawab Menteri Pertahanan yang kemudian balik bertanya.
"Bagaimana jika kita merekrut mereka berdua menjadi komandan pasukan kita? Bukankah ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan?" Kaisar Heian mengatakan dengan jujur tujuannya.
"Aku dan Jendral Utama sangat setuju Yang Mulia! Bahkan kami sudah mendiskusikan mereka sebelum Yang Mulia menanyakannya kepadaku!" ujar Menteri Pertahanan Kekaisaran Wei.
"Ooh.. Kamu memang selalu melangkah lebih awal seperti biasa Menteriku!" kata Kaisar Wei mengangguk puas.
"Coba nanti setelah selesai acara ini, kamu undang mereka berdua untuk menemuiku! Aku sendiri nanti yang akan memberikan penawaran kepada mereka berdua!" lanjut Kaisar Heian.
"Baik! Hamba siap melaksanakan tugas Yang Mulia!" jawab Menteri Pertahanan patuh.
.
.
__ADS_1
Tiga jam tidak terasa kembali berlalu. Para peserta sudah banyak menginjak tangga ke-400 keatas. Bahkan untuk Xuan Ji dan Hong Lie sudah masuk ke tangga 600 lebih. Hong Lie sudah menapaki tangga 630 dan Xuan Ji berada pada tangga diatasnya dengan selisih lima tangga.
Hong Lie semakin dibuat geram saat sudah berusaha selama tiga jam namun dia belum bisa melewati saingan didepannya. Namun disampin itu, dia juga tidak pernah patah semangat karena dirinya berhasil mempersempit jarak dengan urutan pertama itu.
"Hah.. Hah.." nafas Hong Lie tersengal-sengal karena terlalu memaksakan tubuhnya untuk terus melaju.
'Aku merasa, semakin aku melangkah keatas maka semakin kuat pula kekuatan fisikku! Haha.. Terima kasih Tuan Muda Tian! Aku tidak akan melupakan jasamu ini!' gumam Hong Lie.
"Aku tidak akan kalah darimu orang Klan Xuan!" teriak Hong Lie.
Sementara Xuan Ji yang mendengar teriakan Hong Lie, dia menatap kebelakang untuk sesaat.
"Jika kamu mampu, maka lakukanlah!" jawab Xuan Ji dengan tersenyum menyeringai.
"Kamu meremehkan aku orang Klan Xuan!" geram Hong Lie.
Xuan Ji tidak menghiraukan lagi ocehan Hong Lie. Dia menarik nafasnya dalam-dalam untuk bersiap melangkahkan kakinya oada tangga nomor 636.
'Ayo kita lanjutkan!' tekat Xuan Ji.
Dia kembali melangkahkan kaki dengan pasti.
Bak!
'Ayo semangat tubuhku!' batin Xuan Ji memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Melihat Xuan Ji kembali melangkahkan kaki, Hong Lie menjadi tidak sabar dan langsung ikut melangkahkan kakinya di tangga yang ke-631.
Bak!
Hong Lie merasakan tekanan gravitasi diatas tekanan sebelumnya. Hong Lie duduk menstabilkan tubuh untuk sementara dan kembali bangkit dan melangkahkan kaki.
"Ugh!"
Hong Lie terjatuh dengan posisi tengkurap. Dapat terlihat juga bercak darah disudut bibirnya.
__ADS_1
"Sial! Ini sangat menyakitkan! Tulang-tulangku seperti mau remuk saja!" ucap Hong Lie pelan.
.
.
Diurutan ketiga dan keempat, ada Ling Fun dan Gu Meilan. Mereka telah menapaki tangga ke-600 dan 599. Perbadaan yang sangat tipis. Semua orang juga sangat tidak menduga bahwa seorang gadis cantik dari Klan Gu memiliki ketahanan fisik yang luar biasa.
Dari atas langit, Ling Tian dan semua saudaranya memandang Gu Meilan dengan mata menyipit.
"Gadis itu memiliki kekuatan tulang yang berada diatas rata-rata!" ujar Long Yuan kepada Ling Tian melalui telepati.
"Benar sekali! Kekuatan tulangnya sudah ditingkat tulang harimau tua! Ini sangat menakjubkan!" jawab Ling Tian memuji Gu Meilan.
"Dilihat dari bakat dan kultivasinya, gadis itu juga cukup berbakat dan sama sekali tidak buruk!" kata Long Yuan.
"Kenapa? Apakah kamu tertarik dengannya saudaraku?" tanya Ling Tian yang secara blak-blakan seolah tahu apa yang ada difikiran saudara cacingnya itu.
"Hehe.. Kamu selalu tahu apa yang aku fikirkan bocah bau!" jawab Long Yuan dengan nyengir kuda diatas langit sana.
"Tch! Tinggal katakan saja apa maumu cacing biru sialan!" Ling Tian sangat kesal karena terlalu bertele-tele.
"Hei.. Hei.. Jangan pake acara ngegas! Baiklah.. Aku minta bantuanmu! Nanti kamu panggil dia dan suruh menghadapku dirumahmu! Aku ingin menjadikannya murid sebelum kepergianku ke Alam Menengah!"
Ling Tian tidak langsung menanggapi ucapan Long Yuan. Dia sangat terkejut saat mendengar kata-kata Long Yuan akan mengangkat seorang murid. Dia membuka sedikit mulutnya karena tertegun. Kemudian Ling Tian melihat kearah atas dimana Long Yuan dan suadara-saudaranya yang lain berada.
"Apa aku tidak salah dengar cing, cacing?" tanya Ling Tian dengan nada tidak percaya.
"Brengs*k kau bocah bau! Jelek sekali panggilanku itu!" keluh Long Yuan.
"Iya, benar! Aku akan mengangkatnya sebagai murid! Bahkan bukan aku saja! Saudara Wei, nona Zhuge Ruxu dan Adik Mao An juga ingin memilih salah satu dari pemuda berbakat dibawah sana! Hanya saja mereka belum menemukan yang cocok sampai saat ini!" lanjut Long Yuan menuturkan.
Ling Tian kembali terkejut dengan kebenaran tentang suadara-saudaranya yang ingin memiliki murid.
"Eeee.. Baiklah! Kalian tandai saja siapa-siapa yang ingin kalian jadikan murid. Nanti katakan saja padaku! Aku akan menyampaikannya kepada mereka nanti setelah usainya turnamen!" ujar Ling Tian kepada semua saudaranya. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan saudara-saudaranya memiliki seorang murid. Mereka adalah perkumpulan intensitas terkuat jika di Benua Langit. Maka akan sangat beruntung bagi siapapun yang nantinya akan menjadi murid saudara-saudara Ling Tian.
__ADS_1
"Terim-" ucapan semua saudara dipotong oleh Ling Tian.
"Sudah! Sudah sepatutnya seorang saudara melakukan hal ini kepada saudaranya! Maka lupakanlah kata terima kasih itu!"