
"Tidak! Aku tidak boleh mati disini!" Ucap Ling Tian penuh kemantapan.
"Anak muda! Stabilkan luka-lukamu! Setelah itu lawan kami lagi. Kami akan menunggumu," Kata jendral beast tingkat 6, Harimau Kristal lalu pergi kembali kearah rombongannya.
"Eh.. Lah kok?" Kaget Ling Tian.
Ling Tian merasa ada yang aneh dengan semua ini. Mulai dari auman seperti naga, lalu sunyinya Hutan Gelap, kemudian yang saat ini sedang dialaminya! Para monster beast bertindak seolah sudah terkordinir dan tidak selayaknya yang bersifat liar.
Ling Tian benar-benar pusing memikirkannya. Tapi bodo amatlah, fikirnya. Dia pun duduk bersila dan bersikap lotus untuk menyetabilkan tenaganya yang mobrak-mabrik akibat benturan serangan dengan jendral beast tingkat 6 itu.
Secara perlahan Ling Tian menarik nafas dari hidung lalu menghebuskannya lewat mulut sembari menutup kedua bola matanya. Dia memang masih belum percaya seratus persen kepada Harimau Kristal, terkhusus kepada para monster beast yang bisa saja tiba-tiba menerkamnya saat lengah sedikit saja, hingga Ling Tian harus terus menjaga kewaspadaannya.
__ADS_1
Ling Tian terus mengulanginya hingga tak terasa satu jam terlewat. Perlahan Ling Tian membuka kedua kelopak matanya setelah merasa aliran energi atau tenaga di tubuhnya sudah stabil.
"Huuuufffh.." Hembus Ling Tian.
"Jadi, apa sekarang kau sudah siap melawan kami lagi anak muda?" Tanya monster beast Ular Kepala Tiga dengan suara lembut seperti seorang gadis, namun juga dirinya termasuk jajaran jendral yang berada di tingkat 6 yang perlu Ling Tian waspadai layaknya Harimau Kristal.
"Tentu!" Singkat Ling Tian.
Ling Tian bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan kearah gerombolan para monster beast itu berada. Setelah saling berhadapan, Harimau Kristal berucap,
Ling Tian yang mendengar beast Harimau Kristal berucap seperti itu hanya bisa berdecak tanpa bisa menjawabnya. Dia juga mengakui betapa kuatnya beast tingkat 6. Apalagi sekarang Ling Tian murni hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja. Andai ada orang lain yang mengetahui dan menceritakan keadaan Ling Tian saat ini kepada orang-orang, mereka pasti akan menganggap hanya omong kosong belaka atau bualan yang menjijikkan.
__ADS_1
Namun demikianlah kenyataannya! Dengan hanya kekuatan fisik, Ling Tian dengan gagah berani bertarung dengan lawan yang jauh lebih kuat dan berada diatas tingkatannya. Ling Tian sengaja belum menggunakan jurus andalannya, Pukulan Pelebur Bumi. Dirinya hanya menggunakan teknik-teknik berpedang Klan Yi atau serang asal namun penuh kecepatan.
Dari pertarungannya dengan Serigala Perak, tanpa Ling Tian sadari kekuatan fisik serta tempurnya sedikit demi sedikit kian bertambah kuat. Hal ini sangat menguntungkan bagi Ling Tian.
Satu monster beast tingkat 5 kembali maju untuk berhadapan dengan Ling Tian. Dia adalah Banteng Api. Monster beast yang sangat kuat dengan ketahanan kulitnya yang seperti baja dan dua tanduk yang menyala-nyala membara penuh api.
Ling Tian yang melihat beast Banteng Api maju segera mengambil pedang pusakanya yang terlempar dan menancap disisi lain. Setelah mengambil dan memegangnya dengan erat, Ling Tian bergegas mempersiapkan kuda-kuda dikakinya. Kali ini dia tidak ingin lagi main-main seperti saat melawan Serigala Perak.
"Baiklah sapi gemuk.. Mari langsung serius!" Ucap Ling Tian lalu melesat dengan cepat sambil mengayunkan pedang pusaka putihnya.
Swoooshh..
__ADS_1
Sraaiing..
Trank!