Ling Tian

Ling Tian
Menuju Daratan Barat


__ADS_3

Wei Ziin merasa tertantang sekaligus bersemangat untuk mencoba kekuatannya sesuai dengan arahan dari Ling Xing'er. Dia mengontrol aliran energi Qi sekaligus elemen angin miliknya dengan baik ke pedang pusaka tingkat hijau kualitas sempurna yang telah dia genggam.


Sementara Ling Xing'er, dia langsung tersenyum cerah karena mendapati Putri Kekaisaran Wei itu dengan cepat dapat mengerti apa yang dia inginkan. Dia juga langsung mengalirkan energi Qi sekaligus elemen es ke pedangnya.


Ling Tian yang melihat kedua wanita itu akan berlatih tanding, segera membuat formasi array untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan efek dari pertarungan mereka berdua. Dengan keahliannya sebagai ahli mantra formasi dan array, Ling Tian hanya butuh menjentikkan jarinya saja untuk membuat sebuah formasi perlindungan yang berbentuk separuh bola lalu duduk kembali bersama dengan Ling Lianhua untuk menonton.


"Majulah kakak Ziin! Kerahkan semua kekuatan yang kakak miliki! Jangan biarkan keraguan menyelimuti hati kakak untuk menyerangku!" ucap Ling Xing'er dengan tenang yang membuat Ling Tian tersenyum dengan lebar.


"Baik!" angguk Wei Ziin kemudian bergerak maju untuk menyerang Ling Xing'er.


Trank!


Seketika suara benturan kedua bilah pedang Wei Ziin dan Ling Xing'er langsung terdengar yang disertai dengan ledakan energi yang menghancurkan area sekitar mereka berdua.


Boommm... Boommm...


Wei Ziin bergerak terus menyerang tanpa memberikan jeda sedikitpun untuk Ling Xing'er mengambil nafas. Namun Ling Xing'er bukanlah anak kemarin sore sama seperti anak-anak lainnya, dia telah di tempa secara langsung oleh Ling Tian dengan pelatihan-pelatihan neraka yang membuatnya dapat dengan mudah melewati penekanan yang dilakukan oleh Wei Ziin.


Tring! Tring!


Berbagai upaya telah dilakukan oleh Wei Ziin. Dia telah menggunakan hampir semua jurus yang dia kuasai dari teknik-teknik berpedang milik Klan Wei. Bukan Wei Ziin yang lemah sehingga tidak dapat membuat gadis berumur 9 tahun itu menyerah kepadanya, akan tetapi gadis itu juga tidak kalah hebatnya dengan tuan Putri kekaisaran Wei itu sendiri.


"Pengedalian elemen angin yang luar biasa kakak Ziin!" ucap Ling Xing'er memuji dengan tulus di sela-sela pertarungan mereka.


Wei Ziin mengerutkan keningnya saat mendengar pujian dari gadis berumur 9 tahun itu. Bukan karena pujian tersebut, akan tetapi karena gadis 9 tahun itu masih dapat berbicara ketika dia sedang dalam posisi bertarung. Itu artinya Ling Xing'er sama sekali belumlah serius dalam melawannya.


"Adik Xing'er! Aku akan mengerahkan semuanya!" seru Wei Ziin lalu menambah ritme kecepatan geraknya.

__ADS_1


"Lakukanlah kakak Ziin." ujar Ling Xing'er dengan senyuman imut yang terpancar jelas dari sudut bibirnya.


Zheep!


Trankkk! Trankkk!


Wei Ziin pun bergerak dengan sangat cepat. Tebasan pedang miliknya yang memiliki kekuatan dari elemen angin terasa begitu mengerikan bagi siapapun yang melihatnya. Akan tetapi lagi-lagi gadis berumur 9 tahun yang menjadi lawannya itu masih saja bersikap tenang dan dapat memblokir serta menghindari setiap serangan dari Wei Ziin.


Hal itu membuat tuan Putri kekaisaran Wei menjadi cukup frustasi. Dia benar-benar telah dibuat kalang kabut dan tidak percaya sama sekali oleh gadis mungil dan imut itu. Dengan elemen es miliknya itu dia dapat dengan mudah menghancurkan bila bila pedang yang terbuat dari energi Qi sekaligus elemen angin milik Wei Ziin.


Setelah pertarungan sengit itu berjalan selama 20 menit, akhirnya Wei Ziin berhenti menyerang dan mengangkat tangannya tanda dia telah menyerah. Suara tepuk tangan dari Ling Tian dan juga Ling Lianhua pun langsung terdengar.


"Bagus! Sangat bagus! Ziin'er, kamu cukup luar biasa untuk seorang yang berada di ranah kultivasi Pendekar Berlian Awal Bintang 1. Kamu mungkin dapat mengalahkan orang yang berada satu atau dua bintang di atasmu!" ujar Ling Tian memuji dengan tulus lalu membuka formasi array yang mengurung Wei Ziin dan Ling Xing'er.


Zheepp! Zheepp!


Kedua gadis itu segera muncul di hadapan Ling Tian dan Ling Lianhua dengan senyuman lebar yang terpampang jelas dari sudut bibir mereka berdua.


"Adikku selalu menjadi yang terbaik dari yang terbaik!" jawab Ling Tian sembari mengelus lembut ujung kepala Ling Xing'er.


"Ya! Itu memang aku!" seru Ling Xing'er dengan bangganya yang membuat Ling Tian dan kedua gadis di tempat itu tertawa terkekeh-kekeh.


Mereka pun akhirnya duduk dengan santai dan berbincang-bincang lagi mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan kultivasi ataupun yang lainnya.


***


Keesokan harinya, Ling Tian, Mao An dan Feng Lanse'er berpamitan kepada ayah dan ibu serta para petinggi klan untuk memulai kembali perjalanannya yang tidak lain adalah menuju ke daratan barat. Tempat dimana pangeran Song Yunlei saat ini sedang berkuasa.

__ADS_1


Ling Tian sengaja melakukan perjalanan ini untuk membuat kelompok di sana karena dia meyakini bahwa banyak sekali orang yang memberontak kepada sang pangeran karena telah mengambil alih tampuk kekuasaan dengan cara berkhianat dan mengikuti kelompok aliansi aliran hitam.


Ling Tian berencana akan mengkudeta kembali Kekaisaran Song dan mengembalikannya kembali kepada Leluhur Song Mu atau kepada orang yang dia dapat percayai ketika orang tua itu menolaknya.


"Jaga dirimu baik-baik nak! Dan selalu berhati-hatilah!" ujar sang ibu menasehati putra semata wayangnya.


"Aku akan mengingat dengan baik nasehat ibu!" kata Ling Tian lalu bersujud di hadapan Hei Si lalu mencium kakinya.


Ya, begitulah keniasaan Ling Tian ketika hendak bepergian. Bisa dikatakan restu dan cium kaki ibu adalah azimat yang sangat dia percayai dapat membawa keberuntungan baginya selain beberapa kemampuan yang dia miliki sendiri.


Sementara untuk sang ayah, dia hanya memeluknya saja serta meminta restu saja.


"Ayah tidak akan mengatakan apapun kecuali berpegang teguhlah kepada apa yang dikatakan oleh ibumu sebelumnya," kata Ling Jun.


"Baik ayah!" angguk Ling Tian lalu berjalan menaiki Feng Lanse'er yang telah berubah kembali menjadi sosok burung phoenix biru yang sangat cantik yang kemudian diikuti oleh si kucing jadi-jadian Mao An.


Dirasa sudah siap, Feng Lanse'er segera mengepakkan sayapnya untuk pergi meninggalkan kawasan Klan Ling atau Desa Cemara dengan kecepatannya yang sangat tinggi. Semua orang langsung menghela nafas mereka lalu membubarkan diri dari depan pintu gerbang klan dan kembali ketempat mereka masing-masing.


***


Di atas langit, Ling Tian, Mao An dan Feng Lanse'er berbincang-bincang dengan santai untuk mengisi keheningan dalam perjalanan.


"Tuan Muda, mengapa anda tidak mengajak yang lainnya untuk ikut dalam perjalanan kita ini? Bukankah mereka dapat membantu Tuan Muda dalam mempercepat pembentukan kelompok yang akan menggulingkan kekuasaan pangeran Song Yunlei?" tanya Feng Lanse'er penasaran.


"Itu karena aku ingin mereka fokus untuk berlatih dan meningkatkan kultivasi mereka di klan. Jika mereka ikut, mereka pasti juga hanya akan aku tempatkan di dunia jiwa saja!" jawab Ling Tian dengan santai.


"Baiklah saudari Feng, percepat lajumu!" kata Ling Tian lagi.

__ADS_1


"Dengan senang hati Tuan Muda!"


Wussshh...


__ADS_2