Ling Tian

Ling Tian
Sebelum Pergi


__ADS_3

Sosok pemuda itu terus menjerit sambil memegangi kepalanya selama beberapa menit. Dua ingatan yang bersatu telah tersinkron dengan sempurna.


'Hm.. Jadi aku disini bernama Ling Tian? Cukup bagus! Tapi...' gumam pemuda itu tersenyum penuh arti dan cemberut seketika.


'Ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2? Cih! Lemah sekali tubuhku ini!' lanjutnya.


Pemuda itu menengadahkan pandangannya keatas langit lalu berkata,


"Guru tua! Aku tidak akan mengecewakanmu!"


Tingkah aneh pemuda itu tentu membuat dua orang yang di sebelahnya merasa heran. Ada apa gerangan yang terjadi dengan pemuda itu? Mengapa dia berbicara sendiri?


"Ling Tian! Apa yang terjadi padamu?" tanya Wei Hun yang mengagetkan sang pemuda. Pemuda itu tak lain adalah Ling Tian namun jiwanya adalah jiwa Jamal, murid Sang Pendekar Jibril atau Sang Maha Dewa di seluruh semesta yang saat ini ditempatinya.


"Ah! Anu.. Tidak apa-apa saudara.. Emm.. Maksudku senior Wei!" ucap Ling Tian berjiwa Jamal dengan tergagap.

__ADS_1


Wei Hun dan Ling Yuan sama-sama mengangkat alisnya. Merasa ada yang aneh dan berbeda dari pemuda yang hampir tiga tahun ini bersama mereka.


"Apa kamu tidak apa-apa Ling Tian?" Tanya Wei Hun.


(Note: Nama MC fokus Ling Tian bukan Jamal dan ralat kualitas tulang Ling Tian yang tadinya tulang naga emas diganti naga bumi)


"Aku tidak apa-apa senior Wei. Aku hanya kekelahan saja! Hingga bergumam-gumam tak jelas. Sudah cukup lama aku tidak beristirahat!" jawab Ling Tian memberi alasan logis meski sangat aneh.


"Owh begitu. Tentu saja kau kelelahan! Dua tahun setengah lebih kau selalu memaksakan diri untuk berlatih dan berlatih. Yasudah.. Lanjutkan istirahatmu! Aku dan saudara Long kembali dulu!" kata Wei Hun.


"Baik."


Wei Hun dan Long Yuan pergi ke istana kecil. Sementara Ling Tian masih duduk diatas batu dengan wajah termenung.


'Ternyata tubuh yang kutempati ini masih mempunyai orang tua. Ibu, ayah, dan emm.. Lianhua! Sial! Dia cantik sekali! Dan cewek-cewek di semesta ini semuanya cantik!'

__ADS_1


'Ayah, kau pergi sepertinya karena mencari seorang tabib diluar kekaisaran untuk bisa menyebuhkan kecacatanku. Terima kasih! Dan ibu, meski jiwaku adalah orang lain, tapi aku juga sangat merindukanmu! Bersabarlah sebentar lagi! Aku akan pulang dan melepas semua kerinduan ibu! Aku akan pulang untuk menjaga kalian berdua. Aku akan membalas semua kebaikan kalian semua orang-orang yang baik kepadaku berkali-kali lipat! Aku Ling Tian berjanji kepada kalian!'


Swooosshhh...


'Haahh.. setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihatmu lagi pedang kesayanganku, Pedang Samudera Kegelapan!'


Ling Tian sangat senang saat kembali bisa memegang pusaka tingkat merah hasil buah karyanya yang pertama kalinya saat berlatih dulu. Ling Tian juga meneluarkan satu set jarum emas yang termasuk golongan pusaka tingkat hitam.


'Dengan jarum emas ini aku akan mempunyai serangan tersembunyi yang mematikan!'


'Ah.. Setelah segel ditubuh ini telah kembali terbuka sempurna, aku bisa merasakan lagi dunia jiwa milikku. Istana klasik itu, dan tampaknya bibit-bibit buah abadi yang ditanam kedua guruku sudah tumbuh dan subur dan malah ada yang sudah berbuah! Dan terakhir, itu? Bukankah itu gunungan koin perunggu sampai platinum? Lalu itu...? Batu dan kristal roh dari kualitas rendah sampai yang tertinggi! Hahahaha! Terima kasih guru! Kau memang sungguh perhatian pada muridmu ini yang lemah juga miskin! Sungguh mengharukan sekali!'


Ling Tian memasukkan kembali kedua senjata pusaka miliknya kedalam cincin penyimpanan tak terbatas yang telah bersatu dengan jiwanya.


'Tugasku adalah menjadi yang terkuat diseluruh semesta ini dan mencari tahu apa arti jiwa pendekar yang sesungguhnya. Baiklah...!' Ling Tian terus gumam.

__ADS_1


'Mari kita mulai petualangan ini!"


__ADS_2