Ling Tian

Ling Tian
Membuat Teror


__ADS_3

Ling Tian hanya tersenyum menyeringai layaknya seorang tokoh antagonis dalam cerita-cerita dongeng yang sedang melakukan sesuatu hal yang mengerikan namun sangat disenangi olehnya.


Dia kemudian menoleh ke arah belakang melihat wanita yang sebelumnya telah dikalahkan oleh salah satu pihak dari aliansi aliran hitam kini telah berhasil memulihkan dirinya. Namun tatapan yang diperlihatkan olehnya saat melihat Ling Tian adalah tatapan ketakutan yang teramat sangat sehingga membuat wajahnya begitu pucat seperti tidak ada darah yang mengalir saat dilihat.


"Lebih baik nona beristirahat atau bantu yang melawan musuh dibawah ranahmu saja! Biarkan aku yang mengurus mereka yang berada di ranah Pendekar Berlian dan Platinum!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lebar dan sedikit sinis.


"B-baik Tuan Muda!" ujar wanita itu dengan nada terbata-bata dan tubuh yang bergetar.


Zheep!


Boommm...


Ling Tian kemudian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul kembali dengan sebuah ledakan yang terjadi karena tangannya kembali memukul ke arah tubuh lawan dan menghancurkannya seperti pada pria bertubuh gempal sebelumnya.


Zheep!


Boommm...


Zheep!


Boommm...


Kejadian mengerikan itu terus berlangsung hingga seluruh orang dari aliansi aliran hitam yang memiliki kultivasi di ranah Pendekar Berlian sampai Platinum tewas menjadi serpihan es. Semua hati dari orang-orang aliansi aliran hitam langsung menciut dan merasa diteror dengan keberadaan pria bertopeng separuh wajah dan berjubah hitam itu.


Ditambah dengan aura dingin yang dikeluarkan dari dalam tubuh Ling Tian terasa begitu menusuk ke tulang-tulang lawannya sehingga mereka semua begitu ketakutan. Terlebih saat melihat Ling Tian justru tersenyum layaknya iblis setelah membunuh dengan cara yang begitu kejam.

__ADS_1


"Munduuuur!" teriak satu-satunya kultivator yang tersisa yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Platinum. Dia adalah salah satu wakil komandan pasukan aliansi aliran hitam.


"Dia bukan manusia! Dia iblis! Munduuur!" teriaknya lagi.


Ling Tian hanya tersenyum menyeringai sambil melayang di atas langit yang membuat penampilannya begitu mengerikan saat dilihat oleh semua orang khususnya dari pihak aliansi aliran hitam.


Saat melihat puluhan ribu pasukan aliansi aliran hitam mulai bergerak mundur, Ling Tian lalu mengalirkan sekitar 2% Kaisar Qi serta elemen es miliknya kearah kedua telapak tangannya kemudian melambaikannya.


"Waktunya menjadi patung es!" ucap Ling Tian.


Swooosshh...


Sebuah cahaya berwarna biru terang keluar dari kedua telapak tangannya yang dilambaikan lalu menuju ke arah puluhan ribu pasukan aliansi aliran hitam. Semakin jauh cahaya itu dari Ling Tian maka semakin besar pula cahaya itu.


Saat cahaya biru yang keluar dari telapak tangan Ling Tian mengenai orang-orang dari pasukan aliansi aliran hitam maka satu detik kemudian mereka pun langsung dibuat membeku dan berakhir menjadi patung es seperti yang Ling Tian katakan.


Itu barulah 2% Kaisar Qi yang dikeluarkan. Bagaimana jika 5% atau 10% atau bahkan 50%? Semua yang berada di area pertempuran mungkin akan langsung menjadi beku dan tempat peperangan itu sudah pasti akan menjadi wilayah terlarang karena memiliki suhu yang lebih dingin dari tempat-tempat lain di seluruh daratan utara.


Ling Tian membiarkan mereka berlari tunggang langgang untuk kembali ke markas dan melaporkan apa yang telah terjadi kepada seluruh pasukan dan para pemimpin penyerangan. Ling Tian sengaja ingin membuat teror terlebih dahulu sebelum akhirnya semua pasukan milik aliansi aliran hitam akan berkumpul menjadi satu dan dia bersama dengan Mao An akan memulai aksi yang sebenarnya.


Tugas Mao An sendiri yang telah pergi mendahului disamping membuat sedikit kekacauan adalah mengawasi serta memastikan bagaimana caranya nanti agar orang-orang dari aliansi aliran hitam itu tidak bisa berlari saat rencana yang sebenarnya telah dimulai.


Setelah memastikan bahwa beberapa ratus orang itu telah benar-benar pergi meninggalkan area pertempuran, Ling Tian kemudian turun dari atas langit dan mendarat di dekat orang-orang atau para pejuang dari daratan utara.


Wajah semua orang yang melihatnya begitu pucat seperti tidak ada darah yang mengaliri meskipun bibir mereka tampak seperti sedang tersenyum bahagia. Tentu saja mereka demikian, karena mereka juga takut dengan aksi pemuda bertopeng separuh wajah itu ia menggunakan kekuatan absolutnya.

__ADS_1


Ling Tian hanya bisa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala melihat orang-orang dari daratan utara itu begitu ketakutan saat melihatnya. Dia lalu berjalan menghampiri wanita yang sebelumnya telah dia tolong.


"Bagaimana kondisimu saat ini nona?" tanya Ling Tian sembari tersenyum hangat.


"A-aku telah p-pulih sepenuhnya Tuan Muda!" jawab wanita itu dengan tergagap.


"Hei.. Mengapa kalian seperti orang sedang ketakutan saat melihatku? Aku adalah saudara kalian! Lihatlah! Aku juga memiliki elemen es seperti kalian!" ujar Ling Tian sambil memperlihatkan sebuah pedang yang terbuat dari elemen es.


Semua orang hanya terdiam tidak berani menanggapi, mereka tentu saja masih terlalu syok dengan apa yang dilihat mata mereka sebelumnya. Meskipun dalam hati mereka sangat bersyukur akan pemuda bertopeng separuh wajah itu bukanlah musuh.


"T-tuan Muda! Perkenalkan namaku Bing Nami! Atas nama seluruh pasukan dan teman-teman kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Tuan Muda!" ucap wanita yang sebelumnya ditolong oleh Ling Tian.


"Tidak perlu sungkan nona Nami! Sebelumnya mohon maaf jika perbuatanku tadi membuat kalian tidak enak. Perkenalkan namaku adalah Tian! Aku datang ke sini bersama dengan Jenderal Besar Bing Luoyan! Namun karena beliau sedang mengatur 70.000 prajurit yang sedang keluar dari portal teleportasi, maka aku berjalan mendahului beliau untuk memastikan jika kalian baik-baik saja!.."


"Namun saat melihat saudara dan saudariku begitu kewalahan dan bahkan saudari Nami hampir saja terbunuh dan dilecehkan oleh pria gempal, tentu aku menjadi sangat marah dan langsung saja mengarahkan seluruh kekuatanku untuk menghancurkan dan membuat mereka menjadi.." ucap Ling Tian tidak melanjutkan perkataannya namun pandangannya mengarah ke puluhan ribu pasukan aliansi aliran hitam yang telah berubah menjadi patung es.


Bing Nami yang mendengar bahwa pemuda bertopeng didepannya melakukan aksi mengerikan itu disebabkan karena kemarahannya akan dirinya yang hendak dilecehkan langsung saja menjadi sangat terharu.


Hal yang sama juga dirasakan oleh orang-orang dari daratan utara. Mereka yang sebelumnya merasa takut saat melihat pemuda bertopeng yang mengatakan namanya adalah Tian kini juga sudah mulai dapat menerima dan tersenyum kembali dengan senyuman yang ikhlas dan lebar.


Setelah itu Ling Tian langsung disapa oleh banyak orang dan bahkan di antara mereka ada yang memeluknya dengan tangisan haru sebagai ungkapan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuannya. Tentu saja di antara orang-orang itu adalah Bing Nami.


"Baiklah saudara-saudariku sekalian! Aku masih memiliki misi yang harus diselesaikan! Nanti jika Jenderal Besar Luoyan telah tiba, katakan kepadanya untuk bersiap-siap akan pesta sesungguhnya!" ujar Ling Tian yang berniat untuk undur diri.


"Aiih.. Sayang sekali! Padahal aku masih sangat ingin mengobrol dengan saudara Tian! Tapi yasudahlah.. Misi saudara Tian pasti lebih penting daripada hanya sekedar mengobrol denganku!" ucap salah satu kultivator yang berada di ranah Pendekar Berlian Awal. Dia juga termasuk jenderal bawahan dari Jenderal Besar Luooyan.

__ADS_1


Ling Tian hanya tersenyum sebagai tanggapannya. Dia lalu menghilang dari pandangan semua orang seolah bersatu dengan udara tipis.


__ADS_2