
"Klan Xuan? Apakah kakak mempunyai sedikit urusan dengan mereka?" tanya Wei Ziin.
"Tentu saja! Mereka memiliki sedikit hutang nyawa bagi Klan Ling kakak!" jawab Ling Tian dengan nada dingin.
Bukan tanpa alasan Ling Tian ingin mengunjungi Klan Xuan. Disamping dia ingin memberikan sedikit pelajaran kepada mereka, Ling Tian juga ingin meminta setidaknya seluruh harta klan untuk kompensasi kerusakan bangunan dan kematian orang-orang Klan Ling sewaktu terjadi penyerangan. Terlebih ayah dan ibunya juga menjadi korban.
Menurut Ling Tian, Klan Xuan sungguh tidak punya rasa terima kasih sama sekali. Sudah ditolong malah membalasnya dengan keburukan. Juga, Ling Tian masih sangat ingat sewaktu itu para murid Klan Xuan lah yang membantai, bukan Ling Tian! Ling Tian waktu itu bersama Long Yuan hanya membantu melumpuhkan musuh lalu pergi begitu saja.
Dengan alasan itu saja sudah cukup untuk Ling Tian mengunjungi Klan Xuan atau bahkan meratakannya dengan tanah.
"Hutang nyawa?" tanya Wei Ziin sambil mengangkat alisnya.
"Benar! Gara-gara Klan Xuan, Klan Ling diserang dan banyak yang dihabisi! Yasudah.. Jangan bahas lagi! Mari kita percepat terbangnya!" jawab Ling Tian.
Mereka berdua melesat dengan cepat bagaikan bintang jatuh. Beberapa kali juga mereka berhenti di restoran atau kedai kecil hanya untuk istirahat atau mengisi perut yang keroncongan.
Tak terasa satu minggu telah terlewati dengan cepat. Saat ini Ling Tian dan Wei Ziin telah sampai di perbatasan Kota Awan, lebih tepatnya di kedai sederhana milik wanita paruh baya dipinggir jalan. Tidak lama lagi mereka akan sampai ditempat tujuan yaitu Klan Xuan di Desa Bambu.
'Setelah urusan ini selesai, aku harus segera meningkatkan kekuatanku! Para aliansi aliran hitam yang dipimpin oleh iblis sejati itu pastinya sangat kuat-kuat! Setidaknya aku harus berada di ranah Pendekar Berlian Menengah dahulu!' gumam Ling Tian yang memikirkan ucapan gurunya waktu itu.
"Kakak Tian! Kakak Tian!" ujar Wei Ziinyang melihat Ling Tian melamun dan tidak melahap hidangannya.
"Eh! Iya Ziin'er.. Ada apa?" kaget Ling Tian.
"Hmm.. Malah melamun! Apa yang sedang kakak fikirkan?" tanya Wei Ziin.
"Tidak ada Ziin'er! Kakak hanya memikirkan apa yang pantas untuk Klan Xuan dapatkan nanti setelah kita disana!" ujar Ling Tian berbohong.
"Itu terserah kakak! Bukannya sebelumnya kakak ingin meminta kompensasi kepada mereka atau menghancurkannya?" Wei Ziin bertanya dengan nada aneh.
"Ooh.. Iya! Kakak akan meratakan mereka jika tidak mau memberikan kompensasi yang memuaskan untuk kakak!" kata Ling Tian kaku.
__ADS_1
Akhirnya Ling Tian melahap semua makanan yang tersaji didepannya dengan cepat setelah selesai berbicara yang aneh itu. Ling Tian dengan segera juga membayarkan makanan milik Wei Ziin.
"Baiklah.. Mari kita lanjutkan perjalanan!" ajak Ling Tian.
"Ayo.." tanggap Wei Ziin.
Mereka berdua tiba-tiba menghilang dari kedai sederhana dan mengejut pemiliknya.
"Ternyata mereka berdua adalah kultivator yang sangat kuat!" ujar wanita baya pemilik kedai. Dia sangat bersyukur tidak menyinggung kedua muda-mudi itu atau nyawanya akan melayang.
***
Klan Xuan, Desa Bambu.
Di kediaman agak mewah di Klan Xuan, seorang pemuda dengan rambut terurai dan jubah hijau sedang duduk santai menikmati sejuknya udara pagi. Ditemani hangatnya teh hijau buatan pelayan sungguh membuat suasananya bertambah nyaman.
'Udara pagi ini sangat tenang! Tapi entah mengapa aku merasa akan seperti terjadi sesuatu yang buruk pada Klan Xuan!' gumam pemuda itu dengan nada berharap baik-baik saja. Benar! Pemuda berjubah hijau khas Klan Xuan itu adalah Xuan Ji. Pemuda yang pernah ditolong oleh Ling Tian dan Long Yuan saat disergap oleh para anggota Sekte Taring Iblis yang telah musnah.
'Ada apa dengan diriku? Mengapa hatiku tidak bisa ikut tenang layaknya udara pagi ini? Apakah ini ketenangan sebelum terjadinya badai?' batin Xuan Ji sesak.
Xuan Ji tiba-tiba teringat akan wajah dan nama seseorang yang pernah menjadi penolongnya.
'Ling Tian? Dari Klan Ling.. Dia pemuda yang sangat kuat dan hebat! Usaianya masih dibawahku namun kekuatannya jauh melampauiku. Jika dia ikut dalam kompetisi antar klan satu bulan kedepan, maka tidak akan ada kesempatan bagi siapapun untuk menang melawannya!'
'Eh.. Mengapa aku tiba-tiba mengingatnya? Ling Tian! Dari Klan Ling.. Klan Ling yang telah diserang habis-habisan oleh para Tetua Sekte Taring Iblis gara-gara kami!' Xuan Ji terus berbicara dalam hatinya.
Semua orang tentu sudah mendengar tentang penyerangan yang terjadi di Desa Cemara atau lebih tepatnya di Klan Ling. Hal itu terjadi karena Patriark Xuan mengatakan kebohongan tentang pembantaian murid Sekte Taring Iblis saat didatangi oleh para tetua sekte.
"Saudara Ji!"
Suara dari seorang wanita muda memanggil namanya. Dia adalah Xuan Yin'er, wanita yang sedari dulu menjadi teman mengobrol Xuan Ji dan sahabatnya sejak kecil. Dia juga adalah wanita yang waktu itu memberanikan diri menanyakan nama sang pahlawan, Ling Tian.
__ADS_1
"Ah.. Saudari Yin'er! Kamu rupanya!" kata Xuan Ji setelah melihat Xuan Yin'er.
"Sepertinya saudara Ji sedang merenungkan sesuatu? Apakah tentang ketenangan ini?" tebak Xuan Yin'er.
"Haahh.. Aku memang tidak pernah bisa menyembunyikan apapun darimu saudari Yin'er!" lemas Xuan Ju.
"Ooh.. Hihihi.. Jadi benar kamu sedang merenungkan udara pagi yang sejuk dan tenang ini?" Xuan Yin'er tertawa cekikikan.
"Aku memang sedang merenungkan ketenangan ini. Namun aku mempunyai firasat buruk setelahnya! Ini seperti ketenangan sebelum badai menghantam Klan Xuan!" jawab Xuan Ji dengan menghembuskan nafas dingin.
"Mengapa kamu bisa seyakin itu akan adanya keburukan menimpa Klan Xuan kita?" Xuan Yin'er bertanya dengan antusias.
"Entahlah! Aku hanya merasa bahwa Klan Xuan seperti telah melakukan suatu kesalahan yang fatal dan akan datang sebentar lagi hukuman itu!" tutur Xuan Ji dengan nada sangat cemas.
"Kamu tidak perlu khawatir saudara Ji. Klan kita tidak pernah melakukan kesalahan apapun!" Xuan Yin'er mencoba menenangkan sahabat kecilnya itu.
"Tapi saudari Yin'er.. Ini seperti benar-ben-.."
Boooooommmmmmm...
Ucapan Xuan Ji terpotong oleh suara ledakan yang sangat keras sekali dari arah pintu gerbang utama Klan Xuan.
"T-tidak! Ini tidak mungkin!" Xuan Ji bergetar seluruh tubuhnya dan bahkan menggigil ketakutan.
Semntara untuk Xuan Yin'er, tubuhnya mematung setelah melihat arah ledaakan memekakkan telinga. Dia tidak menyangka bahwa ucapan dan hati sahabat kecilnya itu sangatlah tajam.
"PATRIARK XUAN, XUAN JI! KEMARILAH! ATAU AKU HANCURKAN KALIAN SEMUA!"
Suara teriakan seseorang terdengar menggema diseluruh kediaman Klan Xuan.
________________________________
__ADS_1
*Alurnya lagi datar!🙏