
Mereka berlima memasuki gedung Paviliun Harta Karun dengan tenang tanpa perlu mengantri. Setelah sampai didalam salah satu kamar VVIP, buru-buru Ma Rong menawarkan sajian terbaiknya.
"Tuan-tuan sekalian, silakan dinikmati teh dan sedikit cemilan dari kami ini yang serba sederhana!" ujarnya merendah.
"Tuan Ma Rong terlalu sopan! Hidangan ini nyatanya terlalu mewah untuk kami!" ujar Ling Tian jujur karena memang dia tidak pernah memakan hidangan super mewah seperti yang ada dihadapannya.
Bukan tanpa alasan Ma Rong menjamu mewah Ling Tian dan rombongannya. Pertama karena Ling Tian adalah tamu kehormatan Paviliun Harta Karun. Kedua, Ling Tian adalah orang yang melelang buah abadi dan membuat pelanggan gemrudug berdatangan dan yang tentunya akan menghasilkan pundi-pundi keberuntungan. Dan yang ketiga, Ling Tian memberikan satu butir Anggur Putih Abadi secara cuma-cuma kepada Paviliun Harta Karun hanya beralasan membangun hubungan baik. Tiga hal itu sudah menjadi alasan yang cukup bahkan berlebihan untuk Ma Rong menjamu hidangan termewah se Benua Langit.
"Ngomong-ngomong Tuan Ma Rong, kapan acara lelang itu akan dimulai?" tanya Ling Tian tidak sabar.
"Sesuai yang sudah kami jadwalkan tuan muda, lelang akan dimulai sekitar setengah jam dari sekarang!" jawab Ma Rong.
"Emm.. Baiklah-baiklah." kata Ling Tian.
Mereka mengobrol sembari menikmati hidangan yang ada. Tanpa sadar setengah jam berlalu dan pelelangan akan segera dimulai.
"Kalau begitu kami undur diri tuan-tuan! Aku juga masih mengharapkan salah satu butir anggur abadi itu jatuh ketanganku! Hahaha.." ucap Ma Rong.
"Ahahaha.. Silakan tuan Ma Rong! Semoga anda beruntung!" jawab Ling Tian mempersilahkan.
__ADS_1
Setelah Ma Rong pergi,
"Kamu sangat akrab dengan orang-orang tua ternyata! Apakah umurmu masih benar-benar dua puluh satu tahun?" tanya Long Yuan dengan nada mengejek.
"Cih! Sialan kau Naga buruk rupa! Kau kira aku kakek-kakek? Aku hanya mengimbangi mereka saja!" keluh Ling Tian.
Ketika Long Yuan hendak menyahuti ucapan Ling Tian, suaranya tidak jadi keluar karena terdengar suara lembut seorang gadis dari tengah-tengah panggung tanda lelang telah dimulai.
"Selamat datang tamu-tamu sekalian yang terhormat. Perkenalkan nama saya Ma Jingyi. Saya disini akan memandu berjalannya pelelangan agung yang baru pertama kalinya dalam sejarah diadakan di cabang Paviliun Harta Karun kami. Berhubung pelelangan ini adalah spesial, kami pihak Paviliun sengaj menambahkan beberapa barang yang cukup berguna untuk semua orang khususnya bagi para kultivator. Tanpa berlama lama-lama, mari kita buka pelelangan dengan barang pertama!" seru Ma Jingyi.
Seorang wanita cantik yang cukup seksi membawakan sebuah nampan kecil, diatasnya terdapat kotak kaca yang tertutup kain merah terang menambah kesan mewah dan mahal.
Swuusshh...
Ledakan aura yang cukup kuat memenuhi seluruh tempat pelelangan. Semua orang bergetar melihat dengan mata kepala sendiri sebutir anggur putih buah abadi yang hanya mereka ketahui dari buku-buku kuno didalam perpustakaan.
"Sialan! Paviliun Harta Karun memang tahu bagaimana cara agar kita bersemangat dan membuat acara menjadi meriah!" ujar salah satu pengunjung biasa yang datang jauh-jauh dari Kekaisaran Bing, daratan utara.
"Kau benar!" jawab teman sebelahnya.
__ADS_1
"Kita harus berebut sekarang juga dan mendapatkan anggur itu!"
"Tentu!"
Bukan hanya dari kalangan biasa saja, dari ruangan VIP dan VVIP yang berisikan para bangsawan dan Kaisar juga mengatakan sama. Sementara untuk Ling Tian dan orang-orangnya hanya tersenyum dan mengangguk.
"Untuk harga awal anggur putih abadi adalah nol! Silakan menawar!" teriak Ma Jingyi.
Gedung pelelangan mendadak hening sebentar karena terkejut dengan tidak ada harga awal untuk buah legendaris tersebut.
"Sialan! Kekaisaran Song menawar 1000 koin platinum!" teriak salah satu pengunjung VVIP yang tidak lain adalah Kaisar Song.
"Hoo.. Apakah Kekaisaran Song sebegitu miskinnya sehingga menawaar buah legendaris ini hanya dengan 1000 koin platinum? Aku menawar 2000 koin platinum!" ujar pelanggan dari kursi biasa yang sebelumnya berceloteh banyak tentang paviliun.
"Brengs*k! 2500 koin platinum!" teriak Kaisar Song.
"3000.."
"5000.."
__ADS_1
"5200.."