
***
Istana Kekaisaran Xiao daratan tengah.
Kabar mengenai Klan Ling yang berhasil menaklukan istana Kekaisaran Wei daratan timur yang memilik dua Leluhur Pendiri sangat kuat dengan cara damai telah menyebar keseluruh Benua Langit
Saat ini, disebuah ruangan mewah di istana kekaisaran terkuat di Benua Langit yang biasa dikenal dengan Kekaisaran Xiao sedang duduk tiga orang pria sepuh yang memiliki pancaran aura yang sangat kuat.
Mereka bertiga terlihat memasang wajah serius dan sedang mendiskusikan sesuatu. Sudah hampir tiga jam mereka duduk bersama dan belum menemukan titik terangnya.
"Jadi, apakah kabar mengenai Klan Ling yang telah menaklukan Kekaisaran Wei itu benar adanya? Apakah orang itu telah kembali dari Alam Menengah?" tanya salah satu pria sepuh yang tidak lain adalah Kaisar Xiao Terdahulu, Xiao Chen.
"Menurut kabar yang beredar dan pesan yang disampaikan oleh mata-mata Kekaisaran Song milikku memang benar adanya! Namun kejelasan tentang datangnya orang itu masih belum diketahui!" jawab pria sepuh kedua. Dia adalah Leluhur Kekaisaran Song daratan barat, Song Wu.
"Jika orang itu benar-benar kembali, maka sangat kecil harapan bagi kita untuk menang!" ungkap Xiao Chen.
"Lalu apa tanggapan anda Tuan Lian?" lanjut Kaisar Terdahulu Kekaisaran Xiao sambil melihat satu pria sepuh yang tersisa. Dia adalah orang terkuat diantara ketiganya. Pria itu tidak lain adalah Leluhur Klan Lian, Lian Qin.
"Kebenaran tentang datang si tua Ling itu belumlah jelas atau masih semu! Jadi kita tidak perlu terlalu takut! Aku hanya tidak menyangka saja bahwa masih ada orang Klan Ling yang tersisa setelah peperangan waktu itu!" ucap Lian Qin dengan suara seraknya. Lian Qin masih tidak percaya dengan orang-orang Klan Ling ternyata masih tersisa lalu bangkit lagi dan kembali menguasai daratan timur.
"Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama! Kita harus dengan cepat menyelidiki apakah si tua Ling itu benar datang atau tidak, lalu menumpas mereka seperti dulu jika dia tidak ada!" ujar Song Wu.
"Yang dikatakan saudara Song memang benar! Tapi bagaimana dengan Leluhur Pendiri Klan Wei yang melegenda itu? Bukankah dia mungkin sekuat si tua Ling? Dia juga pasti berada dipihak Klan Ling karena memang statusnya saat ini telah menjadi bawahan!" Xiao Chen menanggapinya dengan ragu-ragu. Pasalnya, Xiao Chen telah merasakan sendiri bagaimana dia dikalahkan oleh Leluhur Pendiri Kekaisaran Wei yang tak lain adalah Wei Hun dengan sangat mudah dua ribu lima ratus tahun lalu. Saat itu dirinya dan semua pasukannya mencoba menaklukan Kekaisaran Wei yang baru berkuasa di daratan timur.
"Belum lagi keberadaan binatang suci Naga Agung yang bersamanya!" lanjut Xiao Chen.
"Masalah ini semakin rumit saja! Kita masih disibukkan dengan kemunculan aliansi aliran hitam yang ternyata bergabung dengan Kekaisaran Han, kini datang lagi masalah dari Klan Ling yang tiba-tiba menguasai daratan timur!" tutur Lian Qin mengeluh saat merasakan kepalanya sangat sakit.
__ADS_1
"Baiklah! Untuk saat ini terus saja selidiki tentang keberadaan si tua Ling! Jika memang dia benar-benar datang, mau tidak mau kita harus bergabung untuk membunuhnya bersama-sama. Toh juga senjata tingkat merah itu sudah ada ditangan kita!" lanjut Lian Qin.
"Baik Tuan Lian!" sahut Xiao Chen dan Song Wu serentak.
***
Kota Pinggiran Kekaisaran Xiao.
Pria tua yang di panggil Tetua Fang tanpa basa-basi langsung memberikan sebuah ancaman kepada Ling Tian dan Ling We yang baru muncul dari portal teleportasi. Hal itu tentu saja membuat keduanya tidak senang. Terlebih bagi Ling We yang emosinya meledak-ledak. Ling We langsung naik pitam saat penyambutan di daratan tengah ternyata tidak sesuai harapan.
"Tua bangka! Kenapa juga kau harus mengancam jika hanya ingin bertanya tentang siapa dan darimana kami?" teriak Ling We dengan penuh amarah. Rasa pusing karena telah melewati lorong dimensi pada portal teleportasi baru saja berakhir, kini malah dicegat dan di ancam akan dibunuh? Bagaimana seorang seperti Ling We tidak marah?
"Lalu mengapa? Apa kalian tidak terima? Jangan-jangan memang benar kalian adalah dari kelompok itu!" jawab Tetua Fang dengan sengit.
"Kalian berdua! Tangkap kedua pemuda bertopeng sialan itu!" lanjutnya memberikan perintah kepada dua penjaga portal.
"Apa-apaan kalian ini! Hendak menangkap dan menyerang orang dengan tanpa alasan! Apakah seperti ini pengaturan dari Kekaisaran Xiao yang terkenal kuat itu? Cuih!" ucap Ling We dengan berteriak lantang. Dia juga meludah dengan jijik.
"Sudahlah jangan berisik! Dan lagi, kamu telah menghina Kekaisaran Xiao kami! Maka kematianmu adalah balasan setimpal!" ujar salah satu penjaga portal menanggapi ucapan Ling We. Kemudian, dengan cepat dia melesat untuk menyerang.
Swuusshh...
Dengan mengayunkan pedang tingkat putihnya, salah satu penjaga portal itu menyerang Ling We.
Sementara Ling Tian yang sedari awal hanya diam, dia hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pelan. Ling Tian melesat untuk menghadang serangan salah satu penjaga portal karena tahu bahwa Ling We akan terluka jika menghadapi serangan sekuat itu.
"Matilah!" teriak salah satu penjaga portal. Dia sangat yakin mampu membunuh pemuda bertopeng separuh wajah yang sangat berisik dan arogan itu dengan satu serangan.
__ADS_1
Tap!
"Apaaa!"
Namun tiba-tiba penjaga portal itu dikejutkan oleh kemunculan pemuda bertopeng berjubah hitam dari udara tipis dan menangkap pedangnya dengan tangan kosong. Bukan hanya penjaga itu saja yang terkejut. Bahkan Tetua Fang dan satu penjaga portal lainnya juga ikut terkejut. Sementara Ling We hanya tersenyum menyeringai karena dia tahu bahwa saudaranya Ling Tian pasti akan datang menghalau serangan kuat penjaga portal.
"Bukankah tidak baik langsung menyerang begitu saja tanpa mengetahui terlebih dahulu siapa kami?" ucap Ling Tian dengan tenang.
Penjaga portal itu buru-buru ingin mundur namun dia harus terhenti karena tidak bisa menarik pedang pusaka tingkat putihnya dari genggaman Ling Tian.
"Lepaskan pedangku sekarang juga! Atau-" ucapan penjaga portal dipotong oleh Ling Tian.
"Atau apa? Apakah kamu hendak mengancamku?" tanya Ling Tian.
Krakk!
Ling Tian memelintirkan sedikit tangannya dan alhasil, pedang pusaka tingkat putih milik penjaga portal patah.
"Apaa!"
Ketiga orang yang berniat menangkap Ling Tian dan Ling We kembali dibuat terkejut sekaligus tertegun dengan Ling Tian. Mematahkan pedang pusaka putih hanya dengan tangan kosong? Sekuat apakah tubuh pemuda bertopeng dan berjubah hitam itu? Sial! Sepertinya kali ini ketiganya menemukan musuh yang sangat kuat!
Setelah mematahkan pedang pusaka putih milik penjaga portal dengan mudah, Ling Tian dengan tenang melemparkan lencana giok miliknya kepada Tetua Fang.
Tetua Fang dengan sigap menangkap lencana itu dan melihat dengan seksama.
"Klan Ling!" ucap Tetua Fang pelan dengan sedikit bergetar. Dia tentu sudah mendengar tentang Klan Ling yang saat ini telah menjadi penguasa sesungguhnya di daratan timur.
__ADS_1
"Aku adalah Tuan Muda Klan Ling dari daratan timur, Ling Tian. Aku dan saudaraku datang kesini dengan niat berkunjung dan melihat-lihat seperti apa daratan tengah yang terkenal kuat itu! Namun sayang sekali, sambutan awal yang kuharapkan ternyata tidaklah begitu baik dan mengenakkan!" ucap Ling Tian dengan memasang wajah terlihat sedih.